Indonesia
NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Romansa Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel
Popularitas:976
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

SINOPSIS

Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!

Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Kontrak Hati, Karyawan Baru, dan Razia Dadakan

"Tunggu, tunggu, tunggu! Hitam di atas putih dulu, Bos!"

Aura mendorong dada bidang Caden dengan kedua telapak tangannya. Napasnya masih tersengal, wajahnya semerah tomat matang, tapi matanya menatap sang pangeran dengan kewaspadaan penuh ala auditor pajak.

Caden tidak mundur sedikit pun. Ia justru mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengunci pinggang Aura dengan satu lengan besarnya. "Hitam di atas putih? Untuk urusan perasaan, Elara? Kau ingin aku membuat kontrak legal untuk ketertarikanku padamu?"

"Jelas dong! Ini masalah merger aset, Bos!" seru Aura, berusaha mengabaikan aroma mint yang mengacaukan kewarasannya. "Kalau Bos naksir, status hukumnya harus jelas! Ada masa percobaan tiga bulan nggak? Kalau putus di tengah jalan, pembagian harta gono-gininya gimana? Apakah ada penalti kalau salah satu pihak ketahuan selingkuh? Gue nggak mau ya, udah baper, eh malah didepak tanpa pesangon!"

Tawa Caden kembali pecah. Tawa yang berat, dalam, dan bergema di seluruh penjuru brankas baja itu. Ia menempelkan dahinya ke dahi Aura, menatap lurus ke dalam mata kecokelatan yang berbinar karena perhitungan materialistis itu.

"Hanya kau, Elara. Hanya kau wanita di seluruh kekaisaran ini yang meminta jaminan pesangon setelah aku menyatakan perasaanku." Caden tersenyum miring, ibu jarinya mengusap rahang Aura dengan lembut. "Baik. Buat draf kontraknya. Tulis semua syarat gilamu itu. Tapi ingat satu hal."

"I-ingat apa?" tanya Aura gugup, bulu kuduknya merinding merasakan sentuhan itu.

"Dalam kontrakku, tidak ada pasal pemutusan hubungan," bisik Caden, matanya menggelap penuh bahaya. "Sekali kau menandatanganinya, kau, waktumu, pikiran gilamu, dan semua emas yang kau kumpulkan, adalah milikku. Selamanya. Tidak ada kata putus. Tidak ada pesangon. Karena kau tidak akan pernah keluar dari brankasku. Sepakat?"

Aura menelan ludah. Hawa posesif pria ini benar-benar tidak main-main. Gila, ini sih bukan kontrak kerja, ini kontrak mati! Tapi... matinya dikelilingi emas murni, sih.

"Sepakat, Bos!" jawab Aura lantang, langsung mengulurkan kelingkingnya. "Janji kelingking! Besok drafnya gue ajuin bareng laporan cash flow mingguan!"

Caden menatap jari kelingking mungil itu, lalu kembali tertawa pelan. Ia tidak menautkan kelingkingnya, melainkan menarik tangan Aura, mengecup telapak tangannya, lalu meletakkannya tepat di dada kirinya.

"Janjinya di sini, Gadis Serakah. Bukan di kelingking."

Wajah Aura makin memerah. Sialan! Antagonis ini belajar ngegombal dari mana sih?! Bikin saham jantung gue limit up (naik mentok) aja!

Keesokan paginya, di Ruang Keuangan VIP.

"Pagi, Nona Elara... s-saya melapor untuk hari pertama kerja..."

Sebuah suara cicitan kecil terdengar dari ambang pintu. Mia, sang tokoh utama wanita asli novel ini, berdiri gemetar memegang sebuah buku catatan murahan. Ia mengenakan blus putih sederhana dan rok bahan yang rapi—hasil belanja dari uang yang diberikan Aura kemarin. Rambut merah mudanya diikat rapi, membuatnya terlihat sangat polos dan... yah, sangat protagonis.

Aura yang sedang asyik memakan keripik kentang impor sambil memelototi grafik saham, langsung melambaikan tangannya.

"Masuk, Mia! Jangan panggil Nona. Panggil gue Bu Bos, atau Manajer Elara, atau cukup Elara kalau di luar jam kantor. Sini, duduk di meja kecil dekat dispenser itu. Sengaja gue minta Lucas pasang di situ biar lo gampang kalau gue minta seduhin kopi."

Mia mengangguk kaku, berjalan masuk dengan hati-hati seolah lantai marmer itu terbuat dari kaca tipis. "B-baik, Bu Bos."

"Bagus." Aura bertepuk tangan sekali, membersihkan remah keripik. "Tugas lo hari ini gampang. Lo lihat grafik warna-warni di layar itu?"

"I-iya, Bu Bos."

"Tugas lo cuma satu. Input semua angka yang muncul di kolom warna merah ke dalam spreadsheet. Terus, kali-kan dengan angka inflasi harian yang gue tulis di papan tulis itu. Ngerti?"

Mia memicingkan mata, menatap deretan angka yang bergerak cepat seperti hujan matriks. Wajahnya langsung pucat. "I-ini... ini terlalu cepat, Bu Bos. Angkanya berubah setiap detik. S-saya takut salah hitung..."

Mata Mia mulai berkaca-kaca. Air mata khas protagonis yang biasa membuat para pria bertekuk lutut mulai menggenang.

"Stop!" teriak Aura, menggebrak mejanya pelan. "Mia, dengerin gue baik-baik."

Mia tersentak, air matanya tertahan. "Y-ya, Bu Bos?"

Aura menatapnya tajam. "Di ruangan ini, air mata lo nggak punya nilai exchange rate. Nangis nggak akan bikin angka merah jadi hijau. Nangis nggak akan bayar sisa utang bapak lo. Kalau lo bingung, tanya. Kalau lo lambat, belajar ngetik sepuluh jari. Jangan dikit-dikit nangis! Ini Wall Street versi kerajaan, bukan sinetron azab!"

Mia terkesiap. Seumur hidupnya, semua orang selalu memanjakannya setiap kali ia menangis, terutama Pangeran Arthur. Baru kali ini ada yang memarahinya secara logis. Entah kenapa, alih-alih sedih, Mia justru merasa... tertantang.

Mia mengusap matanya dengan kasar, menarik napas dalam-dalam, lalu menatap Aura dengan tekad baru.

"S-saya mengerti, Bu Bos! Saya akan belajar! A-apa ada kalkulator yang bisa saya pakai?"

"Nah! Gitu dong!" Aura tersenyum lebar. Ia melempar sebuah tablet tipis ke meja Mia. "Pakai itu. Programnya udah gue setting. Kerja sekarang, entar siang gue traktir makan di kantin VIP."

Tiba-tiba, suhu ruangan yang tadinya hangat langsung turun drastis. Pintu ganda terbuka lebar.

Pangeran Caden melangkah masuk dengan aura membunuhnya yang khas, mengenakan setelan jas abu-abu arang yang membuatnya terlihat seperti malaikat maut paling tampan. Di belakangnya, Lucas mengikuti dengan setumpuk berkas.

Mia, yang baru pertama kali melihat sang Antagonis kejam dari jarak dekat, nyaris jantungan. Wajahnya memucat, tubuhnya bergetar hebat. Ia langsung menjatuhkan diri dari kursinya dan bersujud di lantai.

"A-ampun! Yang Mulia Pangeran Caden! H-hamba pelayan baru—"

"Woy, Mia! Ngapain lo nyembah lantai?!" seru Aura dari kursinya, sama sekali tidak berdiri. "Bangun! Di divisi ini kita nggak pakai sistem kasta feodal, kita pakai sistem kompetensi! Kembali ke meja lo!"

Mia mendongak bingung, melirik Caden yang berdiri menjulang di atasnya.

Caden bahkan tidak melirik Mia sedetik pun. Pandangannya sepenuhnya terkunci pada Aura.

"Siapa hama berambut merah muda ini, Elara? Kenapa dia mengotori ruanganku?" tanya Caden dingin.

"Dia admin junior baru gue, Bos! Hasil bajakan dari Sayap Timur kemarin," jawab Aura santai, menunjuk Mia dengan ibu jarinya. "Dia yang bakal beresin urusan administrasi biar gue bisa fokus trading seratus persen. Bos tenang aja, gajinya potong dari komisi gue."

Caden menaikkan sebelah alisnya, berjalan mendekati meja Aura. "Kau membawa orang luar masuk ke ruangan pribadiku tanpa persetujuanku?"

"Bos sendiri yang bilang kemarin, semua urusan manajerial operasional diserahin ke gue, kan?" Aura membela diri, menatap Caden menantang. "Lagi pula, dia ini murah dan rajin, Bos. Return of investment-nya tinggi buat ngurangin beban stres kerja gue. Harusnya Bos bangga punya asisten pinter out-sourcing kayak gue."

1
Nathalia
hama pirang gak tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!