Indonesia
NovelToon NovelToon
Cinta Yang Terlupakan

Cinta Yang Terlupakan

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / CEO Amnesia / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rey

Beberapa bulan setelah terbaring koma di rumah sakit. Noah akhirnya membuka kedua matanya, dan dia terlihat heran melihat Lana yang ada di sampingnya saat ini.

"Akhirnya kamu membuka kedua matamu, Noah. Aku sangat takut akan kehilanganmu." Lana pun mengecup tangan Noah dengan hangat.

"Kamu siapa? Dan kenapa aku ada di sini?"" tanya Noah melihat bingung pada Lana di sampingnya.

Noah mengalami kecelakaan yang akhirnya membuat dia koma, dan saat sadar ternyata Noah mengalami hilang ingatan sebagian. Dia hanya mengingat saat kenangan awal dirinya masuk kuliah.

Hal itu juga yang akhirnya dimanfaatkan oleh Nick untuk membuat Noah dan Lana berjauhan.

Namun, Lana tidak tinggal diam, dia berusaha agar Noah mengingat dirinya dan anak mereka yang telah lahir.

Apakah usaha Lana untuk membuat ingatan Noah—suaminya bisa kembali? Atau Lana harus menyerah dan mengikhlaskan Noah dengan wanita lain yang juga hadir di tengah-tengah praha yang sedang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan Part 2

Noah pun akhirnya pergi ke luar karena dia juga tidak tahan ingin menyesap satu batang rokok.

Noah pergi ke sebuah restoran dengan mengajak Danang. Danang tentu saja dengan senang hati bisa tiap hari bisa diajak Noah makan di restoran mahal.

Noah memilih duduk di luar restoran agar Noah bisa menyesap rokoknya. "Tiap hari seperti ini, aku bisa gendut ini, Noah. Kenapa kamu tidak mengajak orang lain makan siang di luar?"

"Paman Arya sedang luar kota. Lalu, apa aku harus mengajak si wanita kuno itu? Enak saja." Noah tampak menikmati suasana di sana.

"Wanita kuno? Siapa, sih?" Danang terlihat penasaran.

"Raya, sekretaris pilihan Paman Arya itu. Kesal sekali aku dengan paman Arya. Nanti malam aku harus datang ke acara pesta ulang tahun salah satu rekan kerjaku dan dia akan ikut denganku." Wajah Noah tampak terlihat kesal bin sebal.

"Oh ... Raya ... Memangnya kenapa kalau kamu mengajak dia? Menurutku dia wanita yang pantas diajak ke pesta."

"Tipe kamu memang suka dengan barang antik seperti Raya. Jangan-jangan kamu juga suka sama Raya? Oh God! Danang, calon istri kamu si siapa itu namanya?" Noah tampak berpikir.

"Sasa!"

"Iya Sasa. Dia lebih baik daripada si kuno itu. Kenapa malah cari selingkuhan di bawah calon istri kamu? Payah!" Noah malah tersenyum meremehkan.

"Astaghfirullah! Siapa yang mau selingkuh? Aku dan Raya tidak ada hubungan apapun."

"CK! Jangan bohong. Aku melihat kamu membonceng dia waktu kemarin pulang kerja. Aku beritahu, Ya! Kamu harus belajar dulu kalau mau jadi playboy, dan kalau bisa jangan sampai menikah kalau mau jadi seorang pemain."

"Hem ... Noah, siapa yang mau jadi playboy. Aku baru tau kalau Raya teman SMP ku dulu dan dia satu kerjaan di sini denganku sekarang." Danang terpaksa berbohong pada Noah.

"Teman SMP kamu? Kamu serius?" Noah seolah tidak percaya.

"Iya, dia teman SMPku dan dia dulu memang gadis yang pintar, dia juga baik dan sangat perhatian pada orang lain." Danang memuji Raya yang dia ketahui sebenarnya adalah Lana.

"Wanita seperti itu membosankan, Danang."

"Kalau cuma buat bersenang-senang memang sangat membosankan, tapi kalau untuk dijadikan masa depan, dia wanita yang pantas. Memangnya kamu mau suatu hari nanti punya istri yang suka selingkuh? Suka menghabiskan uang kamu buat berfoya-foya? Tidak peduli sama kamu dan anak-anakmu? Tidak, kan?"

"Iya, Pak Ustad! Mulai ceramahnya. Ya sudah! Aku mau kembali ke kantorku kalau begitu." Noah pun beranjak dari tempatnya.

Noah kembali ke ruangannya, dan saat membuka pintu, Noah melihat Lana tengah menata meja kerjanya dan berkas yang tadi membuat Noah pusing, sudah tertata rapi di atas meja Noah.

"Apa sudah selesai, Raya?" tanya Noah.

"Noah?" ucap Raya pelan. "Sudah, Pak Noah! Semua sudah selesai dan sudah saya taruh di meja Pak Noah."

Noah berjalan mendekat ke arah mejanya untuk memeriksa berkasnya.

Tak lama Noah mendengar suara aneh datang dari perut Lana. Lana seketika memegangi perutnya yang keroncongan.

"Kamu lapar? Sebaiknya kamu makan dulu di kantin. Aku akan memberi waktu lebih jam makan siangmu. Jadi, kamu tidak perlu terburu-buru."

Lana mengangguk. "Kalau begitu saya permisi dulu, Pak." Lana yang akan pergi dari meja Noah, tiba-tiba sedikit merasakan pusing hingga dia yang mau jatuh, tapi dengan cepat di tangkap oleh Noah.

"Raya, kamu tidak apa?" Noah memeluk wanita itu dan kedua matanya menatap lekat mata cantik yang berada di balik kacamata putih Raya atau Lana.

Detakan jantung Noah tiba-tiba berdetak dengan cepat, Noah seolah merasakan hal yang tidak pernah dia rasakan sama sekali pada setiap gadis yang dia dekati selama ini. Rasa yang beda yang dia rasakan waktu bertemu dengan Rose.

"Pak," panggilan Raya seketika membuat Noah tersadar dan melepaskan tangannya dari tubuh Raya.

"Raya, kamu boleh pergi dan nanti kalau kamu sakit, tidak perlu datang ke acara undangan itu," terang Noah dan Raya hanya merespon dengan diam kemudian akhirnya dia pergi dari sana.

"Shit! Kenapa aku ini? Kenapa ada hal aneh yang aku rasakan pada wanita kuno itu? Ini tidak mungkin aku secara tidak sadar menyukai Raya!" Noah malah menertawakan dirinya sendiri. "Aku pasti seperti itu karena terlalu tidak suka dan mengatainya kuno." Noah mengomel pada dirinya sendiri.

***

Noah sudah tampak rapi dan gagah dengan tuxedo hitam yang dia kenakan. Noah pergi ke acara pesta itu dengan mengendarai mobil sendirian.

"Raya pasti tidak akan datang ke pesta itu. Aku sebaiknya juga tidak perlu menjemput dia. Kalau dia mau datang, ya biar dia datang sendiri," oceh sembari terus menjalankan mobilnya.

Noah yang sudah tiba di sana, tampak sedikit bingung karena dia tidak terlalu mengenal orang-orang di sana, hanya si pemilik pesta yang Noah masih ingat karena beliau adalah teman baik sekaligus rekan kerja neneknya dari lama, dan Noah ingat waktu masih SMA dikenalkan dengannya.

"Lebih baik aku mengambil minuman saja dan nanti saja menemui Om Darren."

Noah duduk di dekat mini bar untuk memesan minuman kesukaannya. Saat sedang mengedarkan pandangan matanya, Noah tampak terkejut saat kedua matanya terhenti pada sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangan di mana acara sedang berlangsung.

"Itu bukannya, Raya? Dia datang juga ternyata, tapi kenapa dia berpenampilan seolah dia akan pergi ke kantor saja?" Noah segera meneguk segelas winenya dan berjalan menuju Raya.

"Pak Noah, maaf kalau saya datang terlambat," ucap Lana sembari sedikit menundukkan kepalanya.

"Kenapa kamu datang?"

"Maksud, Pak Noah?" Raya terlihat bingung dengan pertanyaan dan ekspresi Noah.

"Bukannya kamu sakit tadi di kantor? Aku kira kamu tidak akan datang, atau kamu memaksakan untuk datang meskipun sakit."

"Saya baik-baik saja, Pak, lagi pula saya juga bertanggung jawab menemani Pak Noah di sini," ucap Raya sembari membetulkan kacamatanya.

"Terserah kamu, tapi kamu benar-benar salah memakai kostum saat ini. Ini di pesta, Raya, buat di kantor! Apa kamu tidak memiliki gaun untuk ke pesta?"

Raya menggeleng. Tidak mungkin juga Lana memakai gaun ke pesta, bisa-bisa nanti penampilannya berubah dan dia bisa dikenali.

"Ya sudahlah! Kamu nikmati saja pestanya." Noah melangkah pergi dari hadapan Raya, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti, dan ...

Bruk!"

"Aduh!" Raya mengusap-usap kepalanya yang terbentur punggung Noah.

Noah membalikkan tubuhnya dan melihat kesal pada Raya. "Kamu kenapa malah mengikutiku, Raya?" bentak Noah kesal.

"Lalu, saya harus di mana, Pak? Saya tidak kenal orang-orang di sini karena saya juga baru bekerja di kantor Pak Noah," jelas Raya lirih.

"Terserah! Yang penting jangan mengikutiku!" sergah Noah kasar.

1
Chindy Miracle
ceritana bgs
Rey: Terima kasih, Kak
total 1 replies
riyani
akhirnya happy...😘
Rey: Iya, Kak
total 1 replies
riyani
bikin penasaran kk....di tunggu up nya lagi ya kk.
AnaZa O
yg tak prnah bahagia
dr season 1 sampai season 2
riyani
wahh..siapa yang nyulik lana ya.
maksih up nya kk.
Rey: Sama-sama, Kak. Terima kasih banyak masih ikutin cerita aku
total 1 replies
riyani
di tunggu up nya lagi ya kak
AnaZa O
knapa nggak mati ada si noah
riyani
di tunggu up nya lagi ya kak.
riyani
up lagi allmdulillah.
Fachri Sonic16
thor up nya jgn2 lama dong.....
riyani
bikin greget aja tu no,ah...
AnaZa O
masalah 1 belum slesai, ini udah nmbah 1 lagi
hadeewwh
Fachri Sonic16
nunggu up ny ampe lupaaaaaaa
AnaZa O
nah lana aja yg bdoh, hrusnya brusaha spaya ingatan noah kmbali dengan mngingatkan momen brsama
eh ini malah nyamar jd orang lain
ada" saja
nggak ada bahagia"nya pmeran utama dr awal crita
riyani
alhmdulillah up lagi.
sella surya amanda
lanjut
Defi
apa keluarga Noah tidak mengobatinya biar cepat pulih ingatannya
Defi
baperan sekali ini Noah, ngalah-ngalahin emak-emak yang mikir masak apa lagi ya besok 🤭🤣
Defi
Noah dilarang cemburu 🤭🤣🤣
Defi
sabar Danang sabar 🤭😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!