Indonesia
NovelToon NovelToon
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Cintapertama / Patahhati / Reinkarnasi / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 4.7
Nama Author: Mario Bojano Sogen

Cinta memang selalu penuh dengan misteri. Terkadang berakhir bahagia. Terkadang pula berakhir sangat menyakitkan. Tidak semua orang tahu akan seperti apa perjalanan cinta mereka. Ada yang berakhir di pelaminan, atau ada yang berakhir hanya dengan air mata - salah satu dari mereka pergi meninggalkannya.

Kisah cinta Mike dan Tania mungkin salah satunya - impian untuk saling berdampingan menuju pelaminan ternyata tidak tercapai. Mike pergi untuk selama-lamanya meninggalkan Tania, sehari sebelum pernikahan mereka.

Lalu apa yang terjadi ?

Tania ingin menikahi lelaki yang ia cintai meskipun lelaki itu terbujur kaku dalam raga tak bernyawa di rumah sakit. Ia memilih menjanda setelah lelaki yang akan menikahinya meninggalkannya untuk selama-lamanya.

Namun semua itu tak direstui Ibunya. Ibunya mencegah niatnya itu dan mendukungnya untuk terus melanjutkan hidupnya tanpa Mike di sisinya.

Lalu bagaimana kehidupan Tania setelah kepergian Mike ? Cari tahu kisahnya dalam Novel Salam Terakhir Seri Pertama dan Kedua ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mario Bojano Sogen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 10

"Tak ada yang salah ketika jatuh cinta. Bahkan ketika anda tak jatuh cinta pada orang yang sedang berusaha mendapatkam cintamu tetapi pada orang lain"

.

.

.

Mike membisu setelah Tania sudah siap di belakangnya. Jantungnya berdegup kencang. Ia tak tahu apa yang harus ia katakan untuk memulai percakapan. Tania kini duduk tepat di belakangnya dan dia hanya diam menatap fokus ke depan.

Sesekali Mike memainkan rem, sengaja agar Tania bisa memberinya pelukan tiba-tiba. Entah apa yang merasukinya untuk melakukan ide gila itu.

Hatinya semakin berdegup kencang tak karuan. Apa yang harus ia katakan untuk memulai percakapan dengan Tania ? Mike berpikir keras - bertanya-tanya dalam hati.

"Pelan-pelan saja. Aku sedang tidak buru-buru," kata Tania tiba-tiba membuyarkan pikiran Mike dan membuka percakapan. Mike tersenyum kecil, kebingungannya terjawab, Tania yang akhirnya lebih dahulu mengajak berbicara.

"Maaf, Tania," sahutnya gugup. Tania kembali membisu dan menatap kosong ke pinggir jalan. Sekilas Mike memandangi rambutnya yang terbang tertiup angin. Matanya yang berkedip cepat lantaran tiupan angin yang terlalu kencang membuat wajahnya yang bulat semakin manis untuk dipandang.

Jantung Mike lagi-lagi berdegup kencang. Perempuan yang membuatnya kagum dan semalaman tidak bisa tidur karena memikirkannya kini menunjukan pesonanya tepat di belakangnya.

"Rambutmu bagus," Mike merayu tiba-tiba membuyarkan lamunan Tania.

"Jangan merayuku, aku tidak gampang dirayu," jawab Tania sinis lalu kembali memandang ke tepi jalan. Ia selalu mengatakan itu berulang kali tetapi Mike selalu mengulanginya.

"Aku tidak sedang merayumu. Aku mengatakan yang sesungguhnya," tuturnya lagi sambil berusaha mengurangi kecepatan agar suaranya terdengar dengan jelas oleh Tania.

"Besok malam kamu sibuk ? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan," Mike bertanya tiba-tiba. Tania hanya diam berpikir.

"Aku tidak bisa memastikannya sekarang," jawab Tania cepat. Kesibukannya mempersiapkan skripsinya memang tidak bisa memberinya waktu untuk bermain bebas di luar.

"Kalau begitu, kabari aku bila kamu bisa kuajak jalan besok," kata Mike cepat, berharap Tania memahami maksudnya bahwa ia bermaksud untuk meminta nomor teleponnya.

Tania hanya diam. Mike melirik kaca spion dan melihat lagi dengan jelas rambut lebat dan hitam Tania yang tertiup angin. Sungguh, dia memang sangat manis. Sapuan semilir angin yang membelai mesra wajahnya menciptakan sebuah pemandangan indah di belakang Mike - kedipan matanya yang begitu cepat menciptakan keindahan tersendiri pada wajahnya. Sepertinya Mike harus membeli satu helm lagi sebagai persiapan dan akan selalu ia bawa kemana-mana sehingga bisa digunakan oleh Mega ataupun Tania. Ya, hanya kedua gadis inilah yang selalu setia duduk di belakanganya - yang satunya sering memeluk Mike ketika duduk di belakangnya. Yang satunya sedang diusahakan agar kelak ia selalu mendekap erat di belakang Mike ketika mereka berdua sedang berada di atas satu sepeda motor.

"Lampu merah depan langsung belok kiri," kata Tania cepat sehingga Mike dengan segera mengurangi kecepatan dan langsung menyalakan lampu sein kiri.

"Masih jauh ?" Tanya Mike setelah berhasil belok kiri.

"Tidak jauh lagi. Sebelum Indomaret di depan, langsung belok kiri lagi," jawab Tania pelan sambil menempelkan mulutnya mendekati telinga Mike. Mike memang sengaja tidak memakai helm agar suaranya lebih jelas didengarnya. Nafas Tania yang mengenai telinga membuat Mike bergidik. Namun ia hanya bisa diam mendengar apa yang Tania katakan.

"Kamu tinggal sendiri ?" tanya Mike tiba-tiba setelah belok kiri sebelum Indomaret.

"Tidak, aku tinggal dengan suamiku," jawab Tania cepat tapi kedengaran sangat jelas di telinga Mike. Lagi-lagi jantungnya dibuat berdegup sangat kencang. Mike seketika seperti merasa ingin stroke, tidak fokus lagi mengendarai sepeda motorku sampai-sampai tidak bisa melihat lubang di jalan.

"Tidak usah kaget. Aku bercanda, aku tinggal sendirian," kata Tania lagi setelah menyadari sepeda motor terseok-seok miring ke kiri dan miring ke kanan.

Mike merasakan kelegaan. Lalu menarik napas dalam- dalam kemudian menghembuskannya keluar. Mike kembali memperbaiki stir motornya dengan baik dan fokus menatap kedepan.

Perkataan Tania barusan benar-benar mengagetkannya.

"Kiri depan," kata Tania cepat membuyarkan lamunan Mike lagi.

Mike menghentikan sepeda motor sesuai permintaan Tania.

"Disini ?" Tanya Mike setelah melihat sebuah bangunan berwarna putih di pinggir jalan.

"Tidak, masih ke dalam lagi. Tapi kamu disini saja, sepeda motor dilarang masuk ke dalam diatas pukul sepuluh. Mesinnya harus dimatikan dan kamu harus mendorongnya," kata Tania pelan sambil turun dari sepeda motor. Mike melirik jam tangannya. Benar, sudah jam sepuluh lewat.

"Terima kasih, lain kali jangan memaksakan diri mengantarku. Aku bisa pulang sendiri."

"Berarti ada harapan untuk aku bisa bertemu denganmu lagi ?" Mike bertanya cepat. Tania hanya tersenyum kecil tetapi senyumnya manis sekali. Sepintas Mike melihat ada lesung di pipi kirinya sehingga membuat wajahnya semakin manis bila tersenyum.

"Aku tidak bisa berjanji," jawab Tania santai sambil menarik baju belakangnya, merapikannya.

"Berikan aku nomor handphonemu agar aku bisa tahu kapan kamu bisa," kata Mike penuh harapan sambil memberikan handphonenya pada Tania. Mike sudah membuka aplikasi telepon agar Tania langsung mengetik nomornya.

Tania mengambilnya lalu mengetik beberapa saat dan menyerahkannya kembali. Mike melihat dua belas angka tertera di layar handphone.

"Tania," kata Tania melotot padanya mengingatkan untuk menuliskan nama itu pada kontaknya.

"Jangan coba-coba menambah, mengurangi atau merubahnya," kata Tania lagi lalu berpaling dan hendak melangkah pergi.

"Tunggu," Mike tiba-tiba menahan langkah Tania. Tania berhenti dan memalingkan wajahnya.

"Terima kasih. Jaga kesehatanmu," kata Mike datar mengingatkan. Tania hanya tersenyum tidak membalas satu kata pun lalu pergi meninggalkan Mike.

Mike masih disitu, melihat Tania berjalan meninggalkannya sampai bayangannya hilang di balik tembok setelah belok kanan masuk ke gang kostnya. Mike tersenyum sendiri, memutar kembali memori di otaknya untuk mengingat senyum manis Tania, rambutnya yang beterbangan indah ditiup angin, nafasnya yang menyapu telinga dan kata-katanya yang sempat membuat Mike hampir stroke seketika saat ia mengatakan ia tinggal bersama suaminya.

"Mengesankan," gumam Mike dalam hati sambil tersenyum sendiri. Ia memutar balik sepeda motor lalu pergi meninggalkan lorong masuk ke kost Tania. Senyum bahagia terpancar jelas di wajah Mike.

"Semoga ia membacanya lagi setelah sampai di kostnya," gumam Mike dalam hati berharap-harap agar Tania membaca kembali puisinya.

"Aku akan berusaha dengan segala cara untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku Tania."

🌹Pembaca yang budiman. Terima kasih sudah membaca karyaku. Mohon dukungannya untuk like, komentar untuk perbaikan dan jangan lupa vote.

Jagalah kesehatan, stay home dan patuhi setiap peraturan yang telah ditetapkan pemerintah selama masa pandemi ini.

Tuhan memberkati.🌹

1
fitria apriyani
mengsyedihh
Catatan Mario Bojano
Bagus
Saya ingin berbicara dengan pemiliknya, tolong
An Meo Turu
Good Novel
Tesya Open
Ditunggu kelanjutannya author 😌
Tesya Open
Sad 😥
OP_PRO
semangat kakak😊
Triana Wardhani
up lg thor...
Bebitasya Desinda
Ditunggu kelanjutannya ya thor. Jangan menghilang. Aku setia menunggu ceritamu
TK
semau karya apapun bentuknya adalah hasil pemikiran yang tidak asal jadi.

terus semangat Thor 💪👍
TK
terlewatkan 👍

lelaki Berkacamata 🤗🙏
TK
like 👍

Lelaki Berkacamata 🤗🙏
TK
kejar like yang tertinggal 🙏👍👍
Flora
like setia bersamamu
terus berkarya aku mendukungmu

salam dari yuppy
"Diikuti makhluk ghaib"
TK
like thor ... mampir dikarya perdana aku juga ya Lelaki Berkaca mata 🤗
Bebitasya Desinda
Can't waaiit !
Bebitasya Desinda
Yeeeeeeaaaaa
Bang Otom
Semangat Thor.🔥🔥🔥
Bebitasya Desinda
Ayo thooor, seri keduaaaaa.
Bebitasya Desinda
Semangat thoooor. Aku menunggu kelanjutan ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!