Arshaka pemuda tampan tumbuh dewasa tanpa kedua orangtuanya dan memiliki tanggungjawab yang sangat besar harus menjadi sosok orang tua untuk ketiga adiknya.
Sekuel Arshaka adalah sambungan dari cerita Dijodohkan Gus Abiyan. jika ingin tau asal cerita ini simak dulu cerita sebelum nya Dijodohkan Gus Abiyan🙏🏻🙏🏻🙏🏻❤❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LenyyY0507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Abi
"Astaghfirullah.. ".
" Kak, ayo ke tepi lapangan ".ajak seseorang menghampiri Zara.
Kepala Zara mendongak, ia menatap pria remaja dihadapan nya ini tak membantunya berdiri dan berjalan lebih dulu menuju tepi lapangan.
" Tunggu disini sebentar, Kak, aku ambil air dulu ".
Remaja tersebut entah kemana tetapi tak lama membawa botol air mineral dingin, dan menyerahkan pada Zara.
" Minum, kak"
"Makasih".
Zara meminum sebotol air sampai tandas, lalu membuka botol kedua dan meminumnya hingga setengah.
Mata pria remaja itu menatap papan yg Zara kenakan" gak ikut Tahajjud dan shalat subuh? ".
" Iya".
"Emangnya temen-temen Kakak kamar ga ada yg bangunin? ".
Zara menggeleng" gak ada yang mau temenan sama gue, gue ga punya temen disini".
Pria remaja itu terkejut ketika mendengar ucapan Zara yang menggunakan kata Lo-gue.
"Pasti kakak masuk Pesantren ini bukan karena kemauan sendiri, ya? ".
" Kok tau? ".
" Keliatan aja kakak ga nyaman disini lalu mendapatkan masalah dan ga punya temen ".
" Nenek gue yg masukin gue kesini, karena orang tua gue sibuk semua sama kerjaan. sampe mereka lupa kalau punya anak satu-satunya yang sebatang kara, Tapi justru mereka menyalahkan gue, mereka mau pisah, gue yang udah muak akhirnya tinggal sama Nenek tapi nenek malah nyuruh gue untuk masuk Pesantren ".
" Orang tua kakak berpisah? ".
" Belum, mama gue selingkuh, akhirnya Papa ikut selingkuh, gue ga ngerti sama mereka padahal dulu mama pernah jadi santri juga, tapi sekarang malah selingkuh. Kenapa nenek masukin gue ke Pesantren ".
"Mungkin maksud nenek kakak bukan gitu, Kak. Aku yakin neneknya kakak punya maksud lain sampai masuki kakak ke sini".
"Ah.. lo ga ngerti jadi gue, punya orang tua yg ga pernah peduli dan ga pernah mengerti diri kita ada yg sayang sama kita bahkan gue besar pun tanpa bimbingan orang tua".
" Kakak beruntung masih memiliki orang tua dan seorang nenek, mereka sayang sama kakak ".
" Maksud lo? ".
"Aku emang ga bisa merasakan apa yang Kakak rasakan, karena kedua orang tuaku udah pergi untuk selamanya, bahkan ga pernah bertemu Abba, sedangkan Umma pergi disaat umurku masih 7 tahun tapi aku bersyukur karena memiliki 3 kakak yg selalu sayang sama aku".
" Orang tua lo meninggal? ".
" Iya, kak aku juga besar tanpa bimbingan orang tua, tapi aku masih punya 2 abang dan 1 kakak yang membesarkan aku, sedangkan aku udah ga punya nenek dan kakek ".
" Ummat melahirkan aku disaat Abba udah meninggal, 3 tahun setelah Abba meninggal Jiddahku sakit, ga lama meninggal dan 3 bulan Jiddy ikut nyusul, sedangkan aku umur 7 tahun Ummat meninggal dunia, aku cuma punya 2 abang dan 1kakak, Eyang putri dan Eyang kakung, tapi saat aku berkumur 10 tahun Eyang kakung meninggal gak lama Eyang putri saki karena sayang banget sama Eyang kakung akhirnya ikut menyusul istri dan 2 anak kesayangan yg udah meninggal".
"Tersisa kita berempat, Abang-abangku dan kakak ku selalu berusaha membe8 yg terbaik untuk aku, kami sempat diurus sahabat baik Abba dan Umma tapi 2 tahun i i mereka pindah ke Singapura. Mama Om Fahri dan Tante Cika dan mempunyai anak perempuan yang seumur seperti kamu. Namanya Aqila orang nya baik".
Mendengar cerita panjang Pria remaja tersebut membuat Zara merasa tak enak.
"Kenapa lo cerita sama gue? ".
" Entah, tiba-tiba aja aku cerita ini ke Kakak ".
"Maaf udah bikin lo sedih".
" Aku ga sedih, kak. karena aku masih punya Abang dan kakak oh iya.. katanya kakak ga punya teman? aku mau kok jadi teman kakak, tapi kita ga bakal sering ketemu diarea pondok, karena Asrama kita cukup jauh ".
"Lo mau temenan sama gue? ".
" Iya kak, umur kakak pasti 17 atau 18 tahun y, nama kakak siapa? ".
" Gue Zara, 19tahun, lo siapa? ".
" Abizan, namaku Abizan umirku 13 tahun".
"Oke,Abi terimakasih untuk perkenalan dan air minumnya, gue pamit duluan gerah nih mau mandi, sampai bertemu lagi, dah".
Zara beranjak berlalu dari hadapan Abizan sedangkan senyum dibibir Abizan menghilang, ia menatap kepergian Zara dengan wajah yg mendadak kaku.
" Aby? ".lirih Abizan.
...----------------...
kalian ingat panggilan, " Abi?? ".
kurang menarik endingnya
Mantan by Denia A
KNP GK BUAT TOKOH CAKA BAHAGIA SAMA ZARA HINGGA AKHIR HAYAT MEREKA,, KNP GK BUAT TU TOKOH NAZWA UNTUK DI JODOHKN SAMA ABIZAN.. UDH KETEBAK STYLE OTHOR BUAT CERITA,, OTHOR TYPE PENULIS YG GK SUKA LIAT TOKOH CERITANYA SNDIRI BAHAGIA...GK NYENANGIN READER ATAU PEMBACA,, MAKANYA AKU BILANG, PASTI PENGALAMAN PRIBADI OTHOR...
DAN LAGI2 ADA AZA TOKOH YG DIBUAT SAKIT ATAU KCELAKAAN