Indonesia
NovelToon NovelToon
Caddy Kesayangan CEO

Caddy Kesayangan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta
Popularitas:67k
Nilai: 5
Nama Author: Riri Rimausa

Demi membiayai pengobatan ibunya yang terkena stroke, Andara Chikita terpaksa menerima tawaran dari temannya menjadi seorang Caddy di sebuah klub golf ternama.


Meskipun belum pernah memiliki pengalaman menjadi caddy, karena temannya adalah anak dari pemilik klub golf tersebut, Dara dengan mudah diterima.


Karena satu kecerobohan, Dara membuat marah Kendrick Mahanta, seorang CEO ternama dan merupakan pelanggan tetap klub golf tempat Dara bekerja.


Demi menebus kesalahannya, Dara harus menjalani hukuman sebagai asisten pribadi Ken selama satu bulan.


Dalam masa hukuman itu, Dara berhasil meluluhkan hati Ken yang terkenal dingin. Cinta tumbuh diantara keduanya hingga akhirnya mereka menjalin sebuah hubungan.


Namun tiba-tiba Priscilla Olivia datang melabrak Dara, dia mengaku bahwa dirinya adalah istri Ken sejak setahun yang lalu.


Apakah Olivia benar-benar istri Ken? Kenapa Ken tidak pernah jujur tentang statusnya? Lalu bagaimana hubungan Ken dan Dara selanjutnya?




****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Rimausa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Asisten Pribadi

Adam terus melangkah memimpin Dara menuju pintu belakang. "Itu pintu khusus Tuan Muda dan para keluarga atau relasinya, kita yang hanya pegawai dilarang melewati pintu otomatis itu."

Dara terkejut mendengar penjelasan Adam, "Terus kalau kita lagi buru-buru, dan sudah berada di depan pintu tersebut gimana, Mas? Masa harus muter kesini?"

"Ya begitu, pintu otomatis itu sangat unik, tidak akan terbuka untuk kalangan menengah kebawah seperti kita."

Dara mencebik, dia baru pernah dengar ada pintu yang semacam itu. Kini dia semakin terkejut karena Adam membawanya ke sebuah ruangan yang terlihat biasa saja, tak ada bedanya dengan rumah Dara. 

"Nggak usah heran begitu, kan sudah saya bilang, kelas menengah kebawa seperti kita ya tempatnya disini."

Adam menjelaskan bahwa ruangan yang mirip sebuah kontrakan tersebut, memiliki akses ke dapur rumah utama. Di ruangan tersebut ada beberapa kamar terpisah, ada kamar Adam, kamar para asisten rumah tangga, koki dan para pekerja lain. 

"Ini kamar kamu," ucap Adam sambil menunjukkan kamar paling ujung, dari semua kamar memang hanya itu yang terlihat kosong dan tidak berpenghuni. 

Dara mengangguk patuh, dia masuk ke ruang kamar tersebut. Tidak terlalu mewah, tapi tidak buruk juga. Cukup nyaman untuk istirahat. 

"Mas, bukannya disini sudah banyak asisten ya? Terus tugas saya nanti apa?" 

Adam mengedikkan kedua bahunya, "Entahlah, saya sendiri juga bingung. Tapi jika kamu dijadikan asisten pribadi, sudah pasti tugas kamu selalu berhubungan dengan beliau dan harus ikut kemanapun beliau pergi."

Dara terbelalak, "Kemanapun dia pergi?"

Adam menganggukan kepalanya, sejauh ini hanya itu yang dia tangkap mengenai asisten pribadi. Karena selama ini selain menjadi supir, dia juga menjadi asistennya Ken. 

Drrrtt! Drrrtt! 

Adam terkejut saat ponselnya tiba-tiba bergetar, "Neng, tunggu bentar ya." Pamit Adam yang kemudian keluar kamar. 

"Halo, ada apa, Tuan?"

"Mulai hari ini, tugas kamu hanya fokus menjadi supir. Tugas yang lain akan digantikan Dara, begitu juga tugas para asisten rumah tangga yang berhubungan denganku, akan digantikan oleh Dara."

Adam membulatkan netranya, karena tugas yang diberikan kepada Dara cukup banyak. Mulai dari menyiapkan kebutuhan kantor, memasak menu sarapan hingga makan malam, mencuci dan menyetrika baju Ken, bahkan harus siap siaga kapanpun jika Ken butuhkan. 

"Mma-maaf, Tuan. Apa itu tidak terlalu banyak?" Sahut Adam mencoba membantu bernegosiasi. 

"Lakukan saja tugas kamu! Nggak usah sok jadi pahlawan kesiangan!" bentak Ken di ujung telponnya.

 

"Bba-baik, Tuan." sahut Adam tergagap.

Klik

Tutt! Tutt! Tutt! 

Terdengar Ken menutup teleponnya secara sepihak. Adam pun hanya bisa menghela nafas, dia berharap semoga Dara bisa menjalankan semua tugasnya, sehingga masa hukuman bisa cepat selesai. 

Adam menuju kamarnya sebentar, sebelum akhirnya dia kembali ke kamar Dara. Adam menuliskan daftar semua tugas yang harus dilakukan Dara selama menjadi asisten pribadinya Ken. 

Tok! Tok! Tok! 

Klek

"Eh, Mas Adam. Maaf tadi habis bebersih kamar cukup pegel nih badan, jadi istirahat sebentar." Ucap Dara setelah membuka pintu kamarnya. 

Adam mengangguk paham, "Iya, nggak papa. Ini daftar pekerjaan kamu selama disini." Lanjut Adam seraya menyerahkan secarik kertas. 

Dara langsung menerima kertas tersebut, sedari tadi dia memang sedang penasaran apa tugasnya selama disini. Dia terkejut karena rupanya pekerjaannya kali ini begitu banyak dan detail. 

"Mas, ini nggak salah? Bukannya di rumah ini sudah ada koki dan asisten rumah tangga juga? Masa aku harus masak dan bersih-bersih?"

"Dibaca yang betul, disitu kan tertulis masak hanya khusus untuk Tuan Muda, bersih-bersih juga hanya kamar dan ruang kerja Tuan Muda."

Dara mengerucutkan bibirnya, bukannya dirumah ini hanya ada satu majikan? Itu berarti sama saja, hanya dia seorang yang melayani majikannya itu. 

"Kalau sudah baca, ayo aku tunjukkan ruangan-ruangan di rumah utama." Ucap Adam sembari berjalan menuju pintu penghubung antara kamar para pegawai dengan dapur rumah utama. 

Dara terperangah begitu melihat dapur yang begitu luas, bersih dan rapi, Interiornya juga begitu mewah. Dara jadi bergidik ngeri kalau merusak salah satunya, bisa-bisa makin panjang masa hukumannya. 

"Dara, ini Chef Mira. Dia yang biasa memasak makanan untuk Tuan Muda." Ucap Adam memperkenalkan wanita paruh baya yang mengenakan seragam serba putih itu. 

Dara pun tersenyum dan mengangguk takzim, "Chef, ini Dara, asisten pribadinya Tuan Muda. Mulai hari ini semua kebutuhan makanan Tuan Muda dia yang bertanggungjawab."

Chef Mira tersenyum dan mengangguk paham, "Jadi saya ngapain dong?" Sahutnya bingung, selama ini dia juga masak hanya untuk Tuan Muda. 

"Chef bisa mengambil cuti selama satu bulan ke depan, karena Dara hanya akan bekerja selama satu bulan."

Chef Mira ber-oh ria, kini Adam beralih menunjukkan ruang cuci jemur, disana ada pegawai yang sedang menyetrika pakaian Tuan Muda juga. 

Berlanjut mengelilingi semua sudut rumah, dimana kamar dan ruang kerja Tuan Muda berada di lantai dua, bersama dengan ruang olahraga juga. 

Berdasarkan banyak pekerjaan yang beralih di tangan Dara, maka para pekerja yang mengampu tugas tersebut sudah dipastikan dapat jatah cuti juga. 

Hanya ada satu pekerja yang tinggal, yaitu Bi Inah. Beliau bertugas untuk membersihkan seluruh ruangan, dan juga halaman. Satu hal yang Dara heran, semua pekerja di rumah Ken, sudah tua. Rata-rata sama usianya dengan ibunda Dara. 

"Mas, kenapa disini yang kerja ibu-ibu semua? Nggak ada yang seusiaku atau minimal seusia Mas Adam atau Tuan Ken gitu?" Tanya Dara penasaran. 

"Tuan Muda lebih suka para ibu-ibu, karena mereka benar-benar bekerja, bukan cuma tebar pesona."

"Jadi maksudnya aku bakalan tebar pesona gitu?"

Hahaha! 

Adam tergelak mendengar pertanyaan Dara. "Kamu bukanlah tipe Tuan Muda, jadi tidak perlu capek-capek tebar pesona, karena nggak akan mempan."

Dara mencebik, dia langsung mematut diri didepan kaca lemari yang ada didepannya. "Apa aku jelek banget? Hingga tidak menarik?"

Adam masih terkekeh melihat Dara yang cemberut, "Emang kamu naksir Tuan Muda?"

"Ish, amit-amit. Meskipun dia adalah orang terakhir di dunia ini, mending aku jomblo seumur hidup."

"Waduh, hati-hati loh. Nanti benci bisa jadi cinta."

Dara mengibaskan tangannya, "Aku nggak tertarik meskipun dia adalah orang terkaya seantero raya, Mas. Lihat sikapnya yang angkuh saja sudah bikin mati berdiri."

Ekhem!

Dara dan Adam tersentak saat mendengar suara deheman, mereka menoleh dan melihat Ken sedang berdiri di ujung tangga sambil melipat tangannya di depan dada. 

"Lagi pada ngomongin apa?" tanya Ken dengan suara baritonnya. 

Mata elangnya menatap tajam kearah Dara dan Adam secara bergantian, benar-benar tatapan yang mematikan. Auranya sungguh mengintimidasi siapa saja yang berada di depannya.

Dara pun melirik Adam, dia berharap Adam tidak akan mengatakan apa yang baru saja Dara ucap tentang Ken. Dara tidak mau hukumannya bertambah. 

***** 

1
muryani chayank
maaa**usss loee.... gituu ngaku istri ????? bangun woiiii
Riri Rimausa
Siap, Kak. Terima kasih sudah mampir. 🤗
muryani chayank
dtunggu up nya. kak
muryani chayank: sama2...... semangat kakak
total 2 replies
muryani chayank
karya yg bagus..... top
muryani chayank
lhaahhh ... kirain dkter nya cwe?? dkter kinanTI gitu.....
gk taunya kinanTo.... hehhehhhe


#sayang bget novel sbagus ini peminatnya cuma dikit... semanvat buat kakak aauthornya.. dtunggu up slanjutnya.....
Rulia Utami
menunggu up nya kyak menanti hujan dimusim kemarau..lamaaa..crazy up thor
Riri Rimausa: 😁 mohon maaf ya, Kak. Sudah bikin menunggu. Siap, Kak. 🙏
total 1 replies
Riri Rimausa
🤭🤭🤭 Maafin akak... akan diusahakan nggak lama... terima kasih sudah selalu setia...🤗🤗🤗
4U2C
𝐡𝐚𝐲𝐲𝐲𝐨𝐨𝐨𝐨 𝐮𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐞𝐫𝐥𝐚𝐥𝐮 𝐥𝐚𝐦𝐚,,
4U2C
𝗺𝗼𝗵𝗼𝗻 𝘆𝗮 𝗮𝘂𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗮𝗴𝘂𝘀,,𝘁𝗮𝗽𝗶 𝗸𝗲𝗯𝗮𝗻𝘆𝗮𝗸𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗶𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴,,𝗯𝗶𝘀𝗮 𝘁𝗮𝗺𝗮𝘁𝗸𝗮𝗻 𝘀𝗮𝘁𝘂 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝗱𝘂𝗹𝘂 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝗯𝘂𝗮𝘁 𝗰𝗲𝗿𝗶𝘁𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗹𝗮𝗶𝗻𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝘁𝗲𝗿𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴,,𝗿𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿 𝗽𝘂𝗻 𝘀𝗲𝗻𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗴𝗮𝗻𝘁𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻..
Riri Rimausa: Siap, Kak. Terima kasih banyak untuk masukannya. 🤗🤗
total 1 replies
4U2C
𝘆𝗮𝗵 𝗴𝗶𝗻𝗶 𝗯𝗮𝗿𝘂 𝘁𝗲𝗿𝗽𝘂𝗷𝗶 𝘀𝗶𝗸𝗮𝗽𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗲𝗻 𝘁𝗮𝗻𝗽𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗔𝗥𝗧 𝗱𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗱𝘂𝗱𝘂𝗸𝗸𝗮𝗻𝗻𝘆𝗮,,𝗶𝗻𝗶 𝗻𝗮𝗺𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗺𝗲𝘀𝗿𝗮 𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗮𝗱𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗸𝗲𝗺𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮𝗻,,𝗺𝗮𝗷𝗶𝗸𝗮𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗿𝘀𝗮𝗻𝗷𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗻👍👍👍
andri nisa
next 🙏🙏
Uni Rasid
up lg thor
andri nisa
asik,lanjut ka 🙏
andri nisa
ada kelanjutannya kah ka
Riri Rimausa: Mohon maaf, Kak. Habis sibuk di dunia nyata. 🙏🏻 Siap aku lanjutkan meskipun slow up. 🙏🏻
total 1 replies
andri nisa
akhirnya ada lanjut,hehe
Riri Rimausa: Iya, Kak. Maaf ya agak slow up. 🙏🙏 terimakasih masih setia sama Dara dan Ken. 🤗🤗
total 1 replies
Uni Rasid
up
andri nisa
next
andri nisa
lanjuttt
andri nisa
mantappp
4U2C
𝗻𝗮𝗵 𝘀𝗮𝗺𝗯𝗶𝗹 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗞𝗘𝗡 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝘀𝗲𝗹𝗮𝗻𝗷𝘂𝘁𝗻𝘆𝗮 𝗸𝗶𝘁𝗮 𝗻𝗴𝗼𝗽𝗶𝗶𝗶☕☕☕𝗱𝘂𝗹𝘂𝗮𝗻 𝗯𝗶𝗮𝗿 𝗲𝗻𝗴𝗴𝗮𝗸 𝗯𝗼𝘀𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝘂𝗻𝗴𝗴𝘂 𝗲𝗽 𝘀𝗲𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀𝗻𝘆𝗮🤣🤣🤣,,𝘀𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁 𝘁𝗲𝗿𝘂𝘀 𝘁𝗵𝗼𝗿 𝗰𝗮𝘆𝘆𝗼𝗼𝗼💪💪💪
Riri Rimausa: 🤭🤭 terimakasih masih setia menunggu, Kak. Maaf ya slow update, karena ada update di rumah sebelah juga. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!