Indonesia
NovelToon NovelToon
Noah

Noah

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Suara Minor

Seorang pemuda bernama Noah yang terjebak dalam perang, akhibat pergelakan politik sebuah kerajaan.
Hidupnya berubah sejak Ia terlibat Kasus pencurian Mantra kuno oleh pasukan kerajaan.

Hal yang mengejutkan adalah bahwa mantra kuno itu adalah senjata rahasia yang akan dipakai kerajaan untuk kekuatan militer mereka.

Pemuda tersebut menjadi buronan kerajaan bersama beberapa kelompok rekannya. Ini diakhibatkan karena Dia dicurigai membawa mantra kuno yang di inginkan kerajaan.

Setelah hal itu terjadi, Dia masuk kedalam perang politik didalam kerajaan yang kemudian meluas menjadi perang besar.

Dengan beberapa rekannya Pemuda itu mencoba bertahan dalam situasi yang sulit itu dan mencoba menguak kebenaran dibalik semua peperangan yang terjadi.

Perang yang terjadi akan melibatkan banyak tokoh dan banyak teknik bertarung, baik menggunakan senjata, sihir, atau pun menggunakan fisik.

Jangan lewatkan perjuangan Noah dan Kimora dalam cerita Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suara Minor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tangan Hitam

Noah melangkah mendekati kamar dimana kimora dan bibinya berada. Gadis itu masih terisak, pipinya berlinang air mata.

"Berhentilah menangis kimora, Ayahmu keluar dengan air mata dipipinya." kata Noah mencoba menenangkan kimora.

"Apa urusanmu dengan keluargaku? pergilah jika kau mau!" jawab kimora.

Noah melirik Bibi Tiara yang duduk disamping kimora, lalu berkata "Bibi, aku pergi membasuh muka dibelakang"

Wanita yang dipanggil Bibi itu mengangguk pelan. Noah kemudian melangkah menuju kamar mandi sederhana mengambil seember air yang ditimbanya dari sumur, kemudian membasuh mukanya. Ia mencoba membuka balutan kain yang menutupi luka ditangannya. Dengan pelan kain itu Dia longgarkan, matanya terbelalak, seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. tangan dan kaki Noah gemetar, Noah terkejut setengah mati.

"Apa yang terjadi dengan tanganku...

Racun.... ini racun... tanganku...."

sambil berkata demikian Noah berlari mencari pertolongan, bagaimana tidak, tangannya yang luka itu sudah menjadi hitam legam dan begitu keras. Langkah Noah terhenti, Ia teringat, lukanya itu pernah ia selip dengan kertas usang hitam yang dikiranya mantra. Demi menyembunyikan mantra itu dari keluarga kimora, Ia terpaksa melakukan hal itu.

Noah mencoba untuk tidak panik dilonggarkan balutan luka itu, dia memperhatikan tangannya dengan saksama. Tangan kanannya kini sudah hitam legam, dibagian yang berwarna hitam itu menjadi mati rasa. Dia mencoba menekan lukanya, Dan Ia tidak merasakan sakit, bahkan bagian yang berwarna hitam itu sudah menjadi sangat keras.

Noah mencoba menggerakan jari tangannya yang hitam itu, tangannya masih bisa bergerak normal.

"Apa ini efek dari mantra hitam itu?" Noah bergumam sendiri. Noah melangkah ke dapur, Ia mencoba mengambil sebuah pisau, lalu mencoba melukai tangan hitamnya itu.

"Ajaib.... ini ajaib..." kata Noah

tangannya bahkan tidak bisa terluka, ia mencoba menggesek pisau tersebut lebih kuat lagi, terdengar bunyi yang berdesing seperti gesekan dua benda keras yang saling bersentuhan.

"Noah.... Apa yang terjadi?" Bibi tiara bertanya pada Noah.

Dengan cepat Noah membalut kembali tangan hitamnya itu dengan kain, Ia mencoba menyembunyikan tangan hitamnya itu.

"Tidak ada yang terjadi Bibi, Aku hanya mencari pisau untuk memasak beberapa bahan didapur" Noah menjawab Bibi tiara, tetapi dengan gelagat yang tidak biasa.

"jika kau lapar, makanan ada di meja makan, jangan memaksakan diri untuk memasak" jawab Bibi Tiara yang kemudian kembali ke kamar kimora.

"Untung saja, tidak ketahuan...." Noah berkata pelan, Ia kemudian duduk di kursi, menarik nafas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya.

Sementara itu, Kimora sudah diluar rumah, Ia melangkah menuju halaman belakang, Kimora menarik nafas dalam-dalam, merapalkan mantra, kemudian mengarahkan pukulannya kesebuah pohon yang tepat didepannya, Wus......

hembusan angin dingin yang cukup kuat membekukan pohon itu.

"belum cukup" kata kimora

Ia menarik nafas dalam-dalam lagi, merapalkan mantra yang sama dan meninju dengan lebih keras, Wuusssss.... Angin dingin lebih kuat berhembus membekukan pohon didepannya, kali ini seluruh pohon itu menjadi pohon beku.

Noah menjadi terkejut, Ia daritadi melihat apa yang dilakukan kimora.

"benar-benar menakutkan, pantas saja mantra kuno dianggap hal yang serius" Noah bergumam kecil, sambil memperhatikan tangannya yang dibalut.

"Aku harus mengasah tangan hitamku ini, Bisa jadi ini anugrah untuk ku" Ia menggenggam keras tangannya, kemudian mencoba keluar ruangan, Noah menuju batu besar didepannya. Ia menarik nafas dalam-dalam kemudian mencoba menghantam batu didepannya, Buk....

"Ahhhhh!!!!"

Noah berteriak sambil memegang tangannya.

"Sakit.... tanganku..."

"Noah.... apa yang kau lakukan?" kimora melangkah mendekati Noah.

"Kimora.... aku mencoba meninju batu ini..." jawab Noah

"Hah? kau meninju batu ini? hahahaha kenapa kau melakukannya?" kimora yang tadi bersedih tertawa lucu karena aksi lucu yang dilakukan Noah.

"kau mampu membekukan sebuah pohon... sementara aku kesakitan meninju batu ini.... itu tidak adil" jawab Noah.

"Dengar Noah, aku berlatih mantra ini bertahun-tahun, dan baru bisa sedikit menguasainya. Sementara kau tidak punya bekal beladiri, tetapi berani meninju batu ini? kau pandai bercanda Noah...." kimora menjawab sambil tertawa.

"jika kau ingin memecahkan batu ini, Ayahku bisa membantumu, jangankan batu kecil ini... gunungpun bisa kau hancurkan, jika kau bersungguh-sungguh belajar dari Ayahku." kata kimora, lalu melangkah kedalam rumah.

"Batu kecil? ini batu kecil bagimu? batu ini bahkan lebih besar dariku." kata Noah pelan.

"jadi ini kekuatan mantra kuno.... aku benar-benar takjub" Noah menjadi semangat untuk mengasah kemampuannya, ditambah tangan kanannya yang cukup keras itu, walaupun belum cukup keras untuk menghancurkan batu.

Waktu berlalu cepat, gelap mulai menyelimuti kampung kecil itu. keluarga kecil itu sudah selesai makan malam bersama, sementara yang lain sudah istirahat, Noah masih duduk didalam kamarnya, sebuah pelita masih menyala redup didalam kamar itu. Noah mencoba kembali melihat tangan hitamnya, kini sudah seluruh tangan kanannya berwarna hitam legam, memang dari tadi ia sudah merasa kalau tangan kanannya lebih kuat dari biasanya, Noah berdiri, mendekati sebuah peti besar, Ia mencoba mengangkat peti besar itu dengan tangan kanannya, dan ajaib... peti itu dengan mudah diangkatnya. Noah menjadi girang, Dia meletakan kembali peti itu, lalu mencoba mengangkat benda itu dengan tangan kirinya.

Dengan tangan kirinya dia bahkan tidak bisa membuat peti itu bergerak.

"Ajaib.... Ajaib...." kata Noah girang sambil kembali membalut tangan kanannya itu.

Setelah merapikan balutan tangannya, Noah berbaring mencoba untuk beristirahat, Ia mencoba menutup matanya.

Semetara itu tidak jauh dari rumah tua tersebut, ada sosok yang sedang memperhatikan dari jauh. Sosok itu bersembunyi dibalik rumpun semak belukar. "kemungkinan dia bersembunyi disini" kata nya dalam hati.

Orang itu sepertinya menunggu waktu yang tepat untuk masuk kedalam rumah sederhana itu.

Sosok itu berbadan tegap, rambutnya panjang dikuncir, pakaiannya serba hitam, Dia membawa senjata tajam dan sebuah pistol disematkan dipinggangnya. Ia menanti sesuatu, seperti seekor singa yang menunggu mangsanya, matanya yang tajam bagai rajawali mengamati daerah sekitarnya.

"Noah... kali ini kau tidak akan kubiarkan lolos..."

Bersambung....

1
WidodoResidenEvil
mantap
WidodoResidenEvil
keren 🌹
Syalsabila 05
wiiiii keren banget,lanjut kak
ceritanya sangat membawa imajinasi kita hanyut ke dalamnya
PinkyOwl
.
PinkyOwl
bagus kak
Rino Lai: terimakasih kak, semoga bisa menghibur dan mengisi waktu KK.
total 1 replies
Widya Chandra
Lnjut trus thor🚀
Widya Chandra
Smngttt thoorr kami trus mendukung🥳🥳🚀
Anisahz_Chan
semangat thorr up teruss yaa

aku mampir
Germanikus Clintonis Fernandez
wah gilee,membawa imajinasi banget deh pokoknya...
Widya Chandra
Semngat trus thor
Rino Lai: asiyap
total 1 replies
Rino Lai
siyap.... makasih bu.. hehehe
Widya Chandra
Pembaca pertama wkwkwk
Widya Chandra
Menarikk, bikin penasaran, ditunggu eps slnjutnya thor👏👏👏
Widya Chandra: Semngat terus thorrr👏👏👏
total 2 replies
Ririn beby
Bagus kak, lanjut kak😍
Rino Lai: makasih mbak, sudah singgah
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!