Indonesia
NovelToon NovelToon
Dangerous Boy

Dangerous Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Bad Boy / Teen School/College / Romansa
Popularitas:22.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aunty Sugar

Bagaimana jadinya jika king bullyng jatuh cinta pada korbannya?

Kinan Artharin, gadis yang polos dan lugu harus mendapatkan red card dan menjadi korban bully Langit Arsenio Rajendra, si pemilik julukan King Bullying.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aunty Sugar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 9

"Muka lo kusut amat, kenapa sih?" Lia bertanya seraya terus berjalan mundur mengikuti jejak Kinan yang mengajaknya ke kantin untuk memesan ice cream.

Kinan tersenyum simpul memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja meskipun di benaknya masih memikirkan siapa pengirim dari seragam baru tersebut, "Nggak apa-apa, mungkin kecapean aja."

Jemarinya mulai mengeluarkan selembar uang dan memasukkannya ke dalam mesin, mesin yang di khususkan memesan ice cream. Dengan segera Kinan mengambil ice cream tersebut, yang satunya rasa coklat untuk Lia dan rasa vanilla untuknya.

"Lo mau istirahat aja? biar gue antar ke UKS," titah Lia merasa khawatir dengan keadaan sahabatnya yang tampak tak baik-baik saja.

"Nggak usah Lia, aku baik-baik aja."

"Yakin nih?" tanya Lia yang masih melanjutkan berjalan mundur.

"Dari pada khawatirin aku mending perbaiki jalan kamu dulu, nanti kamu nabrak orang kalau jalan mundur gitu," saran Kinan.

"Iya-iya gue jalan baik-baik. Yaelah, santai aja kali Nan, gue nggak bakal nabrak-- "

Lia tidak jadi melanjutkan kalimatnya ketika membalik tubuhnya. Matanya terbelalak melihat ice cream yang ada di tangannya kini hancur. Namun bukan itu yang membuatnya terkejut, tetapi orang yang ada di depannya.

Semua pasang mata menoleh ke arah Lia dan ke arah orang dengan sepatu yang tergolong begitu mahal kini kotor karena tumpahan ice cream.

"BERSIHIN SEPATU GUE!!" teriak Langit seraya menendang meja kantin.

Lia dengan takut-takut menundukkan badannya lalu mengelap sepatu mahal seharga jutaan itu menggunakan sapu tangan miliknya. Kembali lagi Langit menghentakkan kakinya membuat Lia tersungkur ke belakang.

Sudah dikatakan kalau Langit adalah orang yang kejam dan tak punya hati. Jika ingin menindas dia tidak akan memandang gender. Tidak heran jika dia mendapatkan julukan King Bullying.

"SIAPA YANG NYURUH LO LAP SEPATU GUE PAKAI KAIN KOTOR ITU?!" bentaknya.

Kinan meringis, tangannya bergetar mengingat kejadian seperti ini beberapa hari yang lalu di mana Langit menyuruh orang tersebut menjilati sepatunya. Apakah Langit akan menyuruh Lia melakukan itu juga?

Kinan mengepalkan tangannya, tak sanggup melihat sahabatnya yang kini mulai menunduk perlahan ke arah sepatu Langit.

"STOP!" teriak Kinan yang segera berjalan mendekati mereka.

"Jangan," gumam Lia pelan sambil menggeleng memberi isyarat untuk tidak ikut campur. Lia hanya tidak mau kalau Kinan terkena masalah karenanya.

"Minggir deh, jangan ikut campur sama urusan Langit," Danu memperingati.

"Kenapa? kalian nindas teman aku, jadi ini juga urusan aku!"

Langit mendorong kasar Danu ke belakang, kali ini Langit ingin berurusan langsung. Ia jadi penasaran kemana perginya gadis yang kemarin takut padanya sehingga sekarang berani ikut campur.

"Lepasin Lia atau--"

"Atau apa?" potong cepat Langit.

"Atau... atau aku laporin kamu sama guru!"

Langit terkekeh mendengar ucapan yang baru saja Kinan katakan, "emang ada guru yang berani?" tanyanya santai.

"Kalau gitu aku yang bakal hadapin kamu!"

Lia mengedipkan matanya beberapa kali setelah mendengar ucapan Kinan yang tiba-tiba seperti itu. Tapi Lia hanya diam. Dia benar-benar tidak berani melakukan apapun saat ini.

"LO BERANI?!" teriak Langit. Kini dia begitu emosi melihat gadis yang berdiri di depannya. Sampai saat ini, tidak ada satu pun orang yang berani ikut campur dengan urusannya. Dan ini kali pertamanya ada seseorang yang berani ikut campur, "****** seperti lo mau ngadepin gue? mimpi!"

'******?'

Kinan menatap Langit dengan tajam mendengar satu kata dari Langit yang ditujukan untuknya.

"Kenapa liatin gue kayak gitu?" bukannya menjawab Kinan malah mengambil ancang-ancang membuat Langit was-was.

"LANGIT SAMPAH! HIYAAAA!!!" teriak Kinan ingin menyerang Langit. Namun gerakan Kinan yang terlalu cepat tidak dapat dihindari Langit membuatnya tersungkur ketika tendangan tersebut mengenai perutnya.

Belum sempat Langit bangkit, Kinan sudah kembali ingin menginjak tubuh cowok itu namun dengan cepat Jordan dan Dilan menahan Kinan. Semua orang terkejut melihat hal yang baru saja dilakukan Kinan. Begitu pula dengan Septian.

"Aw! sakit anjing!" ringis Jordan dan Dillan ketika Kinan menendang tulang kering mereka.

"Anggap aja ini balasan buat kalian!" ujar Kinan lalu menarik Lia yang masih terduduk di lantai. Danu seketika memberi jalan saat Kinan melewatinya, melihat ketiga temannya yang tepar akibat tendangan maut Kinan membuatnya sedikit takut.

Langit terdiam ditempatnya melihat Kinan yang membawa tawanannya itu pergi. Dia benar-benar tidak percaya kalau ada orang yang berani padanya. Mata tajam Langit terus memperhatikan kedua orang yang sudah pergi dari hadapannya. Ia mengepalkan tangannya saat ini.

Mungkin kali ini Langit membiarkan Kinan pergi namun tidak lain kali. Langit akan membuat gadis itu berlutut minta ampun di kakinya.

Ingat itulah janjinya!

***

Kinan jatuh terduduk lemas di hadapan pintu dengan kedua tangannya yang gemetaran takut.

Dia menendang Langit? apakah dia sudah gila? sejak tadi Kinan terus menanyakan itu pada dirinya sendiri.

"Kinan lo nggak apa-apakan?" tanya Lia yang tampak begitu khawatir dengan Kinan.

Kinan menggeleng seraya tersenyum gusar. Gusar dengan apa yang ia lakukan tadi. Kinan yakin, hal buruk sebentar lagi akan datang di kehidupannya.

Lia menghela napas, sejenak ia menatap Kinan yang masih terdiam. "Kinan seharusnya tadi lo nggak ngelakuin itu! Langit bukan sembarang orang yang bisa lo remehin, masalah lo yang kemarin sama dia aja belum selesai, sekarang lo malah nendang dia?"

"Tapi aku nggak bisa liat kamu jilat sepatu dia!"

"Tapi nggak harus nendang dia juga Kinan," ujar Lia tidak percaya dengan jalan pikir sahabatnya ini.

Kinan tertunduk lemas. Ia tau kalau yang dia lakukan tadi adalah salah, salahnya dia yang kurang menendang keras Langit. Orang sampah dan brengsek seperti Langit memang pantas mendapatkan tendangannya.

Lia menarik bahu Kinan agar berdiri dari duduknya, "Lo tunggu gue di sini, jangan keluar-keluar dulu! gue mau ke kelas ambil air buat lo."

Lia keluar setelah mendapat anggukan dari Kinan.

Sementara itu, Kinan perlahan berjalan mendekati cermin. Ia menatap pantulan dirinya dengan intens. Membuka kaca matanya lalu membilas wajahnya.

Pintu wc yang tertutup rapat tiba-tiba saja terbuka. Kinan dengan segera memakai kembali kacamatanya dan menatap siapa yang datang.

"Wow, ternyata si cupu ada di sini?" tanya Sella dengan mata yang terus sinis menatap Kinan.

"Iyuww, malas banget gue hirup udara satu ruangan sama dia," sahut Icha dengan menutup hidung.

'Ck! Dari pada nutup hidung mending sekalian tutup usia aja!' Kinan membatin.

"Nggak tau diri banget ya? udah sekolah karena beasiswa malah ngelunjak! seharusnya lo sadar kalau bukan karena orang tua Langit mungkin lo udah nggak dapat beasiswa!" ujar Iin. Ketiganya tertawa puas namun tidak dengan Kinan.

"Udah miskin nggak tau diri lagi!" Icha menambahi.

"Aku dapat beasiswa dan bisa sekolah di sini karena aku pintar dan layak, nggak seperti kalian yang cuman bisa ngandelin kekuasaan orang tua," setelah mengatakannya Kinan langsung menggigit bibir dengan panik.

'Ya, ampun Kinan tadi kamu ngomong apa?!' batinnya yang kini menyesal.

"Lancang lo ya!!" Sella hendak menarik rambut Kinan namun tidak jadi ketika pintu terbuka keras menampilkan Lia dengan napas ngos-ngosan seperti habis lari maraton.

Tanpa sepatah kata, Lia mendorong Sella dan langsung menarik tangan Kinan pergi dari sana. Sudah cukup, Lia tidak sanggup melihat Kinan yang mencari masalah tapi dia yang merasa gemetaran takut. Lebih tepatnya takut kena amukan dari kakak kesayangan sahabatnya ini.

"Tolong ya Kinan, lo jangan cari masalah mulu! kalau lo kenapa-kenapa entar gue yang repot! nggak lucu ya kalau Kak Dion marah terus nggak jadi nikahin gue!"

Kinan termangu mendengar ocehan Lia, sekarang ia terlihat seperti kambing yang diseret-seret.

1
Mega Raditya
Kecewa
Mega Raditya
Buruk
sfiaizmi_
lanjut dong thor
Fitriana Muflihatul Afidah
bagus banget
Fitriana Muflihatul Afidah
jangan2 Kinan yaaa
Fitriana Muflihatul Afidah
dobel ya Kak
Xavier Stave
ayoo up thor, semangattt
Xavier Stave
baguss cerita nyaa
Yani Aja
udah di bilangg kinan punya langit.. no argument.. lanjut kak.
Yani Aja
udah di bilangg kinan punya langit.. no argument.. lanjut kak
Yani Aja
akhirnya,. aku terus menunggu kisah selanjutnya
cAY
seru bangetttt
cAY
lanjut dong thorrrrr
Yani Aja
aku selalu nugguin loh kak updatenya
Zahra Qanita
lanjuttttttt thorrrrr
Yani Aja
aku jatuh cinta waktu pertama kali baca sinopsisnya... ah, sampe tiap subuh mantengin update nya.. pokoknya ter.. terrbaik lahh..
Yani Aja
langitt oh langitt cuaca mu kok jadi mendung...? kinan jadi binggung
Yani Aja
cusss donkk langitt..... tapi sukaa liat langit cemburuu gituu yahh.... ☺
Danss Jm
lanjutkan thorr
༺Leͥgeͣnͫd༻ᴳᵒᵈ
nanngung amat thor buset dah... lg seru"nya padahal... semangat ya thor.. lanjutin terus karyanya....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!