Indonesia
NovelToon NovelToon
Betterhalf

Betterhalf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kehidupan di Kantor / Teen School/College / Persahabatan / Cintapertama / Cinta Murni
Popularitas:8.6k
Nilai: 5
Nama Author: Della Marissa

Avril adalah seorang anak remaja yang mencoba untuk bertahan hidup di tengah banyak nya masalah. ia tak pernah menyangka bahwa hidup nya akan berbalik menjadi sangat kesepian setelah kepergian 3 orang keluarganya.

tidak mudah bagi Avril melewati itu semua, namun Tuhan sangat baik Ia memberikan laki-laki yang selalu setia menemani dan menjaga Avril.

tapi Tuhan merahasiakan siapa yang akan menjadi takdir indah bagi gadis itu, dimana ada 2 laki-laki yang Tuhan titipkan untuk nya. lalu bagaimana cara Avril bisa menemukan belahan hati yang sesungguhnya?

novel ini di butuh kan kesabaran untuk mengikuti setiap alur nya, selamat membaca dan terus dukung novel ini. terima kasih~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Della Marissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

crush

"eh ril kita duduk di sana aja yuk" Chika menunjuk sebuah tempat duduk yang ada di kantin.

Avril mengangguk dan mereka berdua langsung berjalan ke arah tempat tersebut sambil membawa makanan di tangan.

dengan sedikit terburu-buru mereka pun duduk dan langsung makan karna takut bel istirahat akan berbunyi.

"eh ril lu liat tuh mereka, gaya nya sok iya banget ya" Chika menunjuk dengan dagu nya ke arah 3 orang gadis yang tengah berkumpul bersama sekumpulan anak laki-laki.

Avril pun ikutan melihat ke arah mereka.

"oh doremi?" Chika mengangguk sambil meminum es the nya.

"si Dona, Reva, sama Miya tuh kecentilan banget yah kaya pick me girl gitu" kata Chika dengan sedikit berbisik Avril hanya terkekeh.

"yaudah biarin aja lah, bukan urusan kita ini" balas Avril cuek dan tidak lagi memperhatikan gadis-gadis itu.

"ya tapi kan mereka centil sama crush gue, jadi nya ya itu urusan gue juga lah!" Avril mengerutkan alis dan menatap Chika.

"siapa crush lu?" Chika terdiam sejenak dan dengan malu-malu dia pun menjawab.

"hehe Markus" Avril membelalakkan mata nya tak menyangka.

"anjir serius lu? gua baru tau lu suka sama dia" Chika hanya cengengesan.

"udah dari lama sih tapi baru bilang sekarang" Avril hanya berdecak tak habis pikir.

"yaudah kalo gitu lu samperin tuh gank nya doremi, bilang sama mereka biar ga deket sama Markus" kata Avril memberikan saran yang terdengar seperti tantangan.

"ah engga deh, gue ga berani" Chika menghela napas dan langsung melanjutkan makan nya.

"dasar"

tak lama siswa siswi di kejutkan oleh suara bell sekolah yang berbunyi menandakan waktu istirahat telah berakhir.

"ayo cabut ke kelas" Avril bangkit duluan dari duduk nya lalu berjalan keluar dari kantin dan di susul oleh Chika dari belakang.

setelah bell istirahat berbunyi, suasana di sekolah menjadi hening karna kegiatan belajar sudah di lakukan kembali, terkecuali kelas nya Avril.

di kelas Avril sangat lah ramai dan berisik karna kebetulan jam kosong, tidak ada guru yang mengajar. entahlah mungkin guru itu sedang ada urusan di luar.

"gue tuh udah baca novel ini 5 kali lebih, udah bosen" kata Avril sambil memegang sebuah novel di tangannya.

"kalo gitu gue pinjem dong. bosen gue kalo di rumah ga ada kegiatan, mendingan jadi kutu buku biar pinter kaya Avril" saut Chika sambil merebut novel dari tangan Avril.

"iya baca aja tapi jangan nyalahin gue kalo mata lu sembab abis baca tuh buku" Chika memandang Avril dengan tatapan remeh.

"halah masa cuma gegara cerita bisa nangis sih? ini mah terlalu lebay" Chika berkata dengan nada meremehkan.

"lah yaudah coba aja lu baca dulu" Avril merapihkan posisi tas nya dan menenggelamkan wajah nya di meja dengan dua tangan sebagai tumpuan.

sedangkan Chika mulai membaca novel hasil pinjaman dari Avril.

"permisi" seorang anak laki-laki muncul di depan pintu kelas Avril.

kelas yang tadi nya gaduh kini berhenti dan menoleh ke arah anak laki-laki itu.

"oit kenapa?" saut teman Avril yang di ketahui bernama Bimo.

"gue dapet pesan dari bu Siska, katanya hari ini semua kelas pulang lebih awal karna guru ada rapat penting" sontak satu kelas bersorak senang mendapat pesan seperti itu.

"YESS!!!"

"MAKASIH BRO INFO NYA"

"yoi bro sama-sama"

mereka langsung bersiap-siap untuk pulang, tak terkecuali Avril yang juga ikut mendengarkan berita tersebut.

Avril bergegas merapihkan alat tulis nya dan membaca doa sebelum keluar dari kelas.

di susul oleh Chika, mereka berdua jalan turun ke lantai dasar dan melewati lapangan.

saat mereka sudah berada di lapangan, tiba tiba Markus datang menghampiri Chika dan Avril.

"tunggu" Avril dan Chika terdiam sambil menatap Markus.

"apaan?" tanya Avril.

"lu pulang bareng gua" Avril menatap Markus dengan tatapan sinis.

"lo siapa? kenal juga engga, udah minggir" Avril menarik tangan Chika untuk segera pergi dari sana.

Avril tahu jika sedari tadi Chika fokus memperhatikan Markus yang berada di dekat nya.

namun saat hendak pergi, tas milik Avril di tarik oleh Markus membuat badan Avril ikut tertarik ke belakang, Avril pun menoleh sambil memberontak.

"lu apaan sih, lepas!" Avril meninju tangan Markus yang berada di tas nya.

"gua bilang pulang bareng gua"

kata Markus yang membuat Avril tambah naik pitam.

"gajelas lu njing, awas!" Avril menginjak kaki Markus dengan sangat kencang, membuat laki-laki itu meringis dan langsung cepat-cepat Avril pergi meninggalkan nya.

Chika yang bingung harus berbuat apa, segera berpamitan kepada Markus dan pergi menyusul Avril.

"permisi kak, woi Avril tungguin!" Chika berlari menyamakan langkah nya dengan Avril.

"ril tungguin" walau sedikit terengah-engah Chika berhasil berjalan sejajar dengan Avril.

"ayo lah cepetan jalan nya" terlihat dari wajah Avril bahwa gadis itu kesal.

"lo kenapa ga terima tawaran dia aja? kan enak gak perlu capek-capek jalan" kata Chika kepada Avril.

"gue gamau, gue ga kenal sama tuh orang. terus tiba-tiba dia dateng ngajak gue pulang bareng, dah gila kali" omel Avril.

"ohh gitu, yaudah deh. tapi kok dia bisa kenal sama lo ya?" setelah bilang begitu, keadaan menjadi hening. tidak ada yang berniat membuka suara hingga akhirnya Avril ingat akan sesuatu.

"lo suka kan sama dia?" Chika menoleh ke arah Avril yang kini tengah menatap nya juga.

"hah?"

Avril merangkul Chika sambil terkekeh pelan.

"gue tau kok perasaan lo, tenang aja gausah cemburu, dia tuh gila" kata Avril yang peka.

"ih apaan sih lo? mana ada gue cemburu lagian gila dari mana coba?" Avril tertawa melihat wajah Chika yang mulai memerah karna malu.

"gausah bohong. kata gue sih gila, gue aja ga kenal sama dia masa tiba-tiba datang terus sok akrab gitu" Avril benar, sebenarnya Chika menahan cemburu kepada Avril.

karna dalam benat nya kenapa bisa Markus mengajak Avril pulang bersama padahal sebelumnya mereka berdua tidak saling kenal.

"iya gue cemburu, tapi sedikit" jawab Chika berkata jujur membuat Avril tersenyum puas karna dugaan nya tepat sasaran.

"stop cemburu nya, ayo gue traktir lo ice cream" Avril mencoba menghibur Chika karna sejujurnya ia juga tidak enak hati kepada Chika.

"beneran gak lu?" Avril mengangguk pasti.

"ayo kita ke situ" Avril menunjuk sebuah kedai ice cream langganan yang biasa ia beli.

"gue ambil yang banyak yaa" sebelum Avril menjawab Chika sudah mengambil beberapa ice cream dari freezer.

"njir bisa boncos gue" Chika tidak peduli, dia langsung ke meja kasir untuk membayar nya.

"tuh mba di bayarin temen saya" Avril hanya menghela napas dan mengeluarkan beberapa lembar uang dari saku baju nya lalu membayar semua belanjaan Chika.

"yeyy Avril emang paling baik deh" kata Chika kegirangan sambil memakan salah satu ice cream

"iya deh suka-suka lo, gue minta maaf ya bikin lu salah paham" kata Avril tulus.

Chika mengangguk sambil mengacungkan ibu jari nya kearah Avril dan lanjut memakan ice cream nya.

***

1
Who I am
Thor kenapa sih si Cika???
Who I am
aduh mulai nie cemburu'
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!