Laura Evelyn menyusun rencana untuk balas dendam kepada mantan suaminya. Karena mantan suaminya telah menelantarkan dirinya dan ketiga anak-anaknya kala itu.
Laura kemudian menyewa seorang pemuda yang umurnya jauh lebih muda darinya untuk ia jadikan suami bayaran.
Apa jadinya jika Laura tertarik dengan suami bayarannya.
Saat Laura telah jatuh hati pada pria lain. Sang mantan suami, Bimasena datang kembali dalam kehidupan Laura dan berjuang untuk meluluhkan hati Laura kembali.
Apakah Laura akan menerima cinta sang mantan suami kembali?
Ataukah Laura lebih memilih bersama suami bayarannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watilaras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sikap dingin Laura
Sebagai orang yang memiliki pikiran terbuka. Baik Papa dan Mamanya Laura tidak ingin terlalu ikut mencampuri urusan menantu dan anaknya.
Mereka menyerahkan semua permasalahan rumah tangga kepada Laura dan juga Bimasena.
Karena mereka pikir, baik Laura dan Bimasena sudah cukup dewasa untuk menghadapi permasalahan rumah tangga.
"Kebetulan Laura sedang keluar. Katanya diaper Gavin habis. Jadi dia berbelanja ke supermarket." jelas sang Mama mertua pada Bimasena.
"Oh, iya Ma tidak apa apa. Papa dan Mama terlihat bugar." ucap Bima mengakrabkan diri.
"Siapa yang tidak sehat jika hidup di daerah sejuk dan tentram seperti di Zermatt." jawab sang Papa mertua.
"Hmmmm, Bima ada sesuatu yang ingin Papa obrolkan dengan mu. Kita bicara di teras ya."
"Baik Pa."
"Nanti dulu ngobrol seriusnya. Ini ayo di nikmati minuman hangatnya." Mariana, sang Mama mertua datang kembali ke ruang tengah sambil membawakan makanan ringan dan juga minuman hangat untuk sang menantu Bimasena.
"Tidak usah repot-repot Ma."
"Tidak repot Bim, nikmati dulu minumannya. Kamu kan baru datang dari Indonesia. Pasti lelah." ucap Mariana lembut.
Bimasena tidak menyangka. Ternyata kedatangannya masih di sambut hangat oleh kedua mertuanya.
Meskipun dia tahu, dirinya dan Laura sedang bermasalah.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Bima, Papa tahu, maksud kedatanganmu kemari selain sudah kangen dengan anak-anak. Pasti kedatanganmu juga untuk membujuk Laura. Iya kan." tebak Papa mertua Bimasena.
"Iya Pa."
*Papa tidak tahu persis masalah apa yang terjadi di antara kalian. Laura hanya bercerita jika kau dan dirinya saat ini tengah bermasalah. Bahkan Laura telah memindahkan sekolah Louisa dan Miley dari Indonesia ke Swiss. Papa yakin, ada masalah internal yang cukup besar yang terjadi di antara kalian."
Mendengar jika kedua putrinya dipindahkan sekolah. Membuat Bima terkejut.
Karena ia tidak tahu Laura memindahkan sekolah kedua putrinya.
Tapi Bima tidak ingin membahas persoalan anaknya yang pindah sekolah dengan Papa mertuanya.
Jika sudah bertemu Laura. Ia akan menanyakan langsung kepada Laura perihal kenapa Miley dan Louisa bisa dipindah sekolah.
"Iya Pa, aku dan Laura memang sedang bermasalah. Dan aku ke sini ingin meluruskan masalah itu. Bima ingin membawa kembali Laura dan anak-anak ke Indonesia. Aku datang kemari untuk membawa pulang kembali keluargaku." Terang Bima kepada mertuanya.
"Bagus, tindakanmu cukup gentle sebagai seorang Pria. Bukannya Papa membela Laura, karena Laura adalah putri Papa. Tetapi sebagai seorang Pria, kita harus memiliki sebuah kepemimpinan yang bisa disegani oleh anak dan istri kita Bima. Disegani bukan untuk untuk di takuti. Tapi jadilah seorang suami yang baik. Yang bertanggung jawab dengan baik secara rohani dan jasmani pada istri yang terutama. Dan berikan kesan yang baik peran sebagai ayah pada anak anak mu." Bimasena tertunduk ketika mendengarkan nasehat dari Papa mertuanya.
"Tidak apa kita sebagai seorang Pria sering mengalah pada wanita. Yang penting istri kita tetap dalam koridor yang benar. Wanita itu hanya ingin bisa d mengerti dan di berikan perhatian. Papa sangat mengenal anak Papa. Laura adalah tipe orang yang sangat keras kepala. Jika dia sudah memutuskan sesuatu, sangat susah bagi orang lain untuk mengubah pendiriannya. Tapi karena ini sudah menyangkut cucu cucu ku. Aku tidak ingin cucu-cucuku tidak bisa merasakan mendapatkan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya. Jadi Papa berharap, kau bisa memenangkan hati Laura. Jika kau ingin keluarga mu utuh."
"Terima kasih Pa, atas nasehatnya."
Saat mereka tengah asik mengobrol. Suara deruan mobil memasuki pelataran rumah.
Laura sepertinya telah kembali dari supermarket.
Berada di dalam mobilnya. Pandangan mata Laura tertuju pada seorang Pria yang sedang duduk di sebelah Papanya di teras rumah. Ia yang baru saja kembali dari supermarket membeli beberapa kebutuhan untuk anak anaknya merasa curiga dengan kedatangan Bima ke Swiss.
Buat apa kamu kemari Bim? Apa kau datang kemari untuk membujukku. Ataukah kau datang untuk menertawakan aku. Karena kau telah berhasil mendapatkan kebebasan untuk bersama wanita itu.
Apapun alasan yang membuat mu datang kemari. Aku tidak peduli Bima. Aku tidak akan merubah keputusan ku untuk bercerai dengan mu.
Ucap Laura dalam hati. Kemudian ia keluar dari dalam mobil dengan sikap dingin.
Terima kasih utk ceritanya kak Wati🙏.Semoga selalu sukses utk karya2nya..
Langsung cus ke karya kak Wati yg baru😊
heran Thor kok gak ada karma² sama Bima sedang Kinanti kena vonis sakit rahim 🤣🤣🤣
Bima mau ngapain