Indonesia
NovelToon NovelToon
Memori Terakhir

Memori Terakhir

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: Gilang Akbariani

Siapa yang akan menduga, jika diusianya yang masih terbilang muda dia harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya menderita Alzheimer. Hal itu menjadi pukulan yang sangat keras bagi Liora.
Takdir pilu itu telah membuat rencana pernikahannya dan juga masa depan yang telah ia rancang bersama Abian menjadi kabur.

Di masa-masa sulitnya, Liora justru dipertemukan kembali dengan sosok Kai, cinta pertamanya di waktu SMA. Pertemuan mereka menjadi pertemuan paling ironis yang Liora rasakan. Rahasia menyakitkan yang Liora tahu tentang Kai, membuat hubungannya dengan Kai menjadi semakin dekat. Perlahan, perasaan Liora dibuat bingung oleh kehadiran Kai. Di sisi lain, Abian mulai menaruh curiga akan kedekatan Liora dan Kai.

Lalu bagaimana Liora menghadapi perasaannya? Rahasia apa yang Kai miliki? Dan bagaimana hubungan Liora dan Abian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilang Akbariani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7

Setelah mendapat surat rujukan dari dokter sebelumnya, kini Liora pergi ke salah satu rumah sakit besar Auberron International Hospital untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Aktivitas di dalam rumah sakit itu terlihat sangat sibuk. Liora pergi kebagian pendaftaran. Setelah melakukan registrasi dia pergi menuju lift untuk naik ke lantai tiga dimana departemen neurologi berada di sana.

Liora berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju sebuah tempat dimana berderet pintu-pintu ruang praktek para dokter spesialis neurologi di lantai tersebut. Liora mencari ruangan dengan nama dr. Celine Putri Alexandra, Sp.N yang ternyata berada di paling ujung di lantai tersebut.

Di ruang tunggu itu sudah ada beberapa pasien. Liora segera men-tap kartu yang tadi diberikan saat registrasi di sebuah mesih yang tertempel pada tembok dekat pintu masuk ruang praktek sang dokter. Seketika namanya muncul dalam layar dekat mesin tersebut, Liora sudah masuk dalam antrian.

Cukup lama dia menunggu, hingga kemudian namanya muncul di layar. Dia segera masuk ke dalam ruangan tersebut dengan jantung yang berdebar-debar.

“Selamat siang.”

Sapa seorang dokter wanita yang terlihat masih sangat muda dan cantik. Wajah dokter Celine terlihat blasteran dengan rambut coklat panjangnya yang diikat dan yang membuat Liora terpesona adalah iris mata biru dokter Celine yang bukan soft lense tentu saja, karena sang dokter saat ini tengah mengenakan kacamata minusnya. Sungguh dokter ini mengingatkan dirinya dengan seorang aktirs Hollywood Alexandra Daddario. Ternyata selain iris mata milik Kai, iris mata dokter Celine adalah iris mata terindah kedua yang pernah dilihat Liora secara langsung.

Seketika rasa khawatir dan takutnya sedikit mereda saat melihat mata indah dokter Celine.

“Selamat siang dok,” jawab Liora yang kini sudah duduk di hadapan meja dokter Celine.

“Ok, saya lihat disini anda mendapat rujukan dari dokter sebelumnya terkait anda sering mengalami lupa? Apa betul?” Tanya dokter Celine memastikan lagi.

Liora mengangguk, perasaannya kini kembali gelisah.

“Sejak kapan anda merasa sering lupa akan sesuatu? Bisa ceritakan kira-kira apa saja yang pernah anda lupakan mba Liora? Dan apakah ada gejala penyerta lainnya, seperti sering merasa sakit kepala?” Dokter Celine mulai menggali informasi dari pasiennya.

“Tidak dok, saya tidak memiliki gejala apapun termasuk sakit kepala. Saya baik-baik saja, hanya saya merasa akhir-akhir ini saya sangat kelelahan dan menjadi sering melupakan sesuatu,” Liora menceritakan kembali hal-hal yang akhir-akhir ini sering dia lupakan seperti yang dia jelaskan pada dokter sebelumnya.

Dari balik kaca mata minus dokter itu, Liora dapat melihat sorot mata dokter Celine yang berubah menjadi sangat serius setelah Liora menyelesaikan ceritanya. Dokter Celine belum mengatakan sepatah katapun, tapi dari ekspresinya Liora dapat menangkap ada sesuatu yang sepertinya tidak baik-baik saja.

Dokter itu kini tengah mengetik sesuatu di depan layar komputernya. Tidak berapa lama suara mesin printer yang berada di meja suster dalam ruangan itu bergerak.

“Baik mba Liora, sepertinya anda harus melakukan beberapa laboratory test untuk penegakan diagnosa saya nanti,” jelas dokter Celine setelah selesai mengetik.

Liora semakin dibuat ketakutan dengan ucapan dokter Celine. “Memangnya saya kenapa dok? Saya sebenarnya sakit apa sampai saya harus menjalani serangkaian tes lab? Dan tes lab seperti apa maksudnya?” Tanya Liora dengan jantung yang berdegup kencang.

Dokter Celine menarik nafasnya dalam dan mempersiapkan diri untuk menjelaskannya.

“Saya belum bisa menegakan diagnosa saya saat ini terkait dengan penyakit mba Liora, karena sebetulnya lupa adalah sesuatu yang normal terjadi pada manusia. Itulah kenapa saya membutuhkan data lab untuk memastikannya. Tapi jika merujuk dari gejala-gejala yang mba Liora alami, ada banyak kemungkinan tentu saja, salah satunya—” suara dokter Celine terjeda, sepertinya dia tengah mencari kata-kata yang pas untuk mengatakannya.

Liora semakin menegang ditempatnya.

“Ada kemungkinan apa yang mba Liora alami beberapa waktu belakangan ini dikarena sebuah penyakit Alzheimer,” jelas dokter Celine menuntaskan kata-katanya.

Seketika jantung Liora mencelos mendengar penjelasan tersebut. Fikirannya seketika berhenti bekerja. Liora mematung tanpa ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Dia tahu penyakit itu, meski tidak begitu memahami bagaimana penyakit itu bekerja. Tapi setidaknya dia tahu apa dampak buruk yang ditimbulkan dari penyakit itu, jika benar dia mengidapnya.

Dokter Celine tahu ini pasti akan sangat mengejutkan pasiennya, terlebih melihat usia pasiennya yang masih sangat muda dan produktif. Tentu saja diagnosa ini sangat memukul perasaannya.

“Mba Liora?” Dokter Celine mencoba menyadarkan Liora yang terdiam sejak tadi.

Liora mulai kembali pada fikiran sadarnya.

“Ini masih dugaan sementara, karena saya belum mendapatkan data-data lab untuk membuktikan diagnosa saya. Dan saya berharap dugaan saya memang salah. Oleh karena itu saya akan meminta mba Liora untuk melakukan beberapa tes lab. Bagaimana?” Dokter Celine mencoba menjelaskan dengan begitu lembut dan hati-hati agar pasiennya tidak terlalu khawatir akan hal itu. Toh itu memang belum pasti.

Liora yang sudah berlinang air mata hanya mengangguk lemah. “Apa saya bisa melakukannya sekarang dok? Dan berapa lama sampai saya tahu hasilnya?” Tanya Liora akhirnya dengan air mata yang sudah mengalir membasahi pipinya. Baginya lebih cepat lebih baik.

“Iya, mba Liora bisa melakukan test tesebut hari ini, suster Rena akan memberikan kertas rujukan untuk tes labnya.”

Suster tesebut kemudian menghampiri Liora dan memberikan kertas dengan daftar test lab yang harus Liora jalani. Suster Rena menjelaskannya dengan sabar dan memberi tahu tempat Liora menjalani beberapa tes lab itu dimana. Liora medengarkan penjelasan itu dengan baik meskipun saat ini hati dan fikirannya sedang tidak karuan.

“Mba Liora nanti akan dihubungi oleh pihak rumah sakit jika hasilnya sudah keluar. Saya berdoa semoga mba Liora sehat-sehat saja,” ucap dokter Celine begitu tulus saat Liora sudah bangkit dari kursinya.

“Terimakasih dok, kalau begitu saya permisi. Mari suster Rena,” ucap Liora dan kemudian keluar dari dalam ruang pemeriksaan itu dengan hati yang campur aduk.

Kakinya seketika merasa lemas. Gadis itu kemudian terduduk di salah satu kursi di lorong rumah sakit. Liora merasa tidak kuat untuk berjalan. Tangannya kini gemetaran melihat kertas yang berisi daftar tes lab yang harus dia jalani. Dia tidak bisa mempercayai jika sampai dirinya mengidap penyakit Alzheimer. Bukankah dia masih sangat muda untuk mengidap penyakit tersebut? Liora menangis seorang diri di lorong rumah sakit yang sepi itu. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Perasaan takut itu kini berkecamuk dalam fikirannya.

1
Mayda Zaich
baguuussss
Gilang Akbariani: thank you 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!