Judul: A memorable meeting
Menceritakan tentang kisah gadis remaja yang mendapatkan kekasih beda agama. Seorang gadis biasa yang memiliki rasa ingin tahu sangat tinggi. Sifatnya yang humoris itu membuatnya dengan cepat mendapatkan banyak kenalan dan teman baru.
Namun, sifatnya yang humoris itu ternyata tidak disenangi oleh beberapa orang. Hingga pada akhirnya terdapat seorang lelaki yang sangat amat tertarik akan kehadiran gadis tersebut. Siapakah dia? kenapa dia begitu tertarik sekali dengan kehadiran sang gadis ini? mungkinkah lelaki tersebut termasuk salah satu orang yang tidak menyukai kehadirannya?
Yang suka sama novel percintaan dengan alur cerita yang penuh dengan konflik dan plot twist?yukk buruan ikutin!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suprshy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7 Awal Mula Pendekatan
"BERSEDIAKAH KALIAN MENJADI PENGURUS OSIS SMA NEGERI 3 CAPRICORN PERIODE TAHUN PELAJARAN 2021/2022?"
"Ya, Kami Bersedia"
...----------------...
Sore itu upacara pelantikan pengurus OSIS SMA Negeri 3 CAPRICORN pun selesai, seluruh siswa siswi telah dibubarkan. Selama seminggu lebih seluruh siswa-siswi di sibukkan oleh lembaran kertas putih yang berisikan soal UTS. Semenjak saat itu, yudan dan dara sudah tidak berkomunikasi lagi karena kesibukan mereka masing-masing.
Tibalah hari dimana masa ulangan semester pun telah selesai, tiga orang gadis itu pergi ke cafe untuk mengistirahatkan diri dari peperangan yang sudah usai. Mereka memilih kursi di bagian paling pojok kanan dan berada di lantai dua cafe. Di atas mereka bisa melihat dari kejauhan, betapa indahnya pemandangan hutan yang masih hijau dan aliran sungai yang arusnya masih sangat jernih. Ditengah-tengah terpana oleh pemandangan sore itu, perhatian mereka pun langsung teralihkan oleh seorang laki-laki yang baru saja memarkirkan motornya di parkiran bawah tempat cafe.
Laki-laki itu tidak lain dan tidak bukan adalah yudan. Dia tidak datang sendirian, tentunya kawanannya selalu ada dan ikut. Tapi ada yang terlihat baru dari penampilan yudan sekarang, dia terlihat semakin tampan dengan style rambut comma hair nya itu. Merasa seperti ada orang yang memperhatikannya, yudan pun menoleh ke lantai atas mengecek. Mereka yang dengan hal itu langsung cepat mengalihkan pandangan ke arah yang lain.
...----------------...
"Permisi kak, boleh saya ikut gabung?"
"Ha?y-yud-dan? Sejak kapan kamu sampai di sini? bukannya tadi masih di bawah?" ucap dara dengan terkaget-kaget
"Gue tau kok lo semua pada merhatiin gue tadi" seru yudan sambil mengambil kursi di meja sebelah dan ikut bergabung dengan ketiga gadis tersebut.
"Heh, yang ngizinin lo duduk di sini siapa? Merusak pemandangan aja!!" tegas reni
"Pacar gue kok yang ngajak ke sini, ya kan dara?" ejek yudan kepada mereka
"Jangankan pacar, di suruh deket sama kamu aja aku ngga bakalan mau" jawab dara dengan kesal
"Cewek emang gampang marah ya? Oke gapapa gue maklumin, tapi plis chat gue jangan lupa lo balas ya. Udah lima hari lo gak ada kabar tau"
"Chat yang mana? Perasaan ngga ada deh" sambil mengecek pesan di handphonenya dan di situ dia tersadar kalau yudan sudah berapa kali mengirim pesan kepadanya.
"Tuh ada kan bby? Ah lo mah gitu, dah lah gue cabut aja mau ke lantai bawah tempat temen" ucap yudan pergi sambil menggerutu
Langkah kaki yudan pun semakin menjauh dari meja makan itu, dara tak akan menghentikan kedua langkah kaki itu karena ia berpikir bahwa yudan hanyalah sekedar bercanda. Langit-langit sudah semakin sore, cafe ini semakin ramai di datangi oleh orang-orang. Tidak ingin berlama-lama disana, mereka pun pergi pulang setelah membayar pesanan makanan tadi. Melihat dara pergi dengan kedua teman-temannya, yudan pun menyusul dan meninggalkan anak-anak geng nya.
"Daraa" panggil yudan ke salah satu gadis di parkiran tersebut, tentunya membuat pandangan semua orang teralihkan ke arah mereka.
"Mau pulang bareng gue gak?gue anterin ya" lanjutnya sambil berjalan menuju ke arah tiga gadis tadi
"Apa alasan sikap kamu kayak gini?kamu mau apa?" tanya dara dengan sangat kebingungan
"Ya mau nganterin kamu lah babyku" ejek yudan sambil menatap hangat ke arah dara
"Nggakkk!" tegas dara dengan perasaan yang semakin bingung
"Aduh dar, kayaknya aku ga bisa antar kamu pulang deh. Mama ku masuk rumah sakit soalnya, sorry ya guys aku pergi duluan" ucap lisa dengan terburu-buru pergi ke tempat motornya
"Loh gua pulang sama siapa dong? tungguin sa, gua ikut lu. Maaf ya dar gua tinggalin dulu, mau liat kondisinya mama lisa" sambut reni dengan terburu-buru mengikuti lisa
"Jadi gimana?masih mau nolak? Ayok buruan sebelum hari semakin malam" seru yudan sambil menyalakan motornya
"Iyaa iyaa aku ikut kamu"
Yudan pun menarik tangan dara dan membuka kan footstep motor nya. Dara spontan menepis tangan tersebut dan menggerutu kecil.
"Apa sih pegang-pegang, padahal kan aku bukan pacarnya dia. Pake di bukain footstep lagi, pasti semua perempuan diginiin sama dia" gerutu dara
"Nggak semua perempuan bisa dapet sifat gue yang manis gini, lo masih marah soal kejadian minggu lalu?" tanya yudan
"Jelas lah masih" jawab dara
"Maaf, gue salah. Gue bohong sama lo dan bikin lo kecewa, kasi gue kesempatan sekali lagi ya?" bujuk yudan sambil memegang tangan kecil gadis itu.
"Ini kapan kita berangkatnya kalau aku belum di suruh naik?"
"Eh iya maaf bby, silahkan duduk tuan putri"
Mereka pun berangkat menuju ke rumah dara. Selama di perjalanan mereka hanya terdiam, tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulut kedua sejoli itu. Saat hampir mendekati rumah dara, yudan pun tiba-tiba mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat rasa kebingungan dara semakin menjadi-jadi dengan perasaan yang bercampur aduk.