Indonesia
NovelToon NovelToon
SANGKAR PERNIKAHAN

SANGKAR PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Ketika cinta berubah menjadi sebuah penjara.

Menikah adalah impian setiap wanita, pernikahan yang bahagia penuh keharmonisan adalah harapan. Namun, bagaimana jika cinta hanya membawanya dalam sebuah Sangkar Pernikahan?

Seruni menikahi Tuan Muda pertama dari keluarga Danuel. Tentu pernikahan dalam sebuah keuntungan bagi orang tuanya. Namun, sial ketika Seruni jatuh cinta pada sosok ramah dan hangat itu. Yang dalam sekejap mata berubah, nyatanya Tuan Muda pertama keluarga Danuel ini adalah sosok pria arogan yang dingin.

Seruni menjalani pernikahan yang bagaikan sebuah penjara. Dia harus melepas karir sebagai model yang saat itu sedang begitu naik. Lalu, semua hal yang dia lakukan harus atas persetujuan suaminya. Hingga, Seruni mulai jengah dan memberanikan diri mengajukan Perceraian. Tapi, apakah suaminya akan menyetujui Perceraian itu?

"Ceraikan aku, Mas. Pernikahan ini tidak akan bisa di lanjutkan lagi. Wanita dari masa lalumu sudah kembali sekarang"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ceraikan Aku, Mas!

Langkah kaki yang tegap, berjalan penuh percaya diri. Suara hak sepatu yang berbenturan dengan lantai terdengar seiring dia terus berjalan menuju ruangan suaminya. Senyumnya lembut, mengangguk sopan pada setiap orang yang berpapasan dengannya. Ramah, ya dia selalu ramah pada setiap orang.

Tok..tok.. Dia mengetuk pintu ruangan suaminya, menunggu beberapa saat dan masuk ke dalam ruangan. Melihat pria tampan, dengan rahang yang tegas, tatapan yang tajam, dan eskpresi yang selalu dingin itu duduk di kursi kebesarannya.

"Ada apa kau datang?"

Tersenyum, dia berjalan santai menuju meja kerja suaminya. Berdiri di depan meja kerjanya sekarang, menatapnya dengan senyuman. Lalu, menyimpan sebuah kertas di atas meja, dia sodorkan pada suaminya.

"Ceraikan aku, Mas"

Tangan yang sedang memegang pena dan membubuhkan tanda tangan di berkas itu, terhenti seketika. Dia mendongak dan menatap wanita yang sudah dia nikahi selama 2 tahun ini, berdiri di sana. Menatapnya lekat, meski wajahnya tersenyum, tapi tatapan itu menunjukan semuanya.

"Apa maksudmu, Seruni?"

Seruni tersenyum, dia menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca. "Bukankah wanita dari masa lalumu sudah kembali, sekarang saatnya aku mundur Mas. Aku rasa pernikahan ini tidak akan bisa terus seperti ini"

Raifan Danuel, seorang pria matang yang menikahi Seruni dua tahun lalu. Namun, cinta tidak pernah datang dalam waktu dua tahun itu. Pernikahan yang hanya hidup bersama, saling memuaskan, dan pergi setelah merasa puas.

Raifan berdiri, dia berjalan mendekati Seruni. Membalik tubuhnya, hingga sekarang Seruni membelakangi meja kerja. Raifan memojokkannya di meja kerja, kedua tangan mengukung Seruni dengan bertumpu pada meja kerja.

"Aku tidak berniat menceraikanmu. Dan jangan harap aku akan setuju dengan perceraian itu!"

Tegas, penuh penekanan dan tidak terbantahkan. Seperti biasa, Raifan akan selalu seperti ini. Tidak membiarkan siapapun membantah ucapannya. Namun kali ini, keputusan Seruni sudah yakin, dia ingin mengakhiri pernikahan ini.

"Lalu kamu mau apa dariku? Pernikahan ini tidak akan bahagia jika kita tidak saling mencintai, Mas"

Tatapan Raifan begitu tajam, masih mengukung Seruni. Tangannya meraih dagu Seruni dan mencengkramnya, masih dalam batas wajar, bukan sebuah cengkraman kuat. Seruni juga tidak terlihat kesakitan.

"Cinta? Kenapa kau membutuhkan cinta? Saat dulu kau setuju dengan pernikahan ini, yang jelas pernikahan ini tidak akan ada cinta. Sekarang kau membahas cinta, kenapa harus membahasnya jika kau saja sudah setuju dengan pernikahan ini!"

Air mata Seruni menetes tanpa di minta, tatapan matanya sendu, sayu, dan penuh luka. Selama dua tahun bertahan dengan suami yang tidak pernah memberikan arti pernikahan. Semuanya hanya terasa hampa, dan Seruni hanya berpikir jika pernikahan seperti ini memang harus berakhir menjadi sebuah perpisahan.

"Ya, itu salahku karena membiarkanmu terjebak dalam pernikahan ini"

Tatapan Raifan begitu dingin, dia mengusap lembut air mata di pipi Seruni. Lalu, melepaskan wanita itu dari dia yang mengukungnya. Raifan menghembuskan napas kasar.

"Pulanglah, karena kedatanganmu kesini hanya sia-sia. Sampai kapan pun tidak akan ada perceraian diantara kita!"

Seruni menatap suaminya yang sekarang berdiri membelakanginya. Mengusap kasar air mata yang mengalir terus di pipinya. Tanpa berkata-kata lagi, Seruni melangkahkan kaki pergi dari ruangan suaminya.

Raifan mengusap wajah kasar, melihat kembali kertas di atas meja. Gugatan perceraian yang diberikan istrinya padanya.

"Kau belum bisa lepas dariku, Seruni!"

*

Seruni pulang ke rumahnya, pergi ke kamar dan melempar tas kecilnya ke atas sofa. Dia berteriak keras dengan memegang kepalanya, sedikit menjambak rambutnya sendiri. Frustasi dengan sikap suaminya, dan semua yang dia alami selama ini.

"Arghhhhhhh!"

Seruni mendorong semua barang-barang di atas meja rias dengan satu arah sampai berjatuhan ke atas lantai. Berantakan, suasana kamarnya berantakan. Namun, dia tidak peduli.

"Dia tidak mau menceraikan aku, tapi dia juga tidak mau membuka hati untukku. Apa sebenarnya yang dia mau dariku?"

Seruni jatuh terduduk di atas lantai, bersandar pada tempat tidur dengan lutut yang di tekuk. Menangis sesenggukan, merasa rencananya kali ini akan berhasil, setelah sekian lama dia berusaha meyakinkan diri untuk memberikan surat gugatan cerai itu. Namun ternyata, Raifan tidak membiarkan dia lepas dari sangkar pernikahannya.

"Hiks... Aku sudah lelah dengan pernikahan ini. Aku ingin menjalani kehidupan baru, yang tidak perlu ada dia lagi dalam hidupku. Sial, kenapa aku bisa jatuh cinta padanya?"

Seruni ingin memaki dirinya sendiri dan perasaannya yang tidak bisa menutupi jika dia memang telah jatuh cinta pada Raifan jauh sebelum pernikahan ini terjadi. Alasan utama dia menerimanya sebagai calon suaminya, meski dia tahu jika Raifan sama sekali tidak pernah mempunyai perasaan apapun padanya. Bodohnya, Seruni menganggap mudah, dia berharap akan bisa menaklukan hati Raifan setelah pernikahan ini.

"Seruni, kamu salah sangka tentang dia. Ternyata, dia tidak akan pernah mau memberikan hatimu untuknya. Karena ada wanita lain yang dia cintai"

Kabar itu sampai begitu saja padanya, ketika seorang wanita dari masa lalu suaminya kembali hadir. Membuat Seruni yakin jika suaminya sudah tidak akan memberikan kesempatan padanya untuk bisa mendapatkan hatinya. Sehingga Seruni berani mengajukan cerai, tapi ternyata reaksi Raifan tidak seperti yang dia bayangkan.

"Jika dia masih mencintai wanita masa lalunya, kenapa masih mempertahankan aku dalam pernikahan ini?"

Pertanyaan yang masih tidak bisa terjawab sampai sekarang. Seruni saja tidak pernah tahu sebenarnya apa yang membuat Raifan terus mempertahakan pernikahan, yang sudah jelas hanya berisi kehampaan dan menunggu kehancuran.

Seruni menatap bingkai foto yang terpajang di dinding kamarnya. Foto pernikahan mereka, senyumannya yang cerah, menunjukan jika Seruni tidak merasa terpaksa dengan pernikahan yang terjadi. Tapi, Raifan yang hanya berdiri diam menunjukan wajah datar. Sudah dapat di pastikan jika dia memang tidak menginginkan pernikahan ini.

"Baiklah, kalau memang kamu tidak mau menceraikan aku. Maka aku akan terus membuat kau ingin menceraikan aku"

Sekarang target Seruni bukan lagi mengambil hati suaminya yang sudah dia yakini tidak akan bisa mendapatkannya. Sekarang Seruni akan mencari cara agar suaminya mau menceraikannya. Seruni sudah mempunyai tekad yang kuat untuk mengakhiri pernikahan yang hanya menjadikannya burung dalam sangkar.

"Aku ingin bebas dari sangkar pernikahanmu yang menyakitkan ini, Mas"

Seruni bangkit dari duduknya, menatap bingkai foto pernikahannya dengan Raifan dengan tatapan lekat. Kedua tangan mengepal erat di sisi tubuhnya.

"Jika hatimu tidak bisa aku dapatkan, maka biarkan aku pergi dan melepaskanmu. Biarkan aku terbebas dari sangkar pernikahanmu!"

Bersambung

Ramaikan tolong...Biar semangat nulisnya.. Jangan sampe kayak yang cerita Byan, aku benar-benar gigit jari tanpa dapat apa apa... Hiks... Tolong jangan pada nabung bab..

1
Rarik Srihastuty
bilang dong raivan klu km sudah cinta sama seruni, biar seruni nggak salah paham dan keburu pergi ninggalin kamu
dyah EkaPratiwi
tunjukan dan bilang perasaan mu ke seruni
dyah EkaPratiwi
😭😭😭 salahnya raifan tidak mengenali perasaanya sendiri
Fera Susanti
ah raifan mh misterius ga jelas..pantes seruni prasangka buruk terus
nayla tsaqif
Kabur aja lahhh,, kaburrrrr,, 😌
Mia Camelia
ywdh sih raifan jujur aja klo cinta sama seruni🤭
dyah EkaPratiwi
pergi runi
dyah EkaPratiwi
raifan bener2 ya
dyah EkaPratiwi
🤣🤣🤣 menyesal kan sekarang
Oma Gavin
tolong segera dibongkar rahasia seruni menurut raifan itu hrs di jaga bener" penasaran
edelweis🌻
bikin seruni pergi biar gk berbelit2
Rarik Srihastuty
lanjut thor, makin penasaran nih.
dyah EkaPratiwi
tapi sekali kali gpp run bikin suamimu tantrum
dyah EkaPratiwi
jahat banget kamu raifan😭
dyah EkaPratiwi
bener2 gak waras ini raifan
dyah EkaPratiwi
gila raifa
dyah EkaPratiwi
semangat runi💪
Mia Camelia
seruni bertahan lah💪💪🤭
Hani
bagus
Rarik Srihastuty
ceritanya seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!