Tiba tiba jenuh ,dan menulis judul baru tapi kapan mulainya belum tahu.hehehe.
Kisah ini karma dan penderitaan antagonis ,Yang raganya sudah diisi jiwa lain yang menanggung karma milik malika olivia.Jiwa tania yang lahir kembali dengan tubuh bernama malika olivia Hardi sang antagonis cantik,Yang telah berubah 4 tahun silam.Tapi pria yang dulu dia kejar ternyata masih menaruh dendam masalalunya dan membuat olivia menderita dan ingin lari yang lebih jauh dari sumber kesialan dan penderitaan yang di derita olivia .Alur cerita tetap berjalan dengan tema dan seketsa yang berbeda dari kisah yang tertera di barbagai babnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria antagonis.
" Minum dulu. " Ucap devan dan di terima oleh oliv dan diminum dengan sedikit demi sedikit.
Barulah devan memberikan minuman pereda rasa nyeri saat datang bulan dan satu pak pembalut bersayap itu. Melihat sesuatu didepannya.
Membuat oliv merona dan merasa malu.
" Terima kasih. " Ucapnya tersenyum tulus.
" Sama sama. " Ucap devan dan pergi dari sana.
Dengan langkah santai dan berdiri. Dia melihat kasur ber seprai putih itu sudah diberi seprai anti air. Dan membuat dia bernafas lega.
Dia tak mengotori kasur empuk devan itu sendiri.
Setelah selesai mengganti pembalut dan memakai kembali celana dalam yang dia bawa di tas nya. Dan menyuci bajunya dan menjemurnya terlebih dahulu. Dengan terpaksa dia memakai kemeja devan yang besar itu hingga seperti sebuah dress.
Tak ingin lama lama dikamar dia keluar dan melihat devan sedang menyiapkan makan malamnya.
" Ayo makan malam dulu. Baru nanti kamu pulang atau tinggal disini." Ucap devan dengan tersenyum cerah. Membuat oliv bergidik ngeri. Karena dia merasa pria antagonis ini berubah menjadi manusia dari planet permen karena terlihat manis manis gimana gitu saat senyum senyum seperti itu.
Dia melihat di atas meja ada omelette kesukaannya. Darimana pria ini tahu dia suka dengan makanan itu. Apa mungkin kebetulan mungkin itu yang sekarang ada dikepala oliv karena dia diam saja. Dan menurunkan kain kemeja devan yang dia pakai dengan saat ini.
Melihat tubuh mungil dan berisi sesuai tempatnya dengan tinggi 169cm .Membuat oliv terlihat mungil kalau berdiri disamping devan yang tinggi tegap dan berotot itu. Dengan tinggi 189 cm membuat oliv tenggelam disampingnya karena perbedaan 20cm darinya.
Oliv hanya diam saja. Melihat pria didepannya. Sumpah dia ingin sekali menggapai nya kembali. Tapi dia takut tidak terbalas kembali. Dan takut keluarga pria itu tak merestui hubungannya karena dia anak yatim piatu.
" Ayo kita makan malam. Sebelum dingin. Itu tidak enak. " Ucap devan dengan dia yang sudah duduk di kursi depan meja makannya lalu dia memandang oliv uang masih berdiri mematung. "Apa kamu ingin aku datang kepadamu. Dan Mengendongmu. " Kata devan dengan suara seraknya yang khas itu. Suara itu juga tidak berubah di Telinga oliv dari dulu yang membuat bawah perutnya berkedut dan kupu kupu berterbangan mengelitik di lubuk hatinya.
" Apa boleh. " Hanya itu yang diucapkan oliv setelah duduk di kursi m depan meja makan.
Mendengar itu devan hanya mengelengkan kepala. Apa selama kuliah diluar negeri olivia menjadi kurang peka atau terlambat menyadari. Kenapa penyakit kurang peka nya bertambah parah. Membuat devan hanya tersenyum dan mengangguk.
" Apalagi makan omelette buatan ku. Memakan ku saja. Boleh asal sama sama mau. " Goda devan kepada oliv dan sedangkan yang digoda berwajah merah karena malu.
" Aku sedang... " Ucapan oliv terpotong saat devan kembali mengatakan sesuatu.
" Apa sesudah, Selesai kamu mau.Tak apa apa. Ini pertama buatku. Dan kalau buatmu alu tidak tahu. Karena empat tahun di luar negri. Tapi tidak masalah. Aku akan bertanggung jawab. " Ucapan devan yang terang terangan dan tanpa difilter membuat oliv menatapnya dengan tajam.
" Bukan itu mak... " Ucapan oliv kembali terpotong saat seseorang mengetuk pintu apartemen mewah devan.
Dengan berdiri dari kursi makannya devan melangkah menuju pintu keluar apartemen nya dan membuka pintu. Saat tahu siapa yang datang. Yang datang adalah model di supermarket sore tadi.
Melihat dia dibukakan pintu apartemen devan membuat wanita itu besar kepala. Dan ingin mengucapkan sesuatu. Tapi dia melirik sekilas ada Seorang wanita duduk membelakangi ruang tamu di meja makan dan sedang makan malam tanpa gangguan. Setelah selesai memakan makan malamnya dia berdiri dan mengunakan kemeja pria dengan bawahan tidak memakai celana. Membuat model itu menelisik penampilan wanita itu. postur tubuhnya lebih indah dari postur tubuhnya. Tinggi badannya lebih tinggi dari dia. Beberapa centimeter. Membuat model itu langsung Insecure saat berdiri didepan olivia.
" Dia siapa.? " Tanya oliv kepada devan tiba tiba. Karena bagaimanapun dia merasa marah karena sudah ada dia masih aja datang wanita lain di apartemen seorang pria. Dia sebagai mantan antagonis merasa di permalukan.
Dengan santai devan menjawab dan merangkul pundak oliv dengan menyenderkan kepalanya di atas kepala olivia.
" Dia teman lisa. " Ucap devan yang memang tidak tahu kalau model itu bukan seumuran lisa. Terlihat wajahnya yang lebih tua dari olivia.
" Lisa berteman dengan tante tante. " Ucap oliv yang membuat devan tertawa berbahak bahak. Sedangkan yang dibilang tante tante sangat marah karena menurutnya dia masih cantik dan muda. Memang tak secantik wanita yang bak barbie berjalan itu.
Dengan marah dia menuding oliv melakukan op las.
" Tak apa seperti tante tante tapi. Murni bukan hasil op las. ups. " Ucap model itu seperti pura pura keceplosan. Sedangkan oliv yang diam saja langsung membuka ponselnya dan memperlihatkan album foto masa dia baru lahir, taman kanak kanak, Sd, smp, Sma. Hingga sekarang. Dan memperlihatkan satu persatu. Difoto itu. Oliv bak barbie sudah dari dia dilahirkan. Jadi cantik dari dalam kandungan. Tanpa membantah dan melakukan pembelaan dengan lisan. Dia langsung membuktikan dengan album dia saat masih kecil. Itu lebih nyata dari pada perkataan.
Melihat itu semua membuat model itu tambah minder. Orang yang di kira operasi plastik ternyata cantik dari oroknya.
Membuat dia malu sendiri. Langsung pergi dati sana. Niat hati datang kesini ingin merayu devan malah melihat wanita lain di dalam sana. Dan dia kalah saing dengan parasnya. Sedangkan devan merasa senang karena oliv juga bisa menjadi prisai nya untuk menjauhkan dia dari para wanita pengoda lainnya.
Setelah melihat wanita itu pergi. Oliv dengan mendongak kan kepalanya melihat devan yang ada di depannya. Dan mengatakan sesuatu.
" Dia menyukaimu. Melihatmu saja dia sudah basah." Ucap oliv yang memang seorang dokter jadi tahu semuanya.
Mendengar ucapan oliv membuat pria disampingnya bertanya kemudian. Karena dia tidak tahu apanya yang basah.
" Apanya yang basah.? " Tanya devan dengan jelas karena dia tak bisa menerka sendiri. Takut salah artikan.
" Keringatnya basah semua. " Ucap oliv dengan menyengir kuda.
Padahal dia sedang mengerjai pria itu. Tapi memang tidak tahu sedang dibuat seperti orang oon sesaat karena otaknya sudah beleng di samping oliv dari kemarin. Karena sedikit tidak beres sama sekali. Membuat mereka berdua hanya diam. Dan oliv malah santainya pergi keruang tv. Dia sedang ingin tak dekat dengan adik laki lakinya. Karena pria muda itu sedang patah hati. Selalu mengeluh. Apa aku tak tampan, tak cool, Tak kaya. Hadeh dasar anak muda. Memang labil.
Dan untuk para reader, INGAT!!!! Kita hidup di dunia nyata. Jangan baper dan berpikir pria itu baik seperti di novel2. Sekali lagi, INGAT❗️GAK ADA YANG GRATIS DI DUNIA INI