Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri

Pembalasan Istri

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Single Mom / Pelakor / Cinta Terlarang / Cintapertama / Berondong / Chicklit / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Dhita sudah menikah dengan sang suami yang bernama Musa selama 15 tahun dan mereka sudah memiliki dua anak. Selama Dhita dan Musa menikah, Dhita tak pernah menemukan ada yang aneh dari sang suami namun semua berubah ketika malam itu ia memergoki suaminya bercumbu dengan wanita lain di sebuah jalan yang sepi. Hati Dhita pun hancur dan ia melabrak Musa dan pelakor itu namun sesudahnya justru bencana datang menghampiri Dhita hingga ia nyaris meregang nyawa akibat kelakuan suami dan sang pelakor. Pada kesempatan kedua hidupnya ini Dhita bersumpah akan membalas perbuatan Musa dan selingkuhannya. Apakah rencananya bisa terwujud?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permainan Sang Pelakor

Myra nampak bahagia sekali karena Musa kebih memercayainya dari pada anak-anak. Myra juga sukses untuk memerankan sosok ibu sambung yang tak diterima baik oleh dua anak Musa ini. Musa nampak marah dengan tingkah dua anaknya yang menurutnya sudah keterlaluan. Dimas dan Tiara mengatakan bahwa mereka tak berdusta namun Musa sama sekali tak memercayai itu. Dimas dan Tiara pun tentu saja kecewa dan meminta mereka diberikan kesempatan tinggal bersama dengan Dhita. Musa yang mendengar semua itu tentu saja tak dapat menerimanya. Musa mengatakan bahwa kedua anaknya ini tak akan bisa tinggal bersama dengan Dhita.

"Kalian akan ada di bawah pengasuhan Papa."

Dimas dan Tiara nampak tak puas hati dengan keputusan Musa ini namun mereka tak dapat melakukan apa pun. Myra pun diantarkan pulang oleh Musa. Selama dalam perjalanan pulang ke tempat tinggal Myra, Musa meminta maaf pada Myra akibat perbuatan kedua anaknya barusan namun Myra mengatakan bahwa ia sama sekali tak marah atau membenci kedua anak Musa.

"Mereka kan masih remaja. Wajar kalau mereka belum dapat mengerti dan belum dapat menerimaku."

"Kamu adalah calon ibu sambung yang baik."

Myra hanya tersenyum menanggapi apa yang Musa katakan hingga akhirnya mobil yang dikendarai oleh Musa pun tiba juga di apartemen tempat tinggal Myra. Myra segera turun dan berterima kasih karena Musa sudah mau mengantarkannya pulang ke rumah dan Musa mengatakan bahwa ia sama sekali tak keberatan melakukan semua ini.

"Kamu kan calon istriku. Tentu saja aku sama sekali tak akan keberatan melakukan semua ini."

"Kalau begitu, aku masuk dulu."

Myra pun bergegas masuk ke dalam apartemen dan Musa kemudian bergegas untuk kembali pulang ke rumah. Ketika ia tiba kembali di rumah dirinya langsung mencari kedua anaknya yang tadi sudah membuat onar dengan Myra yang mana rupanya keduanya tengah ada di kamar masing-masing.

"Papa ingin bicara dengan kalian. Kalian segera temui Papa di bawah."

****

Rosba memerlakukan Hany bahkan lebih buruk dari seorang asisten rumah tangga. Hany diperlakukan layaknya seorang budak yang bekerja di rumah ini. Rosba selalu saja memberikan omelan dan makian ketika Hany tak becus dalam melakukan pekerjaannya. Fahri sendiri juga terang-terangan kali ini membawa wanita selingkuhannya ke rumah dan Rosba justru menyanjung wanita selingkuhan Fahri.

"Kamu bahkan jauh lebih baik dari Hany."

Hany merasa tak tahan dengan siksaan batin yang ia terima di rumah ini dan ia sudah berencana untuk melarikan diri dari sini namun sayangnya Fahri dan Rosba seperti sudah tahu semua siasat Hany.

"Kamu pikir dapat dengan mudah keluar dari tempat ini? Apakah kamu sudah lupa apa yang pernah aku katakan padamu? Ketika kamu sudah masuk ke dalam sini maka jangan harap kau dapat keluar lagi!" bentak Rosba.

Hany hanya dapat menangis dan alih-alih membuat Rosba iba dan kasihan justru Rosba makin menyiksa Hany dan mengatakan jangan menangis di depannya karena itu sama sekali tidak akan mempan.

"Kamu tak akan aku kasihani. Selamanya kamu akan menderita di rumah ini!"

Setelah mengatakan itu maka Rosba pun pergi meninggalkan Hany. Hany merasa sudah sampai di puncak penderitaannya hingga membuatnya ingin segera mengakhiri segalanya.

"Aku tahu kalau aku melakukan ini maka akan membuat mama dan kakak kecewa namun aku sudah tak tahan lagi."

****

Selepas pertemuan dengan anak-anak waktu itu maka Musa jadi memercayakan urusan anak-anak pada Myra karena Musa yakin bahwa Myra dapat menjadi ibu sambung bagi kedua anaknya dan akan memerlakukan mereka dengan baik namun tentu saja kenyataannya tidak seperti itu karena Myra sebenarnya tak peduli dengan kedua anak Musa. Myra hanya memedulikan bahwa ia akan menikah dengan Musa maka ia dapat hidup newah tanpa harus memikirkan soal uang.

"Percuma saja kalian mengadu pada papa kalian karena papa kalian pun tak akan memercayai kalian."

"Sampai kapan pun kami tak akan sudi menganggap kamu sebagai mama kami."

"Apakah kalian pikir aku peduli? Tidak, aku sama sekali tak peduli!"

Dimas kemudian memerlihatkan rekaman pembicaraan mereka yang mana tentu saja hal itu membuat Myra terkejut dan hendak merebut ponsel Dimas.

"Hapus rekaman itu sekarang juga atau kamu akan menyesalinya!"

"Aku tak akan melakukan itu! Aku akan memberitahu papa bahwa kamu tidak lebih dari penyihir jahat!"

Myra nampak geram bukan main dan kemudian berusaha untuk merebut paksa ponsel Dimas namun Tiara ikut menghalangi dan Tiara mendorong Myra sampai jatuh ke lantai dan aksinya itu dilihat oleh Musa yang baru pulang kantor.

"Apa yang sudah kamu lakukan?!"

****

Fahri menemukan Hany tergeletak di kamar mandi dan tak sadarkan diri maka Fahri segera membawa Hany ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Untungnya saja nyawa Hany dapat diselamatkan dan kemudian Hany pun siuman ketika ia sudah di rumah sakit.

"Kamu siuman juga."

Hany menoleh ke arah Fahri dan Hany terkejut karena aksinya tak berhasil. Fahri nampak menyeringai dan kemudian mengatakan bahwa Hany tak akan bisa melarikan diri darinya. Hany akan menderita di sisa hidupnya dan tak akan pernah dapat pergi.

"Tolong lepaskan aku, Fahri. Aku sudah tak sanggup lagi."

"Kamu meminta tolong padaku untuk melepaskanmu? Jangan mimpi kamu! Selamanya kamu tak akan dapat melarikan diri dariku."

Hany menangis meratapi hiduonya yang malang namun Fahri sama sekali tak berempati dengan semua itu. Fahri mengatakan bahwa dendamnya pada mantan Hany belum terbalas dan oleh sebab itu maka ia akan terus menyiksa Hany.

"Aku tak tahu kamu dan dia ada masalah apa. Kalau memang kamu dan dia memiliki masalah maka jangan libatkan orang lain."

"Berani sekali kamu mengguruiku! Kau pikir dirimu ini siapa?!" bentak Fahri.

Hany terdiam dan ia tak dapat mengatakan apa pun lagi karena dia sudah tak tahu apa yang harus dilakukannya lagi saat ini.

****

Musa nampak geram dengan tindakan Tiara barusan dan Musa langsung memarahi Tiara. Dimas kemudian membela adiknya dan memperlihatkan bukti yang ia miliki. Myra kemudian bersilat lidah bahwa ia barusan dipaksa untuk mengatakan itu oleh Dimas dan Tiara. Musa yang mendengar itu tentu saja semakin marah pada kedua anaknya.

"Papa tak pernah merasa kecewa pada kalian seperti saat ini. Kalian sudah benar-benar sangat keterlaluan."

"Papa jangan memercayai apa yang dikatakan oleh wanita ini. Dia itu penipu!" ujar Dimas.

"Diam kamu! Papa tak akan percaya dengan semua yang kalian katakan."

"Kalau Papa memang tak percaya maka biarkan kami tinggal dengan mama saja."

"ITU SEMUA TIDAK AKAN PERNAH TERJADI!"

1
angel
cerita yg bertele2 ...masa mantan mertua gk ada pembahasan soal kematian cucu nya? ...pembalasan yg bertele2
Serena Muna: BACOT
total 1 replies
Atmita Gajiwi
/Determined/
Serena Muna: terima kasih kak
total 1 replies
Ira Sulastri
Cakep mudah2 an Sharon segera merasakan nikmatnya hidup di hotel prodeo
Ira Sulastri
Fandi salah sih bertindak sendirian, kenapa ga kasih tau papanya/ pak Broto biar bs atur strategi yg baik dan harusnya menempatkan orang2 untuk selalu berjaga dan melindungi Fandi
Ira Sulastri
korek semua informasi ttg Sharon ya Fandi buat bapaknya sendiri yg bongkar semua kejahatan anaknya biar mereka bisa masuk bui semua
Ira Sulastri
Dhita lebih baik cari kebenarannya selidiki lebih teliti, semua bahan2 kue kan bs di lihat asli dr toko kamu atau bukan. Fandi jg gitu sewa detektif biar semuanya jelas
Ira Sulastri
Innalilahi....

Nauzubillah.....

Wanita serakah licik dan ambisius yg sangat menyeramkan 🥴
Ira Sulastri
Cakep Sharon sudah dalam kuda Nil Alan, jadi ga bs gangguin Dhita dan Fandi lg
Ira Sulastri
Harusnya Dhita manggil suami jangan nama lg walaupun Fandi lebih muda.

Fandi waspada selalu akan segala kemungkinan terjadi balas dendam dr Sharon
Ira Sulastri
Betul Fandi mempersiapkan diri dg segala kemungkinan itu lebih baik drpd nanti susah menghadapi balas dendam yg akan di lancarkan Sharon, sebagai laki-laki gentleman jangan takut segala sesuatu yg terpenting jujur dan komunikasi kan semua dg istri dan keluarga dg baik supaya dpt melindungi keluarga jg
Ira Sulastri
Nah kan kena batunya jg
Ira Sulastri
Hadeeeeeeehhh begitu orang yg terlalu ambisius dan terobsesi tak. bisa menyadari kesalahan bisa nya menyalahkan orang lain
Ira Sulastri
Di lanjut kak author
Serena Muna: iya kak terima kasih sudah setia ngikutin ceritanya
total 1 replies
Tine Lasut
thor dlm cetira ini si dhita memang goblok ya? sampai2 saya yang tumbuh tanduk.
Serena Muna: sabar ya kak/Facepalm/
total 1 replies
Ira Sulastri
Cakep Fandi mmg harus tegas pada pelakor, jangan sampai nanti mengganggu rumah tangga yg baru kamu bina
Soraya
bingung mau komen apa❓
Soraya
perhatikan ketikannya thor
Serena Muna: lagi proses untuk edit ya kak
total 1 replies
Soraya
baru mampir thor tpi baru bab awal dh banyak typonya🙏
Ira
ada ibu bodoh seperti Dhita.. seandainya dia dr awal lapor polisi suami dan pelakor di proses hukum anak nya tak mungkin celaka..ayam aja lebih baik dlm menjaga anaknya
Mika Su: JULID MULU BISA NULIS AJA KAGAK
total 2 replies
Nur Adam
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!