Setahun setelah pernikahan gavi dan dewi, tak kunjung mendapatkan restu dari kedua orang tua gavi. mereka terus berjuang bersama agar mendapatkan restu tapi tak kunjung di respon ke2 orang tua gavi.
tepat disaat memasuki setahun setengah pernikahan gavi dan dewi, Tiba-tiba ibu dari gavi mengenal kan perempuan terhadap gavi.
jadi bagaimana kah kelanjutan cerita mereka berdua?, akankah gavi mengikuti apa mau ibu nya, ataukah gavi akan tetap bertahan dam setia terhadap istri nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cahya mutiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 7
Gavi termenung di ruangan Kantor nya. kini sudah bulan ke dua setelah ia menikahi shinta, dan belum juga di ketahui oleh dewi. ia berencanaa akan memberi tahu kan dewi seteleh dewi selesai melahirkan, karna ia takut jika dia mengatakan nya sekarang dewi akan terkejut dan berpengaruh pada kandungan nya. ya kini kandungan dewi sudah 5 bulan. tinggal menunggu 4 bulan saja setelah itu ia akan resmi menjadi ayah, dan dia akan memberi tahu kan dewi rahasia besar itu.
jika kalian bertanya apakah gavi sudah mencintai shinta selama dua bulan ini, maka gavi akan mengatakan ia juga tidak tahu, kenapa? karna gavi masih binggung dengan perasaan nya sendiri, terkadang dia bisa memikirkan shinta dan juga terkadang ia juga akan memikirkan dewi.
katakan dia brengsek, dia menerima itu semua karena itu memang benar, dia merasa bersalah terhadap dewi, tapi juga dia merasa bersalah terhadap shinta karena belum memberikan kepastian tentang perasaan nya pada shinta setelah shinta memberitahukan perasaannya terlebih dahulu. dia menyesal juga karena meski dia dia sudah memberikan nafkah lahir dan batin terhadap shinta, dia belum bisa memberikan cinta yang sama seperti dia memberikan cinta nya pada dewi.
shinta dan gavi memang sudah melakukan hubungan suami istri, seteleh minggu ke 3 pernikahan mereka. gavi tidak ingin shinta berpikir macam-macam. yang akan membuat nya merasa bersalah lagi-lagi dan lagi.
tapi percayalah gavi melakukan itu murni mau sama mau, tidak ada yang memaksa dan di paksa.
dia melakukan itu karna sadar itu kewajiban nya.
dan shinta berhak mendapatkan itu.
*flashback
shinta ;
•mas hari ini kamu kerumah kan? aku udah masak makanan kesukaan mas
itu pesan dari shinta saat dia sedang berduaan dengan dewi, memang terkadang ia menginap di rumah shinta tapi tidak sesering ia menginap di rumah istri pertamanya -dewi. karena ia tidak ingin memicu kecurigaan, dan shinta memaklumi itu.
^^^; gavi^^^
^^^nanti mas usahakan ya shin• ^^^
hanya itu balasan dari gavi. karena kini dia sedang bersama sang istri, dia tidak ingin diganggu oleh siapun. termasuk shinta.
tapi belum lama, suara notifikasi handphone nya lagi-lagi mengganggu kegiatan nya dengan dewi.
"lihat dulu siapa tau itu penting mas" kata dewi. membuat gavi hanya bisa menganggukkan kepala nya.
itu chat shinta lagi.
shinta ;
•tapi mas, hari ini aku masak banyak, kan mas belum kesini juga udah 2 hari, aku mohon mas
chat shinta itu membuat gavi menjadi tidak tega. pada akhirnya ia pun meminta izin kepada dewi. dengan alasan ada masalah di perusahaan dan dia harus datang sekarang.
dewi hanya mengangguk. lalu mengantarkan sang suami samapai kedepan.
memang gavi pergi ketika baru saja memasuki waktu pukul 19:07 itu belum terlalu larut, jadi dewi mengizinkan nya.
butuh waktu 30 menit saat gavi sampai di rumah nya dan shinta. terlihat shinta menyambut nya di depan pintu rumah. dengan segera shinta berlari ke arah gavi, lalu menyaliminya dan memberikan sebuah pelukan.
gavi hanya menerima nya saja.
"mass, akhirnya mas datang, aku udah nungguin, yuk sekarang kita makan" ajak shinta sembari menarik tangan gavi menuju ruang makan.
sesampainya di sana, shinta membuka tudung saji, memperlihatkan makanan yang di buatnya.
setelah itu mereka berdua makan dengan khidmat, dengan shinta yang mengambil kan makanan untuk gavi.
"gimana mas, makanan nya? enak ngak" tanya shinta
gavi hanya tersenyum dan mengangguk sambil berkata "enak kok" meski makanan shinta belum seenak makanan dewi. tapi dia mencoba menghargainya.
selepas makan malam. mereka berdua duduk di ruang keluarga dan berbincang-bincang santai.
"mas gimana sih mbak dewi itu sampai mas begitu mencintai nya" pertanyaan shinta sontak membuat gavi tertegun.
"dia orang nya begitu lembut baik dan pengertian. dia perduli terhadap sekitar nya. dan selalu bersosialisasi tanpa memandang orang itu siapa, bukan cuma itu dia memiliki jiwa keibu-ibuan itu kenapa dia begitu aku cinta, meski umurnya baru 23 tahun, tapi dia sudah begitu dewasa dalam menghadapi segala hal" penjelasan gavi membuat shinta kalah telak, apakah benar dewi sesempurna itu? bagaimana dia mampu bersaing dengan wanita seperti Dewi.
"mas, apakah aku bisa seperti mbak dewi?" lagi. pertanyaan shinta membuat gavi tertegun.
"jangan menjadi orang lain hanya untuk di pandang shinta. kamu harus menjadi dirimu sendiri biar kita tau siapa yang tulus dengan kita, jangan mengikuti dewi karna kalian berbeda. kalian memiliki porsi masing-masing, dan mas menerima semua kelebihan dann kekurangan kalian" perkataan gavi membuat shinta begitu terharu, dia begitu beruntung karena memiliki pasangan seperti gavi.
"Terima kasih mas, sudah mengingat kan aku, sekarang aku mengerti memang tak semua yang kita inginkan akan menjadi milik kita, tapi dengan kita berusaha kita akan mendapatkan yang serupa, mungkin memang tidak sama persis tapi aku yakin aku bisa menjadi diriku sendiri" shinta tersenyum.
"kamu wanita yang pintar shinta, aku yakin kamu pasti bisa menjadi apa yang kamu inginkan" kata gavi.
lalu perbincangan mereka mengalir tak terasa kini sudah pukul 23:33 tak terasa mereka berbincang cukup lama, dan tidak mereka sangka ternyata mereka cocok dalam hal berbicara.
"mas udah malam, mas nginep kan disini" tanya shinta.
gavi melihat arloji di tangannya, benar ini sudah terlalu larut, lebih baik dia menginap disini saja.
"baiklah, sebentar mas mau mengabari dewi dulu"
terlihat gavi mengambil ponsel nya lalu mengontak-atiknya.
setelah itu ia melihat kearah shinta yang menatap nya juga.
"udah?" tanya shinta, gavi hanya mengangguk.
"yaudah kita tidur mas, ini udah terlalu larut" gavi hanya mengangguk lalu mereka berjalan ke arah kamar utama.
mereka berdua berbaring dengan canggung. meski begitu gavi mencoba mengimbangi shinta biar rasa canggung itu tidak terlalu larut.
"ehm mas. tadi kata kamu dewi umurnya 23 tahun ya?, berarti tandanya aku lebih tua daripada dia" shinta memecahkan keheningan mereka.
lalu mereka kembali terduduk dan saling berhadapan.
"Oh ya, memang nya kamu berapa tahu? " tanya gavi.
"aku udah 24 mas, hanya beda setahu sih" shinta tersnyum. gavi pun ikut tersenyum.
"kalau mas, mas umurnya sekarang berapa? " tanya shinta.
"mas udah 26 tahun" kata gavi
"Oh ya, berarti mas sama mbak dewi, eh ehm maaf maksudnya dewi beda 3 tahun ya, trus sama aku beda 2 tahun" kata shinta. gavi hanya mengangguk.
"bentar mas aku mau ke kamar mandi dulu, kebelet" shinta beranjak, lalu masuk ke kamar mandi.
tak lama muncul lah shinta berjalan dengan tergesa-gesa sampai tak sadar kaki nya masih begitu licin di tambah di dekat kasur ada kain entah dari mana, lalu....
tuk
shinta jatuh, tapi untung saja dengan sigap gavi menangkap nya. mereka terjatuh dengan gavi di bawa, dan shinta di atas badannya.
lama mereka berdua berada di posisi itu dan saling bertatapan, jantung shinta berdetak dengan begitu kencang.
tanpa sadar shinta memajukan wajahnya. tapi gavi yang sadar akan apa yang akan shinta lakukan langgsung beranjak.
"eh maaf" dengan reflek shinta meminta maaf.
"tidak apa" kata gavi. mereka berdua terlihat begitu terasa canggung.
tapi.
"mas, apakah mas memang tidak ingin melakukannya denganku" perkataan shinta itu membuat gavi merasa tak enak. karena ini sudah minggu ke 3 mereka bersama. tapi gavi tidak pernah menyentuh shinta
"maaf bila perlakuan mas menyinggung mu shin, mas bukan bermaksud tidak ingin menyentuh mu, tapi mas hanya takut jika kamu belum siap juga" perkataan gavi membuat shinta terharu lagi. itu tanda nya gavi begitu menghargai nya..
"engga mas, selama ini justru aku berpikir mas yang tidak ingin menyentuh aku" kata shinta
"apakah kamu ingin melakukan itu sekarang shinta?" tanya gavi.
shinta dengan canggung mengangguk kan kepala.
"apakah kamu tidak akan menyesal nantinya? " tanya gavi lagi.
shinta hanya mengangguk kan kepala nya lagi.
melihat itu, gavi tau apa yang akan terjadi saat ini.
"mas minta maaf sayang, tapi shinta juga sekarang berhak merasakan tubuh mas selain kamu" batin gavi sebelum hall besar itu terjadi.
ya mereka melakukan untuk yang pertama kali malam ini, pertama kali untuk shinta tapi tidak untuk gavi..
di sela penyatuan mereka gavi sempat memberitahu kan
"setelah ini, bisakah kamu berhijab untuk mas sayang?"
dah shinta hanya mengangguk karena terlalu terbawa suasana.
flashback off*
memikirkan itu membuat gavi mersa bersalah terhadap dewi. tapi ia tidak menyesal melakukan itu. karena memang benar adanya jika shinta juga berhak atas tubuh nya.
tapi setelah penyatuan pertama mereka itu, dewi benar-benar menepati janji nya untuk berhijab.
dan setelah penyatuan pertama mereka itu. mereka hanya melakukan itu sekali lagi setelah genap sebulan pernikahan mereka. setelah itu tidak pernah terjadi lagi sampai sekarang.
...----------------...
mana istri lagi hamil malahan nikah lagi.
si gundik juga hamil. katanya terpaksa.
semoga aja si dewi yg sarjana s2 g plin plan dan lemah
seberapa besar si gavi memperjuangkan kamu di depan ibu mertuamu