Indonesia
NovelToon NovelToon
Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Istriku Mantan Pembunuh Bayaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mafia / Identitas Tersembunyi
Popularitas:11k
Nilai: 5
Nama Author: moon

Di rumah dia hanyalah ibu rumah tangga biasa, wanita lembut yang sayang anak dan cekatan mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Namun, bagaimana bila ternyata dia menyimpan rahasia yang tak biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon moon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6

#6

“Beditu, Opa. Pasch liat ada motol kenceng banet, wushh— Oma lali, Mama itut lali, tapi— wush— Oma kalah dali Mama.” 

“Oh, kalah, ya, maklum Oma kurang olahraga, sepertinya juga Oma sudah berumur,” Daddy Danesh berbisik, namun, suaranya cukup keras untuk bisa didengar sang istri saat menanggapi cerita Zea dengan kelakar. 

“Hihihi, poko’na Mama telhebat!” teriak Zea. 

Mommy Dhera manyun, “Jadi Oma nggak hebat?” pancing Dhera. 

“Hebat, cih, tapi dikit,” jawab Zea. 

Mommy Dhera hanya menanggapinya dengan senyuman gemas. 

“Zea— ayo mandi dulu, sebentar lagi Opa Dean dan Oma Adhis datang.” 

“Ciap, Mama!” 

“Opa, Oma, Zea mandi dulu, ya, janan kanen,” pamit Zea lalu berlari pelan. 

“Jangan lari, Nak,” kata Mommy Dhera. 

“Kan, bial kaya Mama, lalinya tepat, wushhh!” 

Lizie meringis, malu pada kedua mertuanya, tapi, juga gemas dengan setiap kalimat yang diucapkan Zea. 

Setelah Lizie dan Zea hilang dari pandangan, Mommy Dhera menyeruput kembali teh hangatnya, “Apa benar yang Zea ceritakan?” tanya Daddy Danesh. 

“Hmm, jantungku nyaris melompat keluar beberapa saat yang lalu. Bahkan tadi aku sempat berpikir jika Zea sampai terluka gara-gara pria itu, jika saja aku masih semuda dulu, aku mungkin akan kembali berubah menjadi diriku yang bar-bar seperti dulu. Merampas motor siapa saja yang ada di sana, lalu mengejar orang itu sampai ke kerak neraka sekalipun!” cetus Mommy Dhera berapi-api. 

Daddy Danesh hanya tersenyum lembut, sambil mengusap kepala sang istri. “Terima kasih, ya.” 

Mommy Dhera melirik sang suami, “Hanya itu ucapannya? Lagipula terima kasih untuk apa?” 

Pria paruh baya itu mengangguk, “Iya, terima kasih karena kamu sudah menahan diri tidak melakukan aksi bar-bar.” 

Mommy Dhera kembali melengos, melahap sepotong pisang keju sisa camilan Zea. 

“Selama ini kamu mempercayaiku untuk menjagamu, bukan berarti kamu tak bisa menjaga dirimu sendiri. Tapi demi mendampingiku, kamu menunjukkan sikap yang tulus percaya padaku, dan meninggalkan dunia yang dulu memberimu banyak pengalaman berbahaya.” 

“Tahukah kamu, bahwa itu semua membuatku bangga karena telah berhasil membuktikan bahwa aku bisa membuatmu menjadi permaisuri yang sesungguhnya di hidupku. Aku bangga karena bisa memberimu rasa aman, nyaman, tanpa perlu bergulat dengan keringat perkelahian, dan darah lagi. Cukup aku saja, yang bekerja keras menghidupimu dan anak-anak,” ungkap Daddy Danesh panjang lebar. 

“Tuh, kan, aku berhasil membuatmu menangis,” ledeknya pada sang istri yang mulai meneteskan air mata haru.

“Ish, menyebalkan.” Mommy Dhera melengos, kali ini untuk menyembunyikan air matanya yang membanjir. “Siapa bilang mempercayaimu? Aku cuma tak mau menyia-nyiakan kekayaan yang kamu berikan padaku, itu saja.” 

“Yakin hanya itu?” 

“Hmm, yakin sekali.” 

“Kalau begitu, coba jelaskan bagaimana bisa tiba-tiba ada Zack diantara kita? Setelah si kembar lahir, kamu bilang tak ingin memiliki anak lagi?” Daddy Danesh mulai mengungkap masa lalu yang menurutnya janggal. 

“Alasanmu pada saat itu, karena masih trauma saat hamil si kembar harus bedrest sekian lama, jadi setelah si kembar lahir, kamu tetap mempertahankan kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Nah, sekarang kenapa masih berkata bahwa kamu bertahan disisiku demi harta? Bukannya memang sudah cinta sejak lama? Hmm?” Daddy Danesh menaik turunkan kedua alisnya sambil menatap intens ke wajah istrinya. 

Kedua bola mata Mommy Dhera berputar, sibuk mencari alasan demi menutupi kebohongannya. Pada saat itu Mommy Dhera memang trauma, tapi saat melihat betapa lucu, cerewet, dan menggemaskannya Mayra, dirinya pun jadi ingin memiliki anak perempuan. 

Maka diam-diam ia pergi ke dokter kandungan dan berhenti menggunakan kontrasepsi, ternyata tetap saja yang lahir anak laki-laki. Meski begitu Mommy Dhera sangat bahagia sebab Zack hadir benar-benar dari sebuah hubungan penuh cinta bersama suaminya. Bukan hubungan semalam yang kebetulan menghasilkan anak. 🤭

Tapi gengsinya masih menggunung, begitulah wanita. 

Tuk! 

Daddy Danesh mengetuk pelan kening istrinya dengan menggunakan jadi telunjuk, “Malah melamun, ayo jawab, apa sesulit itu untuk menjawab? Kenapa ada Zack? Apa kamu mencuri benih dariku lagi?” 😂

“Sembarangan!” sembur Mommy Dhera, kesal karena dituduh mencuri benih premium. 

“Kamu memberikannya dengan sukarela!” sanggah Mommy Dhera dengan suara yang tak pelan. 

“Ingat tidak? Malam itu kamu pulang, lalu kejar setoran beberapa kali setelah dua minggu lebih bertugas di lapangan. Badanku terasa remuk, dan pinggangku nyaris patah. Sampai-sampai aku tak sanggup beranjak dari tempat tidur, hingga memintamu mengantarkan anak-anak ke sekolah,” balas Mommy Dhera bersungut-sungut. 

Daddy Danesh terkekeh renyah, tapi juga bangga istrinya masih ingat sisa masa mudanya yang kerap membuat istrinya kelelahan, dan Mommy Bella nyaris jantungan. “Tapi menghasilkan Zack, kan?” 

Keduanya tertawa bersama, Mommy Dhera langsung merebahkan kepalanya di pundak suaminya, “Hmm, aku bahagia memilikinya, memiliki buah cinta darimu. I love You.” 

“Love you too, Istriku.” 

•••

Kita kembali ke Lizie, wanita itu telah selesai memakaikan pakaian santai yang rapi pada Zea, kini ia sedang menyisir rambut Zea.

“Nah, sudah cantik,” ucap Lizie mengamati penampilan Zea dari kepala hingga ujung kakinya. 

Zea tersenyum manis, lalu kembali duduk dan memainkan boneka-bonekanya. “Zea di sini saja?” 

“Hmm.” 

“Mama mau cuci buah-buahan dulu, ya,” pamit Lizie meninggalkan putrinya bermain sendirian di kamarnya. 

Sesungguhnya Lizie tak sungguh-sungguh mengupas dan mencuci buah-buahan, ia butuh aktivitas disaat sedang melamun, sebab pikirannya kacau sejak peristiwa yang hampir mencelakai putrinya tadi siang. 

Disaat situasi genting tadi, Lizie melihat helm yang dikenakan si pengemudi motor, ada logo kepala singa yang mengenakan mahkota raja. 

Karena itulah, ia membuang topeng kelembutannya sejenak, sebelum putrinya celaka. Lizie berhasil menyelamatkan Zea, namun, dalam hati Lizie berharap semoga Mommy Dhera tak mencurigai aksinya. 

Andai orang biasa yang melihatnya, mungkin menganggap bahwa logo itu hanya kebetulan di tempel sebagai aksesoris tambahan yang dipakai si pengendara. 

Tapi tidak bagi Lizie yang terbiasa bersikap waspada, kemunculan logo kepala singa itu adalah yang pertama sejak terakhir kali Lizie meninggalkan masa lalunya. Apakah ini sebuah pemberitahuan? Atau justru ancaman? 

•••

Malam itu suasana di kediaman Daddy Danesh sangat semarak dengan kedatangan kakak kembar Daddy Danesh, tak ketinggalan kedua anak mereka Mayra dan Karl, karena Aaron masih disembunyikan Othor. 

Bunda Adhis tak merasa sebagai tamu, jadi ia tetap ikut turun tangan meski bukan pekerjaan berat yang ia lakukan. 

Makan malam bersama berlangsung santai, obrolan yang mereka bahas juga cukup ringan, seputar keseharian, dan yang menjadi bintang pastilah si mungil cadel Zea. Mayra terus tertawa gemas melihat cara Zea bicara, ia jadi teringat masa kecilnya yang selalu habis menjadi bulan-bulanan para sepupu kembarnya. 

Pada saat ini Lizie kembali dibuat kesal, karena suaminya ingkar janji, Zion pulang terlambat lagi. Meski sudah berkali-kali diberi penjelasan oleh mertuanya tetap saja Lizie kesal. Namanya juga wanita, sering sensi, inginnya dimengerti. 

Tepat saat Daddy Dean pamit, mobil Zion baru memasuki gerbang. 

“Uncle,” sapa Zion yang langsung memberikan pelukan ringan pada kakak kembar Daddy Danesh itu. 

“Wah, makin sibuk aja, nih, Komandan kita,” ledek Daddy Dean. 

“Heh, iya, begitulah, demi tugas negara,” sahutnya. 

“Heh, Bodel, makin bulet aja, kamu?” sapa Zion, maksudnya meledek sepupu perempuannya yang dulu paling rempong. 

“Tuh, kan, mulai lagi. Basi!” sungut Mayra yang sudah hafal ledekan sepupunya. “Lagian, enak aja bilang-bilang aku gendut, udah turun 5 kg lagi, nih,” pamernya. 

“Iya, deh, iya, yang turun 5 kilo, paling besok naiknya 10 kilo,” ejek Zion yang membuat Mayra ingin sekali menggeplak wajah pria itu, namun, segan pada Lizie. 

Zion melangkah lebih dekat ke istrinya, diam-diam mencuri kecupan di kening wanita yang masih merajuk itu. Mumpung di depan banyak orang, Lizie tak akan mengelak, entah kalau mereka berduaan di kamar. “Love you, Cinta,” bisik Zion tanpa terdengar orang lain. 

“Nggak usah merayu, aku masih ngambek.” 

“Jangan, dong, bagaimana nasibku nanti malam? Aku sudah berusaha pulang cepat, nih.” Zion terus berbisik mengeluarkan rayuan sejuta mautnya. Tapi Lizie menghindar dengan alasan memindahkan Zea yang sudah terlelap ke kamarnya. 

•••

Setelah Daddy Dean dan keluarganya pulang, Zion nampak sedang bicara serius dengan kedua orang tuanya. 

“Apa, Mom?!” pekik Zion kaget. 

“Jangan bereaksi berlebihan, untung saja reflek istrimu sangat cepat, jadi Zea selamat. Mommy tadi sudah menghubungi Uncle Nick agar meminta anak buahnya memeriksa CCTV di sekitar sekolah Zea untuk melakukan pemantauan.” 

Meski demikian, Zion tetap tak tenang, putrinya hampir celaka, bagaimana mungkin ia bisa bersikap tenang seperti istri dan sang mommy. “Sementara itu dulu, kamu istirahatlah, tetap fokus pada pekerjaanmu. Serahkan urusan ini pada Mommy dan Daddy.” 

“Hmm, baiklah, Mom.” Zion pun pamit kembali ke paviliun yang ia tempati bersama istri dan putrinya. Besok ia akan mendatangi markas AG untuk melihat sendiri rekaman CCTV yang berhasil disadap oleh tim AG. 

1
Bunda Idza
ya Allah.... deg degan ini....tanda masih hidup ya kan....kenapa bisa kecolongan??? mommy Dhera. Daddy Danesh....😭😭😭 piye Iki.....
moon: sek, belum tahu aja mereka.

edisi salah pilih lawan. 🤭
total 1 replies
Dozky 2 Crazy
hmmmm ternyata siAlan pelakunya
Dozky 2 Crazy: wkwkwk galau kenapa author
total 4 replies
Dozky 2 Crazy
aduh siapeeee nih
Shee_👚
hadeh zea bakalan jadi sandera buat lizie keluar. kalian dah membangunkan singa tidur😏
Shee_👚: gak sabar nungguin para2 macan keluar kandang semua😂
total 2 replies
Dozky 2 Crazy
makanya jgn macem macem yeee😁😁
Dozky 2 Crazy
sama yaa Zea mama sama papa lagi maen tembak tembakan dulu
Shee_👚
betul zion, kamu bawa lizie kembali jangan sampai ramanov menemukannya
Shee_👚
kami sendiri aja ngeri liatnya apa lagi musuh² nya yang dah ketar ketir. kamu beruntung dah nikah sama lizie, tapi jangan sampai kamu berbuat hal² aneh kalau gak mau kena dorr😂
vania larasati
lanjut
Shee_👚
jelas lah, pengawal bukan sembarang pengawal🤣
Dozky 2 Crazy
aseeli kepo 😁😁
octa❤️
🫶🫶🫶🫶
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
Thor..ini si mantan cadelita Mak ilang GK bisa ciat ciat beladiri kah??🤭🤭
moon: sek lahaciya 🤭👻
total 1 replies
falea sezi
mertuanya gimana nunggu bocil satu aja g bs 😒 nambahin beban. aja ne katanya bekas mafia 🤣🤣 alah pret
moon: nah, begitulah... mereka boleh para paruh baya, tapi pada jamannya mereka adalah...

ingat kalimat Eyang Juna. keluarga geraldy adalah keluarga dengan spek separuh mafia. 👻👻👻👻
total 3 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
kok blm nambah up mb moon?
hasana
👍👍👍👍
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
keren 👏🏻👏🏻👏🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Wah kamar Lizzie 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
setuju 🤤
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ngikut dong 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!