Indonesia
NovelToon NovelToon
Musuh Tapi Menikah ???...

Musuh Tapi Menikah ???...

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Nikahmuda / CEO / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Harem / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ma'arifa senja

seorang gadis cantik yang hidup hanya bersama dengan sang ibu, memiliki jalan kehidupan yang sangat berliku-liku.
dia selalu menebarkan senyum Dan juga tawa di sekitarnya, tapi apa dayanya jika memang ada sesuatu yang harus disembunyikannya bahkan dari sahabat-sahabatnya sendiri.
lantas Apa rahasia yang disimpannya dari kecil, apakah rahasia itu bisa mengganggunya di saat masa depan?....
cari jawabannya dengan membaca novel ini...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ma'arifa senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Tersesat

 Hari ini Lili dan juga teman-teman yang lain ikut jurit malam, karena ini adalah agenda malam itu, Lili satu kelompok bersama dengan Raina dan juga Jefri.

  "ini kita ditugasin buat cari bendera kan, Gimana kalau bagi tugas aja, lili kan berani banget tuh sendirian, gimana kalau , Raina sama gue sedangkan lu sendirian,"ujar Jefri.

  "enak aja lu, meski gue berani apa-apa sendirian ya gak di hutan juga, mau gina manapun kalau di hutan ya tetap takutlah gue, Lu modus ya sama sahabat gue, dih tukang modus,"jawab Lily.

"udah udah kalian nih berantem terus sih, ini malam-malam loh dan kita lagi ada di hutan, jangan buat kegaduhan di sinilah,"ujar Raina.

"Ya udah deh gini aja,kita tetap bareng-bareng cuman kalau ada salah satu dari kita nemuin bendera, dia harus ngambil saat itu juga sedangkan yang lainnya tetap jalan, baru setelah itu kalau udah agak jauhan yang depan wajib buat nungguin,"jelas Jefri.

mereka berdua sama-sama menganggukkan kepalanya dan mereka pun mulai berjalan menyusuri hutan untuk mencari bendera yang sudah ditancapkan oleh pihak sekolah di tempat-tempat tersembunyi.

Ketika mereka bertiga sedang berjalan bersama, Lily melihat ada sebuah bendera berwarna merah yang ada di sebelah pohon besar, Lili langsung berlari menuju ke arah bendera tersebut, dan ia mengambil bendera itu Tapi sayangnya bendera itu malah ditarik.

"lu lagi, ngapain sih kok gue harus ketemu lu lagi, jangan-jangan lu ngikutin gue ya,"ujar Lili.

"najis gue ngikutin lu, orang gue duluan kok yang ngelihat ada bendera ini, kenapa lu malah ikut-ikutan?,"jawab Vino.

"ya kalau nggak ngikutin kenapa lu bisa tahu kalau gue ada di, pasti dari tadi lu ngelirik gue kan,gue jalan mau ke sini jadi lu buru-buru ke sini juga".

"heh nona, jangan sok kepedean deh lo, males banget gue,Ya udah kalau emang mau diambil benderanya ambil aja, gue bisa cari bendera sendiri".

Vino pergi meninggalkan Lili di situ,sedangkan Lili mulai berjalan meninggalkan tempat ia mengambil bendera,tapi semakin lama ia berjalan ia semakin tidak bertemu dengan teman-temannya, bahkan kini ia sendirian seperti orang yang hilang.

"teman-teman gue ke mana, kok gue sendirian di sini, tolong, siapapun tolong gue gue takut,"ujar Lili sambil celingak-celinguk.

Lili bingung harus pergi ke mana, sedangkan lampu senternya kini sudah mati dan ia hanya bisa memanfaatkan flash dari handphonenya.

ia terus mencoba berjalan mencari teman-temannya, entah berapa lama ia berjalan ia tetap saja tidak bisa menemukan semua temannya, dan kini baterai handphonenya sudah mulai menipis,Willy harap-harap cemas ketika melihat baterai handphonenya kini sudah tinggal 2%.

"please siapapun tolong gue, ini baterai handphone gue udah tipis banget, lampu senter juga udah mati sedangkan gue ada di tengah hutan, please siapapun tolong gue,"ujar Lili Yang masih terus berjalan.

Saat Lili agak berlari, iya Malah tersandung oleh akar pohon yang sangat besar, dan ia pun tersungkur ke tanah,Lili langsung menangis di situ karena handphonenya sudah mati senternya pun juga sudah mati.

hingga beberapa saat kemudian ada seseorang yang memegangi pundaknya, ia sudah tidak bisa berpikir apapun,iya langsung memeluk seseorang yang memegangi pundak itu dan menangis di dalam pelukannya.

"please help me, gue bener-bener takut, pokoknya mohon jangan ninggalin gue, gue mohon,"ujar Lili dengan lirih.

Lili sebenarnya tidak tahu siapa orang itu, tapi orang itu malah menepuk-nepuk pundaknya dan ia menggandeng tangan Lili.

"jangan takut di sini ada gue,"jawab Vino.

sontak lily yang mendengar itu langsung terkejut, dan ia sangat hafal dengan suara itu.

"elu Vino kn?,"tanya Lili dengan mendongak ke arah orang yang sedang menggandengnya.

Vino diam sejenak, dan mereka tetap berjalan bersama sembari bergandengan tangan,karena Vino tahu kalau saat itu Lili sangat ketakutan.

"iya ini gue Vino,udah jangan banyak omong yang penting Sekarang kita bisa keluar dari hutan, kenapa lu gak nelpon yang lain biar dijemput?".

"lampu senter gue mati, handphone gue juga lowbat, soalnya dari tadi gue pake flash-nya buat nerangin jalan, dan lagi dari tadi gak ada sinyal di sini, jadi gue bingung harus nyari bantuan ke mana, jadi gue cuman diem aja dan berharap ada orang yang datang".

"tapi lu nggak mikir gitu,Gimana kalau yang datang itu bukan gue atau temen-temen, Gimana kalau yang datang orang jahat dan sengaja buat manfaatin lu, apa lu nggak mikir sampai situ?".

"gue nggak tahu dan gue nggak pernah pikir sampai situ, intinya menurut gue gue bisa keluar dari hutan ini itu aja, gue bener-bener takut dan gue sangat berharap ada orang baik yang datang buat nyelametin gue, ya entah yang datang mau orang jahat ataupun baik gue nggak tahu".

"Ya udah iya, ayo ini kita udah mau sampai, jadi jalannya tolong cepetin dikit ya, masa gue jalan kayak sama siput".

Lili langsung terdiam dan ia menunjukkan kepalanya sambil terus digandeng oleh Vino.

("andai aja bukan di hutan, gue juga gak mau ditemenin sama Vino, tapi mau gimana lagi ini gue bener-bener takut,kalau gue nyolot takutnya malah ditinggal lagi di sini,kan nggak lucu gue cuman diam-diam aja di dalam hutan belantara kayak gini,"ucap Lili dalam hati).

mereka berdua terus berjalan menyusuri hutan hingga tak sengaja Lily seperti menginjak sesuatu yang membuat kakinya sakit, dan karena ia kaget kakinya pun tergores oleh sesuatu yang tajam.

"aauuu,"pekik Lily.

"Ada apa kok teriak, Lu kenapa?,"tanya Vino.

"kaki gue sakit, kayaknya kegores, entahlah perih banget kaki gue, gue nggak bohong dan gue nggak bercanda ini bener-bener sakit,"jawab Lili yang mulai menitihkan air matanya.

Vino langsung berjongkok dan ia menarik tangan Lili,"naik sekarang,"ujar Vino.

"maksud lu apaan?".

"naik sekarang daripada itu kakinya tambah sakit, takutnya malah infeksi".

Lily menuruti perkataan Vino dan ia mulai naik ke atas badan Vino, Vino membawanya menyusuri hutan dengan berada di dalam gendongannya, hingga beberapa saat kemudian mereka berdua pun sampai dan semua orang dipertahan merasa senang karena Lili dan Vino sudah kembali.

Lily mulai ditangani oleh pihak kesehatan,begitu pula dengan Vino yang juga ditangani oleh pihak kesehatan karena tadi kakinya tidak sengaja tergores oleh patahan kayu.

🌺💫🌺

Oke Guys jangan lupa baca bab selanjutnya ya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!