Flora tidak menyangka akan menikah, Dengan laki-laki yang usianya beda dua puluh tahun dan mampu membuat Flora tidak merasakan lagi hidup susah. Flora tidak menyangka karyawan di kantornya Tata pada ke centilan didepan Tata, sanggupkah Flora berusaha tenang melihat gangguan perempuan-perempuan yang centil dengan suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon maya ps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Tata ajak jalan-jalan keluarga, ke kota Bandung untuk nginep di villa miliknya Tata.
"Kita bikin enjoy bumil-bumil dengan jalan-jalan bareng, supaya tidak bosan dirumah terus." ucap Tata sambil masukin, tas kedalam mobilnya.
"Untung pas libur kerja jadi santai tinggalkan pekerjaan, demi menyenangkan istri dan Kakak ipar." ucap Patrik sambil melihat Flora dan Tata.
"Punya rencana kok mendadak! Bikin saya tidak bisa rapat jadinya!" batin Jeje merasa kesal, karena harus diganti Asistennya untuk datang rapat yang memang client nya cuman bisa hari sabtu saja.
"Semuanya sudah ada didalam mobil, waktunya berangkat." ucap Flora yang sengaja, minta sabtu pagi berangkat supaya bisa lebih lama jalannya.
Flora masuk kedalam mobil, disusul Patrik, Feni, Jeje, dan Feri.
Mobil yang dikendarai Tata melaju dengan kecepatan sedang, menuju villa.
☆☆
Tata minta Patrik gantian bawa Mobil, karena merasa ngantuk dan lelah jadi tidak berani melanjutkan bawa Mobil menuju villa.
"Kita istirahat yuk di cafe itu, kebetulan bumil sudah lapar." ucap Patrik sambil keluar dari mobil.
"Boleh juga deh, hayo kita makan bareng." ucap Flora yang merasa lapar juga.
"Sayang kenapa diam saja? Apa yang Bunda fikirkan sayang?"tanya Feri sambil melihat jeje, yang diam saja selama diperjalanan.
"Aku iri sayang, kedua adik Ayah cepat sekali mengandung tidak seperti aku." ucap Jeje berusaha tidak sedih, supaya tidak merusak kebahagiaan Tata dan Patrik bareng istrinya.
"Setiap kondisi perempuan kan beda sayang, jangan sedih dan berkecil hati sayang, Kita kan lagi program hamil sayang jadi usahakan berfikir positif dan selalu bahagia sayang, supaya program hamilnya berhasil." lanjut Feri berusaha, menenangkan istrinya supaya tidak sedih dan minder. Feri sejujurnya ragu Jeje bisa mengandung mengingat usia Jeje sudah lima puluh lima tahun.
Feri mencium tangannya Jeje, supaya istrinya tenang dan tidak sedih lagi. Feri sudah pasrah istri nya tidak bisa memberikan keturuan kalo gagal karena usia dan juga Feri bakal setia dengan Jeje.
☆☆
Flora menikmati makanan yang dipesan Tata, Flora sudah mulai menikmati masakan luar negeri.
"Bunda makan yang banyak iya sayang, supaya Bunda dan anak kita kenyang makan disini." ucap Tata yang senang karena Flora makan banyak dan tidak takut gemuk.
"Iya sayang, aku mau nambah sayang." ucap Flora yang langsung, melihat buku menu untuk pesan makanan yang lain.
☆☆
Feni tidak kuat mencium bau cabe, akhirnya lari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya, membuat Patrik langsung temani Feni ke kamar mandi.
"Bagaimana sayang, apa masih mual?" tanya Patrik kwatir, melihat Feni muntah-muntah seperti ini.
"Sudah tidak sayang, ini pertama kalinya Bunda muntah mencium aroma sambal. Kita makan yang lain sayang maaf iya." ucap Feni lirih, Feni merasa lemah sekali karena berkali-kali mengeluarkan isi perutnya.
"Iya sayang, Kita pesan makanan yang lain yang penting Bunda bisa makan." lanjut Patrik berharap, Feni tidak kenapa-kenapa karena muntah tadi.
Patrik gandeng tangannya Feni, untuk jalan pelan-pelan menuju meja nya kembali dan pesan makanan yang lain yang tidak membuat Feni merasa mual lagi.
**
Flora merasa senang sekali, karena Jeje menjalankan program hamil dan Flora setuju Jeje ikutin pola makan sehat yang disarankan dokter untuk Jeje selama program hamil berjalan.
"Flora tidak sabar, mendengar kabar Teteh berhasil mengandung dari ikutin program punya anak." ucap Flora yang ikut senang dan tidak sabar mau melihat keponakannya hadir.
"Sama Flora, saya juga tidak sabar mengandung anak pertama nih." ucap Jeje optimis apa yang dilakukannya sekarang berhasil.
"Kalian jadi orang tua dan kita jadi Om-Om tampan yang awet muda." ucap Tata yang senang, karena menikah dengan Flora bakal dipanggil Om terus walaupun usianya jauh lebih tua dari Flora dan Feri jika Jeje mengandung dan melahirkan nanti.
"Bener juga Bang, awet muda iya bakal dipanggil Om sampai anak kita dewasa," ucap Feri.
Feri sadar menikah dengan orang yang lebih tua, bakal dipanggil Om walaupun usianya sudah tidak pantas dipanggil Om seharusnya dipanggil Kakek.