Namaku Indira Angreyna
Nama yang sangat indah dan bercahaya, namun kehidupan pernikahanku tidak seindah yang aku bayangkan.
Indira menikah dengan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun dengannya.pria itu sangat mencintainya sama seperti dirinya yang begitu mencintai pria itu.Namun saat malam pertama mereka setelah menikah, suaminya tiba tiba berubah kasar padanya,tidak mau menyentuhnya bahkan mengatakan hal yang menyakitkan hati Indira.
Sejak kejadian itu hubungan mereka tidak pernah membaik sampai bulan ke 11 pernikahan mereka,di malam acara ulang tahun pernikahan mereka,suaminya membuat semua keluarga mereka terkejut dengan apa yang suaminya katakan kepada keluarganya.
Bagaimanakah cerita selanjutnya,Apa yang membuat suaminya lansung berubah sikapnya padanya?.
yang pasti cerita ini banyak mengandung bawang membuat mata terus mengeluarkan air ya😭
Ingin tau kelanjutan kisahnya,yuk intif.... pasti bikin kamu menangis,dan terharu sedih,dan senang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mardalena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7
"Mas mau bicara apa Mas?" tanya Indira lagi karena melihat suaminya belum juga menjawab pertanyaannya.
Tangan Varo terangkat,perlahan dia membelai wajah Indira membuat Indira memejamkan matanya merasakan sentuhan suaminya.
Indira saat itu berharap suaminya akan membawanya merajut malam pertama mereka yang belum terlaksana sebelumnya.Indira berpikir dengan terjadinya Malam pertama mereka, Indira yakin suaminya akan percaya dengannya kalau di dalam Video yang dia lihat bukanlah Indira.
Varo masih membelai wajah Indira yang sekarang memegang sudut bibir seksi Indira.Varo perlahan mendekatkan wajahnya ingin merasakan bibir merona Indira yang belum pernah sama sekali dia sentuh itu selama mereka menjalin hubungan.sedikit lagi Varo ingin mengapai bibir Indira namun tiba -tiba ingatannya tiba-tiba kembali teringat dengan Video itu yang terlihat jelas kalau itu indira tengah bertukar silva dengan panasnya bersama Pria itu.
Bugh..
Varo kembali mendorong kasar tubuh Indira membuat Indira terkejut membuka matanya,melihat Amarah suaminya kembali lagi.
"Mas.." Indira ingin menyentuh suaminya namun Varo lansung menjauh tubuhnya dari istrinya.
"Aku tidak bisa Indira." Varo lansung pergi dari kamar itu bahkan dia keluar dari Apartemen itu.Indira kembali menangis melihat suaminya masih di selimuti ingatannya dengan Video yang sebelumnya mereka lihat.
Indira menghapus air matanya kemudian bangun.
"Aku nggak boleh menyerah,malam ini aku gagal,ada malam berikutnya aku harus bisa membuat Mas Varo meniduriku." Guman Indira kemudian menuju kamar mandi mencuci wajahnya.setelah itu dia berbaring untuk meluruskan pinggangnya yang sakit karena dorongan kuat dari suaminya tadi.
Subuh malam itu,Varo baru pulang dengan keadaan mabuk.Dia berjalan sempoyongan lansung menuju kekamar Indira tempati.sampai di depan Indira,Varo tersenyum miris.
"Kenapa Dira..kenapa kau melakukan ini padaku Dira,padahal aku mau,aku yang pertama membukanya.tapi kenapa kau malah bermain di belakangku..kau membiarkan tubuhmu di jamah pria lain.kau..kau sungguh Jahat Indira." Recaunya dalam keadaan mabuk melihat Indira terlelap tidur tampa sadar suaminya masuk kedalam kamarnya.
"Aku mencintaimu Dira,tapi kenapa kamu menghancur hatiku..kenapa Dira..,Aku mau percaya kamu tidak melakukan itu tapi bayang-bayang desahan di Video itu membuatku membencimu.Aku mencintaimu,Aku juga membenci penghianatan kamu Dira...!!
Bugh
Indira terbangun,terkejut melihat suaminya menimpa tubuhnya dengan bau alkohol menyengat di tubuh suaminya.
Indira berusaha mengangkat tubuh Varo kesampingnya,dengan sekuat tenaga,akhirnya Indira mampu memindahkan tubuh suaminya.
Huhs.."Kenapa kamu harus mabuk seperti ini Mas..." Ucap Indira sedih.
Indira melepaskan semua pakaian suaminya yang hanya meninggalkan boxernya saja saat itu lalu mengantikan pakaian suaminya dengan pakaian bersih.Setelah selesai,Indira menyelimuti tubuh suaminya kemudian dia pergi dari sana menuju sofa depan tv sambil membawa selimut lalu tidur disana.
Paginya,
Seperti biasa Indira bangun Awal lalu segera membuatkan sarapan untuknya dan suaminya, sebelum dia mandi dan berangkat kerja.setelah selesai sarapan,Indira lansung berangkat menuju tempat kerjanya.
Hari ini ada kunjungan Direktur mereka kekantor cabang itu.Indira saat ini sudah berada di ruangan meeting bahkan tengah di sibukan dengan fresentasi yang sangat menguras tenaganya namun beruntung dia bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik.
Direktur mereka memuji penjelasannya yang sangat membuat mereka semua mengerti dan puas dengan fresentasi Indira.
Direktur mereka juga sampai memberikan tepukan tangannya memuji kinerja mereka semua yang sungguh bagus dan laporan yang sangat teratur dan jelas pemasukan maupun pengeluarannya.dia bahkan saat itu memberikan bonus kepada mereka semua karena sudah bekerja dengan baik untuk kemajuan kantor cabang di Kota itu.
Setelah selesai Meeting,Indira dan Mira lansung pamit kembali keruangan mereka,dan sekarang tinggal pak David dan Bu Sri masih diruangan meeting menemani Tuan Andi,Direktur mereka.
"Yang tadi apa dia sudah bekeluarga?" tanya Pak Andi membuat Pak David tersenyum.
"Semuanya sudah pak,Kalau Indira belum lama dia menikah,baru 2 yang minggu lalu acaranya pak." jawab Pak David.
"Sayang sekali,saya mengira dia belum menikah.kalau lajang kan bisa saya kenalkan dengan Atasan kita." Ucap Pak Andi sedikit bercanda.
"Sayangnya anak asuh saya sudah menikah semua pak, kalau belum bisalah pak,kita ajukan siapa tau ada yang nyangkut.." Ucap Pak David membuat Pak Andi tertawa saat itu.
"Iya...Iya..kamu benar..,Baiklah kalau begitu saya berangkat lagi mau melihat kantor cabang yang lain lagi." Ucap Pak Andi berpamitan lalu bersalaman dengan Pak David dan Bu sri. Dia keluar dari kantor itu di antar Pak David dan Bu sri menuju lapangan belakang kantor lalu masuk kedalam Helikopter yang membawanya tadi kemudian pergi menuju kota tujuannya lagi.
"Bagus kalian berdua benar-benar selalu membuat saya bangga Mira, Dira.." Ucap David memuji kinerja anak buahnya yang sudah bekerja dengan baik bahkan memuaskan Direktur mereka.
"Sama-Sama pak,kami ikut senang pak.sebelumnya kami gugup pak takut laporan kami ada yang salah.." Ucap Indira.
"Ia pak saya pun begitu,tapi syukurnya kita bisa menyelesakan dengan baik." Ucap Mira Juga merasakan kegugupannya tadi seperti Indira.
"Ia..Ia,bapak juga begitu.Tapi puji Tuhan semuanya berjalan dengan baik seperti sebelumnya dan bapak mau ngasi tau kalian, ini bonus kalian dari pak Andi." Pak David memberikan amplop kearah Indira dan Mira dan yang lainnya.
"Ya ampun pak,makasih banyak pak.." Ucap Indira menerima Amplop itu begitu juga Mira dan lainnya dengan perasaan bahagia mereka.
"Sama- sama." Ucap Pak David.
"Pak kalau boleh tau,pak Andi itu pemilik perusahaan ini kah pak?" Tanya Mira.
"Bukan..,Dia itu orang kepercayaan pemilik asli perusahaan ini,yang aslinya bukan dia.Aslinya ini milik Tuan Guntur namun sekarang sudah di alihkan menjadi nama anaknya karena beliau sudah meninggal 5 tahun lalu sebelum kalian berdua masuk kerja disini.tapi putranya itu belum pernah bapak melihatnya,karena dia masih melanjutkan studynya di luar Negeri." Jelas Pak David yang di angguki Indira dan Mira.
"Baik pak,sekali lagi terimakasih pak bonusnya.." Ucap Mira dan Indira dan karyawan yang lainnya,yang saat itu di angguki Pak David kemudian dia masuk lagi kedalam ruangannya.
"Wah...aku kira Tuan Andi pemiliknya Dira,taunya bukan ya..beruntungnya kalau kita bisa bertemu pemiliknya. Bagiku keluarganya orang sangat berhati mulia lah,lihat kita bahkan setiap kegiatan apa-apa di kasi bonus gini." Ucap Mira.
"Ia Mir kamu benar,pasti mereka memang keluarga yang benar-benar sangat baik dan penuh murah hati.kita doakan saja semoga perusahan yang di pusat maupun cabang disini mau pun tempat lain selalu lancar, semuanya baik-baik, selalu beroperasi pabriknya Mir,dan kita semua di berikan kesahatan begitu juga keluarga pemilik perusahaan ini.Amin" Ucap Indira.
"Amin Dira...,Ya sudah kita lanjut kerja lagi mengumpulkan cuan kita." Ucap Mira yang di angguki Indira.
sori yaa...aku koreksi
tanpa bukan tampa
konflik bukan komplik
make up bukan mekup
nggak bukan ngak.
ceritanya menarik..sayang msih banyak typo nya thor..
sukses trus untuk smuanya karyamu /Good//Good/