Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Shen Yu bangun pagi dan menyiram ginseng miliknya, Fei Sie sudah pulang terlebih dahulu dan Shen Yu memintanya membawa beberapa makanan.
"Kakak Shen Yu." Seorang Pria mengetuk pintu.
Shen Yu membukanya dan Pria itu adalah Ren Tao, "Masuk ada apa ?"
"Kakak Shen Yu aku mau ikut denganmu berburu aku punya senapan."Ren Tao memohon kepada Shen Yu.
Shen Yu ingat Ayah Ren Tao dulu juga seorang pemburu tapi dia digagal memburu babi hutan hasilnya kakinya patah. Karena kemiskinan sampai sekarang dia berjalan pincang dan tidak bisa diobati.
Ayah Ren Tao datang dan berjalan menggunakan tongkat, "Shen Yu."
"Paman." Shen Yu menyalakan rokoknya.
"Anggap saja Paman memohon kepadamu... Biarkan dia ikut dan soal pembagian berikan saja dia sedikit. Kau bisa membunuh kawanan serigala itu sudah menjadi bukti jika kau adalah pemburu yang ahli. Kami tidak punya lahan dan hanya bisa mengandalkan hidup dengan berburu." Ayah Ren Tao memohon.
"Paman harusnya paham... Berburu bukan soal berani atau tidak tapi aku merasa tidak enak. Saat masuk kedalam gunung ini sudah urusan hidup dan mati. Kaki paman patah karena babi hutan itu masih dianggap keberuntungan, bukannya aku tidak mau tapi jika suatu saat terjadi kecelakaan dan parahnya sampai kehilangan nyawa aku tidak berani tanggung jawab." Shen Yu menegaskan maksudnya.
Ren Tao dengan tegas berkata, "Kakak Shen Yu aku sadar benar... tenang saja aku tahu aturannya dan saat didalam gunung kemanapun kau tunjuk kita pergi dan kapan harus menembak sesuai dengan perintahmu."
"Dia sudah bertekad." Ayah Ren Tao percaya kepada Shen Yu.
"Tidak masalah aku akan mengajarinya dari dasar." Shen Yu menyetujuinya dan hitung-hitung berbuat baik.
Shen Yu mengambil senapan barunya dan mengajak Ren Tao pergi. Blackie juga ikut bersama dengannya ke Gunung dan entah mengapa Blackie sudah mengerti dengan bahasa manusia seperti anjing terlatih.
Ren Tao harus mengakui keberanian Shen Yu karena memelihara serigala. Ayahnya pernah mengatakan melatih dan membuat anjing pemburu sudah sangat sulit tapi Shen Yu justru melatih langsung Serigala yang ganasnya jauh lebih parah dibandingkan anjing.
"Woo." Blackie berlari kearah semak dan menangkap seekor kelinci menggigitnya sampai mati.
Shen Yu mengelus kepalanya, "Kerja bagus Blackie sekarang coba lacak buruan besar."
Blackie mengerti maksudnya dan memimpin jalan untuk mereka. Setelah beberapa waktu Shen Yu mencium aroma yang tidak enak dan tidak jauh dari lokasinya ada kotoran. Blackie masih terus maju dan tepat dipinggir sungai kecil ada empat ekor babi hutan.
Ren Tao terkejut dan Shen Yu menutup mulutnya, "Jangan bergerak... Satu ekor babi dewasa dan tiga lainya masih kecil. Dengar ini kau hanya boleh menembak yang kecil saja sebagai latihan, jika tembakanku tidak membunuh yang besar segera lari memanjat pohon."
"Baik." Ren Tao menurut dan pergi kesamping.
Apapun yang terjadi dia tidak boleh menembak sebelum Shen Yu, Ayahnya pernah berkata jika kulit babi hutan sangat keras dan sulit membunuhnya dengan satu tembakan.
Shen Yu membidiknya dan melepaskan tembakan, pelurunya melesat menembus melalui pelipis babi hutan dan membuatnya jatuh ditempat. Ren Tao menembak anak babi namun sayangnya pelurunya meleset.
"Sial." Ren Tao berniat untuk mengejar.
"Berhenti." Shen Yu berteriak dan berkata, "Tidak perlu mengejarnya terlalu beresiko."
"Kakak Shen Yu bukankah itu juga daging." Ren Tao bingung dengan cara berpikir Shen Yu.
"Kalau bisa sisakan maka biarkan mereka berkembang biak. Pemburu juga harus tahu aturan jangan bunuh hewan yang sedang mengandung dan kecil, kalau bisa hindari maka hindari saja demi menjaga kelestarian. Jika semua pemburu punya pola pikir sepertimu lama-lama hewan digunung ini bisa punah." Shen Yu memberitahu pengetahuan dasar.
"Aku paham... Kakak Shen Yu menyuruhku menembak yang kecil dan tahu kalau aku meleset." Ren Tao menebak apa yang Shen Yu rencanakan.
"Tidak juga... Mana mungkin aku tahu kau meleset atau tidak. Sudahlah sana bersihkan babinya lalu gantung ususnya dipohon, paling tidak kita sudah ada hasil." Shen Yu meminum air spiritual dan memberi Blackie juga.
Ren Tao melakukan apa yang Shen Yu minta dan setelah dibersihkan total ada 80 kg daging bersih, Shen Yu menggantung usus babi dipohon sebagai persembahan roh penjaga gunung.
Ini adalah tradisi lama pemburu dimasa lalu dan pengetahuan yang dia dapatkan. Entah ada atau tidaknya roh penjaga gunung dia sama sekali tidak peduli dan menganggapnya sebagai formalitas saja.
Semua daging dimasukan kedalam keranjang dan mereka pulang lebih awal. Entah mengapa dia sama sekali tidak melihat jejak beruang itu dan menurutnya itu adalah hal yang bagus.
Sampainya dirumah Shen Yu memberikan 20 kg daging kepada Ren Tao, "Ambilah itu bagianmu ?"
"Kakak Shen ini terlalu banyak." Ren Tao merasa tidak enak menerimanya karena tidak melakukan apa-apa.
"Ambil saja." Shen Yu tidak mau berdebat dan Ren Tao cukup butuh mengingat keluarganya yang kelaparan.
"Permisi." Qing Yue tiba-tiba datang mencarinya dan punya urusan.
Ren Tao terkejut dan bergegas pergi, "Kakak Shen Yu aku pergi dulu ya tidak akan mengganggu."
Shen Yu diam-diam mengacungkan jempol untuknya dan bocah ini setidaknya paham mengenali situasi. Qing Yue yang sadar merasa sedikit malu dan dia berjalan menghampiri Shen Yu yang sedang menyeduh kopi.