Indonesia
NovelToon NovelToon
JEJAK PETUALANGANKU

JEJAK PETUALANGANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Persahabatan / Epik Petualangan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu / Hantu / Horor
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: F3rdy 25

Hidupku selalu berputar di antara puncak-puncak yang menjulang. Di mana napas terasa semakin berat, dan angin yang menghembuskan dingin bagaikan bisikan dari dunia lain. Setiap langkah di ketinggian itu bukan hanya sekadar mendaki; itu adalah pertarungan, bukan hanya dengan alam, tetapi dengan diri sendiri.

Gunung tidak pernah meminta kita untuk menaklukkannya. Ia berdiri tegak, abadi, menjadi saksi dari kehidupan yang datang dan pergi. Dalam senyapnya, ia menyimpan rahasia; kisah-kisah yang hanya bisa dimengerti oleh mereka yang berani menantang jalannya. Begitu juga denganku. Aku, Ferdy, hanyalah seorang pendaki biasa, seorang penjelajah yang mencari lebih dari sekadar pemandangan indah atau puncak tertinggi. Aku mencari arti, mencari jawab, di antara bebatuan dan kabut yang menyelimuti setiap perjalanan.

Mereka bilang, setiap pendaki punya jejaknya sendiri. Bukan sekadar langkah-langkah di tanah berlumpur, melainkan bekas yang tertinggal dalam jiwa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon F3rdy 25, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEKASIH

Malam minggu itu terasa berbeda. Basecamp Gusipala sepi, hanya diisi suara gemerisik daun dan alunan angin malam. Ferdy dan Ayla duduk berdampingan di bangku kayu yang sudah banyak tergores oleh waktu. Ada nuansa hangat di antara mereka, membuat Ferdy merasa beruntung bisa menghabiskan waktu bersama Ayla.

“Ayo, Ferdy! Kenapa kamu melamun lagi?” Ayla menggoyangkan tubuh Ferdy sambil tersenyum.

“Gua nggak melamun, kok. Cuma lagi mikirin… kita,” jawab Ferdy dengan nada santai.

“Bisa aja. Memang kita mau ke mana setelah ini?” Ayla bertanya, tatapannya penuh harapan.

Ferdy menarik napas dalam. “Jujur, gua pengen kita lebih dari sekadar pacar. Gua sayang kamu, Ayla.”

Mendengar kata-kata itu, Ayla tersenyum lebar. “Gua juga sayang kamu, Ferdy! Selama ini, gua nunggu kamu ngomong kayak gini.”

Ferdy merasa hangat di dalam hati. Mereka saling memandang, suasana semakin intim. Ayla bergerak lebih dekat, menyandarkan kepala di bahu Ferdy. “Gua nggak pernah ngerasa kayak gini sama orang lain.”

“Ayla… kita harus jaga hubungan ini. Kita harus saling percaya,” Ferdy berujar, mencoba menenangkan diri.

“Ya, kita pasti bisa. Gua percaya sama kamu,” jawab Ayla, matanya berbinar.

Malam semakin larut, dan mereka memutuskan untuk pergi ke rumah Ferdy. Saat tiba, suasana di rumahnya tampak sepi. “Orang tua gua lagi keluar kota. Kita bisa tenang di sini,” Ferdy memberi penjelasan.

“Apa kita boleh masuk? Gua merasa gugup,” Ayla berbisik.

“Tenang, Ayla. Kita cuma di dalam rumah. Nggak ada yang tahu,” Ferdy mencoba meyakinkan.

Mereka masuk dan menyalakan lampu. Suasana dalam rumah terasa hangat, dengan aroma kayu yang khas. Ferdy mengajak Ayla duduk di sofa. “Sini, kita duduk dan ngobrol.”

Ayla tersenyum manja. “Gua suka banget saat kita berdua, Ferdy. Rasanya nyaman.”

Ferdy menatap Ayla, merasakan ketulusan dalam matanya. “Lo tahu, gua udah siap untuk yang lebih dari sekadar pacaran.”

Ayla mengangguk. “Gua juga. Rasanya, kita udah saling mengenal satu sama lain.”

Mereka saling mendekat, dan Ferdy merasakan jantungnya berdegup kencang. Perlahan, Ayla meraih tangan Ferdy. “Gua mau kita saling membuka hati,” katanya, suaranya lembut.

“Buka hati, maksudnya?” Ferdy bertanya, meskipun hatinya sudah bisa menebak.

Ayla tersenyum, merapatkan tubuhnya ke Ferdy. “Kita sudah saling mencintai, kan? Kenapa kita nggak melangkah lebih jauh?”

Ferdy terdiam sejenak. “Maksud lo… kita jadi lebih dekat?”

“Ya! Gua ingin merasakan semuanya bersamamu, Ferdy.” Ada nada keseriusan dalam suara Ayla.

Ferdy merasa bergetar. Ia belum pernah membayangkan akan ada momen seperti ini. “Oke, kita lakukan dengan hati-hati. Gua sayang kamu, Ayla.”

“Aku juga sayang kamu, Ferdy. Selalu,” Ayla membalas dengan mata berbinar.

Dengan penuh rasa ingin tahu dan cinta, mereka bergerak menuju kamar Ferdy. Saat pintu kamar tertutup, suasana berubah menjadi intim. Ferdy menyalakan lampu lembut, menciptakan suasana yang nyaman.

“Jangan terburu-buru, ya,” Ferdy berbisik sambil melihat Ayla.

“Aku siap, Ferdy. Kita bisa saling membuka,” Ayla menjawab penuh semangat.

Ferdy merasa berdebar-debar. Ia merasakan ketegangan yang menyenangkan. Ayla mendekat, mengelus wajah Ferdy. “Kamu tidak perlu takut. Kita saling percaya.”

“Gua… gua juga ingin merasakan apa yang kamu rasakan,” jawab Ferdy sambil mengumpulkan keberanian.

Ayla meraih barang-barang Ferdy yang tersimpan di meja. “Lihat ini, barang-barangmu. Gua suka semuanya.”

Ferdy tersenyum, merasa senang melihat Ayla begitu bersemangat. “Itu barang biasa, Ayla.”

“Tapi ini semua punya kamu! Gua suka semua tentang kamu!” Ayla berucap sambil membelai barang-barang Ferdy.

Ferdy pun tidak kalah bersemangat. Ia mengulurkan tangan, meraih barang-barang milik Ayla yang ada di tasnya. “Kalau gitu, lihat ini!” Ferdy menunjukkan foto-foto Ayla yang ada di ponselnya.

“Ah, itu foto gua waktu di basecamp!” Ayla tertawa. “Kamu harus hapus itu!”

Ferdy menggeleng. “Nggak! Gua suka foto ini! Ini kenangan berharga.”

Dengan lembut, Ayla mendekat. “Kita bikin kenangan baru, yuk!”

Mereka saling tatap, dan Ferdy merasa ada magnet di antara mereka. “Ayla…” ia berbisik.

Tanpa menunggu lebih lama, Ayla mendekatkan wajahnya dan mencium Ferdy. Pertama, lembut dan malu-malu, namun semakin dalam dan berapi-api. “Kamu tahu, gua pengen lebih dari ini,” Ayla berbisik di telinga Ferdy.

Ferdy merasa terbang. “Gua juga, Ayla. Mari kita saling berbagi.”

Malam itu menjadi malam yang tak terlupakan. Mereka merasakan kehangatan cinta yang tak terduga, dan saat itu, di dalam kamar Ferdy, mereka menjelajahi perasaan mereka dengan sepenuh hati.

Ayla membuka diri, memberikan semua yang ada di hatinya. Ferdy pun merespons dengan penuh cinta, saling melengkapi satu sama lain. Mereka merasakan bahwa hubungan ini lebih dari sekadar pacaran.

“Malam ini sangat istimewa,” Ferdy berbisik setelah mereka saling menatap. “Gua ingin ini terus berlanjut.”

Ayla tersenyum. “Aku juga, Ferdy. Ini adalah awal dari segalanya.”

Ketika malam semakin larut, mereka berdua terjebak dalam kehangatan, saling membelai, merasakan ketulusan dalam hubungan yang baru saja dimulai. Ada perasaan manis yang memenuhi udara, menandakan bahwa mereka telah melangkah ke dimensi baru dalam cinta mereka.

“Aku panggil kamu sayang, ya,” Ayla berbisik, menatap Ferdy dengan penuh cinta.

“Dan gua panggil kamu sayang juga,” Ferdy menjawab, merasakan getaran dalam hatinya.

Malam itu, mereka berdua melakukan sesuatu yang tidak akan pernah mereka lupakan. Dengan penuh kejujuran dan cinta, mereka menapaki langkah pertama menuju kedewasaan, sebuah hubungan yang lebih dari sekadar pacaran.

---

1
Yulay Yuli
enak tau nanjak ada sensasi yang berbeda, sayangnya w udh nikah dan punya suami ga seneng naik gunung 😭
Kem mlem 🍨🍨🍨
Suka banget sama karakter dalam cerita ini, semoga thor selalu terinspirasi untuk menulis.
☠️F3r57☠️: terimakasih banyak ditunggu bab selanjutnya author akan menyelesaikan judul ini dulu setelah itu berganti cerita....
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!