Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pergi merantau ke kota
Sore itu Danendra Adhitama cucu pertama keluarga Adhitama langsung meluncur pulang ke rumahnya setelah menghubungi Rendra beberapa menit yang lalu, ia bergegas masuk kedalam hanya ada sapaan dari berberapa penjaga dan art disana, rumah nampak hening dan sunyi,
"kenapa sepi sekali rumah ini? "
biasanya saat ia masuk dari pintu utama senyum hangat ibunya selalu menyambut dirinya, maklum semenjak Pak Nathan memberinya tugas memimpin salah satu perusahaan Danendra lebih nyaman tinggal di apartemen nya sendiri.
Nendra langsung menuju kamar saudaranya Rendra, pintu kamarnya tak dikunci
"Rendra?..
alangkah kagetnya saat ia melihat saudaranya yang biasanya tengil dan ceria kini ia terduduk diatas lantai sambil menekuk lututnya dengan bahu yang bergetar menandakan ketakutan yang luar biasa.
" heii,, ada apa denganmu? , ,
Nendra menarik Rendra kedalam dekapannya
"apapun masalah yang kamu hadapi akan kita hadapi bersama kamu gak sendirian Ren! masih ada aku.
" Aku sudah jadi laki laki brengsek kak! aku sudah buat malu keluarga ini "
"tenangkan dirimu dulu untuk saat ini jangan berpikir apa apa lagi "
tiba tiba Papa Nathan datang,
"Nendra ikut papa sebentar! "
Papa Nathan dan Nendra duduk berhadapan diruang kerja,
"kita tidak bisa diam saja pa, kondisi Rendra sangat tertekan"
"kamu benar Nendra, papa baru saja mendapat informasi jika benar ditemukannya mayat seorang gadis muda korban pelecehan tepat sehari setelah kepulangan Rendra dari daerah itu"
"apa polisi sudah mengetahui siapa pelakunya? "
"belum, masih dalam proses penyelidikan "
"kita harus bersihkan semua jejak Rendra dan teman temannya dari sana pa! "
Nendra akan suruh agen profesional mengatasi kasus ini dan untuk sementara aku dan Rendra akan pergi ke Singapura, Nendra punya teman ahli psikologi di RS Mount Elizabeth, semoga disana mental Rendra bisa segera pulih .
"Terima kasih Nendra kamu harapan papa satu satunya "
"Jangan berterima kasih sama Nendra pa ini sudah kewajiban Nendra sebagai seorang kakak"
"Temui Mama mu dulu dia juga sangat syok mendengar semua ini "
"Baik pa "
setelah itu Nendra mengetuk pintu kamar mamanya dan ternyata tidak terkunci,
ternyata saat membukanya mama mayang sedang tertidur ia berjalan pelan agar tak membangun kan mamanya,
Nendra mengusap pucuk kepala mamanya
Merasa ada seseorang disampingnya mama mayang membuka matanya,
"Nendra ?..
mama mayang langsung memeluk putranya yang sekarang sudah jarang pulang ke rumah
menangis dipelukan sang putra
" Mama jangan sedih lagi ya kita hadapi masalah ini sama sama "
"terima kasih sayang , apa kamu sudah makan mama akan siapkan makanan buat kamu dulu " Nendra mencegah saat mamanya akan turun dari ranjang.
"mama istirahat dulu saja Nendra baru saja selesai makan siang tadi sebelum kesini"
"baiklah tapi janji malam ini kamu harus tidur dirumah "
"siap ibu negara laksanakan! "
dan akhirnya mama mayang bisa tersenyum lagi.
sementara didesa Cempaka Arum,
Safira baru saja kembali dari tempat kerjanya
dirumahnya sudah ada Juragan Burhan dan Joko yang sedang menunggu jawaban darinya,,
"heii dek Fira,, Abang sudah datang ini dek menunggu jawaban dari dek Fira "
celetuk Joko yang bersandar dipinggir pintu rumahnya.
"Permisi Joko saya mau masuk dulu"
"silahkan monggo dek, dandan yang cantik ya! Abang tunggu disini "
saat masuk ke dalam rumah Bu Salma sudah ada disana dengan berkacak pinggang,
"ingat fir kata kata ibu kamu harus Terima lamaran ini kalau ingin meihat Bapak dan Ibu bahagia ini jalan satu-satunya agar nasib keluarga kita berubah jadi lebih baik ngerti kamu! "
"apa ibu jual Fira? "
"terserah kamu mau ngomong apa kita gak punya waktu lagi untuk berdebat lagi "
beberapa menit kemudian Safira dan Ibunya keluar dari dalam,
"wihh,, ayune calon istri Abang Joko ini" ucap Joko yang memang mulutnya celamitan
"bagaimana nduk apa kamu sudah punya jawaban nya ? " tanya Pak Ahmad
"Sudah Pak"
"Yes,, jadi gak sabar Mas dek bagaimana kalau kita langsung menikah saja besok ! "
"Diam kamu Joko! dari tadi mulut kamu ngoceh terus "
"Sebelumnya Safira minta maaf pada Juragan Burhan dan Joko jika saya belum bisa menerima lamaran kalian, sekali lagi Fira minta maaf "
"Huh! Kere saja kamu sombong, egois sekali harusnya kamu bisa mikirin nasib orang tua kamu! "
"Pak ini nggak mungkin! Bapak lakukan sesuatu kasih semua harta kita pak pasti fira nanti mau menikah sama Joko ayo pak! "
"diam kamu! kita pulang jangan jadi pengemis cinta masih banyak gadis didesa ini Joko! "
"tidak pak yang Joko mau cuma Fira pak bukan yang lain huaa,,, huaa,,, Joko menangis histeris didepan rumah Fira.
" Joko dengerin aku sekali saja, maafkan aku ya masih banyak gadis yang lebih baik dariku mau jadi istrimu! berubah lah seperti Joko yang aku kenal dulu, perbaiki dirimu maka kamu akan menemukan cinta yang sebenarnya kamu tidak perlu mengemis cinta dari siapapun, Jodohmu akan datang sendiri kepadamu maka dari itu pantaskan dirimu untuk menyambut kedatangannya meskipun itu bukan aku "
Joko terdiam kata kata Fira bagai cambuk yang menghantam hatinya saat ini.
"apa kau yakin aku bisa? "
"sangat yakin! "
"Terima kasih Safira "
setelah Joko pulang ke rumahnya, terdengar suara gaduh dari arah dapur rumah Fira,
"Dasar anak tidak tahu diuntung! pyaarr..
Bu Salma membanting semua barang yang ada didepannya.
" Sudah buk hentikan! kita tidak bisa memaksakan anak kita demi keinginan kita "
"Nurut saja apa sih pak susahnya dulu kita juga menikah tanpa cinta! "
"Maafkan Fira bu, Fira tidak bisa menghianati perasaan Fira sendiri"
"Persetan dengan maafmu Fira! harusnya kamu bisa bikin ibuk sama bapak gak mikirin kebutuhan lagi, kamu ingin Bapak sama Ibu mikirin uang sama hutang terus sampai kami mati huh? katakan Fira! "
"Tidak bu Fira akan mencari pekerjaan yang bagus dikota, b-besok Fira akan ke kota! "
"Mau kerja apa kamu cuma lulusan SMA dikota jadi babu hah? "
"Yang penting halal bu semua akan Fira lakukan " ucap Fira dengan terisak menangis
"pikirkan dulu nduk dikota sangat berbahaya untuk seorang gadis seperti mu"
"Tuhan pasti akan jaga Fira dikota pak,Bapak jangan khawatir ya terus do'ain Fira"
Fira bergegas masuk ke kamarnya untuk segera berkemas.
Keesokan harinya,
Pukul 6 pagi, Fira sudah siap berangkat dan diantar Pak Ahmad dengan motor butut nya ke terminal,
sesampainya di terminal ,
"nduk jaga diri kamu ya disana jaga kesehatan mu, ini Bapak ada sedikit uang pegang untuk keperluan kamu"
"tidak usah Pak, kemarin Fira gajian di tempat mbak sari ini cukup Pak "
"sudah bawa saja, Bapak disini gampang semua bisa dimakan walau gak ada uang. kalau dikota semuanya pakai uang nduk! "
"Baiklah Pak do'ain Fira , Fira sayang Bapak"
kemudian Fira mulai naik ke dalam Bus yang akan mengantarkan nya ke kota.
saat Bus melaju pelan Fira melihat Bapaknya berlari pelan mengikuti Bus seperti tak tega melepas anak gadisnya pergi sambil tangannya melambai lambai, dan kepala Fira keluar dari jendela,
"Bapak! Fira akan kembali dan membuat Bapak bahagia dan bangga sama Fira! " teriak Fira dari jendela Bus itu.
Diperusahaan Adhitama 2 yang bergerak dibidang F&B dipegang oleh Danendra berkembang sangat pesat
Siang ini ia berniat mengantarkan sekretarisnya Bu Vidya ke terminal karena baru saja mendapat kabar jika ibunya yang sudah Sepuh telah tutup usia.
Danendra sangat menghormati Bu Vidya karena kesabarannya mengajarinya hingga ia sampai dititik ini.
mobil yang dikendarai Nendra sudah sampai di halaman parkiran terminal,
"Bu Vidya yakin tidak mau naik kereta eksekutif saja? "
"Tidak usah Nendra, Rumah ibu jauh dari stasiun kalau naik bus lebih cepat langsung turun di depan gapura desa ibu disana nanti sudah ada kerabat ibu yang menjemput., Ibu berangkat dulu ya kamu hati hati pulangnya biasanya disini banyak copet "
"Nendra nggak takut copet bu! Nendra kan juara nasional taekwondo ibu lupa ya? "
"hahaha bisa saja kamu menghibur ibu, sana cepat pulang gih ibu mau naik itu bus nya sudah datang "
setelah memastikan Bu Vidya naik Bus nya,
Rendra akan kembali ke kantor.
Dari kejauhan Nendra melihat seorang gadis yang diganggu oleh beberapa pemuda,,
"hentikan!!,, lepaskan dia! " suara bariton Danendra menggema dilorong jalan terminal yang tampak sepi itu membuat merinding para preman itu.
melihat perawakan Danendra yang tinggi besar wajahnya sangat dingin , membuat para preman itu menelan ludah,
"S-Siapa kamu?...
" Dia saudara ku apa yang kalian lakukan huh?
Nendra meladeni satu persatu preman yang maju kehadapannya dan melumpuhkan ketiganya dengan sangat mudah hingga mereka pun lari terbirit-birit "
"Kamu sudah aman sekarang! "
"Terima kasih Pak sudah mau menolong saya"
"hmm,, sekarang pulanglah jangan berkeliaran disini sendiri ! "
"tapi...