"Aku minta maaf..."
"Aku menyesal...", ucap Revaldo tulus.
"Sudah terlambat.Sekarang aku sudah lelah ikut bermain,jadi biarkan aku pergi ",ucap Viera dengan wajah putus asa.
Seandainya waktu bisa diputar,Revaldo tak akan pernah sedikitpun menyakiti hati istrinya dan akan memperlakukannya dengan baik.Dan sekarang hanya penyesalan yang tersisa dalam hatinya karena masih tertaut dengan masa lalu sehingga menghancurkan rumah tangganya.Dengan tekad yang kuat, Revaldo aakan melakukan apapun agar Viera mau memaafkan dan kembali membina rumah tangga bersamanya.
Menghadapi keteguhan sikap dan hati suaminya, Viera merasa galau.Apalagi dia juga telah mendapati fakta jika semua ini terjadi memang sengaja diciptakan oleh Sekar dan keluarganya dengan tujuan menghancurkan keluarga besar suaminya melalui Revaldo.
Akankah Viera memaafkan semua kesalahan Revaldo dan kembali lagi bersamanya atau dia memilih untuk mencari kebahagiaannya sendiri meski ada janin yang mulai tumbuh dalam tubuhnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEHANGATAN KELUARGA HOFAND
Pagi harinya, Revaldo sarapan bersama keluarga Hofand, keluarga barunya sekarang di mansion mewah tempat mereka tinggal.
Dari pengamatannya, keluarga istrinya ini adalah keluarga yang hangat dan terlihat saling mengasihi.
Mereka semua makan dengan tenang dan teratur sesuai dengan tata karma ketika berhadapan dengan makanan.
Bahkan suara sendok yang terbentur dengan piring sama sekali tidak terdengar, sangat tenang tak terburu – buru.
Alberto menyudahi sarapan dengan meminum segelas air putih, lalu meraih saputangan yang ada dipahanya untuk membersihkan area sekitar mulut dengan cara elegan.
Ketika melihat seluruh anggota keluarga beserta menantunya telah selesai sarapan, Alberto mulai angkat bicara, menyampaikan beberapa hal yang telah dipikirkannya sejak semalam.
Alberto berdehem agar semua orang memperhatikannya dan menghentikan aktivitasnya sebentar.
“ Revaldo, apakah kamu dan putriku sudah menentukan untuk tinggal dimana setelah ini...”
“ Kalian akan tinggal diasrama atau mungkin ada tempat tinggal baru…”, tanya Alberto penasaran.
“ Papi cukup memanggilku Aldo saja karena sekarang aku sudah menjadi anakmu…”, ucap Revaldo canggung.
“ Kalian berdua kaku sekali…”, guman Viera pelan, berusaha agar tidak ada yang mendengar ucapannya.
Revaldo langsung memandang Viera saat mendengar gumanan gadis itu karena dia memiliki indera pendengaran dan penglihatan yang tajam.
Sebuah syarat mutlak bagi seorang anggota militer agar bisa mendeteksi musuh yang mencoba mendekat.
“ Ya…kau benar jika sekarang kau sudah menjadi anakku…”, ucap Alberto tertawa renyah.
Revaldo tersenyum tipis mendengar ucapan dari sang mertua. Saat ini dirinya merasa bahagia karena telah diterima dengan baik dalam keluarga Hofand.
“ Aldo dan Viera akan tinggal di rumah yang tak jauh dari barak yang telah Aldo siapkan jauh – jauh hari sebelum menikah dengan Viera pi...... ”, ucap Revaldo berusaha seramah mungkin.
“ Ngomong – ngomong kapan kau akan aktiv kembali bertugas…”, tanya Alberto lagi.
“ Sekitar lima hari lagi pi…”
“ Setelah acara dikampung Aldo selesai.....”, ucap Devian menimpali.
“ Papi tidak menanyaimu, tetapi adik iparmu…”, ucap Alberto berdecak sebal.
“ Kenapa papi begitu kejam padaku seolah aku adalah anak pungut….”, dengus Devian mulai berdrama.
Angelina hanya bisa menggelengkan kepala setiap suami dan anak sulungnya itu mulai beradu mulut.
Meributkan sesuatu hal yang tidak penting dan sepele. Bahkan, mereka seperti melupakan bahwa ada seorang anggota baru dalam keluarga ini.
Angelina yang tidak ingin menantunya menganggap keluarga mereka adalah keluarga yang aneh berusaha untuk segera menengahinya.
Meski Revaldo sempat berpikir seperti itu namun dia cukup senang karena keluarga barunya tersebut ternyata tidak sekaku keluarganya terutama saat kakeknya dulu masih hidup.
“ Oh iya…”
“ Apa kalian sudah berencana untuk memiliki anak dalam waktu dekat…”, ucap Angelina berusaha memecah kecanggungan yang ada.
“ Miii…”, teriak Viera dengan mata melotot untuk menegur sang mami dengan pipi merona akibat malu.
Mata Viera diam – diam melirik Revaldo yang langsung terdiam kaku seperti manekin dengan ekspresi datar andalannya begitu Angelina buka suara.
“ Oh, maafkan mami sayang. Mami sama sekali tidak bermaksud begitu ”, ucap Angelina dengan wajah penuh penyesalan.
“ Tetapi mami sungguh ingin segera memiliki cucu…”, ucapnya lagi menambahkan.
“ Angelina…”
“ Miii…”
Ucap Alberto, Devian dan Viera bersamaan membuat Angelina meringis menunjukkan deretan rapi giginya dengan wajah tak berdosa.
Hanya Renaldi yang tetap kalem tak menghiraukan segala macam keributan yang diperbuat oleh anggota keluarganya.
Untung saja Rose sedang sibuk menemani anaknya memberi makan ikan sambil menyuapinya dikolam belakang, jika tidak maka kondisinya akan semakin ramai saja pagi ini.
“ Keluarga yang aneh, tapi hangat…”, itulah saat ini yang ada dalam benak Revaldo sambil tersenyum canggung.
Setelah selesai sarapan semua orang pun bergegas menyiapkan semua hal yang akan mereka bawa ke desa, tempat dimana keluarga Bramastya tinggal untuk melaksanakan acara resepsi kedua pernikahan disana.
Kalau orang Jawa bilang acara ngunduh mantu yaitu pernikahan atau resepsi yang diadakan dirumah pihak pegantin lelaki setelah sebelumnya melakukan akad nikah dan resepsi dirumah pihak mempelai wanita.
Revaldo dan Viera turun dari mobil setelah sampai dikediaman Bramastya ketika matahari sudah tenggelam diufuk barat.
Setelah gerbang dibuka, dua belas mobil Alphard yang menjadi penggiring pengantinpun satu persatu masuk kehalaman depan rumah yang sangat luas.
Sebagai salah satu keluarga kaya dan terpandang didesanya, seperti rumah orang Jawa pada umumnya halaman depan keluarga Bramastya sangatlah luas karena biasa digunakan untuk memarkir truk yang akan membawa hasil panen untuk dijual kekota yang dekat dengan desa mereka.
Para tetangga dan sanak saudara yang sudah berada didalam rumah untuk mempersiapkan acara ngunduh mantu yang akan dilaksanakan esok hari terlihat bersiaga didepan pintu menunggu kedatangan tamunya tersebut.
Secara serempak mereka tersenyum ramah dan segera mempersilahkan tamunya untuk segera masuk kedalam rumah tua bergaya joglo tersebut.
“ Wah, sogeh tenan besanne Wiro iki ( wah, kaya benar besannya Wiro ini )...”
“ Delok en tumpakane, gak onok sek elek (Lihat apa yang mereka kendarai, semua mobilnya nggak ada yang jelek )..... ”, guman semua orang yang berada dalam kediaman.
Para tetangga yang ikut membantu didapur semua pada keluar dan saling mengintip dari samping rumah melihat kedatangan keluarga Hofand.
Jiwa kekepoan mereka cukup tinggi, apalagi Revaldo merupakan anak semata wayang Wiro yang masyarakat desa anggap sebagai perjaka tua karena baru menikah setelah usianya menginjak kepala tiga.
Mata semua orang langsung terbelalak melihat banyaknya seserahan yang diturunkan dari mobil yang mereka taksir harganya diatas ratusan juta.
Dalam hitungan detik saja, kabar mengenai kedatangan calon mempelai wanita beserta keluarganya serta barang apa saja yang mereka bawa sudah menyebar keseluruh desa.
Inilah hebatnya hidup didesa, banyak cctv berjalan yang akan memberikan masyarakat informasi yang paling actual terjadi disekitar mereka.
Dan berita tersebut tentunya sampai juga ke telingga Rukmini, ibunya Sekar yang dulu sempat akan berbesan dengan keluarga Bramastya tapi gagal akibat Sekar hamil duluan.
Untung saja suami Sekar tersebut merupakan pengusaha kaya di ibukota sehingga Rukmini pun tak kehilangan muka waktu membatalkan pertunangan yang terjadi antara Sekar dan Revaldo delapan tahun silam.
Dan untuk menutupi kesalahan sang anak yang telah berselingkuh hingga hamil, Rukminipun memutar balikkan fakta jika semua terjadi akibat kesalahan Revaldo yang tak segera menikahi Sekar setelah mereka bertunangan selama enam bulan.
Keterpurukan Revaldo setelah pertunangannya diputus sepihak dan wanita yang dicintainya menikah dengan orang lain membuat Rukmini merasa bangga.
Bahkan kegagalan Revaldo untuk menikah pasca putusnya pertunangan dengan Sekar membuat anak semata wayang Wiro tersebut dijuluki sebagai perjaka tua membuat Rukmini semakin puas.
Dan yang membuat keluarga besar Bramastya sakit hati adalah rumor yang sengaja dihembuskan oleh Rukmini jika Revaldo tak akan bisa menikah jika tidak dengan Sekar, maka dari itu putra tunggal Wiro itu akan terus membujang karena menunggu Sekar menjadi janda.
Sarah yang merasa sakit hati terus berusaha untuk menjodohkan Revaldo dengan anak – anak sahabatnya ataupun kerabat jauh mereka, tapi sayangnya niatnya tersebut selalu dimentahkan begitu saja oleh Revaldo tanpa ada satupun wanita yang anaknya itu mau temui.
Dan begitu Revaldo menerima tawaran perjodohan yang dulu sempat kakek buyutnya buat membuat Sarah merasa bahagia.
Apalagi keluarga besar Hofand merupakan keluarga konglomerat yang hartanya tidak akan ada habisnya membuat Sarah bisa membungkam mulut Rukmini dan para warga desa yang sering mengunjing buruk putra tunggalnya tersebut.