Bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang? kehilangan kota kelahiran karena hacur? dan terbagun di tempat yang tidak asing setelah tidak sadar selama satu minggu?.
Aku adalah Muchlle Light, anak peminpin Geminiorum terdahulu. Aku akan menceritakan kisahku pada kalian,
Kisah kesenangan, "Michelle, aku menyayangimu."
Kisah kesedihan, "Tidak kakak!."
Dan keputusasaan, "Maafkan aku kakak, ini salahku."
"Aku ingin bertemu dengan kakakku lagi."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lee You, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 07 - Kucing Debu dan Harimau Pendek (Revisi)
mohon tinggalkan like kalian setelah membaca, You sangat senang
Anlyver Light
____________________________________
Biasanya saat malam tiba, sudah waktunya semua orang beristirahat dan berada di kamar.
Namun, berbeda dengan sosok wanita berpenampilan laki-laki bermata kuning. Yang berada di luar kamarnya menatap ke langit dan menghela nafas berat, dia adalah Anlyver Light.
Pada saat yang sama ada suara yang tidak asing lagi bagi Anlyver dan tanpa menoleh ke belakang dia sangat mengetahui sosok yang mengeluarkan suara di malam hari saat Anlyver sendirian.
Sosok yang tiba-tiba muncul itu bertubuh anak kecil dengan rambut dan ekor seperti macan putih, dengan kemeja biru lengan pendek dan celana pendek berwarna sama. Dan jangan lupakan hal yang membuat Anlyver sadar akan sosok yang kini berada di belakangnya, kalung lonceng kuning.
Sosok bernama Oracle itu kini bersandar di samping Anlyver dan membuka percakapan, "Bagaimana harimu ?," Tidak mendapatkan jawaban, Oracle sekarang berbicara lagi setelah berhasil membaca situasi, "Lebih baik kamu beritahu saya".
"Tidak masalah, jangan khawatir." Mendengar Anlyver menjawab perkataannya membuat Oracle bergumam pada dirinya sendiri dengan kesal, "Tidak masalah? Jangan khawatir? Terlihat jelas di wajahnya bahwa dia berbohong."
Tepat ketika Oracle selesai dengan guamannya, dia menjadi semakin kesal dengan perilaku Anlyver dan berteriak, "Jangan menyembunyikannya dariku! Aku Godlariommu!," Belum selesai di situ, Oracle meraih kerah Anlyver dan melanjutkan, " Dengar! Kamu! Tidak pandai berbohong! Jadi beri tahu aku atau ... "
Kata-kata itu terputus setelah Oracle melihat wajah yang serius dari Anlyver. Dan membuat Oracle melepaskan cengkeramannya.
"Dia selalu membuatku memotong kata-kataku setiap kali aku kesal." Guam Oracle di hati.
Oracle diam-diam mendengar namanya disebutkan, tetapi dia berpura-pura tidak mendengar dan setelahnya Oracle merasa kepalanya disentuh.
"Maaf," kata Anlyver.
Setelah melihat orang yang melakukannya, Oracle menjawab dengan mengatakan, "Lupakan."
Setelah lama saling hening. Akhirnya salah satu dari mereka membuka percakapan lagi.
"Aku muncul karena aku tidak bisa tidur, awalnya aku hanya menebak bahwa kamu melakukan tugas kerajaan. Tapi, kamu malah berada di tempat seperti ini." Mendengar perkataan Oracle membuat Anlyver menjawab, "Jadi, kamu datang kepadaku untuk menyuruhku tidur? Bukankah aku sering begadang, kamu tahu itu kan?"
"Yah, itulah sebabnya aku keluar. Aku ingin membantumu dengan pekerjaanmu. Kita selalu bekerja sampai larut malam untuk mengatasi masalah kerajaan ini," kata-kata Oracle sekarang berubah menjadi pertanyaan setelah melihat Anlyver tiba-tiba terdiam, "Apa ada masalah?"
"Sore ini, Madam Greean datang ke sini," kata-kata Anlyver diikuti oleh pertanyaan dari Oracle, "Kelinci merak itu? Urusan macam apa yang membuat dia datang?"
"Ini tentang kerajaan yang baru dibuat di utara, kerajaan Ophiuchi. Dan ini sangat, sangat penting," jawab Anlyver.
"Rupanya masalah kerajaan lain, Seberapa penting itu?," Kata Oracle dan melanjutkan setelah menghela nafas, "Orang-orang dari kerajaan hutan lepus selalu mencari masalah dengan berdebat. Jadi masalah apa yang membuatmu terlibat?"
Anlyver, yang sudah lama terdiam, mulai menjawab, "Ini tidak hanya melibatkan aku, tapi semua orang, anak-anak dan orang dewasa. Tiga kerajaan dan ..." Belum menyelesaikan kata-katanya. Oracle menghentikan kata-kata Anlyver, karena menurutnya penjelasan Anlyver terlalu berlebihan. "Cukup! Kamu terlalu serius. Aku akan mendengarkan jika kamu menjelaskannya dengan santai."
"Oracle, apakah kamu ingat seseorang bernama Orion ?," Di sini Anlyver memilih langsung ke inti permasalahan dan pertanyaan yang dia berikan membuat mata kuning Oracle menajam, "Kenapa kamu menanyakan hal seperti itu? Bukankah kita sudah membahasnya? "
"Makhluk itu masih hidup," Oracle bahkan tidak menerima kata-kata Anlyver. Namun, di sisi lain, Oracle mulai membulatkan matanya setelah melihat rekaman kamera cermin di depannya.
Rekaman sihir menunjukkan sekelompok orang berlarian sambil meminta tolong. Semua gambar ini sekarang telah berhasil membungkam Oracle sepenuhnya. Dan salah satunya adalah ketika matanya melihat para Godlariom yang dibawa secara paksa oleh makhluk hitam yang menyerupai asap.
Bukan hanya satu orang, tapi banyak.
Melihat hal semacam ini membuat Oracle berkata dengan nada yang sangat pelan, "Tidak, tidak mungkin. Anda pasti berbohong."
Kini Oracle yang tadinya ribut. Kini menjadi benar-benar diam.
Melihat Oracle terdiam membuat Anlyver menceritakan sebuah fakta. "Aku tidak berbohong, Oracle. Kami berjanji tidak akan pernah menyembunyikan apa pun dan itu termasuk kejujuran."
Kata-kata yang berhasil membuat Oracle teringat saat pertama kali bertemu Anlyver. Namun, semua itu berubah dengan cepat setelah Oracle kembali mengingat orang-orang yang telah berpisah dari Godlariom mereka.
"Apa kau mendapatkannya dari kelinci merak itu?" Oracle bertanya sambil menundukkan kepalanya.
"Ya. Rekaman ini diterima oleh Madam Green dan suaminya bersama dengan surat yang dibawa oleh penjaga." Ucap Anlyver setelah menagguk.
Di kepala yang masih tertunduk. Oracle mengucapkan kata-kata sambil mengeram seperti binatang. "Aku benci mengatakan hal-hal ini, Anlyver. Tapi lebih baik kamu tidak ikut campur."
Anlyver sekarang menunjukkan wajah dengan mata bulat setelah melihat perubahan Oracle.
Oracle, yang bertubuh kecil, sekarang telah berubah total. Bertubuh jangkung, rambut putih panjang dan wajah yang awalnya tampak seperti bocah 10 tahun berubah menjadi remaja laki-laki dengan tiga garis di pipinya.
Melihat perubahan Oracle membuat Anlyver bergumam pada dirinya sendiri, "Dia berubah! Ini buruk!"
"Anlyver ...," Mendengar namanya dipanggil Oracle tak membuat Anlyver kaget, melainkan bergumam pada dirinya sendiri karena baru menyadari satu hal. "Harimau sialan, kamu terlalu dekat!"
Saat guaman selesai, Anlyver sekarang benar-benar terkejut. Karena kedua tangan Oracle dengan cepat meraih bahu Anlyver dan sekarang Oracle mulai menggeram lagi.
Di tengah situasi yang Anlyver alami. terdengar bunyi lonceng seperti membuat ritme.
Dan setelah melihat sosok itu Anlyver menyebut namanya, "Agnis!"
Anda bisa melihat sosok pria jangkung yang sedang duduk santai, dengan baju hijau yang memamerkan lengan berotot dan celana panjang putih. Membalut tubuhnya yang gelap. Tak lupa rambut hitam panjang yang diikat.
"Luar biasa." Kata Agnis yang memberi ritme sambil bertepuk tangan dengan dua lonceng di tangan kanan dan kirinya.
Ini malah membuat Oracle tidak senang. "Kamu disini untuk apa?"
Mendengar pertanyaan Oracle membuat Agnis menjawab dengan nada mengejek. "Jadi kenapa? Kamu bukan satu-satunya yang wajib bersama Anlyver, Saudaraku."
Kini Anlyver melihat dua sosok yang saling menatap dengan mata kuning yang sama-sama tajam.
Dan sekarang Anlyver harus mendengar dua sosok di depannya saling mengejek. Oracle memanggil Agnis dengan kata-kata, "Kucing hitam pembawa sial!." Sementara itu Agnis menjawab dengan lebih menghina, "Bocah harimau, pendek dan jelek!."
"Sepertinya kamu ingin bertarung," kata Oracle, yang semakin kesal mendengar penghinaan yang diterimanya.
Dengan nada tinggi Agnis menjawab, "Jika itu terjadi, aku yakin pemenangnya adalah orang yang ada di depanmu sekarang."
Sayangnya, suara pertarungan dua sosok yang akan terjadi berubah saat angin yang sangat kencang muncul dan membuat Agnis dan Oracle melihat asalnya.
Angin yang muncul berasal dari sayap putih yang tertutup dan ketika terbuka, terlihat jelas sosok itu ada di dalam, itu adalah Anlyver.
"Kalian ingin aku melihat pertarungannya ?," Kata-kata itu berhasil menampilkan mata kuning yang tajam. Dan semakin tajam saat Anlyver melanjutkan, "Aku sudah melihatnya. Jadi, cukup untuk malam ini."
maaf atas metidak nayamanannya
jadi segjtu aja dan maaf tidak bisa memuaskan para pembaca. karena Gadis Geminiorum memiliki banyak typo dan kosa kata yang salah. tapi hari ini mohon dukungan kalian.
dan berhubung aku lagi sakit, tolong dukung novel ini agar bisa menjadi novel yang lebih baik. dengan kalian memberikan like kalian sudah membantuku dari pemikiran buruk saat akau sedang sakit.
walau hanya yang baca sekarang mulai mendikit tapi tolong beri like kalian pada author wibu ini (mencoba jujur) untuk kalian para pembaca.
segitu saja dari saya. terimaksih... salam baca