Menceritakan seorang gadis bernama tasya yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas. yang rela mengorbankan keperawanannya demi membantu perusahaan keluarganya yang tengah berada diujung tanduk kebangkrutan
awalnya semua berjalan sesuai rencana, perusahaan keluarganya pun kembali stabil. namun tiba-tiba saja ia dikejutkan setelah mengetahui kalau dirinya hamil....
mau tau kelanjutan ceritanya.
yuk langsung dibaca!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Masdah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PC(KK).9
" Erlan. Ayah dan Ibu, sudah tau semuanya. perempuan seperti Suci, tidak pantas untuk kamu perjuangkan. Ayah tidak ikhlas, karena dia telah menyakiti hati anak kesayangan ayah. Biarkan saja dia pergi bersama Wiliam karena itu pilihannya. Karena perempuan pengkhianat pantas bersama laki-laki pengkhianat, dan ayah yakin mereka berdua ,suatu hari nanti pasti, akan mendapatkan balasan dari perbuatan buruk yang mereka lakukan " ucap Pratama, sambil mengepalkan kedua tangan nya, karena menahan emosi
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Padahal selama ini Erlan sudah memperlakukan Suci bak seorang ratu, begitu pun dengan Rose dan Pratama, yang memperlakukan Suci seperti putri kandung mereka sendiri.
Dan tanpa memikirkan perasaan Erlan. Suci berselingkuh dengan Wiliam, seseorang yang sudah Erlan anggap seperti saudara kandungnya sendiri. Sungguh apa yang Suci dan Wiliam lakukan, bukan hanya melukai hati Erlan, tetapi juga melukai hati Rose dan Pratama
Dan saat memikirkan itu, Pratama seolah tidak dapat menahan emosinya. Membayangkan perasaan sakit hati yang putranya rasakan, saat mengetahui perempuan yang sudah ia pacari selama 7 tahun, ternyata menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri.
Namun karena mereka tinggal dinegara yang dilandasi oleh hukum. Membuat Pratama tidak bisa melakukan apa pun untuk membalaskan rasa sakit hati putranya. Dan yang dapat dia lakukan sekarang, hanya lah berdoa agar tuhan segera membalaskan rasa sakit hati putrnya.
" Erlan. Ayah kamu benar, perempuan seperti Suci tidak pantas untuk kamu perjuangkan. Ibu tau melupakan bukan lah perkara yang mudah, tapi ibu yakin, seiring berjalannya waktu kamu pasti bisa melupakan perempuan itu " ucap Rose. Sambil merapikan rambut Erlan, yang berantakan.
Erlan menatap netra Ayah dan Ibu nya secara bergantian. Kemudian mengangguk kan kepala nya pelan
Jujur sampai sekarang dia masih belum bisa membenci Suci, meski pun apa yang telah Suci perbuat kepadanya sangat melukai hatinya. Dan bukan perihal mudah baginya untuk menghapus kenangan yang telah dirinya dan
Suci buat, selama 7 tahun menjalin kasih.
Namun dia bukan lah seorang pengemis cinta, apa lagi pada seorang wanita, yang telah jelas-jelas membuang nya seperti sampah.
Ditengah lamunan Erlan, yang tengah sibuk bergulat dengan pikiran nya sendiri. Tiba-tiba Erlan merasa tubuhnya dipeluk dengan begitu erat. Dan ternyata Rose lah yang memeluknya dengan sangat erat, sambil menangis tersedu-sedu
" Erlan. Ibu mohon jangan menyakiti diri kamu sendiri lagi. Saat melihat tubuh kamu penuh dengan darah, mengingatkan Ibu pada adik kamu Arel " ucap Rose sambil menangis tersedu-sedu.
Pratama dan Rose, memiliki 3 orang anak. Erlan adalah anak sulung mereka, dan anak kedua mereka adalah seorang perempuan bernama Ariel, setelah itu anak ketiga mereka kembali berjenis kelamin laki-laki, yang mereka berinama Arel
Pada suatu hari, diakhir pekan. Rose membawa Arel yang saat itu berusia 5 tahun, ketaman bermain, untuk bermain bersama anak-anak seusianya. Dan ditaman bermain, Rose bertemu dengan teman Sosialitanya yang juga tengah menemani anaknya bermain
Karena asik mengobrol bersama temannya, Rose pun lalai untuk mengawasi Arel yang ia pikir saat itu tengah asik bermain, bersama teman-temannya.
Namun tiba-tiba saja, ada sebuah kebisingan yang terjadi, membuat Rose dan teman sosialitanya itu penasaran. Mereka pun bertanya kepada orang yang ada didekat mereka, dan orang itu pun memberitahu, kalau telah terjadi tabrak lari yang posisinya tidak jauh dari taman, dan yang menjadi korban adalah seorang anak laki-laki, yang diduga adalah pengunjung taman
Sontak Rose pun mencari keberadaan Arel, karena entah mengapa, setelah mendengar ciri-ciri anak yang menjadi korban tabrak lari itu, membuat jantung Rose tiba-tiba berdegup sangat kencang.
Rose sudah mencari keberadaan putranya Arel kesana-kemari disetiap sudut taman bermain, namun dia tak kunjung menemukan putranya. Hingga langkah kakinya sampai, ditengah kerumbunan orang-orang yang tengah mengelilingi anak kecil yang menjadi korban tabrak lari
Dengan perasaan campur aduk, Rose pun memecah kerumbunan itu, untuk melihat sosok anak kecil yang menjadi korban tabrak lari. Dan saat melihat sosok anak laki-laki yang tergeletak ditengah jalan dengan berlumuran darah ditubuhnya, sontak kedua bola mata Rose membulat dengan sempurna, detak jantungnya seolah berhenti berdetak, tubuhnya pun terasa sangat lemas.
" AREL.... " teriak Rose. Yang langsung menjatuhkan tubuhnya keaspal, lalu membawa tubuh anak laki-laki yang berlumuran dengan darah kedalam pelukan nya
Ya, ternyata anak laki-laki, yang menjadi korban tabrak lari, adalah Arel.
" makanya kalau bawa anak ketempat rame itu diawasin, jangan cuman sibuk sama diri sendiri. Kalau sudah kejadian seperti ini, siapa yang mau disalahin " ucap seorang ibu-ibu yang berdiri ditengah kerumunan.
Semenjak hari itu. Rose depresi dan selalu menyalahkan dirinya sendiri atas meninggalnya Arel. Ditambah, omongan orang-orang, yang saat itu menyumpahinya atas kelalaiannya dalam mengawasi putranya, selalu terbayang dikepalanya.
Pratama memang sedikit kecewa kepada istrinya, namun dia tidak pernah menyalahkan Rose sepenuhnya atas meninggalnya anak ketiga mereka. Ia menganggap mungkin itu sudah menjadi takdir yang ditentukan tuhan untuk putranya Arel, yang meninggal lewat prantara kelalaian istrinya. Sehingga dia tidak pernah menyalahkan siapa pun dalam perkara itu.
Namun berbeda dengan Rose, yang hidup dengan terus dibayang-bayangi rasa bersalah. Sehingga dia harus bolak-balik pergi kepsikiater, untuk menyembuhkan depresi dan rasa traumanya.
Sontak mendengar itu Pratama dan Erlan kaget, sehingga mereka saling melemparkan pandangan
" sayang kamu jangan bicara seperti itu " Ucap Pratama. Lalu menarik tubuh Rose, dan memasukkan nya kedalam dekapannya
" Iya Bu, aku minta maaf, aku janji tidak akan mengulanginya lagi " ucap Erlan, dengan wajah bersalahnya
" kamu harus janji sama Ibu, kalau kamu tidak akan menyakiti diri kamu sendiri lagi. Kalau kamu memiliki masalah, cerita sama Ibu atau pun Ayah kamu, jangan memendamnya sendiri " ucap Rose, lalu menyeka air matanya.
" iya Bu, aku janji. Ibu jangan nangis lagi ya " ucap Arel, lalu mencium tangan Rose dengan lembut.
Erlan pun merasa sangat bersalah, karena kembali membuat Ibu nya teringat akan kejadian dimasa lalu, dimana karena kejadian itu, membuat Ibu nya sangat terpuruk. Sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama, untuk menyembuhkan depresi Ibu nya, hingga bisa kembali seperti sekarang
Padahal ia tahu, kalau Ibu nya sangat trauma melihat darah yang berlumuran ditubuh. Namun kemarin malam, tangan nya sangat ringan untuk melukai dirinya sendiri, hingga berlumuran darah. Namun nasi sudah menjadi bubur. Yang terpenting sekarang, dia harus memegang janjinya kepada sang Ibu. Kalau dia tidak akan mengulangi tindak kan bodohnya itu.
Seminggu kemudian...
Satu persatu aset milik Ferdinan, sudah habis ia jual, untuk membayar gajih karyawan diperusahaan nya yang terntunda. Dan satu-satunya aset yang ia miliki sekarang, hanya lah rumah tempat tinggal dirinya dan juga anak-anaknya sekarang.