Indonesia
NovelToon NovelToon
Begin Again

Begin Again

Status: tamat
Genre:Duda / Cintamanis / Tamat
Popularitas:189.7k
Nilai: 5
Nama Author: rehuella

Emilyan Caesar diasingkan oleh keluarganya sendiri karena memiliki anak yang tidak sempurna. Keluarganya menganggap Sheva adalah aib dari perbuatan Emil bersama wanita masa lalunya.

Emil memulai kehidupan baru bersama sang putra, Sheva Elyan Handoko. Di tempat barunya Sheva juga tidak mendapat perlakuan setara, hingga akhirnya dia terpaksa masuk ke Yayasan Surya Mentari.

Keadaan membuat Emil bertemu kembali dengan Chika, wanita masa lalu yang pergi meninggalkan Sheva padanya. Saat dia ingin memulai semuanya dari awal, kini situasinya sudah berbeda. Wanita itu sudah bahagia bersama keluarga barunya.

Mungkinkah Emil bisa mengalah, merelakan Chika untuk dimiliki pria lain, atau dia akan terus mengusik kebahagiaan wanita itu demi Sheva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rehuella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hubungan Tanpa Status

Di dalam rumah mewah berlantai dua, Chika sedang berusaha keras meninggalkan ranjang yang ditempati Airin. Dia ingin segera pindah dari ranjang itu, sebelum hari semakin larut. Banyak hal yang harus ia selesaikan segera, termasuk membersihkan rumahnya sendiri.

Setelah berhasil lolos dari pelukan Airin, Chika lekas menyelimuti tubuh gadis kecil itu dengan blanket tebal di bawah kakinya. Sebelum pergi meninggalkan ranjang, bibirnya memberikan kecupan di kening Airin. "Selamat tidur anak manis," ucapnya, lalu segera beranjak dari ranjang.

“Kamu nggak tidur di sini?” tanya seorang pria yang baru saja memasuki kamar Airin. Chika terkejut melihat Gangga berdiri tepat di ambang pintu.

“Enggak, Mas. Aku harus segera pulang.” Chika menjawab singkat, sembari mengambil pakaian ganti. Ia lekas berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar Airin.

Setelah keluar dari kamar mandi, ia kembali berpapasan dengan Gangga. Chika sendiri tidak mengira kalau pria itu masih berdiri tegap di sana.

“Kenapa nggak mau? Dari pada kamu bolak-balik apa enggak lebih baik kamu tidur di sini sekalian? Ini sudah malam, loh!”

“Enggak enak sama tetangga.” Chika meringis, yang direspon gelengan kepala oleh Gangga.

“Aku sampai lupa kalau kamu lebih sering memprioritaskan ucapan tetangga ketimbang kenyamanan kamu sendiri.” Pria itu tersenyum tipis, lalu berjalan keluar kamar terlebih dahulu. “Kalau begitu biarkan aku yang mengantarmu,” cegahnya sebelum Chika berjalan menuruni anak tangga.

“Enggak perlu, Mas! Aku sudah memesan taksi!” tolak Chika. Lalu berjalan menuruni anak tangga. “Terima kasih tawarannya, Mas,” sambungnya.

“Hati-hati, ya!” pesan Gangga, sembari memberikan tas milik Chika yang tertinggal di sofa.

“Iya. Aku pamit ya, sepertinya taksi yang aku pesan sudah datang. Besok kalau Airin mencariku, katakan aku sedang pergi ke pasar,” pesan Chika sebelum membuka pintu utama.

“Aku lelah berdusta terus. Enggak bisakah kamu menerima tawaranku?” tolak Gangga, merasa lelah kalau setiap hari harus membohongi putrinya.

Chika menatap lekat ke arah pria di depannya, kemudian menggelengkan pelan tanda penolakan. “Tidak ada artinya kita menikah, Mas. Kita masih hidup dalam kenangan masa lalu. Dan itu tidak baik untuk masa depan kita dan Airin.”

“Katakan padaku kalau kamu sudah siap!” pesan Gangga yang masih mengikuti langkah Chika. Wanita itu hanya merespon dengan senyuman tipis. Beruntung taksi yang menjemputnya sudah datang. Jadi, dia memiliki alasan untuk segera pergi.

Setelah berpamitan dengan Gangga, Chika lekas masuk ke taksi. Membiarkan pria itu menatap kepergiannya.

Kalau kalian mengira aku dan mas Gangga sudah menikah itu salah besar. Kami memang dekat sejak beberapa tahun yang lalu. Dan hubungan kami berlanjut sampai detik ini. Tepatnya hubungan tanpa status. Dia tahu aku berada di sampingnya hanya karena Airin. Mendiang istrinya memintaku untuk menikah dengan mas Gangga, tapi aku sendiri belum siap untuk menutup kenangan lamaku dengan kejadian-kejadian baru, yang mungkin akan membuatku lupa akan Emil.

Setiap pulang dan pergi dari rumah Ibnu Gangga Wijaya, taksi yang ditumpangi Chika selalu melewati rumah Emil, seperti malam ini, mobil itu melawati rumah Emil tepat ketika sebuah mobil berhenti di depan pintu masuk.

“Stop dulu, Pak!” perintah Chika pada sopir taksi. Dia ingin melihat siapa sosok yang baru saja keluar dari mobil. Bibir Chika tersenyum tipis saat melihat pria itu tampak baik-baik saja. Tubuh pria itu tampak lebih berisi, itu sudah cukup membuktikan jika Emil sekarang sudah lebih bahagia.

“Maaf, kan aku … aku bukan ibu yang baik untuk anak kita. Maaf karena sudah membuatnya pergi!” lirihnya semakin dalam menatap pintu yang baru saja ditutup Emil.

Melihat pintu itu sudah tertutup rapat, Chika lekas meminta sang sopir untuk melanjutkan perjalanan menuju kontrakannya. Jarak kontrakan dengan rumah Emil memang tidak begitu jauh dari lokasi rumah Emil. Chika sengaja mencari rumah di area rumah Emil. Supaya bisa mengingat kenangannya di masa lalu.

Dan momen pertemuan seperti ini sudah lama ia nantikan. Sayangnya, keadaan yang sekarang sudah berbeda. Pria itu sudah menemukan wanita lain yang menggantikan posisinya. Yah, sekarang dia sadar kalau sejak pertama mereka berhubungan, dia tidak benar-benar penting untuk seorang Emilyan Caesar Handoko.

1
Yeni Fitriani
dikoment reader hanya fokus ke perlakuan ortu emil thdp chika....tetapi mereka lupa bhwa mereka sprti itu ya karna ulah chika sendiri jd pelakor tunangan temenannya sendiri....
Yeni Fitriani
ini cerita ttg betapa pasangan selingkuh saling mencitai dan saling setia jd bingung sm otak manusia.....di saat selingkuh begitu menikmati seakan dunia hanya milik mereka berdua yg penuh dgn nikmat dan hasrat...stelah ketahuan lalu dunia runtuh seakan semua hancur lebur dan pasangan selingkuh saling menyalahkan... ketika pasangan Sah pergi dan tdk mau memaafkan....pasangan selingkuhnya pun di kecam dgn kejam...ketika pasangan selingkuhnya pun pergi si lelaki lalu mulai kembali ngejar2 dan ngajak pasangan mesumnya kembali bersama...jd Ribetnya di bikin sendiri.
Sri Paputungan
Luar biasa
Esther
itu mamam mu Sheva.
Novi Damayanti
ceritanya bagus
Nina Salim
bagus
Adinda
Kapan up lagi cerita Emil & chika kak riella,,,
Agna
👍👍👍👍👍
ria sufi
lanjutkan
Fatma Abdullah
cerita email in udah tamat?.
neng ade
adalah perasaan Kan ia utk Emil .. dia yg ngasuh Sheva dr umur 1 mggu hingga umur 6 thn ..harus nya Emil bersyukur Nia itu tulus kalau orang lain blm tentu bisa sabar kaya Nia .. si Chika juga ga tau diri udh bnyk ditolong sm keluarga nya Gangga malah mau batalkan pernikahan nya meskipun ga ada cinta tapi ada anak kecil yg selama ini udh tergantung sm dia apalagi yg dia tau itu mommy nya .. berbeda dngn Sheva yg ga tau dr kecil .. Emil dan Chika sama2 egois .. sama2 ga tau diri ..
neng ade
jika benar Fany dan Gangga pernah ada hubungan ya sebaik nya diselesaikan dulu sampai tuntas ..
neng ade
yang aku sesalkan kenapa setelah persiapan pernikahan nya dngn Gangga malah Emil kian mendekat .. dan Chika juga keterlaluan sadar ga sih kalau perlakuan mu itu justru akan membuat Gangga dan Airin beserta keluarga besarnya akan tersakiti dan mungkin juga akan malik jika sampai batal pernikahan nya..
neng ade
terlalu terburu buru utk mengakui kalau Chika itu ibu kandung nya Sheva .. lagian itu si Emil pede banget kalau semua rencana akan berjalan lancar.. Sheva aja ga pernah tau sosok mama nya .. kenapa harus dipaksa secepat itu .. dasar Emil nya aja yg berharap Chika kembali .. padahal Kan ia yg selama ini mendampingi Sheva menyayangi nya dngn tulus hingga Sheva berusia 6 thn ..
pramita 576
bagus ceritanya
Fitri ainin Ainin
selesaikan salah paham ini thoor.....jadi sesak kan?
chizuu.
smgt
Lela Raya
moga rencana nya ga merugikan Chika dan Emil🙏🏻🙏🏻
Eka Bundanedinar
udah tamatkah kak
ria sufi
hallo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!