Aresh Keenan Gutama, memiliki takdir yang tak terduga. Ia selalu mengharapkan hal-hal yang mustahil terjadi di dunia ini.
Karena itulah ia selalu menemukan sesuatu yang Magis, tempat di mana tidak ada satu manusiapun yang bisa menemukan keberaannya. Hingga ia menemukan sesuatu yang membuatnya jatuh cinta. Tentang ia yang tidak ada di dunia, Makhluk tercantik yang pernah ia temui, makhluk terindah yang selalu ingin ia nikmati.
.
Misi mencari sayap tergelap yang pernah tercipta.
.
FAIRY EN AVES
@daynosawrush
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NanaBwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
07. Siapa Pemiliknya?
......_____________↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-___________......
Aresh sudah sampai di pelataran rumah yang cukup luas dengan dua lantai.
Sudah hampir setiap pagi dirinya mampir kerumah ini, sangat asri dan Aresh menyukainya. Aresh menyukai rerumputan hijau dan daun daun yang tertempel sangat indah di dinding rumah. Sangat berbeda dengan rumah rumah tetangganya yang memiliki arsitektur modern.
Rumah yang cantik untuk penghuninya yang sama cantiknya, Aresh memakirkan motornya tepat di pelataran rumah itu, ia merogoh poselnya dan mengetik beberapa bubble pesan. Ia tersenyum sangat manis saat pesan singkatnya itu terbalas sangat cepat. Aresh mendongak melihat tepat ke arah jendela bening yang masih tertutup rapat oleh horden.
Seseorang menyibak horden yang melambai terbawa angin pagi, gadis itu tersenyum ke arah Aresh seakan ia sangat menantikan kedatangan kekasihnya. Aresh yang masih duduk di atas motor ikut mengulas senyum, matanya menjadi hilang.
Fey di balik jendela kaca itu langsung bergegas keluar rumahnya dan menemukan Aresh dengan senyum cerahnya, yah sangat menyenangkan bisa melihat senyum dengan mata menyipit seperti milik Aresh itu, sama sekali tidak membosankan meskipun dilihat setiap hari.
"Yuk!" ajak Fey seraya menerima uluran helm dari Aresh.
Aresh terdiam sesaat melihat ke arah rumah Fey, seperti ada yang kurang. "Gak pamit dulu sama bunda?"
"Bunda lagi gak dirumah" ucap Fey di sela sela dirinya memakai helm.
Aresh membantu gadisnya mengeratkan pengait pada helm , "Kemana?" tanya Aresh.
"Ada kerjaan di luar kota"
Aresh mengangguk mengerti, "Sendirian dong dirumah?" tanyanya dengan senyum penuh arti dan semangat.
"Iya, tapi ada bik Cia yang nemenin sampe bunda pulang." Kata Fey. Kemudian ia menatap pacarnya aneh saat kedua bahu pria itu melorot pasrah, "kenapa emang?"
"Gak bisa dong berduaan sama kamu" ucap Aresh sedikit murung, begitu lucu, Fey saja sampai terkekeh.
Fey mendekatkan diri, kemudian tepat di telinganya Fey berbisik. "Kalo malem, bik Cia pulang kok"
Senyum Aresh mengembang sesaat setelah mendengarkan bisikan halus oleh seorang Fey Kirana. Suaranya melantun dan menggoda, Aresh menyukainya.
"Dah, Ayok berangkat nanti telat!" ajak Fey saat melihat Aresh yang terus saja tersenyum.
Fey menaiki motor lalu melingkarkan tangannya pada perut Aresh, ia takut terjatuh walaupun Aresh mengendarai motor dengan kecepatan standar. Katakanlah bahwa ini salah satu cara untuk menandai Aresh sebagai kekasihnya, Aresh hanya akan menjadi miliknya.
......_____________↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-___________......
Sesampainya di sekolah, Aresh dan Fey memisahkan diri. saling memisah menuju ke kelas masing-masing. Perpisahan yang selalu di akhiri dengan rasa enggan, tapi sekarang mereka berada di sekolah, mau tidak mau mereka harus mengerti kapan waktu untuk menjalin kasih toh mereka masih bisa bertemu istirahat nanti.
Aresh memasuki kelas dan menemukan Hama yang tumben sudah berada di kelas. Sahabatnya masih terfokus pada buku catatannya hingga tidak sadar dengan keberadaan Aresh yang sudah duduk di sebelahnya.
"Tumben lo udah nongkrong di kelas, biasanya nongkrong di kantin" Ujar Aresh setelah mendaratkan bokongnya pada bangku kayu.
Hama menoleh sekilas ke arah Aresh lalu kembali lagi melanjutkan catatannya, "Gue lupa, hari ini ada tugas fisika"
Ohalahh, ya pantes Hama gasik berada di dalam kelas.
"Lo pasti udah kan tugas fisikanya?" tanya Hama.
"Belum" jawabnya singkat, dan langsung membuat Hama menoleh kaget.
Mana mungkin Aresh belum mengerjakan tugasnya, biasanya sahabatnya ini sangat rajin jika masalah tugas.
"masa?" tanyanya lagi tidak percaya, lalu merebut buku tugas yang baru saja di keluarkan Aresh.
Hama mulai membuka buku itu dan benar saja Aresh belum sama sekali menjawab satupun pertanyaan dari tugasnya.
"Lo serius Resh? kerasukan apa lo, tumbenan belum di kerjain" ujar Hama memberikan kembali buku tugas milik Aresh.
"lupa"
"selula lupanya dan sesibuk sibuknya lo pasti bakalan ngerjain tuh tugas,. Gak mungkin kan karena pacaran mulu sama si Fey"
Bukan, bukan Fey alasan Aresh tidak mengerjakan tugas. Dirinya juga bingung mengapa ia tidur sangat awal, padahal biasanya ia begadang sampai tengah malam. Ada hal lain yang membuatnya menjadi tidur dengan cepat, hembusan halus yang seakan membiusnya di tambah dengan suara rintik hujan yang terdengar sangat jelas di atap genting rumahnya.
Aresh tidak tau, ini adalah kali pertama ia merasa nyaman dalam hal tidur. Karena dirinya termasuk orang yang sangat sulit sekali tidur sampai ia harus membaca atau mengerjakan tugasnya terlebih dahulu baru ia bisa tertidur.
Ia berbicara sendiri dalam hatinya sesekali menoleh ke arah jendela yang entah mengapa sudah berembun, pagi ini hujan ternyata. syukur saja ia tidak kehujanan tadi saat berangkat sekolah bersama Fey.
"Hujan, padahal tadi terang benderang" celetuk Hama yang entah sejak kapan ikut menatap kearah jendela.
"jadi ngantuk kan gue" ucap Hama lagi kini ditambah dengan menguap.
Aresh memilih acuh dan lanjut mengerjakan tugasnya yang belum selesai.
"Bangunin gue ya Resh kalo ada guru, gue mau tidur bentar" suruh Hama dengan mata yang sudah terpejam.
"dapet hero apa sampe di sekolah ngantukan"
"belum dapet, kalah terus" tanggap Hama dengan kepala yang sudah di topang dengan tangan di atas meja.
"kenapa lo gak pake waktu luang lo buat ngerjain tugas. daripada lo pake buat ngegame."
"ngegame itu buat ngilangin stress Resh"
Aresh masih fokus dengan tugasnya, "tapi kenyataannya lo gak waras waras, malah tambah stress kalo gue liat liat"
Hama mendadak terperanjat membenarkan posisi duduknya, "kayaknya gue stress gegara jomblo deh, Resh" pikir Hama, membuat Aresh menggelengkan kepalanya tidak habis fikir.
"Lo punya stok cewek buat gue pacarin gak Resh? udah terlalu suci banget ini gue kagak pacaran."
"Nggak." singkat padat dan jelas.
Hama sontak langsung memasang muka asem, memang tidak akan pernah dapat jika meminta seorang wanita kepada Aresh. Meskipun pria itu sangat setia dengan pacarnya tapi tidak bisa di pungkiri bahwa maasih banyak wanita. yang mendekati Aresh. katanya sih sebelum janur kuning melengkung ya trabas aja.
"Nih, kalo mau nyalin. cepet! gue tinggal ke WC dulu" kata Aresh seraya menyodorkan buku tugas miliknya tepat di depan Hama.
"Buseettt! anak jenius sedari lahir emang beda". Olok Hama namun pada akhirnya ia menyengir juga menerima sodoran tugas yang sudah terjamin kebenarannya dengan senang hati.
......_____________↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-___________......
"Weh santai dong!" ungkap seorang pria bersama dengan satu temannya terlihat sedang mengganggu seorang gadis yang hendak keluar dari kungkungannya.
"Pliss, Yordan lepasin gue" pinta gadis berkucir tunggal yang terlihat sudah berantakan.
"urusan kita belum selesai Mi!" Ungkap Yordan dengan wajah penuh tekanan.
"Urusan apa lagi?"
"Lo gak bisa nyelesaiin urusann lo, dan sesuai kesepakatan awal kita. lo harus pergi tinggalin sekolah ini"
"Gue gak bisa gitu aja keluar dari sekolah ini" ucap Mika dengan penuh panik karena Yordan yang semakin menghimpitnya.
"tapi gue bisa bikin lo keluar dari sekolah ini!"
"Gue mohon jangan kayak gini, gue janji bakan cari lagi"
Yordan mendecih, "Apa yang bisa lo jaminin kalo lo gak bisa nemuin itu?"
"gue bakalan bener-bener keluar, tapi kasih gue waktu"
Lalu pada akhirnya Yordan menyetujui permintaan gadis manis itu, ia akan memberikan waktu untuk Mika mencari cicin miliknya yang hilang saat ia bertanding basket tempo lalu.
Hanya Mika yang bisa ia suruh karena ia satu-satunya murid yang menjadi langganan bullyannya. Mika termasuk gadis manis dan cantik jika saja Yordan sadar akan hal itu.
Aresh baru saj keluar dari WC dan tidak sengaja berpapasan dengan Yordania yang memasang wajah suntuk dan kesal. Sangat tumben pria itu hanya melewati Aresh begitu saja tidak seperti biasanya yang pasti akan mencari perkara dengannya.
Aresh pun acuh ia dapat merjalan dengan aman dan nyaman menuju kelasnya, dari arah depan matanya bertemu dengan Mika namun di putus begitu saja oleh gadis berkacamata itu. Terlihat berantakan, apa yang sebenarnya sudah di lakukan Yordan hingga membuat Mika seberantakan itu.
Mika berlalu begitu saja saat Aresh akan menghampirinya, sontak hal itu membuatnya mengerutkan kening saking tidak pahamnya. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Mika? Yordan tidak memperkosanya lagi kan?.
......_____________↶*ೃ✧˚. ❃ ↷ ˊ-___________......