"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebelas
"Pangeran keempat...." teriak Semua keluarga Zhou yang melihat cucu Lelaki kesayangan Menteri Zhou Enlai, terlempar tanpa pakaian. Raja Cao dan Kaisar Qing Cao saling tatap, mereka tidak tahu kenapa Pangeran keempat bisa di Lempar kemari dan keadaan dengan luka yang lumayan parah. juga bertelanjang bulat seperti kue lapis yang siap di makan.
"To tolong" ucap lirih Pangeran keempat, dan setelah itu dia tidak sadar kan diri. membuat keluarga ibunya saling mendekati nya, Raja Cao menatap datar putra dari mantan selirnya itu.
"Seperti nya aku tak perlu bersusah payah untuk mencari cucu kesayangan anda Menteri Zhou Enlai.... bahkan dia tiba dengan keadaan memalukan seperti itu? ck ck.... ternyata dia begitu tidak sabar untuk bersatu dengan kalian" ucap muak Raja Cao. Raja Cao pun langsung memberikan kode pada para prajurit milik nya, semua keluarga Zhou memberontak. Mereka tidak terima dengan apa yang terjadi kepada mereka.
"Yang Mulia Raja Cao... Anda jangan kurang ajar, aku ini putra dari mendiang Tetua Zhou..... dia yang menyelamatkan kakek anda, jangan lupa kan itu" teriak Menteri Zhou. dia masih begitu percaya diri dengan apa yang dia miliki, Kaisar Qing Cao terkekeh geli mendengar ucapan omong kosong itu.
"Duh... Duh..... Anda begitu yakin bahwa, ayah anda begitu baik pada mendiang kakek kami? is.... is..... apa anda lupa? kami ini Keluarga ke kerajaan, kami akan menghukum para manusia yang tidak berguna bagi kami" ucap ketus Kaisar Qing Cao.
DEG
Semua menteri terpaku dengan ucapan Kaisar Qing Cao, Kaisar Qing Cao sengaja mengucapkan kata itu. dia sudah muak dengan para menteri yang merasa mereka memiliki kinerja, padahal mereka hanya membuat kas negara semakin terpuruk dan mencekik leher para rakyat. Pajak yang semakin naik, harga bahan pokok yang selalu membuat rakyat menjerit.
"Kenapa? kalian selalu berpikir kalau, kalian kami lindungi? kalian salah.... kalau kalian tidak berguna? kami bisa mendepak kalian" ucap sengit Kaisar Qing Cao. semua tamu undangan pun diam seribu bahasa, mereka saling tatap, apa lagi para menteri yang membelok juga korupsi.
"Tak perlu kalian menjelaskan semuanya kepada mereka.... prajurit, seret semua menteri yang ada dalam daftar tadi" ucap Khen Cao. jendral besar yang ditakuti semua orang kerajaan Cao, Khon Cao dan Raja Cao juga Kaisar Qing Cao melihat kearah pintu. Mereka terkejut saat melihat Khen Cao kembali tanpa pemberitahuan, Nyonya Anhi Cao yang sedang duduk pun langsung berdiri. dia memberikan You you kepada Tuan Lao Yun, You you yang tadinya sedang bersantai di dekapan hangat ibunya pun melongo.
"Atu di campat tan begitu caja?" tanya polos You you. Sistem yang mendengar pertanyaan tuan nya pun tertawa kencang, You you berkaca-kaca.
[Huahahaha.... tuan rumah anda harus tahu diri].
"Huaaaaa Cictem turang ajal.... atu tutut Tamu, jadi tue bola" histeris You you. Tuan Lao Yun terkejut saat mendengar putrinya menangis kencang, saat istrinya memberikan nya.
"Eh... cup... cup... putri ayah yang cantik dan pintar, jangan menangis ya, ibu hanya pergi mendekati Paman kedua mu dulu ya... ibu sudah dua tahun tidak bertemu dengan nya" ucap Tuan Lao Yun. sambil menepuk-nepuk You you, Ratu Cao yang melihat suami adik ipar nya itu kesusahan dengan You you pun langsung mengambil nya. You you yang di gendong Ratu Cao pun langsung merengek-rengek kecil, Ratu Cao tersenyum kecil melihat You you. bergerak-gerak seperti ulet bulu, Ratu Cao pun langsung berjalan mendekati Nyonya Anhi Cao.
Tuan Lao Yun yang di tinggalkan pun melongo, dia melihat kekanan dan kekiri. para keponakan istrinya pun terkekeh geli, Tuan Lao Yun mendengus saat mendengar ledekan dari Changyi.
"Hehehe.... bibi dan adik sepupu ku itu tahu kalau paman, tak bisa membujuk. Jadi mereka males pada paman" ledek Changyi. Tuan Lao Yun menatap tak percaya dengan pangeran yang banyak tingkah ini.
"Ck.... kau ini bisa nya meledek, nanti saat dewasa dan memiliki keluarga pasti kau tahu rasanya di Campakkan begitu saja" ucap ketus Tuan Lao Yun.
"Maaf Paman koreksi..... bukan dewasa, tapi Tua" ucap Changyi. Nyin Cao dan kedua jie jie nya tertawa, apa lagi Changyi meninggalkan nya begitu saja. Tuan Lao Yun melirik sinis kearah Changyi yang berlari mendekati paman kedua nya itu, dia benar-benar tidak bisa berkata-kata lagi dengan keluarga istri nya ini.
"Yang sabar ya Tuan Lao Yun" bisik pengawal pribadi nya. Tuan Lao Yun melirik tajam, pengawal pribadi nya saja masih bisa meledek nya.
Raja Cao memberikan arahan pada para prajurit, Khen Cao mendengus melihat Gege pertama nya.
"Dulu aku mau mencari informasi tentang keluarga Zhou. tapi mendiang ayah meminta kita agar tak menyinggung perasaan Keluarga penghianat ini, sekarang lihat.... ternyata benar kecurigaan ku selama ini! tapi yang bikin aku penasaran? siapa orang yang memberikan bukti kejahatan mereka? tidak mungkin bukan bukti ini datang begitu saja, apa lagi yang memberikan bukti kejahatan semua menteri juga. masuk begitu santai keruang kerja mu Gege, apa penjaga pintu ruang kerja mu itu, begitu lemah?" ucap Pedas Khen Cao. Raja Cao menatap adiknya, adik Pertama nya itu memiliki mulut yang sangat tajam dan pedas. Tidak perduli itu siapa, kalau Khen Cao tidak suka pasti akan keluar racun-racun di mulut nya itu.
"Bukan hanya Gege kedua yang penasaran, tapi kita bertiga juga penasaran.... Gege ini datang-datang bukan menyapa para saudara atau saudari kita malah mengomel seperti bibi pelayan tua yang ikut dengan ku" ucap Kaisar Qing Cao. Jendral Khen Cao memutar mata malasnya, dia tak perlu bertanya tentang ketiga saudaranya.
"Gege kedua kau tak merindukan Ku?" tanya kesal Nyonya Anhi Cao. Jendral Khen Cao yang mendengar suara yang dia rindukan pun langsung berbalik, wajahnya yang tadi datar, pun langsung tersenyum lebar.
"Oh... wanita cantik ku, akhirnya kau bisa menemui Gege mu yang tampan ini? Gege kira kau akan bersatu dengan ketiga wanita cerewet itu" ucap lembut. Jendral Khen Cao. Khon Cao dan Raja Cao juga Kaisar Qing Cao mendelik, mereka tahu tiga wanita cerewet yang di maksud Jendral Khen itu siapa, Sedangkan Nyonya Anhi Cao menepuk pundak Jendral Khen CAO.
"Gege... kau ini, bagaimana pun tiga wanita cerewet itu para ipar kita" ucap kesal Nyonya Anhi Cao. Jendral Khen Cao hanya mengangkat kedua bahunya, dia hanya memeluk Nyonya Anhi Cao dengan penuh rindu. Ratu Cao yang mendekati empat saudara Cao itu menatap kesal kearah adik kedua suami nya itu.
"Cih.... bagaimana ada wanita yang menyukai mu lagi? mulut mu itu sangat tajam" sindir Ratu Cao. jendral Khen Cao pun melihat kearah kakak ipar nya itu, Nyonya Anhi Cao melipatkan bibirnya. Ratu Cao yang begitu berani dengan Gege kedua nya itu, Jendral Khen Cao pernah menikah. tapi istrinya meninggal saat melahirkan kedua anak kembarnya itu, semenjak istrinya meninggal Jendral Khen Cao tak pernah mau menikah lagi. sudah banyak wanita yang mau masuk menjadi istri Jendral Khen Cao, tapi mereka akan mendapatkan penolakan. kedua putra tampan nya juga, tak pernah merasakan kesepian. para ipar dan adiknya itu, selalu memberikan kasih sayang sebagai seorang ibu. makanya kedua putra nya tubuh begitu baik dan tampan, mereka masih berada di perguruan tinggi kekaisaran Qing. makanya itu kedua putranya dekat dengan putra dan putri Kaisar Qing Cao, mereka seperti kakak untuk anak-anaknya Kaisar Qing Cao.
"Eh.... kakak ipar kau melahirkan lagi? hei pak tua, apa kau gila? kau sudah tua... harus nya cucu yang terlahir bukan anak mu" ucap Jendral Khen Cao, Raja Cao mendelik. dia benar-benar tak bisa berkata-kata lagi dengan adik lelaki nya ini, Raja Cao pun mendekati Jendral Khen Cao.
BUG
"Aduh.... kau gila Gege?
BERSAMBUNG.....
you you emang best lah.. cepat cepat gede mak, biar comel gitu 😍😍