Dilarang plagiat.!
Novel ini real hasil imajinasi penulis, tidak bermaksud untuk menyinggung atau merendahkan sebuah tokoh. Jika ada kesamaan baik nama tokoh, alur, dsb nya mohon dimaklumi karena karya ini merupakan hasil dari author sendiri.
.
.
Kehidupan Zahra terasa begitu sempurna, tatkala ia dikelilingi oleh orang-orang yang begitu mencintai dan menyayangi nya. Setiap harinya Zahra selalu ceria dan bahagia tanpa ada sedikit pun kesedihan dalam hidupnya.
Namun, semua itu berubah tatkala ia menikah. Semua kebahagiaan nya tidak berlangsung lama, berbagai ujian datang menghampiri hingga pernikahan nya berada di ujung tanduk.
Mampukah Zahra mempertahankan pernikahan nya? atau justru ia melepaskan orang yang ia sayangi demi kebahagiaan keluarga nya?
Jangan lupa mampir dan berikan dukungan nya ya readers ❤️belajarlah untuk menghargai karya orang lain tanpa harus menjatuhkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anara_Ta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6. LDR
Beberapa Minggu kemudian, Zahra sudah kembali ke kampus, kesehatan nya juga sudah kembali membaik. Sejak seminggu yang lalu, Zahra juga sudah diperbolehkan membawa motor pink kesayangan nya.
Pagi ini sebelum berangkat ke kampus, Zahra mengantar kedua orang tua nya ke bandara karena pak Adam dan Bu Sinta akan menghadiri acara pernikahan anak saudara pak Adam yang akan dilaksanakan Minggu depan.
"Ayah sama bunda, hati-hati ya. Titip salam buat mbak Elina."ucap Zahra sembari memeluk Bu Sinta. Zahra tidak bisa ikut karena dia harus kuliah sementara Hanan juga harus bekerja.
"Iya, nanti bunda sampaikan. Kamu baik-baik disini ya. Makan nya jangan telat."
"Iya bun."
Tak lama, terdengar suara panggilan dari petugas bandara, Bu Sinta dan pak Adam pun masuk. Zahra terlihat menahan tangis karena baru kali ini dia LDR dengan kedua orang tua nya.
"Jangan nangis okay, bunda sama ayah kan nggak lama. Ayo kita pulang. Ara mau ke kampus kan?"ujar Hanan saat kedua orang tua nya sudah masuk ke dalam bandara.
"Iya kak."
Kedua adik kakak itu pun meninggalkan bandara menuju rumah, karena Zahra mau mengambil motor nya terlebih dahulu.
"Kamu hati-hati di jalan ya, kakak duluan."
"Iya kak."
Hanan pun meninggalkan Zahra karena arah kedua nya berbeda, sementara Zahra langsung memakai helm dan menaiki motor nya.
"Bismillahirrahmanirrahim."ucap Zahra saat menghidupkan motor nya. Kemudian Zahra pun berangkat menuju kampus
Sesampainya di kampus, Zahra memarkirkan motor nya di halaman kampus. Pagi ini Zahra tidak ada kelas karena dia akan menghadiri seminar di kampus nya.
"Ara."panggil teman-teman nya
"Hai. Kok belum masuk?"
"Kami nungguin Ara tau."jawab mereka
"Really?"tanya Zahra tak percaya sembari tersenyum
"Yups, ayo masuk Ra."ajak mereka
Zahra pun menurut, dia masuk ke aula bersama teman-teman nya.
"Ara. Sini."teriak Bilqis
Zahra ingin kesana, namun dia tidak mungkin meninggalkan teman-teman nya yang lain.
"Nggak apa-apa, Ra. Kami duduk disini aja."ujar mereka
"Tapi kan."
"Nggak apa-apa na. Ara duduk di depan aja."
"Maaf ya."ucap Zahra tak enak
"Iya nggak apa-apa."jawab mereka
Zahra pun mendekati kedua sahabatnya, dan duduk di bagian depan. Tak lama pemateri pun datang. Pagi ini Zahra menghadiri seminar memperingati hari kesehatan Nasional yang diadakan oleh pihak kampus.
MC pun membuka acara, tak lama pemateri pun masuk ke ruangan aula. Semua nya berteriak kencang karena pemateri nya sungguh sangat tampan, namun tidak bagi Zahra, dia hanya bersikap biasa saja karena Zahra sudah pernah bertemu dengan dokter itu di rumah sakit dimana dokter tersebut pernah merawat Zahra.
mata Zahra dan pemateri yang merupakan dokter muda itu saling bertemu. Buru-buru Zahra menundukkan kepalanya.
"Wow, sangat luar biasa sekali pemateri kita hari ini ya, seorang dokter muda dan tentu nya sangat tampan. Pasti teman-teman semua nya semangat dong untuk mengikuti seminar hari ini."teriak MC. Semua audience pun bersorak riang sementara dokter itu hanya tersenyum sekilas.
"Ih, ganteng banget."bisik Bilqis
"Ya Elah ganteng semua di mata mu, Bil."
"Lah, emang menurut kamu pak dokter itu nggak ganteng?"tanya bilqis
"Ganteng, tapi nggak akan jadi milik kita, Bil."jawab Wawa
"Iya nggak apa-apa dong, yang penting bisa mengagumi."
"Udah udah, kalian ini nggak ada damai nya dech. Heran aku."ujar Zahra sambil geleng-geleng kepala.
MC pun memberikan kesempatan pada dokter muda itu untuk menyampaikan beberapa materi sesuai dengan tema yang sudah mereka buat.
"Hallo, Assalamu'alaikum dan selamat pagi semua nya."sapa dokter muda tampan
"Wa'alaikumsalam."jawab mereka
"Masya Allah, ganteng banget ya Allah."teriak Bilqis gemes.
"Perkenalkan nama saya Zidan Akbar Al Fatih, saya merupakan dokter umum di rumah sakit A. Saya berterima kasih kepada pihak kampus karena sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk mengisi seminar hari ini dan terima kasih juga untuk seluruh teman-teman semua yang sudah hadir hari ini."ucap Zidan
"Masya Allah, nama nya udah kayak cowok-cowok fiksi gue tau."ucap perempuan-perempuan disana
"gemes banget sih. Bawak an nya pengen ngajak nikah aja."
"Baik, langsung saja kita mulai ya."sambung nya lagi.
Zidan menjelaskan tentang materi kesehatan yang tentu nya bermanfaat bagi semua orang. Setelah penyampaian materi, di buka lah sesi tanya jawab. Kali ini Zahra tidak ingin bertanya, dia hanya diam dan memperhatikan Zidan yang terlihat begitu semangat mengisi acara seminar hari ini.
Setelah beberapa jam kemudian, acara pun selesai. Zahra pun keluar dari ruangan aula.
...----------------...
Sore harinya, Hanan lebih cepat pulang karena Zahra sendirian di rumah. Ntah kenapa Hanan begitu mengkhawatirkan adik nya itu.
"Assalamu'alaikum."ucap Hanan saat memasuki rumah.
"Wa'alaikumsalam. Tumben kakak pulang nya cepat."ujar Zahra yang sedang duduk di sofa sembari membaca novel.
"Iya, karena kakak khawatir sama bocil di rumah sendirian."
"Hehehe, kakak sayang banget ya sama Ara?"tanya Zahra. Ntah sudah berapa kali dia bertanya pada kakak nya itu
"Mulai ngawur, sayang banget lah. Ara itu separuh nyawa kakak tau nggak."
"Masa sih."
"Iya lah. Nggak percaya?"
"Iya iya percaya. Terus separuh nya lagi buat siapa?"
"Buat bunda sama ayah ."jawab Hanan
Zahra tampak terkekeh mendengar jawaban Hanan.
"Kakak mandi dulu ya."
"Okay."
"Ara, mau jalan-jalan nggak?"
"Hah? Jalan-jalan? mau lah kak."
"Okay, nanti sehabis isya kita pergi ya. Kakak beliin apa aja yang Ara mau, kecuali Novel."
"Yaaaa, padahal Ara baru mau bilang itu."
"Nggak ada, Lain kaki aja beli novel lagi. Tuh di lemari udah berapa banyak novel yang kamu beli semua nya tentang cinta semua tapi tetap aja jomblo."sindir Hanan
"Hmm, padahal dia sendiri yang nggak nyuruh pacaran."sewot Zahra
"Hahahah, pacaran nya nanti aja versi halal aja."
"Iya iya. Udah mandi sana kak. Bawel banget."
Hanan pun naik ke lantai dua, dia langsung membersihkan tubuhnya yang terasa begitu lengket akibat seharian bekerja.
Selepas isya, kedua nya pun berangkat menuju mall untuk makan malam sekaligus shoping. Zahra dan Hanan pun masuk ke dalam restoran.
Hanan memesan makanan terlebih dahulu, satu persatu piring berisi lauk pauk memenuhi meja mereka.
"Kak, semua ini untuk kita?"tanya Zahra
"Iya lah, emang kenapa? Ara nggak suka?"
"Bukan nggak suka, kak. Tapi ini banyak banget lho, siapa yang mau habisin."
"Oh, jadi Ara bingung siapa yang habisin nya nanti, tenang aja kakak udah ajak seseorang yang memiliki perut yang bisa menampung beberapa piring nasi kok."jawab Hanan terkekeh
"Siapa kak?"
"Tuh."tunjuk Hanan pada Rendi yang baru saja datang.
"Oh, kak Rendi, ya udah suruh kak Rendi aja ngabisin semua nya."ujar Zahra terkekeh
"Hahaha, Ara makan aja apa yang Ara mau okay."
"Iya kak."
...To be continued 👇...