Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Kecil Om Tampan

Gadis Kecil Om Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:25.2k
Nilai: 5
Nama Author: Cici Novita

"Raj," tiba-tiba Oliv mendekatkan bibirnya di telinga Raj. Bermaksud agar ia bisa mendengar perkataannya dengan jelas.

"A..pa?" jawabnya sedikit kikuk. Bagaimana tidak, jika hembusan nafasnya menggelitik telinga.

"Kamu jangan galau terus, apa gak sebaiknya kamu balas dia dengan cara bikin dia panas ke." usul Oliv yang absurd.

"Bikin panas gimana?" tanyanya datar seperti tidak tertarik dengan usul darinya.

"Bikin dia cemburu, dengan pamer pacar baru di depannya. Buat dia menyesal telah mengkhianati kamu."

"Tapi aku gak punya pacar baru."

"Sama aku aja." jawab Oliv enteng.

"Kamu mau jadi pacar aku?" sejak awal pertanyaan Raj selalu saja datar, tetapi menjurus.

"Iya, secara aku gak kalah cantik dari dia, yang pasti aku lebih muda darinya." dengan bangganya Oliv memuji dirinya sendiri sembari mengibaskan rambutnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cici Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 9

Rajendra dengan wajah datar merasa tidak bersalah, ia melanjutkan sarapannya.

"Gak usah sok nyalahin Mommy. Memang itu sudah tugas kamu sebagai kakak, kamu harus menjaga Olivia dan tahu kelemahannya." tiba-tiba saja Mom Sekar berbicara seperti itu kepada Rajendra.

"Apa sih Mom? Dari tadi aku diam saja loh?" sahutnya kesal.

"Nggak apa-apa. Mommy cuma ngasih tahu saja." Ujarnya.

Ya ampun random banget ya sifat Mom Sekar, tapi itu lucu menurutku.

"Kalau begitu,... Mommy kan sudah tahu kalau kamu alergi udang. Lalu makanan kesukaan kamu apa?" tanyanya kepada Olivia dengan senyuman manis di bibirnya.

"Aku suka_..."

"Olivia pemakan segalanya Mom, tapi yang paling dia suka adalah coklat." Rajendra memotong jawaban dari Oliv. Dan tentu saja jawaban Rajendra benar adanya.

"Pemakan segalanya. Kamu kira omnivora. Kalau ngomong yang benar Rejen." lagi-lagi Mom Sekar meninggikan suaranya mengomeli anak semata wayangnya itu.

"Maksudnya... Oliv itu semua jenis makanan ia suka, bahkan udang pun sebenarnya ia juga suka, kalau saja tidak membuatnya alergi gatal-gatal." Jelasnya.

Mom Ratih mengangguk, "Selesai sarapan kamu main saja dulu disini, nanti Mommy buatkan kamu cookies coklat." ujarnya sembari tersenyum penuh semangat.

Bagaimana ini aku tidak bisa menolak permintaannya. Tadinya aku akan berpamitan untuk pulang sekarang.

"Mom, mungkin Oliv ada acara lain. Kapan-kapan saja main lagi." celetuk Rajendra. Entah ia bisa membaca pikiran Olivia atau membaca ekspresi wajahnya.

Mom Sekar terlihat sedikit murung setelah mendengar ucapan Rajendra.

"Gak ada acara apa-apa kok. Aku akan main dulu disini." akhirnya aku tidak tega melihat Mom Sekar yang terlihat sedih.

Mendengar perkataan itu ia jelas saja merasa senang. Kemudian Olivia hendak membantunya untuk membereskan meja makan, tetapi Mom sekar melarangnya.

Meski asisten rumah tangganya sedang pulang kampung karena saudaranya ada yang menikah. Tetapi bu Sekar tidak sungkan untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Di rasa karena mempunyai asisten rumah tangga yang kompeten, jadi Mom Sekar hanya memiliki 1 orang asisten rumah tangga dan 1 orang tukang kebun dan 1 lagi satpam.

Tukang kebun pun, ia memperkerjakan seorang perempuan yaitu istri dari pak satpam.

Kala urusan memasak. Mom Sekar tidak terlalu mengandalkan ART nya, karena selain memasak adalah hobinya ia juga merasa bahagia jika Rajendra dan juga suaminya sangat menyukai masakannya.

"Rajendra kamu temani Oliv bermain agar dia tidak bosan." Titah Mom Sekar.

"Iya nanti aku ajak dia bermain Barbie." jawabnya menyindir.

"Oliv suka main Barbie?! Ah... Tapi disini tidak punya Barbie. Kalau begitu Rajen, kamu pergi beli dulu sana." Titah sang Ibu.

Ya ampun, aku tidak menyangka kalau Mom Sekar akan menanggapi candaan Rajendra dengan serius. Aku memang suka Barbie tapi itu dulu ketika aku masih kecil. Eh tapi memang iya sih aku selalu main Barbie sama Fionna.

"Iya. Nanti aku beli satu set dengan Pangeran Pegasus nya." jawab Rajendra dengan nada kesal. Punya Mommy polos amat. Kemudian ia pergi ke taman belakang rumah untuk menghirup udara segar. Tentu saja membuat Olivia mengekor di belakangnya.

"Oh iya. Semalam ada yang nelpon sampai beberapa kali. Tapi tidak aku angkat."

"Siapa?" Tanyanya tanpa mengalihkan pandangan dan tetap fokus dengan langkahnya.

"Gak ada nama, nomor baru. Tapi foto profilnya cewek."

Lalu Rajendra membuka poselnya untuk memeriksa siapa yang telah menghubunginya.

Oh ya ampun, aku baru ingat mau menghapus foto-foto ku yang ada di ponselnya Rajendra. Tetapi sudah terlambat sekarang. Ya sudahlah tidak apa-apa, foto-foto ku juga bagus-bagus, lumayan buat nakut-nakutin tikus. Nanti kalau Rajendra risih sendiri ia juga pasti akan menghapus foto-fotonya.

"Siapa?" Olivia kembali bertanya setelah melihat Rajendra membuka ponselnya.

Dan ia hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya. Entah tidak ingin memberi tahu Olivia atau memang tidak tahu siapa yang menghubunginya semalam.

"Mau kemana?" tanya Oliv sambil mengekor di belakang punggungnya saat Rajendra beranjak pergi.

"Olahraga. Nih ambil," Rajendra memberikan raket badminton kepadanya.

"Hah? Tapi aku gak mau olahraga. Cuacanya panas kayak gini." keluh Olivia.

"Nggak apa-apa sebentar saja. Olahraga bagus untuk kesehatan." Rajendra tidak menghiraukan keluhan Olivia.

Dan akhirnya mereka sudah ada di lapangan badminton yang ada di samping rumah.

Awal permainan Olivia cukup tangkas mengimbangi Rajendra dan selalu bersemangat. Tapi lama-kelamaan ia mulai lelah dan kepanasan.

"Ayo Oliv kejar bolanya. Jangan diam di tempat saja." teriak Rajendra.

"Gak mau. Aku capek." Ia kemudian duduk di pinggiran lapangan yang sedikit teduh oleh rindangnya pohon mangga.

Rajendra menghampirinya dan memberikan sebotol minum. "Baru 10 menit kita bermain, kamu sudah menyerah begitu saja?" Ia merasa tak percaya dengan Olivia yang lemah seperti itu.

Namun Oliv enggan menjawabnya, ia hanya diam dan mengerucutkan bibir karena merasa kesal.

"Kamu tidak ingin membakar lemak yang baru saja kamu makan?" Tanyanya dengan sedikit tergelak, melihat Olivia yang menggemaskan.

"Aku ingin. Tapi aku malas." Jawabnya enteng.

Rajendra hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa berkomentar apapun.

"Memangnya aku gendut ya?" Tanyanya tiba-tiba. Mungkin ia jadi kepikiran setelah apa yang di katakan oleh Rajendra.

Kini Rajendra mengangguk dengan senyum jahilnya. "Lihat pipi kamu itu chubby, lengan sudah seperti talas bogor, perut kamu sudah berlipat-lipat seperti pundak kudanil, kaki kamu_"

"Stop. Jangan bicara lagi." Sontak Olivia jadi menyentuh pipinya lalu memegang dan memperhatikan lengannya, lanjut dengan melihat lagi ke bagian perut.

Itu berhasil membuat Rajendra tersenyum melihat tingkahnya yang menurutnya menggemaskan. Ia benar-benar termakan oleh omongannya. Setelah itu Rajendra pergi meninggalkannya tanpa berkata apapun. Tetapi lagi-lagi Oliv selalu mengekornya seperti biasa.

"Mau kemana?" Tanya Oliv sembari mengimbangi langkah Rajendra yang panjang.

Namun ia hanya diam dan terus berjalan.

Ternyata kini mereka telah sampai di ruang Gym di rumah Rajendra. Terlihat banyak fasilitas olahraganya yang sangat lengkap dan ruangannya yang juga begitu nyaman.

"Kamu bisa mengangkat beban itu untuk menurunkan berat badan mu." ujar Rajendra tiba-tiba, sembari menunjuk barbel yang beratnya 20 kg.

1
harwanti unyil
kk lama up nya sekali up bikin sepot jantung
harwanti unyil: di tunggu up nya yg banyak kk sangat
total 2 replies
suki
up lagi dong thor yg banyak 😍😔
suki
up lagi dong thor 😔
harwanti unyil
terpeso aku
harwanti unyil
kn jadi bingung sendiri
harwanti unyil
jika punya mertua seperti mommy sekar enak kali ya
Anonim
Up tbr
Anonim
Upnya jgn lama thor
suki
up yang banyak dong tor😍
Anonim
Up tor
Anonim
Ntor kok gk pernah up
Anonim
Up yg banyak tor
Anonim
Kok gk pernah up tor
Anonim
Up ntor
Anonim
Up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!