Indonesia
NovelToon NovelToon
TIME TRAVEL OF XUN TIAN

TIME TRAVEL OF XUN TIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Dan budidaya abadi / Dendam Kesumat / Chicklit
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Nis Ca

Dikhianati oleh kekasih dan sahabatnya, Yi Xun pun sudah tak percaya lagi dengan adanya ketulusan dan cinta sejati. Ia sempat berpikir andaikan dia hidup di zaman kuno, akankah dia bertemu dengan seorang pria tulus di sana? Akankah dia bertemu dengan cinta sejatinya?

Namun siapa sangka, angan-angannya mengantarkannya ke tempat yang tidak seharusnya. Yi Xun terbangun di tubuh seorang gadis bangsawan dari keluarga ternama. Akan tetapi, realita tak sesuai dengan ekspetasinya. Xun Tian, tubuh gadis bangsawan yang disinggahi jiwa Yi Xun adalah seorang gadis buangan yang kerap mendapat perlakuan kasar dan tidak senonoh dari keluarganya sendiri.

Mengapa Yi Xun tiba-tiba terbangun di tubuh Xun Tian?
Akankah dia sanggup menjalani kehidupan yang lebih buruk dari kehidupan sebelumnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Nis Ca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AYO KITA MENIKAH!

Xun Tian berhasil keluar dari gudang tempatnya tinggal, lewat pintu belakang. Namun, itu hanyalah langkah awalnya saja. Jika ia ingin benar-benar terlolos, dia harus melewati pagar kediaman yang cukup tinggi. Tinggi pagar itu sekitar 3 meter. Sementara itu, tak ada alat bantu atau tangga untuk memanjatnya.

“Pagar ini cukup tinggi. Apa aku harus memanjatnya?” gumamnya sembari mendongakkan kepalanya. Xun Tian menatap puncak pagar yang lebih tinggi dari tinggi badannya.

Tidak ada pilihan lain baginya. Oleh karena itu, Xun Tian terpaksa harus memanjatnya tanpa menggunakan tangga. Untung saja, keterampilan memanjatnya tidak hilang darinya.

Saat kecil, Yi Xun dibesarkan di sebuah desa. Di mana anak-anak pada masa itu senang bermain di alam liar. Yi Xun adalah pemanjat handal. Pada akhirnya, Yi Xun harus menggunakan keterampilan itu sebagai Xun Tian.

“Akhh … akhirnya aku berhasil,” ucapnya saat ia berhasil duduk di puncak pagar. “Huaaa …!” teriaknya saat tak sengaja terpeleset. Xun Tian tidak mengira, karena kecerobohannya, dia tak sengaja terpeleset genting hingga ia jatuh tersungkur. “Ouchh … sakit sekali,” rintihnya kesakitan sembari mengelus sikut dan lututnya yang memar.

***

“Hentikan! Kami dari kediaman Pangeran Chang Ling,” ucap Jia Lun sembari menunjukkan token kepada para penduduk kota yang melakukan kekerasan di depan rumah keluarga Bangsawan Li. “Bagaimana pun juga, putri mendiang Adipati Li Jing adalah tunangan pangeran. Tindakan kalian ini dianggap sebagai kejahatan karena mengganggu ketentraman orang lain. Jika kalian tidak berhenti keributan, kami akan bertindak tegas dan memberi hukuman. Jika kalian bertindak lebih jauh, maka akan dianggap sebagai penghinaan bagi keluarga kerajaan. Bersiaplah untuk menerima hukumannya.”

Tatkala mendengar ucapan Jia Lun, semua penduduk kota yang berdiri di depan gerbang itu tak berkutik. Mereka semua serempak terdiam tak bisa berkata-kata. Karena takut akan mendapatkan hukuman, mereka pun terpaksa harus pergi dari sana.

Setelah melakukan tugasnya, ia pun berbalik untuk melaporkannya kepada Chang Ling yang saat itu tengah berada di dalam kereta kuda.

Layaknya kilat, seorang wanita tiba-tiba saja berlari ke dalam kereta kuda milik pangeran Chang Ling. Sontak saja, Chang Ling tercengang dengan kedatangan wanita itu. Wanita itu adalah Xun Tian. Ketika Xun Tian telah berhasil kabur dari kediamannya, ia tanpa sengaja melihat sebuah kereta kuda di sekitarnya. Tanpa banyak berpikir, ia segera berlari ke dalam kereta itu guna mengamankan dirinya. Ia tidak peduli jika ada orang lain yang berada di dalamnya, entah itu laki-laki ataupun perempuan.

“Kau … kau siapa? Kenapa kau masuk ke sini?” tanya Chang Ling dengan sikap antusiasnya. Ia pun bergegas memasang sikap waspada terhadap Xun Tian. Chang Ling tidak mudah percaya dengan siapa pun di dunia ini. Dia berpikir jika wanita yang ada di hadapannya adalah seseorang yang dikirim untuk membunuhnya. “Apa kau di sini untuk membunuhku?” tanya Chang Ling.

“Tuan, tolong aku.” Xun Tian meraih lengan Chang Ling. Dia menggenggamnya seraya memohon pertolongan kepadanya.

“Lepas! Jangan sentuh aku!” perintah Chang Ling sembari menarik lengannya dengan kuat. Akan tetapi, Xun Tian semakin mengeratkan genggamannya. Dia tak membiarkan Chang Ling melepaskan genggamannya.

“Tuan, aku mohon tolong aku. Jika mereka menangkapku, mereka pasti akan membunuhku,” pinta Xun Tian sembari memasang raut wajah memelas di hadapan Chang Ling.

“Jangan sentuh aku! Aku tidak mengenalmu. Keluar! Pergi selagi aku bersikap baik,” sentaknya dengan lantang.

“Aku tidak akan melepaskannya sampai kau setuju menolongku.” Xun Tian meminta pertolongan dengan cara mengancam. “Coba Tuan pikirkan, andai saja aku keluar dari sini, apa pendapat orang tentangmu? Apa kau tidak peduli dengan reputasimu? Bayangkan saja. Seorang pria dan wanita berada di dalam tempat yang sama dan saling berpegangan tangan. Setelah itu … .”

“Diam! Jangan kira kau bisa mengancamku. Jangan kira kau bisa mengancamku dengan tindakan murahan semacam itu. Nona, apa kau tidak punya malu?” Chang Ling mulai menyerangnya dengan kata-kata.

“Aku tidak peduli! Rasa malu tidak lebih berarti daripada nyawaku,” cetus Xun Tian dengan sikap keras kepalanya.

“Kau! Lepaskan dulu tanganku. Laki-laki dan perempuan tidak boleh saling bersentuhan. Nona, mohon pertimbangkan reputasimu sendiri,” kata Chang Ling.

“Sudah kubilang, aku tidak peduli. Laki-laki dan perempuan tidak boleh saling bersentuhan? Kau sudah menyentuhku. Kau bilang demi reputasiku sendiri, maka nikahi aku!” Kata-kata Xun Tian membuat Chang Ling tertegun tanpa bisa berkata-kata.

Dalam hati Chang Ling hanya berpikir bahwa gadis yang ia temui bukanlah seorang gadis, dia tak lain hanyalah orang tidak waras. Bisa-bisanya dia mengajak menikah seorang pria yang baru saja dia temui pertama kali.

“Apa kau gila? Untuk apa aku menikahimu? Jangan harap!” cetus Chang Ling.

“Dengar, Tuan. Aku juga tidak berniat menikah denganmu. Meskipun wajahmu sangat tampan, tapi kau bukan tipeku. Asalkan kau bersedia menolongku, aku tidak akan membuat masalah untukmu. Jika kau menolak, aku akan berteriak. Lihat saja, apa kau bisa menolak menikah denganmu setelah aku berteriak. 1, 2 … .”

“Baik, baik, baik. Katakan! Bagaimana caraku menolongmu? Sebelum itu, bisakah kau melepaskan tanganku dulu?”

Xun Tian pun reflek melepaskan tangan Chang Ling. Kemudian, Chang Ling mengelap lengannya dengan sapu tangan, seakan menganggap tangan Xun Tian adalah benda kotor. Sedangkan Xun Tian hanya menatap sinis wajah Chang Ling karena dia sedikit tersinggung dengan hal yang dilakukan oleh Chang Ling.

“Berlebihan sekali,” gumam Xun Tian.

“Apa? Hei, aku … sudahlah. Katakan! Bagaimana caraku menolongmu?” tanyanya.

“Mudah saja. Aku bukan orang yang suka merepotkan orang lain. Kau hanya perlu menurunkanku di sebuah penginapan. Ah, jangan lupa bayarkan semua kebutuhanku. Seperti makanan dan pakaian. Hanya itu saja,” ujar Xun Tian dengan sikap tenangnya.

Chang Ling tercengang tatkala mendengar permintaan konyol dari Xun Tian. Ia mengernyitkan kedua alisnya seraya berkata, “Kau ini ingin meminta tolong atau memerasku? Itu bukan permintaan, tapi pemerasan. Pemerasan! Tidak merepotkan katamu? Kau benar-benar merepotkan. Aku tidak mau tahu. Aku hanya akan menurunkanmu di suatu tempat. Selain itu, aku tidak peduli,” celetuk Chang Ling dengan perasaan yang cukup kesal.

“Eiiit … sepertinya aku tidak berlebihan. Ah, aku tahu. Sepertinya kau terlalu miskin. Sampai-sampai kau tidak mampu mengeluarkan sedikit saja uang untukku. Tapi tidak masalah jika kau tidak ingin melakukannya. Aku hanya perlu menikah denganmu. Lihat saja, apakah kau akan tahan menghadapiku setiap hari. Tapi kau cukup beruntung karena mendapatkan wanita secantik diriku. Aku bahkan rela menghabiskan hidupku dengan pria miskin sepertiku. Hufft … nasibku sungguh malang.” Xun Tian sengaja memancing emosi Chang Ling.

“Kau … kau benar-benar keterlaluan. Tidak tahu malu! Siapa yang kau sebut miskin, hah?!”

1
Ibuk'e Denia
aq mampir thor ke karyamu
QUEEN: makasih dukungannya😍
total 1 replies
Lady Ev
dh mmpir yh kk
kama
semangat ka author!
QUEEN: ok terimakasih dah mampir
total 1 replies
Zey ✨️
Queen mampir thor, semangat ya
QUEEN: ok kak terimakasih
total 1 replies
QUEEN
Selamat datang di karya receh author 😉 Terimakasih untuk yang setia mengikuti cerita ini. Maaf jika .asih banyak kekurangan dalam alur dan penulisan. Dan mungkin cerita ini terlalu membosankan untuk dibaca. Maklum, author masih penulis amatir. Pokoknya Terimakasih. Dukungan kalian adalah semangat untuk author terus up cerita ini. Kalau kalian suka, jangan lupa tinggalkan komentar, ya😘
Selly Rizki Melina
Next
Selly Rizki Melina
Nextt
Selly Rizki Melina
Next
IndraAsya
jejak 🐾
Nana
🤣🤣🤣🤣🤣
Nightingale Soakage
Ahh andai ku bisa bertemu denganmu Thor. Aku bakal minta tanda tangan yang banyak!!
QUEEN: saya lebih suka ngasih tanda cinta sih, daripada tanda tangan 😘
total 1 replies
sunshinegyspy
Lha aku digantung… aku tunggu next chapnya kak!
QUEEN: terimakasih telah membaca 😊
total 1 replies
Intan Aprilia Rahmawati
kk up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!