wanita muda yang menikah dengan seorang lelaki beristri karena sebuah permintaan seorang teman lama dari sang kakek, dengan Alasan agar keluarga itu memiliki Keturunan.
Apakah Gadis itu akan menerima permintaan tersebut? bagaimana kelanjutan nya?
Ikuti Terus kisah ini, Happy Reading💗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cillato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam bersama
Kini Naysila mengikuti langkah kaki Sagara dan asisten nya yang masuk ke dalam ruangan VIP yang sudah di pesan.
Sagara duduk di salah satu kursi dan mempersilahkan Naysila untuk duduk di sebrang nya.
Gadis itu pun duduk di seberang Sagara dengan bersebelahan oleh Aditya, asisten dari Sagara.
"Kita bisa mulai sekarang, waktu saya tidak banyak". ucap Sagara to the point
"baik Tuan". ucap Naysila yang segera membuka tas nya dan mengambil sebuah buku catatan yang berisi beberapa daftar pertanyaan untuk Sagara dan tak kuota ponsel milik nya.
"maaf kalau boleh saya rekam percakapan nya". Ucap Naysila meminta izin terlebih dahulu
Sagara hanya menggangguk sebagai jawaban atas pertanyaan dari Naysila, gadis itu memulai pertanyaan nya setelah menyiapkan rekaman di handphone nya.
"Baiklah Tuan kita mulai sekarang ya, pertanyaan pertama sebagai seorang pengusaha Apa kebiasaan yang sering Tuan lakukan setiap hari yang dapat membuat Tuan terus bersemangat untuk bekerja setiap hari nya?".
Sagara sendiri sedikit terkejut dengan pertanyaan ini, menurut lelaki itu pertanyaan ini sedikit mengurus pada urusan pribadi nya.
"saya selalu bersemangat dalam bekerja, karena bekerja itu merupakan sebuah Hobi yang saya lakukan. apapun yang kita lakukan kalau memang kita sudah mencintai nya maka kita akan mengerjakan nya dengan semangat dan ikhlas, Saya rasa seperti itu". Jawab Sagara
" Apa Tuan tidak pernah mengalami titik jenuh saat bekerja? apalagi pekerjaan yang di lakukan setiap hari?".
"bekerja adalah Hobi saya, jadi saya sudah seperti yang saya katakan tadi ". Ucap Sagara dengan menarik sudut di bibir nya
"jadi Tuan tidak pernah merasa jenuh saat bekerja? ". tanya Naysila dengan penasaran Sagara pun mengangguki nya
(Jangan jangan saat nanti aku menikah dengan nya, hidup ku akan sangat amat membosankan jika memiliki suami yang gila bekerja seperti jnji). Batin Naysila
Aditya yang berada di sebelah Naysila seakan mengerti dengan apa yang di pikirkan oleh gadis itu, untuk orang yang baru mengenal Bos nya pasti akan akan merasa aneh dengan Sagara yang sangat menggilai sebuah pekerjaan.
Bahkan sepanjang hari nya, lelaki itu bisa menghabiskan waktu nya untuk memikirkan pekerjaan saja.
"lalu apa tips dari tuan supaya bisa sesukses seperti Tuan sekarang? ".
"ya itu tadi, cintai pekerjaanmu Jadikan Dia sebagai hobi maka kamu akan bersemangat dalam melakukan hal itu". Ucap Sagara mantap
beberapa pertanyaan pun terus berlanjut, sepanjang wawancara Naysila terus memperhatikan wajah Sagara dengan lekat saat lelaki itu menjawab pertanyaan dari nya.
dari setiap jawaban yang lelaki itu ucapkan, Naysila bisa menilai betapa bosan nya hidup Sagara karena selalu berkutat dalam dunia pekerjaan saja.
Bahkan Saat di tanya tentang hobi nya, lagi dan lagi Sagara akan menjawab bahwa bekerja itu adalah hobi nya.
" Baik Tuan, ini pertanyaan terakhir. Siapa sosok yang menjadi panutan Tuan dalam bekerja hingga mempunyai bisnis sesukses ini?". Tanya Naysila
"Tentu saja Kakek saya sendiri, Kakek Pratama". Jawab Sagara
" Beliau adalah panutan saya, dari saya kecil sampai saat ini, beliaulah yang selalu menasehati saya terutama tentang bisnis. saat saya kecil, saya melihat sendiri bagaimana kakek bekerja dengan keras memajukan perusahaan ini, dan u
tujuan nya bukan hanya untuk memperkaya diri nya sendiri, tapi untuk membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyak nya agar orang lain bisa bekerja di sana dan mampu menghidupi keluarga mereka masing-masing. jadi Hal itulah yang membuat saya salut dengan Kakek saya, Beliau sangat mulia hati nya". jelas Sagara
"karena saya sendiri seorang anak yatim piatu, kebersamaan saya bersama ayah dan ibu saya berlangsung hanya sebentar, sisanya saya selalu bersama dengan kakek. jadi kakek adalah panutan di hidup saya". ucap nya lagi
(Kamu benar, Kakek sangat mulia hati nya. bahkan ia menganggapku seperti cucu nya sendiri dan memberikan semua fasilitas yang aku butuhkan). ucap Naysila dalam hati
ceklek
tiba-tiba pintu di buka dari luar, dan datanglah seseorang klien yang sudah di tunggu kedatangan nya dari tadi.
Terlihat seorang pria berkulit putih dan bermata sipit, Mr Kim nama nya.
Naysila cepat-cepat membereskan barang-barang nya, karna sudah waktu nya dia pergi.
Sagara dan Aditya menyambut kedatangan Mr Kim, sementara Nasyila sudah bersiap-siap untuk pamit pulang.
"maaf, Nona mau ke mana? apa tidak ikut makan malam saja bersama?. Ujar Mr Kim saat melihat Naysila dan Sagara secara bergantian
"Terima kasih tuan, tapi urusan saya sudah selesai, saya tidak ingin mengganggu waktu Tuan dan Tuan Sagara, maka dari itu saya permisi pulang dulu". jawab Nasyila sambil membungkuk
" Nona, tidak ada masalah jika anda bisa bergabung bersama kami, ini hanya makan malam biasa, anda bisa tetap tinggal di sini". tawar Mr Kim yang membuat Nasyila tentu saja sangat senang dengan tawaran itu
ia menoleh ke arah Sagara untuk meminta persetujuan, lelaki itu pun mengangguk menyetujui tawaran dari klien nya.
"tetaplah di sini, kita makan bersama terlebih dahulu". Ucap Sagara
"baik Tuan, Terima Kasih". Sahut Nasyila bersorak kegirangan di dalam hati
Mereka pun kembali duduk di tempat masing-masing, tak lama pelayan datang datang membawakan beraneka macam makanan di hadapan mereka.
Nasyila yang suka makan, wajah nya begitu sangat bersinar saat melihat banyak makanan di depan nya
(Wah banyak sekali menu makanan nya dan terlihat sangat enak, jangan sampai aku kalap dan makan banyak di depan Sagara nanti dia merasa jijik padaku". Batin Nasyila
di awal Nasyila hanya mengambil makanan tersebut sedikit demi sedikit, di samping nya ia melihat Aditya sedang makan menu yang sangat terlihat lezat membuat Nasyila Jadi kepingin untuk mencicipi nya juga.
" Pak Asisten Apakah makanan itu enak? ". bisik Naysila pada Aditya di sebelah nya
"tentu saja Enak, mau coba? itu masih ada". jawab Aditya dengan pelan
" Aku mau tapi malu, Bisakah kamu ambilkan untukku? pura-pura nya kamu menawarkan itu padaku ya". bisik Naysila lagi
"Jangan sok malu seperti itu, dari awal aku melihatmu aku tahu bagaimana karaktermu". Ucap Aditya dengan mencbikkan bibir nya
" Sudahlah jangan bahas karakter sekarang, Tolong ya ambilkan itu untukku". pinta Naysila lagi dengan wajah yang mengiba
Aditya pun mengambilkan makanan itu, dia berpura-pura menawarkan kepada Naysila dan gadis itu menerima nya dengan senang hati.
Sagara dan Mr. Kim memang sedang mengobrol sambil makan, tapi bukan berarti Sagara tidak bisa menangkap gerak-gerik Naysila dan Aditya.
dari tadi sesekali ia melirik ke arah mereka berdua, di dalam hati lelaki itu tersenyum melihat tingkah unik dari Naysila, menurut nya gadis itu sangat lucu dan unik bagi nya.
setelah selesai menghabiskan makanan nya, Naysila meminta izin untuk pergi ke toilet, ia ingin merapikan dandanan nya yang sudah berantakan karena ia terlalu bersemangat menyantap makanan tadi.
siapa sangka perginya Naysila ke toilet di ikuti oleh seorang wanita
baru ketangkap Alexnya
bukan nya Alex dan Mira yang tertangkap