Pembaca akan dihadapkan pada dunia yang penuh dengan rahasia gelap dan intrik yang tak terduga. WOLK, sebuah organisasi yang beroperasi dalam bayangan dan menjalankan agenda mereka di balik layar, menjadi pusat perhatian dalam cerita yang mendebarkan ini.
Tidak banyak yang diketahui tentang WOLK, kecuali bahwa mereka merupakan kekuatan yang kuat dan misterius. Di balik tirai rahasia mereka, organisasi ini mengendalikan peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia, mempengaruhi jalannya sejarah, dan menjalankan operasi yang tak terlihat oleh mata dunia.
Pada intinya, novel ini mengikuti jejak seorang protagonis yang menemukan dirinya terlibat dengan WOLK. Saat ia mulai menggali rahasia organisasi ini, ia menyadari bahwa WOLK memiliki jaringan yang kompleks, agen-agen yang tak terduga, dan tujuan yang misterius. Melalui serangkaian petualangan yang berbahaya, protagonis berusaha untuk mengungkap kebenaran di balik WOLK dan menghadapi konsekuensi yang mungkin tak terduga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rey_arh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10 - Rahasia Steven yang terkuak.
Bryan dan Alice tiba di ruangan bawah tanah untuk menemui Oscar, yang sangat terkejut melihat mereka berdua. "Jadi kalianlah yang mengeluarkan perintah untuk menangkap ku?" tanya Oscar. "Benar, Oscar. Sekarang kau tidak dapat melakukan tindakan jahat dan membunuh kami," jawab Alice.
"Aku tidak menyangka kalian bisa mengklaim Liontin sebagai pemimpin organisasi WOLK. Seharusnya hanya diketahui oleh beberapa orang saja. Siapa yang memberitahumu?" tanya Oscar penasaran.
"Steven-lah yang memberitahu kami mengenai KUNCI ini. Dia mengatakan dengan KUNCI ini, aku bisa menghentikan rencanamu membunuh kami," jelas Alice.
Mendengar jawaban Alice, Oscar semakin terkejut. "Steven, beraninya kau merusak rencanaku," batin Oscar bergumam.
"Alice, kalian berdua harus berhati-hati dengannya. Steven bukan hanya sekedar pimpinan WOLK benua biru, tetapi ada yang lain," jelas Oscar.
"Apa maksudmu, Oscar?" tanya Bryan bingung.
"Kalian berdua harus berhati-hati dengan dia. Dia jauh lebih jahat dariku dan memiliki sumber daya yang lebih banyak dariku. Kemampuan dia sendiri saja sangat hebat. Bahkan, membunuh orang bukanlah hal sulit baginya," jelas Oscar.
"Kau tidak perlu khawatir tentang itu, Oscar. Sekarang kami sudah menangkap dan mengikatnya di tempat persembunyian kami," kata Alice.
"Kalian sangat bodoh. Dia sengaja melakukan hal itu agar kalian bisa menangkap ku. Setelah ini, dia akan menangkap dan menghabisi kalian untuk KUNCI itu," jelas Oscar, membingungkan keduanya.
Oscar menceritakan pada mereka bahwa Steven adalah pimpinan WOLK benua biru yang sangat disegani. Dia memiliki kemampuan yang tidak ada pada pemimpin lainnya. Dia juga memiliki rahasia yang bahkan organisasinya sendiri tidak tahu. Bahkan Oscar yang didukung oleh organisasi WOLK kesulitan menangkap Steven.
"Kalian harus segera menghubungi orang-orang kalian yang menyekap Steven. Mungkin dia sudah membunuh mereka dan pergi," jelas Oscar, membuat Bryan dan Alice terkejut.
Bryan menghubungi Paman Beny, namun tidak bisa menghubungi HP-nya. Bryan langsung pergi ke rumah Paman Beny untuk memeriksa keadaannya. "Alice, aku harus pergi ke desa. Aku khawatir dengan Paman Beny," ucap Bryan.
"Baiklah, Bryan. Kau harus berhati-hati. Aku akan tetap di sini untuk mencari tahu tentang Steven," kata Alice.
Setelah Bryan pergi, Alice pergi ke kantornya untuk mencari informasi mengenai Steven. "Nexus, berikan aku informasi mengenai Steven. Siapakah dia dan apa saja yang dimilikinya?" tanya Alice.
"Baik, Nona Alice. Aku akan mencarinya segera. Mohon tunggu," jawab Nexus.
Setelah beberapa saat, Nexus menemukan data mengenai Steven. Berdasarkan data itu, ternyata Steven memang pimpinan WOLK benua biru dan memiliki kemampuan dalam mengendalikan organisasinya. Dia bisa membuat benua itu mengikuti keinginannya, termasuk politik, uang, dan bahkan para pejabatnya. Berdasarkan data yang ada, tidak ada yang aneh dan tidak ada rahasia seperti yang dikatakan Oscar.
"Aneh sekali, Nexus. Bagaimana dia bisa menggunakan sumber daya organisasi WOLK di benua lain saat dia tidak memiliki kekuasaan di sana?" tanya Alice.
"Benar, Nona Alice. Seharusnya dia tidak bisa menggunakan sumber daya organisasi WOLK di benua lain kecuali jika dia adalah pimpinan WOLK di sana," jawab Nexus.
"Bisakah kau menjelaskan lebih jelas, Nexus?" tanya Alice.
"Aku sudah melakukan pengecekan sistem di benua lain, bahwa Steven keluar masuk negeri tidak menggunakan sumber daya WOLK. Sepertinya ada organisasi lain yang membantunya, Nona Alice," jelas Nexus.
"Apakah kau bisa mencaritahu organisasi apa yang membantu Steven dan apa hubungannya dengannya?" tanya Alice.
"Menurut data dari WOLK di seluruh benua, ada organisasi baru yang memiliki sumber daya yang hampir sama dengan organisasi WOLK. Mereka kerap mengganggu pekerjaan WOLK. Berdasarkan statistik data yang aku miliki, aku melihat Steven terlibat dengan organisasi tersebut dan kemungkinan besar dia adalah pimpinannya," jelas Nexus sambil memberikan data kepada Alice.
"Ternyata selama ini, rencana Oscar untuk menguasai organisasi WOLK secara penuh di seluruh benua hanya dimanfaatkan oleh Steven. Oscar, yang mengira bisa memperalat Steven, malah sepertinya Steven yang memperalatnya. Sungguh licik sekali kau, Steven," bergumam Alice dalam hatinya.
"Baiklah, Nexus. Sekarang aku ingin kau mencari tahu di mana Steven. Terakhir kali kami mengikatnya di tempat persembunyian kami di desa. Apakah kau bisa melacaknya?" tanya Alice.
"Maafkan aku, Nona Alice. Aku tidak bisa melakukan pelacakan terhadap pimpinan organisasi WOLK. Aksesku terkunci," jawab Nexus.
"Kalau begitu, siapa yang bisa membuka akses datamu, Nexus?" tanya Alice.
"Aku harus mendapatkan izin dari pimpinan organisasi WOLK, yaitu anda, Nona Alice," jelas Nexus.
"Baiklah, izin diberikan. Cepat beritahukan aku di mana Steven sekarang dan cari tahu juga di mana Bryan," ucap Alice memberikan perintah.
Di sisi lain, Bryan yang sedang dalam perjalanan, tiba-tiba dihadang oleh kelompok bersenjata lengkap. Kelompok tersebut berusaha menghentikan mobil Bryan dan langsung menembaki mobilnya. Bryan yang terkejut dengan serangan tiba-tiba itu langsung menghentikan mobilnya dan melompat keluar. Mereka terus menembaki mobil itu sampai mengeluarkan api. Bryan, yang tahu mobil itu akan segera meledak, langsung melarikan diri ke arah hutan, dan begitu ia memasuki hutan, mobilnya meledak.
Melihat mobil sudah meledak dan terbakar, kelompok tersebut memeriksa isinya, dan mereka tidak menemukan mayat Bryan di dalamnya. Salah satu anggota kelompok yang menyadari jejak Bryan menuju ke hutan segera memberitahukan rekannya untuk memburu Bryan. Mereka membagi diri menjadi beberapa grup untuk melakukan penyergapan dan memasuki hutan.
Bryan, yang terluka pada kaki, hanya bisa berjalan pelan dan menyeret kakinya. Dia tidak menyangka terkena tembakan di bagian kaki, sehingga membuat pendarahan yang cukup parah. Untuk menghentikan pendarahan tersebut, Bryan mengikat kakinya dengan sobekan baju sambil sedikit beristirahat. Bryan mencoba menghubungi Alice dengan HP-nya, namun dia tidak mendapatkan sinyal. Padahal, dia sedang beristirahat di bawah menara sinyal HP. Hal ini membuatnya bingung kenapa tidak ada sinyal.
Kelompok ini mendapatkan perintah untuk menangkap dan membunuh Bryan, maka dari itu, mereka menghadang dan menembaki mobil Bryan agar tidak bisa kembali ke desa atau kota. Bahkan, mereka juga menggunakan teknologi penghilang sinyal agar Bryan tidak bisa meminta bantuan kepada siapapun.
Bryan terus berusaha menjauh dari kejaran kelompok pembunuh ini, sakit kakinya membuat dia lambat bergerak dan hampir kehilangan kesadaran. Badannya yang sudah mulai terasa lemah seperti sudah tidak mau menuruti perintahnya untuk bergerak.
"Aku harus bersembunyi, aku tidak bisa mati disini". Dalam batin Bryan bergumam.
"Siapakah yang mengirim kelompok ini, apakah Steven?" Batin Bryan terus bertanya-tanya.
Posisi Bryan sudah diketahui oleh kelompok pembunuh itu, dan mereka mengepungnya dari segala sisi. Melihat kondisinya yang semakin terjepit, Bryan hanya bisa pasrah.
"Apakah aku akan mati disini?" Dalam hati Bryan berkata.
"Bryan ! sebaiknya kau menyerah, kami sudah mengepung mu." ucap salah satu anggota kelompok pembunuh itu.
Bryan yang mendengar gertakan itu hanya pasrah dan menunggu mereka menangkapnya.
"Maafkan aku Alice, sepertinya aku akan mati disini." Bryan yang berbicara melihat ke atas langit sambil membayangkan Alice.