Indonesia
NovelToon NovelToon
Harem Gakuen

Harem Gakuen

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Harem / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Iblis / Nikah Kontrak / Romansa Fantasi
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: Kensujishisu

Egista Adenbele , Adenbele marga viscount yang terkenal akan keserakahannya dan egista adalah orang yang anti sekali dengan hubungan romansa,bahkan dia dijodohkan dengan Putra Mahkota saja dia tidak mau,dia berencana untuk melepaskan perjodohan itu dengan bersekolah di akademi bangsawan yang sangat terkenal tetapi ternyata apa yang terjadi dengannya berbalik dari keinginannya yang ingin hidup sendiri tanpa seorang lelaki.

Ada konten dewasanya ygy,jd semoga kalian bijak dalam membaca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kensujishisu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fere si gila

Notes!!kalimat bercetak miring dan tebal adalah ucapan hati pemeran utama wanita alias Esta ya!!

Es putih berjatuhan dari atap ke atap,menutupi kediaman Edenbele,membuat Esta pada malam itu yang sedang bermimpi indah kedinginan,namun itu tidak mengganggu tidurnya,hingga esok harinya.

Ia bersiap siap di pagi buta dengan segala perlengkapan,ia tidak akan pamit kepada Ibu tirinya itu,dia hanya akan formalitas didepan sang Ayah,ketika sang Ayah sudah berada didepan gerbang menunggu kedatangan Esta,Esta pun memberi hormat tanpa menggunakan kata-kata manis sedikitpun dan tanpa berpelukan.

Esta pun pergi,dengan ditemani Lionare,karena Lionare akan menemani Esta sepanjang ia bersekolah disana,Lionare lah yang akan memenuhi kebutuhan Esta.

"Nona,apakah saya tidak apa-apa bersama nona?takutnya saya menjadi bahan perbincangan karena bersama nona.."

Tanya Lionare,sambil memandang pakaiannya yang seperti bangsawan yang di berikan oleh Esta.

"Tidak apa-apa kau tampan memakai itu,jangan merasa rendah karena kau hanya pelayan,lagipula tidak ada yang tahu asal usulmu,karena yang mulia bodoh itu menyembunyikannya dariku ck."Ucap Esta membuat Lionare tertegun.

"Astaga,nona Egista,anda mengatakan yang mulia bodoh?tidak boleh nona!itu adalah hal yang tidak sopan,maaf jika saya membentak anda tapi ini memang dilarang nona."Jawab lionare khawatir.

Wajahnya yang tampan itu seketika marah dengan muka yang memerah seakan akan Esta melakukan kesalahan yang besar.

Esta pun tertawa terbahak-bahak lalu menepuk pundak lionare sambil menahan perutnya yang terasa sakit karena tertawa keras.

"Hahahaha..maaf Lio,aku hanya bercanda..jangan dianggap serius heh,sumpah deh,aku ngakak banget hahaha."

Lionare pun tersipu malu,mukanya memerah karena ditertawakan sang majikan,yang membuat Lionare menunduk pasrah.

Dua jam kemudian..

Krittt(Suara kereta kuda yang berhenti)

Semerbak bunga memenuhi hidung Esta, bermacam-macam aneka bunga yang dicium oleh indra penciuman Esta,yang membuat Esta kagum,karena Jressquene adalah akademi yang sangat indah tanpa harus di renovasi sedikitpun sudah memiliki keindahan dan keunikan maupun saat di luarpun.

Esta terpukau,ia tak tahu jika sebagus ini,tetapi Esta tetap saja tidak akan melupakan tujuannya kesini,dan Esta berharap keinginannya bisa tercapai tanpa ia harus bersusah payah,karena hal itu menyusahkan baginya.

"Nona silahkan pegang tangan saya,dan berhati-hatilah ketika turun"

Ucap lionare dan Esta pun menurutinya dan berjalan menuju gerbang yang sangat besar,yang merupakan pintu utama akademi Jressquene.

Saat gerbang terbuka,Esta disuguhi air mancur yang begitu tinggi hingga mencapai pohon-pohon yang menjulang tinggi disekitar akademi,banyak sekali bangsawan-bangsawan yang terlihat,dari umur 12 tahun hingga 20 tahun.

Dan banyak sekali dari mereka yang menggunakan sihir dan memperlihatkan keterampilan sihir mereka secara terbuka.

Tapi walau sangat indah,Esta mulai merasa tidak nyaman,karena pandangan semua anak yang ada disana melihat kearah Esta dan seperti bertanya-tanya,apakah itu putri Edenbele yang serakah tersebut.

Wah,Esta sudah bisa menebaknya,dan ia berharap tidak akan ada yang mendekatinya karena hal tersebut yang membuat salah satu keuntungan Esta juga,yang membuat Esta akan terus menerus sendiri,itu yang Esta inginkan.

"Lio aku akan pergi mel.."

Bukk!!Suara dentuman keras

Tiba-tiba bola yang entah datang dari mana mengenai wajah Esta dengan keras,membuat Esta terkejut,sekaligus lionare yang buru- buru melihat keadaan Esta dan sangat khawatir.

"NONA!!!APAKAH ANDA TIDAK APA APA?YANG MANA YANG SAKIT PERLIHATKAN KEPADA SAYA!"

Lionare gelagapan,sambil meraba-raba muka majikannya yang terdapat sedikit debu diwajahnya.

"TERLEBIH PENTING,SIAPA YANG MELEMPAR BOLA ITU PADAKU HEH,aku diam diam saja dan baru datang sudah ada yang ga suka padaku kah?siapa sih."

Ketus Esta murka,kepada orang yang berani-beraninya membuat wajahnya terluka.

Hal tersebut membuat para bangsawan berbisik,satu sama lain sambil melihat kearah Esta secara bersamaan.

"Kurasa itu Fere,bukankah yang suka bermain bola itu Fere,astaga padahal nona itu baru datang tapi sudah sial hidupnya."

Bisik salah satu bangsawan,entah bagaimana bisa,Esta bisa mendengarnya walau terdengar jauh ia bisa mendengar jelas perkataan mereka itu.

Loh kok aku dengar?terlebih penting,Fere siapa?dia yang melempar bola padaku?ah tapi mana orangnya ya,kok gak ada,ah bodo lah ngapain juga aku mengurusi hal yang seperti ini,lebih baik tidur aja.

Esta tak memperdulikan hal tersebut dan dia berniat melupakan hal yang terjadi dan menenangkan Lionare untuk tidak khawatir dan dia baik-baik saja.

Namun barusan ingin beranjak,langkah kaki Esta berhenti ketika melihat sesosok laki-laki berambut merah terang,dengan mata diamond yang sangat cantik,meletakkan kaki di atas bola yang tadi mengenai wajah Esta.

Esta tertegun,dia langsung berpikir bahwa orang itulah yang melempar bola,mungkinkah ia adalah Fere itu?tapi Esta tidak peduli ia lalu melangkah lagi dan ingin segera merebahkan tubuhnya dikamar.

"Tunggu..Apakah kau tidak marah karena aku mengenai bola ini padamu begitu keras."Tanya lelaki itu,dengan raut wajah penasaran.

"Hah?"Esta bertanya-tanya,apa maksudnya menanyakan hal seperti itu,apalagi bahasanya sangat tidak sopan,padahal ia baru saja melihat Esta.

"Aku bertanya,kenapa kamu malah diam saja sih."ketus lelaki itu dengan nada sombong,membuat Esta tertegun sekaligus bertanya-tanya.

"Harusnya kau minta maaf ya,bukannya malah bertanya sesuatu yang ga harus ditanya kayak gitu..sungguh prik."Balas Esta ketus,dengan mengikuti bahasa kasarnya lelaki itu

Semua orang yang mendengar Esta sangat terkejut mendengar ucapan Esta dan kemudian saling berbisik.

"Hei apakah dia tidak tahu takut ya."

"Iya bagaimana jika Fere menghabisinya,wah aku tidak ingin ikut campur lebih baik kita pergi saja Deon."

Semua itu terdengar ditelinga Esta,membuat Esta terbujur kaku,dia sepertinya salah berbicara,seharusnya dia tidak menjawab nya dan berbicara sopan saja,kalau seperti ini kan akan menjadi hal merepotkan baginya,waktu tidurnya jadi terbuang karena hal ini.

"Ma..maaf sepertinya aku harus pergi,aku ngntuk sekali hoamm."

Esta berpura pura menguap dan menepuk-nepuk mulutnya tanda mengantuk,ia ingin segera beranjak ke kasur segera,tapi Baru saja kaki nya melangkah,lelaki yang bernama Fere itu menggenggam tangannya Esta dengan kuat.

"Hey tunggu!"

Hal tersebut sungguh membuat Lionare marah,ia tidak bisa tinggal diam,dan menepis tangan Fere namun tidak bisa dilepaskan karena tangan Fere sangat kuat seperti batu bata.

"Heh!kamu!jangan berani-beraninya menyentuh tangan Nona Egista!!"

Tegas Lionare marah,namun hal itu membuat Lionare terluka karena tiba tiba saja Fere menaikan tangannya dan mengeluarkan sihir angin membuat Lionare terpental kebelakang.

Hal tersebut sangat mengejutkan Esta dan membuat Esta ingin berlari ke arah Lionare.

"LIONARE!!!" Tapi usaha Esta tidak bisa ia lakukan,Fere menggenggamnya sangat kuat membuat,Esta kesakitan dan naik pitam.

"HEII BOCAH!!APA YANG KAU LAKUKAN!LEPASKAN AKU,SIAPA KAMU BERANI-BERANINYA MEMEGANG TANGANKU,LEPASKAN !!" Teriak Esta sambil menggoyang-goyangkan tangannya.

Namun tiba-tiba Fere menarik Esta dengan kuat mendekati tubuhnya sambil menatap Esta dengan penuh amarah.

"Apa maksudmu?kan ini salahmu karena sudah berbicara kasar padaku."Ucap Fere si lelaki gila yang sedang ada dihadapan Esta sekarang

Wah lelaki ini gila ya?wah benar-benar kayaknya dia harus masuk ke sekolah khusus anak-anak gila,bukannya malah sekolah disini,pengurus akademi ini apakah tidak waras memasukkan anak ini?(batin Esta dalam hati tidak terima)

1
Nikala
izin kak, kalo setau saya, anak dari tuan besar dipanggilnya nona, kalo nyonya itu istrinya tuan besar
Annisa Fitriya
ayo dong up lagi penasaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!