"Jika kamu mau menikah dengan anak saya. Kamu akan saya beri apapun yang kamu mau, Termasuk uang 50 juta perbulannya, Itupun jika kamu bersedia" Tawar seorang wanita paruh baya pada Haura.
Haura masih diam, Bingung harus menjawab apa. Karena di satu sisi ia sangat begitu membutuhkan penghasilan agar bisa menghidupi ibu dan saudaranya yang berada di kampung, Apalagi adiknya yang masih bersekolah.
"Berikan saya waktu 1 hari bu, Untuk memikirkan ini" Jawab Haura yang langsung membuat wanita paruh baya tersebut tersenyum.
"Ini kartu nama saya, Dan ini nomor telepon saya. Jika nanti kamu sudah memutuskan jawabannya, Segera hubungi saya" Ucap Wanita paruh baya tersebut. Haura langsung menerimanya dengan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Apakah Haura akan menerima tawaran tersebut?.
Akankah gadis muda dan modern seperti Haura harus mengorbankan masa mudanya untuk menikah dengan orang yang tak di kenalnya?
Yuk simak Ceritanya disini!😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RY19@, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alergi
Di lorong rumah sakit yang luas, Haura terduduk lesu. Begitu banyak ketakutan yang ia rasakan sekarang. Terlebih pikirannya selalu buruk melihat kondisi dari Regan yang begitu parah.
Tak jauh dari Haura, Julia pun sama sedang menangis tersedu-sedu takut jika terjadi sesuatu pada putranya yang malang itu.
"Kamu harus kuat mas, Aku benar-benar membutuhkan kamu.." Lirih Haura menangis dengan menundukkan kepalanya.
Haura menghela nafas panjang, Lalu menatap pintu ruang UGD. Dimana Regan di rawat, Pikiran Haura terus berperang antara takut dan rasa bersalahnya. Tapi, Sebisa mungkin ia mencoba membuang pikiran buruknya.
Apa jadinya kalau sesuatu yang akan terjadi pada Regan?, Tidak!. Dia tidak boleh kehilangan lelaki itu. Haura sangat membutuhkan kehadiran Regan, Mungkin sampai kakaknya lulus kuliah dan mendapat pekerjaan yang layak, Terlebih untuk adiknya yang masih sekolah.
Haura kembali menundukkan kepalanya dengan tatapan mata sendu dan berlinang air mata.
"Apa ini semua gara-gara aku yah?" Gumam Haura.
Haura mengingat-ingat kejadian dimana kondisi suaminya beberapa saat lalu. Haura merasa ragu jika kondisi Regan akan baik-baik saja, Meski sejak tadi ia selalu menepis pikiran buruk itu.
Haura memejamkan matanya guna menahan rasa sesak yang ada di dadanya.
"Ya allah, Sesungguhnya engkau maha penyayang pada setiap hambanya. Hamba mohon, Tolong selamatkan lah mas Regan. Lindungilah dia, Kuatkan lah dia ya allah. Hamba mohon, Kabulkan Lah doa hambamu ini" Gumam Haura dengan mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.
"Haura...?" Panggil seorang wanita pada Haura.
Haura langsung mendongkakkan kepalanya menatap wanita yang baru saja memanggilnya.
"Kamu yang kuat yah Hau, Ini semua ujian untuk kamu. Kamu harus percaya deh, Kalau Regan akan baik-baik saja. Kamu jangan khawatir yah cantik" Ucap Kaila istri dari Farhan.
"Ammin ya allah, Terimakasih kak kaila" Jawab Haura dengan tersenyum tipis.
Kaila hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban, Lalu duduk di samping Haura dan mengelus punggung gadis malang itu, Guna menguatkannya.
Haura pun langsung bersandar di pundak Kaila, Dengan tubuh yang bergetar hebat. Menangis dalam diamnya.
Haura terus saja berpikiran buruk, Ia mengira bahwa yang terjadi pada Regan itu karenanya. Kenapa nasib sial selalu saja di alaminya, Sampai ketidakberuntungan pun selalu ia hadapi. Apa karena itu orang terdekatnya jadi terkena sial, Karena dirinya adalah gadis pembawa sial?. Pikir Haura.
Kaila merasa prihatin dengan Haura, Karena gadis muda sepertinya harus mengalami cobaan seberat ini. Padahal, Ini adalah hari pernikahan Haura, Belum saja satu hari menikah, Tapi pernikahan Haura sudah tuhan uji. Kaila langsung memeluk pinggang ramping milik Haura, Ia terus mencoba menenangkan gadis muda itu. Meskipun sebenarnya ia juga tidak bisa berbuat apa-apa selain memberi semangat untuk adik iparnya itu.
"Kamu gadis yang kuat Haura, Gapapa. Semuanya akan baik-baik saja" Ucap Kaila.
Ceklek
Pintu ruangan UGD pun terbuka, Seorang gadis cantik dengan jas putih kebanggaannya keluar dari sana.
"Siapa yang memberi makanan yang mengandung kacang pada Mas Regan?" Tanya Dokter muda tersebut.
"Apa?, Kacang?, Bukannya Regan alergi dengan makanan itu?" Ucap Farhan yang terkejut mendengar pertanyaan dokter Vanya.
"Itu dia masalahnya mas, Mas Regan itu sudah dari dulu mempunyai alergi yang parah dengan kacang. Tapi, Kenapa ada orang yang dengan teganya memberi makanan itu. Waktu itu kan aku sudah bilang pada kalian, Kalau alergi mas Regan itu sudah akut dan parah. Jika alerginya mas Regan kambuh, Itu akan membuat saluran pernapasannya menjadi sempit dan sesak, Untung saja kalian tepat waktu membawanya kesini. Kalau tidak, Mungkin saja nyawanya tidak akan tertolong" Ucap Dokter Vanya.
Penuturan dari dokter Vanya pun, Langsung membuat Julia syok, Lagi-lagi dia menghela nafas panjang. Kenapa kejadian seperti ini harus menimpa pada putra malangnya. Dia langsung menatap Haura dengan begitu sinisnya, Dan dia sudah yakin kalau orang yang sudah memberi kacang pada Regan adalah Haura.
"Tapi bunda, Saat ini kondisi mas Regan cukup buruk. Mungkin untuk beberapa Minggu dia tidak akan bisa bicara lagi, Dan Vanya rasa, memori ingatannya terganggu karena kejangnya yang tadi. Maka dari itu, Vanya meminta pada bunda dan yang lainnya. Untuk menjaga dan memperhatikan setiap makanan yang di konsumsi mas Regan" Ucap Dokter Vanya.
"Apa kamu bilang?, Regan tidak bisa bicara?" Ucap Julia dengan nada yang bergetar menahan tangis.
"Bunda tenang saja, Ini gak akan lama kok. Cuman sementara aja, Yang terpenting sekarang kita harus memperhatikan kondisi mas Regan. Dan berdoa semoga mas Regan cepat pulih dan sehat kembali" Jawab dokter Vanya dengan memeluk tubuh Julia.
Haura yang dari tadi memperhatikan interaksi antara mertuanya dan dokter Vanya pun mencoba memberanikan diri untuk menghampiri mereka berdua.
"Dokter..." Panggil Haura pada Vanya, Yang langsung membuat Vanya melepaskan pelukannya pada Julia.
Dokter Vanya langsung melihat ke arah Haura dengan kening berkerut, Seolah bertanya siapa sosok gadis yang ada di hadapannya ini, Dan nampak asing baginya.
"Saya boleh lihat kondisi mas Regan?" Pinta Haura.
Dokter Vanya langsung merubah tatapannya pada Haura, Dia melihat Haura dengan begitu insten dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Siapa kamu?" Tanya dokter Vanya dengan nada ketusnya.
"Dia Haura istrinya Regan, Dan mereka baru saja menikah tadi pagi" Jawab Farhan, Kakak ipar Haura.
Jawaban dari Farhan pun langsung membuat dokter Vanya diam membeku, Seolah tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar barusan.
"Apa!, Istrinya?" Ucap Dokter Vanya dengan terkejut.
"Kamu jangan kaget Vanya, Nanti bunda ceritakan yang sejelasnya sama kamu" Timpal Julia yang melihat keterkejutan Vanya.
Dokter Vanya langsung menatap sendu Haura, Dia terluka dengan apa yang baru ia dengar dan ketahuinya sekarang. Padahal dia sudah lebih dulu mengenal Regan dan keluarganya, Termasuk juga Julia. Selama ini dia sudah mati-matian untuk meluluhkan hati Regan dengan cara mendekati Julia. Tapi kenapa, Yang menjadi istrinya Regan adalah orang lain!, Pikir Dokter Vanya.
"Mas Regan belum boleh di temui oleh siapapun, Biarkan dia istirahat terlebih dahulu" Ucap Dokter Vanya dengan menatap sinis Haura.
"Sudahlah Haura, Kamu tunggu saja di luar. Biar nanti jika sudah waktunya bunda akan izinkan kamu masuk menemui Regan" Seru Julia dengan nada datarnya.
Haura langsung terkejut dengan ucapan Julia, Dan nada bicaranya yang seolah sedang marah padanya. Tapi sebisa mungkin Haura bersikap biasa saja Pada Julia, Karena ia juga mengakui semua kejadian yang menimpa Regan, Itu juga karenanya.
"Baik bunda" Jawab Haura dengan kembali duduk di bangku lorong rumah sakit.
Setelah berbicara dengan Haura, Julia dan Dokter Vanya langsung masuk ke dalam ruangan Regan di rawat. Hal itupun langsung membuat Haura bingung dengan mereka berdua.
"Katanya gak boleh masuk dulu, Tapi kenapa mereka yang masuk?" Gumam Haura dengan sedikit tak terima. Yang ternyata gumaman Haura di dengar oleh Kaila.
"Kamu yang sabar yah Haura, Nanti jika sudah waktunya. Kamu juga bakalan ketemu sama Regan" Ucap Kaila dengan tersenyum tipis, Haura pun langsung terkejut yang ternyata Kaila mendengar ucapannya barusan.
"Iya kak" Jawab Haura dengan perasaan yang tak enak pada Kaila.