Indonesia
NovelToon NovelToon
ASMARALOKA

ASMARALOKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romansa / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author:

{Apa itu ditinggal pergi orang terkasih selama-lamanya, berganti di ratukan lelaki tampan dan crazy rich???}
Oh Astaga, apa ini mimpi?!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Mengisahkan siswi SMA bernama Zia Zelin Kirana yang ditinggal pergi kedua orang tuanya untuk selamanya, ia pun tinggal di rumah om dan tantenya yang memiliki dua anak lelaki, "oh,,, mereka sangat jahil!!!" Zia.

Zia memiliki pacar bernama Yuda Aditama, tampan dan penerus perusahaan besar, Aditama.

Akan tetapi, kehadiran orang ketiga bernama Raidhan perlahan membuat hubungan Zia dan Yuda bak telur di ujung tanduk!!!

Apa, Zia bingung memilih antara Yuda atau Raidhan??? semua sama-sama tampan dan ku suka... Tolong help me!!!

Happy Reading, DAR!!!~
Novel pertama karya, Maryam17

Misi Penyerangan Markas

Evan ikut terkejut,

"Eh, itu ... tadi cuman ..." Ucap Evan gagap. Dia bingung ingin memberi alasan apa agar Zia tidak tersinggung dengan ucapannya.

"Yah nggak dong, mana ada anak sebaik dan se geulis ini tega ngeracuni kakak sendiri, tapi kalau kakak ngerebut makananku, Zia ikhlas lahir dan batin kok meracuni kakak" balas Zia tersenyum mencekam yang langsung membuat Evan susah meneguk saliva nya.

"Kakak coba yah" Evan segera mengambil brownies cokelat di piring lalu memakannya.

Zia merasa tegang, pasalnya ini makanan pertama kali dibuatnya untuk kakak tercinta sedunia.Takut rasanya di luar ekspektasi dan di luar fikri.

"Enak, hmm enak sekali loh, masa sih Lo yang buat?" tanya Evan tak percaya sambil memakan brownis dengan lahap.

"Buatnya sih Zia, tapi tante yang mandu. Hehe" balas Zia terkekeh.

"Bagus, udah enak, buatin gue setiap pagi, siang dan malam yah" perintah Evan dengan mudahnya.

"Dikira Zia ini apaan, disuruh buatin brownies pagi, siang dan malam. Bi Inem aja nggak pernah di suruh kayak gitu." kata Zia melotot ke Evan.

"Sabar, sabar, orang sabar jidatnya lebar" balas Evan membuat Zia memutar malas bola matanya.

"Zia, apa boleh gue tahu Sebastian itu seperti apa orang dan wataknya? Ada fotonya nggam?" tanya Evan bertubi-tubi, komuk nya berubah menjadi serius.

"Kenapa tiba-tiba tanya gitu?" tanya Zia penasaran, salah satu alisnya diangkat.

"Gue mau menyelidiki dia, sebab dugaan kakak Sebastian memiliki bisnis hitam. Nama panjangnya Sebastian Gunawan kan?" tanya Evan sekali lagi.

"Benar" Zia mengangguk, Evan langsung menggebrak meja di sampingnya membuat Zia terkejut.

Evan pun segera pergi dengan menyambar jaket hitamnya dan membawa ponsel.

"Kakak mau ke mana?" tanya Zia bingung.

"Ada urusan, Lo di rumah aja sama mama, INGAT ... jika ada yang mencari jangan dibukain pintu, tutup semua pintu dan jendela, jangan sampai ada celah!" perintah Evan lalu mengambil kunci motornya.

"Memangnya ken ..." Evan sudah keluar dengan tergesa-gesa, menyisakan Zia dengan kebingungannya.

"Kak Evan mau ke mana yah kok buru-buru gitu, terus kenapa nggak boleh bukain pintu jika ada yang nyariin, kayak takut ditagih debkolektor aja." monolog Zia, menggelengkan kepala.

***

Sementara itu, di basecamp Yuda. Terdapat Yuda beserta pasukannya yang siap dengan motor dan helm masing-masing. Seakan siap menerkam seseorang.

Basecamp Yuda adalah sebuah apartemen pribadi miliknya, sangat luas dan megah, sehingga dapat menampung banyaknya motor di basement.

Yuda tidak memakai kursi roda, sebenarnya luka di perutnya tidak sesakit seperti saat dikhianati oleh sahabatnya, Sebastian.

Bagi seorang Yuda, luka pukulan sudah biasa baginya mengingat banyaknya pertarungan sengit yang sudah ia lalui membuat Yuda menjadi kebal. Hanya saja, Zia yang begitu overprotektif padanya.

Evan yang baru saja datang, mengalihkan atensi semua yang ada di basecamp.

"Udah kelihatan segar bugar aja Lo bro" sapa Evan dengan menyalami tangan Yuda dan menepuk pelan pundaknya.

"Sampai kapan pun, gue berhutang budi kepadamu Yuda" sambung Evan membuat Yuda terkekeh.

"Udah tanggung jawab gue, ngelindungi calon ... ekhem ... begitulah" jawab Yuda yang malu-malu kucing, seketika tawa Evan pecah.

"Sebegitu parah Lo suka dia gue yah, yasudah mulai dari mana topik kita kali ini?" Evan memulai pembahasan, semuanya langsung memasang muka serius.

"Nggak ada CCTV kan di basement ini?" tanya Evan memastikan sembari menelisik kondisi sekitar.

"Aman, kalau nggak percaya cek aja sendiri" kini balas wakil ketua geng motor Althero yang baru.

FYI, sebenarnya Evan tidak menjadi personil geng motor Althero sebab sebelumnya dia tidak menyukai geng Althero, hanya saja setelah Yuda membuktikan tanggung jawabnya pada Zia, Evan langsung tancap gas bergabung geng Althero.

Tentu, apa pun yang berhubungan dengan Zia, adik tersayang, Evan selalu menjadi perisai pertamanya.

Evan manggut-manggut, "Apa Lo tahu soal bisnis hitam keluarga Gunawan?" tanya Evan memulai.

"Tentu, bisnis itu di bawah naungan Black Lion Company. Memiliki banyak cabang hitam di mana-mana. Dan sudah berada di puncak kejayaannya. Kita hancurkan masa emas itu, buat mereka takut bahkan hanya mendengar nama kita sekalipun agar tidak ada yang berani bermacam-macam dengan kita. Tunjukkan siapa sebenarnya anggota geng Althero!" jawab Yuda dengan kekesalan meluap-luap. Dibalas teriakan oleh pasukannya

Siapa yang tak marah, ada yang berani menyentuh dan akan menyakiti orang yang dia sayang.

"Tunggu, Zia dan seluruh yang ada di rumah Lo sudah aman? Tidak menutup kemungkinan, jika anak buah Sebastian akan berusaha mencelakai orang terdekatku. Dan selalu memata-matai mereka." tanya Yuda memastikan, raut wajahnya tegang.

"Aman, Zia sudah gue peringatkan untuk jangan membukakan pintu masuk bagi siapa pun yang mencari, sekalipun suaranya terdengar familiar. Juga menutup setiap jendela" Jawab Evan.

Yuda pun menghela napas lega.

"Katsuo" panggilnya.

"Siap tuan!" jawab pria berbadan tinggi besar, berkulit putih dengan mata sipit langsung berdiri tegap di samping Yuda.

"Bobol setiap benteng pertahanan induk perusahaan dan cabang Black Lion Company, Hacker data dan informasi penting tentang mereka, serta rusak jaringan dan sistem mereka, tunjukin ke gue menggunakan aplikasi message kita" perintah Yuda.

Yuda beserta pasukannya menggunakan aplikasi khusus untuk menerima dan mengirim pesan yang dilengkapi dengan keamanan level dewa. Dibuat khusus oleh Katsuo, pro player yang terkenal akan kelihaiannya membuat sistem keamanan sangat tinggi dan berasal dari Jepang.

"Siap tuan!" balasnya.

"Sebagian dari kalian mengitari sekeliling rumah Evan, jaga dengan ketat jangan sampai ada yang lolos masuk, lainnya ikut denganku bersama Evan menyerbu ke markas utama keluarga Gunawan." sambung Yuda.

Anggota Althero berjumlah 100 orang yang ada di basement. Itu hanya jumlah yang ada di basement saja, belum terhitung jumlah keseluruhan anggota cabang yang ada di berbagai kota.

Kemudian mereka serempak berjabatan tangan sebagai tanda perang di mulai.

Setelah itu, mereka bergegas menuju ke markas Sebastian Gunawan. Menyisakan kepulan asap dari knalpot motor dan suara deruman motor yang bertubi-tubi.

***

Saat ini jam menunjukkan sudah menunjukkan pukul 02.30. Setelah Yuda dan Evan briefing dan membagi tugas, ada yang bertugas memantau kondisi di bawah, ada yang menyamar dan juga ada yang ikut Yuda dengan Evan menyerang lantai 77, lantai teratas di apartemen Gunawan.

Tentu Sebastian memilih lantai paling atas, yakni lantai 77 sebagai tempat pasukannya sebab setiap perusahaan bisnis hitam sudah mengantisipasi hal seperti ini akan terjadi.

Dengan bersenjatakan MG-42, Lee- Enfield, M2HB 60 Caliber, AK-47 dan masih banyak senjata mematikan lain, serta Katsuo yang memakai samurai dengan kusarigama sebagai senjata utamanya.

Yuda, Evan bersama pasukannya berjalan mengendap-endap menuju lantai 77, tujuan utama mereka adalah menyerang lantai tempat singgah ketua pasukan mereka, yaitu Sebastian.

"Ingat, jangan sampai ada korban yang tidak ada sangkut pautnya dengan kita" peringat Evan sekali lagi dan diangguki pasukan.

Brak...

Pintu digedor keras, memperlihatkan Sebastian bersama anggotanya sedang mendiskusikan sesuatu.

Seketika bawahan Sebastian langsung memasang badan lengkap dengan senjata ditangannya, melindungi kepala kelompok mereka.

"Waw bravo, baguslah kalau kalian ke sini dahulu, jadi kita nggak perlu repot-repot menjebak kalian" ucap Sebastian sambil bertepuk tangan penuh kepuasan.

Yuda dan Evan heran, "Maksud Lo apa?!"

Dan...

***

1
bankit majapahit
mantap!🔥🤟
bankit majapahit
tauk!! kalo aku sih lgsg kumarahi org jahat kyk ratu😡👎
bankit majapahit
semangat zia km kuattt😢
bankit majapahit
Bagus ceritanya, ak sukak bgt sama Zia, hajar terus si Ratu!!!
bankit majapahit
judulny menarik banget, makin sukak wkwkwk🤣
Maryam17: makasihh🥰
total 1 replies
Gaara
Bingung harus ngapain tanpa cerita ini setiap malam 😔
bankit majapahit: iy apalagi bab 35 tu bikin penasaran kelanjutanny!!
total 2 replies
Dark Dynamix
Asik banget!
zhouzhou_zz
Gila, aku jadi cinta sama karakternya, author keren!
Maryam17: makasih ya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!