Setiap Pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhea Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
8. Rencana Makan Malam
Sam menundukkan wajahnya perlahan, dia membuang nafas pelan dan menatap Queen. “Begitu lah, aku tidak memiliki pilihan lain Queen, sepertinya memang sudah saat nya aku meninggalkan King, jika aku memiliki waktu luang, aku berjanji akan main dan menemui Chloe juga Max,” ucap Sam dengan raut wajah sedih, dia sudah menceritakan semuanya, mengenai telepon dari Mommy nya dan tentang pendamping hidup yang belum juga dia temui sampai sekarang.
Queen menarik nafasnya dalam, tidak ada cara untuk membujuk Sam yang sudah memegang keputusan bulat dengan apa yang dia katakan tadi. “Baiklah, jika ini yang terbaik untuk mu Sam. Masalah King biar aku yang mengatasinya, dia hanya butuh waktu saja untuk menerima semua ini. Um, jika suatu saat nanti kau membutuhkank bantuan atau apapun itu, jangan pernah sungkan Sam, aku dan King masih akan terus menganggap mu sebagai keluarga kami.”
Sam tersenyum, dia mengangguk dan semakin terasa berat di dalam hatinya melepaskan pekerjaan ini. “Oh ya, Queen. Aku tidak pernah sempat mengatakan ini pada King, dia selalu menolak saat aku membahas tentang sekertaris pengganti yang sudah aku temui.”
“Sekertaris pengganti? Kau benar-benar sudah menyiapkannya?” Tanya Queen dengan kedua alis yang bertaut.
“Ya, aku ingin meninggalkan King dengan tenang, aku sudah mendapatkan sekertaris yang cukup sabar menghadapi King, kau tahu sendiri bukan bagaimana sikap King jika sudah keras kepala.”
Queen dengan cepat mengangguk. “Ya, kita semua tahu bagaimana sikapnya,” kekeh Queen pelan. “Memangnya seperti apa sekertaris yang kau dapatkan, seorang pria yang sabar seperti mu?” Tanya Queen.
Tidak langsung ada jawaban yang keluar dari mulut Sam, dia membenarkan sejenak posisi duduknya dan terbatuk kecil. “Sebenarnya dia bukan seorang pria. Dia bernama Monica, sekertaris yang aku dapatkan atas rekomendasi teman ku. Aku sudah menemuinya dan aku rasa dia cukup sabar dan sopan, Queen.” Sam mengetik sesuatu pada laptopnya lalu memutarkan laptop dan menunjukkan sebuah CV yang di lengkapi foto pada Queen. “Dia sudah 4 tahun menjadi sekertaris, lulusan terbaik di kampusnya dan ada beberapa hal menarik darinya.”
Queen menatap ragu CV tersebut, dia menoleh ke arah Sam dan bergumam pelan. “Apa ada baiknya kau memilihkan sekertaris pria untuk King? Aku sangat yakin dia lebih nyaman bersama seorang pria,” jawab Queen ragu.
Sam tersenyum kecil, dia kembali membenarkan posisi laptopnya kembali menghadapnya. “Apa kau cemburu jika King memiliki sekertaris wanita, Queen? Ini pertama kalinya aku melihat mu cemburu,” kekeh Sam pelan. Lalu dia mengangguk kecil dan mengetik kembali. “Baiklah, aku akan memilihkan sekertaris pria yang cocok untuk bekerja bersama King.”
Belum sempat Sam mengecek email daftar kandidat, Queen menghentikan Sam. “Tidak, mana mungkin aku cemburu pada wanita lain Sam, King tidak akan bisa melirik wanita lain,” ujar Queen dengan tawa khasnya. “Um, bagaimana jika begini, aku ingin melihat terlebih dahulu bagaimana Monica dari langsung, apa kita bisa membuat recana makan malam? Dari pagi sampai sore aku terlalu sibuk mengurusi anak-anak, jika kau tidak keberatan lusa kau membawanya, Sam. Kau tahu kan ada banyak wanita yang terlalu berani, aku tidak terlalu suka,” ucap Queen.
“Aku mengerti Queen, aku sangat yakin Monica buka wanita yang terlalu berani seperti yang kau maksudkan tadi. Baiklah, aku akan membawanya saat makan malam, di mana kita akan bertemu?” Tanya Sam.
“Di Restoran saat King meminta mu membawakan berkas 2 minggu lalu, bagaimana? Restoran milik teman ku, sekalian aku ingin bertemu dengannya,” usul Queen. “Kalau begitu ayo ke ruangan King, aku yakin Max sangat merindukan mu,” kekeh Queen pelan yang kemudian berdiri dari duduknya dan di ikuti oleh Sam.