Perasaan ini seharusnya gak ada, perasaan yang jadi boomerang buat diriku sendiri.
Perhatian-perhatian kecil yang dirinya torehkan untuk ku, membuat ku merasakan perasaan yang gak seharusnya ada.
Perasaan yang menyakitkan, memori kebersamaan ku dengan nya seolah-seolah berputar dipikiran ku tak ingin berhenti.
Bagaimana tidak, dia sosok yang selalu ada disamping ku dalam keadaan apapun. Bahkan dititik terendah pun dia selalu ada.
Selalu memberikan ku semangat, selalu memberikan ku motivasi untuk selalu bertahan dan bertahan akan keras nya kehidupan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cyvla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Mencintainya
"Oke nanti gue kirim ke lu Van"
Tak lama kemudian pesanan mereka berdua pun datang.
Pelayan pun meletakkan semua pesanan nya di atas meja, setelah meletakkan pelayan itu pun melangkah pergi.
"Yakin cuma minum doang?, gak makan?"
"Gak, nanti gampang gue bisa makan dirumah"
"Oke"
Revan pun memakan makanan nya, ditemani oleh Fea yang duduk di hadapan nya sambil meminum es kopi milik nya.
Setelah selesai makan Revan pun membuka suaranya.
"Fe, sesayang itu ya lu sama Alterio?"
"Gak apaan sih!"
"Sama gue jujur aja Fe, gue udah tau semua tentang lu dari bayi lu gak pernah ngerasain kasih sayang kedua orang tua lu, dan dari bayi juga lu dirawat sama bibi yang status nya pembantu dirumah lu itu. Dan sekarang lu pulang buat cari siapa yang nelfon bibi waktu itu, terus perasaan lu sebenarnya waktu lu putusin gue itu lu udah punya perasaan kan sama Alterio?"
Kaget waktu itu saat gue denger perkataan Revan, bagaimana enggak Revan udah kaya detektif yang tau segalanya tentang gue.
Saat Revan tau entah mengapa gue gak bisa ngelak tentang apapun, karena hal paling kecil pun tentang gue dia tau.
"Iya gue putusin bukan karena lu selingkuh, jauh sebelum dari itu gue udah niat buat putusin lu karena perasaan gue yang sama lu udah hilang"
"Dan lu jahat nya, buat gue seolah-olah yang jahat disini"
"Eum ya namanya juga kan bagus kesempatan lu sama wanita lain terus gue pergoki ya udah gue jadikan alasan buat putus"
"Gue akuin Fe, gue salah waktu itu gue gak bilang tindakan gue bener, kita sama-sama salah. Tapi inget dan catet baik-baik dipikiran lu, jangan mencintai yang sama sekali gak pernah mencintai lu, hubungan pertemanan lu sama Alterio itu toxic Fe kalian menyembunyikan perasaan kalian masing-masing dibalik kata pertemanan!"
Revan bener, hubungan pertemanan gue sama Alterio itu toxic kita sama-sama berlindung dibalik kata pertemanan menyembunyikan perasaan kita masing-masing karena alasan gak mau merusak pertemanan.
"Berhenti mencintai Alterio!, sebelum rasa sakit yang lu rasain lebih dalam lagi"
"Kenapa kata-kata itu gak lu pake buat diri lu sendiri Van?"
"Gue emang mencintai lu Fe, gue masih sayang tapi gue sadar itu gak akan pernah bisa gue paksakan"
"Terus kenapa lu ajak gue balikan terus?, terus juga lu mau bantu gue juga syarat nya balikan"
"Lu ikut aja permainan gue Fe, gak perlu tau kenapa gue ajak balikan lu"
Revan satu hal yang gue pikir kenapa dia selalu ajak gue balikan?, dia sayang sama gue tapi dia juga tau itu gak bisa dipaksakan lantas alasan nya apa?.
Bingung itu yang gue rasain waktu itu, permainan apa yang Revan maksud gue gak ngerti.
Tapi satu Revan pasti punya alasan dimana gue gak tau alasan nya itu apa.
"Heleh sok misterius lu Van, kaya nya kita ngobrol udah terlalu lama gue duluan"
"Rekaman nya jangan lupa kirim ke gue"
"Iya nomor lu masih yang sama kan?"
"Masih Feaa, gue tunggu rekamannya"
Fea pun meninggalkan cafe itu dan kembali kerumah, sekarang hanya Revan yang masih di dalam cafe itu.
"Rasa sakit yang dia torehkan ke lu, harus setimpal Fea" ucap Revan dalam hatinya.
°°°°
"Lu dari mana aja Zell?, gak ada kabar sama sekali chat gue centang satu?" ujar Alterio bertanya Azell yang baru saja tiba di kampus.
"Kemarin gue ada urusan diluar, terus hp gue disita sama nyokap gue makanya chat lu centang satu, sorry Al" sahut Azell dengan santai nya.
Sikap Azell yang saat ini membuat Alterio bingung, sifat Azell kembali ke awal dimana mereka baru ketemu santai dan cuek.
"Ya udah gue duluan Al" ujar Azell lalu ia pun melangkah pergi, diikuti oleh Alterio dibelakangnya.
"Zell lu kesambet apaan?, santai dan cuek bener"
"Gapapa"
"Nanti kantin bareng gak?"
"Gue gak ke kantin"
"Oh ya udah, gue bawain makanan ya buat lu"
"Gak usah juga, gue bawa bekal"
"Gue ngerasa lu hindari gue Zell"
Azell hanya terdiam, memang benar yang dirinya lakukan adalah balik ke sifat awal nya diam cuek dan santai.
Dirinya gak ingin terus-terusan bersikap kaya sebelumnya manja, dan kaya anak kecil didepan Alterio mungkin ia harus menjauh.
Semakin ia pikirin hal itu malah membuat Azell gak menemukan solusinya.
"Gak biasa aja, emang dari awal sikap gue kaya gini jadi gak usah heran deh Al"
Azell pun kembali melangkah tanpa mempedulikan Alterio sama sekali.
Hingga waktu terus berlalu, sampai akhirnya pelajaran kuliah pun selesai sikap Azell masih sama seperti tadi lebih tepat nya menghindari Alterio.
Pulang yang sebelumnya selalu bareng, kini Azell pulang dengan di jemput supir pribadi.
"Zell!" panggil Alterio lirih.
Azell pun menghentikan langkah dan berbalik menatap Alterio dengan tanda tanya.
"Hm?"
"Lu kenapa?, kalau gue ada salah please kasih tau dimana letak kesalahan gue jangan menghindari gue kaya gini"
"Eum, udah gue bilang Al gue sama sekali gak hindari lu. Gue cuma bersikap sebagaimana seharusnya gue bersikap"
"Maksud lu apa Zell?"
"Gak ada lagi kan, gue duluan supir gue udah nunggu" ucap Azell mengakhiri obrolan mereka dan masuk kedalam mobil.
Mobil pun melaju meninggalkan Alterio yang terdiam melamun, entah apa yang ia pikirkan tapi sifat Azell membuat nya bingung harus melakukan apa.
"Fe!, Azell menurut lu kenapa ya?" ketik Alterio kepada Fea.
Ya selalu saja seperti ini, setiap Alterio mempunyai masalah entah itu sama Azell ataupun sama orang lain Fea lah yang ia jadikan tempat berkeluh kesah.
"***Gimana apanya Ter?, Azell emang kenapa?"
"Azell kaya menghindari dari gue Fe!"
"Mungkin perasaan lu aja kali Ter"
"Gak tau Fe, gue bingung gue ada salah ya?"
"Nah itu coba lu pikir-pikir lagi lu ngelakuin apa gitu sampai Azell kaya hindari lu?"
"Udah Fe, tapi gue gak tau apa***"
Ini lah sifat Alterio, gak pernah peka sama apa yang terjadi mungkin saja Alterio peka tapi ia pura-pura tidak mengetahui nya?.
"***Belajar untuk peka Ter, cewek kadang cuma pengen cowok nya itu peka tanpa harus ditanya kenapa. Karena kadang gak semua cewek harus jelasin ini dan itu adakalanya mereka diam"
"Maksud lu apa Fe?"
"Lu suka kan sama Azell?, feeling gue Azell juga suka sama lu cuma dia gak mau ngerusak pertemanan kita makanya mungkin milih menghindar dari lu***"
Gue udah tau waktu Alterio chat gue, sifat Azell menghindari Alterio itu karena Azell tau gue juga suka Alterio.
Posisi kita rumit, Azell gak mau gue terluka tapi dengan dia jauhin Alterio membuat luka baru diantara kita.
Bersambung.....
Like dan komen nya yuk fav and rate juga 😍
karena alasan pertemanan banyak hati yg terluka..