Indonesia
NovelToon NovelToon
Jenderal Milliarder

Jenderal Milliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Raja Tentara/Dewa Perang / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Arthur Summers, mantan Jenderal pasukan elit rahasia, memutuskan pensiun dari dunia pertumpahan darah untuk hidup tenang bersama istrinya, Elena. Ia kembali ke kota metropolis dan mengambil pekerjaan rendah hati sebagai dosen di Universitas St. Jude, tempat Elena bekerja sebagai Dekan.

Namun, kepulangan Arthur disambut dengan kenyataan pahit. Ia memergoki Elena berselingkuh dengan Julian Thorne, putra donatur utama kampus yang arogan. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Arthur, apalagi istrinya ternyata lebih memilih bersenang-senang dengan pria lain—sebuah drama pengkhianatan yang mengingatkan pada kekecewaan saat mendengar pasangan bersenang-senang dengan pria bejat di tempat hiburan.

Namun yang lebih buruk, Arthur menyadari bahwa perselingkuhan itu hanyalah puncak gunung es. Julian Thorne ternyata menggunakan universitas tersebut sebagai kedok untuk sindikat kriminal internasional yang berencana mengancam keamanan kota.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Harga Sebuah Nyawa

Suasana di penthouse mewah milik Julian Thorne di lantai puncak Menara St. Jude terasa mencekam. Pecahan gelas kristal berserakan di atas karpet Persia seharga puluhan ribu dolar, hasil dari amukan pria pewaris yayasan tersebut.

Julian mondar-mandir dengan napas memburu. Ia memegang sekantong es batu dan menempelkannya ke pipi kirinya yang membengkak parah. Di wajahnya, lima garis bekas telapak tangan Arthur tercetak dengan sangat jelas, persis seperti luka mengerikan akibat tamparan sang raja yang penuh amarah. Rasa sakit yang berdenyut di wajahnya tidak sebanding dengan rasa malu dan penghinaan yang baru saja ia terima.

Di sudut ruangan, Elena duduk meringkuk di atas sofa dengan wajah pucat pasi. Ia masih menggigil. Tatapan mata Arthur yang dingin dan tanpa emosi sebelum pria itu pergi terus menghantui pikirannya.

"Julian... bagaimana kalau dia benar-benar melakukan sesuatu?" suara Elena bergetar. "Kau tidak melihat matanya. Dia bukan Arthur yang kukenal enam tahun lalu. Dia... dia terlihat seperti bisa membunuh kita kapan saja."

"Tutup mulutmu, Elena!" bentak Julian, melemparkan kantong esnya ke dinding hingga hancur berantakan. "Dia hanya gembel! Prajurit rendahan yang kebetulan punya tenaga kuli! Beraninya dia memukulku di kampusku sendiri? Aku akan memastikan bajingan itu tidak bisa melihat matahari terbit besok!"

Sikap Julian dipenuhi dengan kebutaan dan arogansi. Ia sama sekali tidak menyadari bahwa pria yang baru saja ia hina adalah sosok yang sebenarnya telah memiliki otoritas tertinggi di dunia, berikut dengan kekayaan dan status sosial yang tak terbayangkan. Bagi Arthur, Julian hanyalah serangga kecil yang kebetulan menghalangi jalannya.

Dengan tangan masih gemetar karena marah, Julian merogoh ponsel berlapis emasnya dan memutar sebuah nomor yang dienkripsi. Itu adalah kontak rahasia milik sindikat pembunuh bayaran "Viper", kelompok bawah tanah yang sering disewa oleh ayahnya untuk 'membersihkan' saingan bisnis mereka.

Panggilan itu tersambung setelah nada dering ketiga. Terdengar suara serak dan berat dari seberang garis.

"Tuan Thorne. Ada yang bisa kami bersihkan malam ini?"

"Aku punya target," desis Julian dengan rahang mengeras. "Namanya Arthur Summers. Dia baru saja kembali ke kota ini dan bekerja sebagai dosen sejarah paruh waktu di Universitas St. Jude."

Terdengar kekehan meremehkan dari seberang telepon. "Seorang dosen? Tuan Thorne, Anda menyewa Viper hanya untuk mengurus seorang akademisi rendahan? Harga kami tidak murah untuk pekerjaan sekecil ini."

"Aku bayar lima juta dolar!" potong Julian seketika. Matanya memerah karena dendam. "Dan aku punya syarat tambahan:"

Patahkan kedua tangan dan kakinya. Aku ingin dia cacat seumur hidup.

Seret dia ke hadapanku. Aku ingin dia memohon ampun sambil bersujud di bawah kakiku sebelum kalian menghabisinya. Lakukan malam ini juga. Jangan sampai ada jejak yang tertinggal.

"Lima juta dolar untuk seorang dosen? Hahaha, Anda sangat pemurah, Tuan Thorne. Kesepakatan diterima. Serahkan pada kami. Dalam tiga jam, bajingan itu akan menangis di depan kaki Anda."

Panggilan diputus. Julian melempar ponselnya ke atas meja dengan napas lega. Ia memutar tubuhnya menghadap kaca jendela besar yang memperlihatkan gemerlap kota di bawah sana. Seringai kejam kembali terbentuk di bibirnya yang berdarah.

"Kau dengar itu, Elena?" Julian menatap wanita yang masih gemetar di sofa. "Kekasih miskinmu itu akan segera menjadi mayat. Ini adalah kota kekuasaanku. Tidak ada yang berani menyentuh seorang Thorne dan dibiarkan hidup."

Apa yang Julian dan para pembunuh bayaran itu tidak tahu adalah di saat mereka berencana memburu seorang "dosen rendahan", Arthur Summers justru tengah duduk dengan tenang di sebuah markas bawah tanah. Sang Jenderal tengah diapit oleh para komandan elit Phantom Vanguard yang sedang menyusun ulang struktur kekuatan kota.

1
nanonano
bener2 kalah start arthur
Sang_Imajinasi
Halo Para Reader.

Jika Kalian Suka dengan cerita ini silahkan beri
Like, Ranting ⭐️ dan Vote 🎟 serta Gift 💰.

Penilaian & Kontribusi kalian sangat berharga bagi author untuk tetap semangat update cerita ini.

TERIMA KASIH.... ✌️
nanonano
mantap
nanonano
ternyata lawannya ayahnya sendiri
nanonano
ternyata lawannya keluarga sendiri
nanonano
bukannya arthur lagi gelut sama 7 asasin?
Glastor Roy
update ya torku yang baik hati
nanonano
lawannya kok langsung bisa tahu butuh sumsumnya keluarga zimer padahal belum lihat formulanya
nanonano
byuh kalah sang jendral
Sang_Imajinasi
pialanya sekalian 😄
REY ASMODEUS
aku mampir othor
nanonano
kalah cepat nampaknya si arthur
nanonano
mantap ini
nanonano
perang strategi lebih ngeri
nanonano
mantap
nanonano
tembak aja tadi
Budi Wahyono
ini kalau di wuxiakan
kira2 kultivasi arthur sudah kaisar bumi minimal...
Sang_Imajinasi: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bikin Arthur bantai keluarga volkov
Budi Wahyono
apakah nanti pengkhianatan terbesar justru datang dari silas ?
nanonano
yah kalah transaksi sama pion kecil
REY ASMODEUS: rahasianya di hack dan kelemahannya ada pada informasi dan kepercayaan
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!