Anak itu tumbuh di keluarga kaya. Dia mendapatkan pendidikan, pekerjaan dan segala macam hal-hal yang penting bagi orang kaya. Namun, dia terlalu fokus pada semua itu. Anak itu tumbuh menjadi orang egois, dia merasa tidak pernah bantuan orang lain, uang bisa melakukan segalanya. namun suatu ketika ayah dan ibunya meninggal karena kecelakaan, dia tinggal sendiri bersama para bawahannya, tapi ketika dia sakit, seluruh hartanya di curi dan semua bawahannya meninggalkannya. dalam keadaan menderita dia terbaring di rumah sakit, tanpa keluarga dan istri. dia baru menyadari pentingnya seorang istri, dan keluarganya. meninggal dalam penyesalan dan bereinkarnasi di Dunia lain. Dunia yang unik dan penuh dengan kultivasi. di sini dia akan berjuang demi kehidupan yang layak dan berdiri di puncak kultivasi.
Namun dia tidak punya akar spiritual, bagaimana dia bisa berdiri di puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Made Budiarsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seorang gadis
Setelah itu, dia membuka pintu dan hendak pergi, tiba-tiba ada seberkas cahaya melintasi langit. Itu tidak lain seorang peri! Xiao Li memperhatikannya dan penasaran bagaimana rasanya terbang seperti burung. Di kehidupan sebelumnya dia bisa terbang menaiki pesawat, tapi terbang seperti itu jauh berbeda dengan menaiki pedang terbang. Pastinya terbang seperti peri itu jauh lebih menyenangkan dan dia bisa pergi ke mana pun yang diinginkannya. Sayangnya Xiao Li tidak punya akar spiritual untuk membuatnya terbang seperti itu.
Tang Ning’er memberitahunya dia dapat membuat akar spiritual palsu, tapi dia tahu itu pasti sangat sulit. Xiao Li menggelengkan kepalanya, dia mungkin tidak memiliki kesempatan untuk dapat menjadi peri.
“Aku bisa membantumu.”
Xiao Li terkejut dan ada seorang kakek-kakek di gerbangnya yang hancur. Xiao Li tahu dia kakek-kakek yang menyerangnya tadi dalam ilusi. Usianya mungkin sekitar tujuh puluh tahun dan rambutnya sudah memutih.
Kakek itu melanjutkan, “Nak, kau memiliki takdir yang aneh. Rohmu berbeda dari semua orang, kau bukan berasal dari dunia ini. Aku bisa membantumu menjadi seorang Peri abadi.”
Xiao Li terkejut.“Apa kau berasal dari sekte langit?”
“Tentu saja bukan, aku hanya orang tanpa ikatan.”
Xiao Li lega.“Atas dasar apa aku harus mempercayaimu?”
“Karena aku seorang peri.”
Ketika kakek itu berhenti berbicara, ada embusan angin yang bertiup. Xiao Li tahu mengapa itu bisa terjadi. Dia semakin serius dengan Kakek itu.
Kakek itu lalu berkata, “Tapi... Tentu saja ada syaratnya.”
“Apa itu?”
Suara mendesing!!!
Kakek itu dengan cekatan mengambil pedang terbang yang melesat ke arahnya. Dia memegangnya dengan santai seolah itu bukan pedang melainkan ranting kayu. Pedang itu terdiam dan tidak bisa melawan.
“Aku tidak bisa mengatakannya di sini, cepat kemasi barang-barangmu.”
Xiao Li mengangguk lalu kembali masuk. Xiao Li memiliki beberapa pengetahuan tentang kakek itu. Pertama yang pasti, dia seorang peri. Kedua, meski kakek itu berbohong dia tidak akan kerugian sedikit pun, dia tidak punya apa-apa. Ketiga, jika mengikuti kakek itu, setidaknya hidupnya akan lebih terjamin. Xiao Li berpengalaman dalam kehidupan sebelumnya, dia tahu bagaimana orang berbohong atau tidak, jadi tidak ada alasan untuk menolak kakek itu.
Tujuan Xiao Li setelah dapat berkultivasi, pertama, mencari adiknya, kedua, menjelajahi dunia dengan pedang terbangnya. Dia ingin memulai bisnis tapi sepertinya impian itu hanya akan menjadi impian saja, ketiga, tentu saja harus memiliki keluarga, dia mengalami betapa menderitanya di kehidupan sebelumnya tanpa keluarga.
Meski Xiao Li tahu dia tidak punya akar spiritual, dia yakin pasti kakek itu punya cara untuk mengatasinya.
Setelah mengambil upah dan memasukkan semua pakaiannya, dia kembali keluar.
Pria tua itu hanya mengangguk lalu berjalan. Xiao Li mengikutinya. Dia lalu bertanya, “Tuan, ke mana kita akan pergi?”
“Ke rumahku.”
Mereka tidak bercakap-cakap lagi. Ada beberapa teman Xiao Li yang bertanya ke mana dia akan pergi. Ketika dia ingin menjawab, Kakek itu melarangnya, sehingga Xiao Li mengatakan pergi kerja. Dia penasaran mengapa kakek itu tidak membiarkannya, tapi tidak apa-apa, asalkan tidak mengancam keselamatannya.
Ketika siang, kakek itu membelikan Xiao Li makanan dan menginap di penginapan pada malamnya. Xiao Li diperlakukan dengan baik olehnya dan dalam tiga hari, akhirnya Xiao Li mempercayainya.
Kakek itu memiliki pondok di bukit. Mereka tiba pada sore harinya.
Pondoknya tidak terlalu besar tapi cukup indah. Ada angin bertiup terus menerus, membuat suhu di sana dingin.
Kakek itu lalu duduk di meja sana, mengambil tembakau dan merokok. Setelah menghembuskan asapnya berkata, “Li kecil, ini rumahmu yang baru. Beristirahatlah sebentar.”
Xiao Li mengangguk lalu berjalan masuk.
Ketika dia membuka pintu, ada aroma yang sangat wangi. Xiao Li familiar dengan aroma ini, dia sering menciumnya ketika gadis-gadis melewatinya. ‘pasti ada seorang gadis di sini’ dia lalu menatap pembakaran dan ada tiga pintu di samping-sampingnya.
“kamarmu di sebelah kanan,” kata pria tua di luar.
Xiao Li memperhatikan satu pintu di sebelah kanan. Tidak salah lagi. Dia lalu membukanya dan aroma wangi menyebar. Ada seorang gadis bersila di atas kasur. Xiao Li penasaran siapa dia, tapi gadis itu sangat cantik. Wajahnya lembut dan berwarna putih bersih. Ada liontin giok putih di telinganya. Dia sedang memejamkan matanya dan membuat sebuah segel tangan. Energi biru menari-nari di sekitarnya.
Xiao Li tahu, dia sudah salah mendengar ucapan kakek itu. Ingin menutup kembali, tiba-tiba gadis itu membuka matanya, terkejut, melambaikan tangannya ke depan, dan dalam sekejap Pedang putih bersih melesat ke arah Xiao Li. Itu sangat cepat!
Bahu Xiao Li tergores dan dia terhuyung-huyung ke belakang lalu terjatuh.
Ada salju tebal di mata gadis itu, dia terlihat sangat dingin tapi menawan. Gadis itu mendengus. Pedang terbangnya kembali lalu pintu Kamarnya tertutup.
Kakek di luar berkata, “Bagaimana? Dia sangat cantik bukan?”
Xiao Li tidak menjawabnya, dia menaruh barang-barangnya yang berat di sana lalu menghampiri kakek itu. “Aku sepertinya salah dengar.”
Kakek itu menghembuskan asap rokoknya. “Tidak, dia calon istrimu.”
“Calon istr-“
Suara mendesing!!
Xiao Li terkejut dan tiba-tiba muncul pedang terbang. Kakek itu dengan santai menjapit dengan dua jarinya, lalu dengan mudah mematahkannya. Xiao Li kagum dengan ketenangan dan kecepatan kakek itu.
Kakek itu lalu berkata, “Dia memiliki temperamen yang dingin, kau harus hati-hati dengannya.”
Xiao Li menelan ludah. Jika membicarakan pernikahan saja dia sudah seperti ini? Bagaimana jika nanti sudah menikah? Xiao Li tidak ingin tercabik-cabik oleh Pedang terbangnya. Dia lalu berkata, “Lebih baik aku tidak menikah saja.”
“Jika kau tidak menikah, kau tidak akan dapat berkultivasi.”
Xiao Li terkejut.
“Kau harus menikahinya,” kata Kakek itu. “Dengan begitu, aku dapat melatih kalian berdua dengan baik. Besok, bawa air dari bawah ke sini dengan dua ember.”
Xiao Li hanya mengangguk. Dia tidak punya pilihan. Di antara kakek dan gadis itu, keduanya sangat mengerikan. Dia tidak ingin cepat mati, jadi ikuti saja.
Xiao Li kemudian masuk dan kakek itu memberitahu kamarnya yang benar. Xiao Li lalu beristirahat.
Setelah satu jam berlalu, kakek itu berdiri dan masuk ke dalam.
Ketika dia ingin ke kamarnya, ada suara dingin dari kamar cucunya, “Siapa dia?”
“Dia bukan orang di dunia ini.”
“Apa dia bisa dimanfaatkan?”
“Kau harus mempercayai kakekmu.” Kakek itu lalu masuk dan tidur.
Ke-esokan harinya, Xiao Li harus bangun pagi-pagi sekali. Ketika dia keluar, kakek itu sudah membuat bubur untuknya. Mengambil semangkuk dan menyerahkannya kepada Xiao Li. “ berikan kepada cucuku, namanya Wang Qixuan.”
Xiao Li menelan ludahnya.