Indonesia
NovelToon NovelToon
BUKAN PERNIKAHAN BIASA

BUKAN PERNIKAHAN BIASA

Status: tamat
Genre:Obsesi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:52.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nafsienaff

Demi menikahi kekasih hatinya, Riza Atmaja terpaksa harus lebih dulu menikahi kakak dari kekasihnya. Semua itu adalah syarat yang di ajukan oleh kedua orang tua dari kekasihnya karena penyakit yang di derita oleh Rana, putri sulungnya.

Bagaimana kelanjutan hubungan antara Riza dan kekasihnya, Lubna? Apakah Riza tetap pada keteguhan hatinya dengan hanya mencintai Lubna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafsienaff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6

Rana menelan ludah saat membuka pintu kamar pengantin nya dan Riza. Sesungguhnya Rana merasa sangat tidak nyaman dengan keberadaan Riza di kamar nya. Bukan karena tidak suka, hanya saja Rana merasa sangat tidak biasa dengan keberadaan Riza di sekitarnya. Apa lagi mengingat Riza yang adalah kekasih dari adiknya sendiri.

Riza yang juga menyadari kehadiran Rana segera bangkit dari duduknya di tepi ranjang. Riza tersenyum pada Rana yang hanya diam saja sembari menutup pintu kamar pengantin mereka.

Rana menarik napas kemudian menghelanya dengan kasar. Dia mendekat pada Riza yang masih mengenakan setelan tuxido putihnya.

“Ada yang mau aku omongin sama kamu Riza. Ini tentang kita.” Ujar Rana pelan.

Riza mengangguk pelan. Riza juga ingin mengatakan sesuatu pada Rana. Namun Riza masih memikirkan kembali apa yang ingin dia katakan. Riza tidak mau salah bicara yang akan berakhir menyinggung perasaan Rana.

“Kita bisa membuat perjanjian diatas kertas untuk pernikahan ini. Aku tau kamu tidak menginginkan pernikahan ini begitu juga aku. Aku minta maaf karena sudah menjadi penghalang kamu dan Lubna. Tapi sungguh sedikitpun aku juga tidak menginginkan ini terjadi Riza. Jadi kamu nggak perlu khawatir. Kamu tetap lah bersikap seperti biasanya pada Lubna. Jangan Lubna merasa kamu tidak perduli lagi pada dia. Aku nggak mau adikku sampai merasa sedih apa lagi sakit hati.”

Riza menghela napas berat. Meski memang pernikahan yang dia lakukan adalah syarat yang di ajukan oleh tuan Wijaya agar bisa menikah dengan Lubna, tapi bukan berarti Riza bisa bersikap seenaknya dengan mempermainkan janji yang sudah dia ucapkan di hadapan Tuhan dan para saksi yang hadir di dalam pernikahan nya. Riza masih waras dan tentunya tidak ingin menyakiti hati siapapun. Entah ibu Lubna gadis yang sangat dia cintai ataupun Rana, istrinya.

“Hem kak Rana.. Maksud ku Rana. Kita sudah sama sama dewasa. Kita juga pasti tau mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi aku pikir untuk membuat perjanjian diatas kertas itu tidak perduli. Karena bagaimana pun juga kita ini sekarang adalah pasangan suami istri. Tidak ada yang boleh ikut campur masalah apapun dalam hubungan kita meskipun itu adalah Lubna. Kamu juga nggak perlu khawatir, aku tidak akan menyakiti siapapun disini. Yah.. Meskipun memang dengan adanya pernikahan ini pasti ada hati yang tersakiti bahkan hancur.”

Rana mengernyit. Rana benar benar tidak tau bagaimana cara Riza berpikir. Apa lagi Riza juga sangat mencintai Lubna. Seharusnya Riza tidak menyetujui pernikahan ini karena Riza sendiri menyadari bahwa dengan adanya pernikahan antara dirinya dan Rana itu sudah sangat menyakiti hati Lubna.

“Apa maksud kamu?” Tanya Rana menatap Riza dengan pandangan tidak mengerti.

Riza tersenyum tipis. Pria itu menghela napas pelan. Baik dirinya dan Lubna sudah sepakat untuk pura pura tidak tau tentang penyakit yang di derita oleh Rana selama ini. Mereka berdua tentu tidak mau membuat Rana merasa lemah karena rahasia yang di jaganya selama ini sudah di ketahui.

“Maksud aku, bersikaplah layaknya kita adalah suami istri.” Jawab Riza mantap.

“Aku akan melakukan tugas dan kewajiban ku sebagai seorang suami, dan aku berharap kamu juga bisa melakukan tugas kamu sebagai seorang istri.” Lanjutnya.

Setelah berkata demikian, Riza pun melangkah melewati Rana. Dia melangkah menuju kamar mandi meninggalkan Rana yang terdiam di tempatnya berdiri.

Pagi ini adalah hari pertama Rana menjadi istri Riza. Dia bangun lebih awal dari biasanya karena memang sejak semalam sebenarnya Rana tidak bisa tidur karena terus memikirkan apa yang Riza katakan.

Mereka memang tidak tidur satu ranjang karena Riza memilih untuk tidur di sofa panjang di seberang ranjang, sedangkan Rana tidur di atas tempat tidur. Tapi meskipun begitu Rana tetap saja merasa tidak nyaman karena harus berada di dalam satu ruangan dengan kekasih dari adiknya sendiri. Pria yang juga sangat asing menurutnya.

------------

“Selamat pagi semuanya.” Sapa tuan Wijaya tersenyum begitu duduk di kursinya di meja makan.

“Pagi pah...” Jawab nyonya Wijaya dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.

Sementara Rana, Riza, dan Lubna, mereka bertiga hanya diam saja di kursinya masing masing. Keadaan yang begitu tiba tiba berubah membuat ketiganya merasa tidak biasa. Walaupun pada awalnya Riza dan Lubna memang sudah sama sama sepakat tentang pernikahan itu namun tetap saja ada rasa tidak rela di hati Lubna jika harus membiarkan Riza bersama dengan kakaknya sendiri.

“Ah ya, Rana, Riza, papah sudah belikan tiket penerbangan ke paris untuk kalian berdua bulan madu. Ini toketnya dan kalian berdua bisa berangkat besok.” Senyum tuan Wijaya sembari menyodorkan dua tiket yang di maksud nya pada Rana.

Lubna yang mendengar itu hanya bisa melapangkan hati nya. Dia tau papah nya melakukan itu untuk kakaknya. Dan itu sudah di sepakati olehnya juga Riza yang artinya setidak terima apapun Lubna, Lubna tidak boleh protes.

Rana menelan ludah. Dia melirik pada Riza dan Lubna yang hanya diam saja. Tidak ada sedikitpun ke-niatan dalam hati Rana untuk berbulan madu bersama Riza. Tapi Rana juga tidak mungkin menolak apa yang sudah di belikan oleh papah nya. Itu akan terkesan sangat tidak menghargai upaya papahnya.

Nyonya Wijaya yang mengerti dengan suasana itu segera mengambil tiket pesawat yang di sodorkan suaminya pada putri sulungnya. Sebagai sesama wanita, nyonya Wijaya tau betul bagaimana perasaan kedua putrinya saat ini. Tapi sekali lagi dia meneguhkan hati bahwa yang sedang mereka lakukan adalah demi yang terbaik untuk Rana.

“Ini kita bahas nanti saja pah. Sebaiknya kita sarapan saja dulu. Toh Riza dan Rana tidak akan kemana mana hari ini.” Katanya.

Lubna memejamkan kedua matanya ketika merasakan hatinya seperti di iris iris. Lubna mencoba untuk berpikir positif bahwa mungkin papahnya lupa jika disana juga ada dirinya yang jelas jelas di ketahui sebagai pacar dari Riza juga gadis yang sebenarnya ingin di nikahi oleh Riza.

“Oh baiklah kalau memang begitu. Selamat sarapan semuanya.” Senyum tuan Wijaya yang kemudian langsung merasa sangat bersalah karena tanpa sadar sudah sangat menyakiti hati putri bungsunya dengan membahas tentang bulan madu Riza dan Rana.

Selesai sarapan, tuan Wijaya pun langsung berangkat ke perusahaan. Sementara nyonya Wijaya seperti biasa dia hanya di sibukkan dengan aktivitas nya di rumah.

“Kamu ke lokasi syuting ya?” Tanya Riza menghampiri Lubna yang sudah rapi di teras depan rumah.

“Ya..” Senyum Lubna menjawab.

“Ya sudah kalau begitu, hati hati ya.. Jangan lupa makan siang Una.”

Senyuman di bibir Lubna seketika pudar. Padahal Lubna pikir Riza akan menawarkan diri untuk mengantarnya. Tapi ternyata Riza hanya mengatakan sesuatu yang sama sekali tidak penting menurut Lubna. Tapi untuk yang kesekian kalinya Lubna pun berpikir positif. Lubna juga menyadari siapa Riza sekarang.

“Oke...” Angguk Lubna yang kemudian berbalik dan melangkah cepat menuju mobilnya.

1
sella surya amanda
lanjut
Nafsienaff
Terimakasih 🤭
Saiful Saiful
yeayy Alhamdulillah selesai gak jadi saf ending. emang selalu keren ceritanya gak bisa ditebak alurnya. semngaattt Yamin😍🤍
Fajar Alfiyanshah
thor knp naruh bawang disini mau tidur jdi nangis 😭😭😭lanjut kan thor
sella surya amanda
lanjut
Safitri Anisa Desi
kok sad ending sih minn😭😭😭
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Fajar Alfiyanshah
semangat thor lanjut
sella surya amanda
lanjut
Fajar Alfiyanshah
lanjut thor, tetap semangat
Fajar Alfiyanshah
aku Aaminkan Do'amu Bu Wijaya 🤲🤲
sella surya amanda
lanjut
Fajar Alfiyanshah
selamat ya buat lubna, akhirnya hamil
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Fajar Alfiyanshah
lanjut thor
Fajar Alfiyanshah
Kl riza masih mikirin Rana terus, yg ada lubna bakal ninggalin juga ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!