Indonesia
NovelToon NovelToon
Suamiku Dokter Tampan

Suamiku Dokter Tampan

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Dokter / Tamat
Popularitas:66.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mulyani Syahfitri

Rasanya seperti mimpi ketika harus menjalani sebuah pernikahan dadakan. Dan yang lebih memalukan pernikahan itu terjadi karena kesalahpahaman warga yang beranggapan jika mereka melakukan perbuatan mesum di dalam mobil di pinggir jalan.

Nada Aretha, gadis yang masih berusia 20 tahun itu benar-benar tidak menyangka jika dia akan menjadi istri dadakan dari seorang dokter relawan yang sangat tampan.

Bagaimana pernikahan dadakan mereka? Apakah bisa berjalan manis dan bertahan lama? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mulyani Syahfitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Yang Indah

Ketika sampai di rumah, Nada dan Dokter Rayyan memang basah kuyup karena hujan yang cukup deras mengguyur mereka. Dan karena jarak rumah yang sudah dekat, akhirnya Dokter Rayyan memutuskan untuk melanjutkan perjalanan daripada berhenti menunggu reda.

Alhasil sekarang Nada benar-benar kedinginan, bahkan dia menggigil saat turun dari motor.

"Dingin ya?" tanya Dokter Rayyan sembari dia yang memasukkan motor ke dalam rumah.

Nada mengangguk, bibirnya nampak menggeletak kuat. Bahkan wajahnya juga sudah pucat.

"Kamu Mas tawarin pakai jaket mas gak mau," ucap Dokter Rayyan. Dia menutup pintu rumah mereka ketika motor sudah masuk.

"Nanti mas yang dingin. Kan mas yang bawa motor," jawab Nada.

"Yasudah, sekarang pergi mandi. Pakai air hangat mau gak, nanti biar mas panasin dulu," tawar Dokter Rayyan.

Nada menggeleng pelan, tangannya masih memeluk tubuhnya yang kedinginan. "Nggak usah, Nada mandi sebentar aja, kok," jawab Nada.

Dokter Rayyan mengangguk, dia tersenyum memandang Nada yang langsung berlari ke dalam kamar.

Senyum dokter Rayyan nampak penuh arti. Dia juga berjalan masuk ke dalam kamar sembari melepas jaketnya yang memang sudah basah.

'Semoga kamu memang gadis yang pantas untuk aku perjuangkan, Nada,' batinnya dalam hati.

Nada mandi tidak lama, hanya menyiram tubuhnya agar air hujan tidak membuat dia demam. Bahkan karena sudah terburu-buru ingin mandi dan menghangatkan tubuh, Nada sampai lupa membawa pakaian ganti. Alhasil, dia keluar hanya dengan memakai handuk saja.

Kepala Nada mengintip keluar, tidak ada Dokter Rayyan di dalam kamar itu. Mungkin saja dia sedang mandi di kamar mandi belakang.

"Aman," gumamnya sembari memegang handuk yang memang hanya menutupi sebagian tubuhnya saja.

Dengan cepat nada berjalan keluar menuju lemarinya. Tapi, sialnya ketika Nada berjalan keluar tiba-tiba saja pintu kamar terbuka.

Deg

Baik Nada maupun Dokter Rayyan langsung sama-sama mematung. Mereka berdiri kaku di tempat mereka dan saling memandang dengan canggung.

Dokter Rayyan yang hanya mengenakan handuk terlihat begitu seksi dan membuat Nada terperangah. Tetes air yang masih menetes di wajah dan tubuhnya membuat penampilan Dokter Rayyan sangat menggoda. Karena itu, Nada sampai melupakan penampilannya sendiri yang ternyata juga semakin menggoda iman Dokter Rayyan.

Dokter Rayyan mengerjap, dia mencoba untuk menenangkan hatinya yang sempat bergelora dan terkejut melihat pemandangan indah ini.

Mungkin sama sepertinya yang lupa membawa pakaian ganti. Tapi ini adalah hal yang bagus dan mendukung niatnya untuk memiliki Nada.

Dokter Rayyan berjalan ke arah Nada. Dan tentu saja itu membuat Nada semakin salah tingkah. Wajahnya bahkan sudah memerah dengan tangan yang memegang handuknya semakin kencang.

"Mas, Nada … Nada lupa bawa ganti. Mas tunggu diluar dulu bisa," pinta Nada dengan senyum getir. Sungguh demi apapun jantungnya bergemuruh hebat saat ini. Apalagi ketika melihat Dokter Rayyan yang semakin mendekat ke arahnya. Apalagi dengan tatapan mata itu yang begitu lekat memandang ke arahnya.

"Mas," lirih Nada. Dia semakin kaku ketika Dokter Rayyan sudah berada di hadapannya.

"Kenapa sih? Kan sama suami sendiri," Dokter Rayyan berucap sembari mengusap wajah Nada dengan lembut. Matanya memandang seluruh tubuh Nada yang putih bersih tanpa cacat. Apalagi hanya mengenakan handuk seperti ini. Dia terlihat sangat segar dan menggairahkan.

Tubuh Dokter Rayyan bahkan sudah terasa panas saat ini.

"Nada malu," ucap Nada yang langsung tertunduk. Dia benar-benar tidak bisa di tatap seperti ini.

Dokter Rayyan tersenyum, dia semakin mendekat dan mengusap wajah Nada yang merona.

"Jangan malu, Mas kan suami kamu. Kamu sudah menganggap Mas suami kan?" tanya dokter Rayyan.

Nada mendongak, memandang ragu wajah Dokter Rayyan yang terlihat berbeda. Usapan hangat tangan kekar di wajahnya itu membuat Nada juga merasa aneh sebenarnya.

"Kenapa tidak menjawab, kamu belum bisa menerima Mas sebagai suami kamu?" tanya Dokter Rayyan.

"Sudah, hanya saja," perkataan Nada terhenti sejenak.

"Hanya saja apa?" tanya Dokter Rayyan. Tangan itu tidak lepas dari wajah cantik Nada yang segar meski tanpa polesan makeup.

"Hanya saja, Nada malu seperti ini," ungkap Nada.

Dokter Rayyan kembali tersenyum. "Kalau kamu sudah menerima Mas sebagai suami kamu, izinkan Mas melihat semuanya dari milikmu," bisik Dokter Rayyan di telinga Nada.

Jelas saja bisikannya itu membuat bulu kuduk Nada langsung meremang. Dia mundur perlahan, namun Dokter Rayyan malah menangkap bahunya.

"Mas serius untuk menjadikan kamu istri Mas, Mas juga percaya kalau kamu gadis yang baik. Jika kamu memang menerima Mas menjadi suami kamu, maka izinkan Mas memiliki kamu malam ini,"

Deg

Jantung Nada tiba-tiba berhenti berdetak beberapa saat dan setelah itu kembali berdetak namun dengan detak yang cukup kuat.

"Jika kamu mau, Mas akan menepati janji Mas untuk menjaga dan mencintai kamu selamanya. Tapi jika kamu tidak mau, maka Mas tidak akan memaksa," kali ini ucapan dokter Rayyan terlihat begitu serius.

Nada terdiam. Dia memandang Dokter Rayyan dengan wajah terperangah. Apa maksud Dokter Rayyan berkata seperti itu? Apa dia ingin mereka melakukan hubungan suami istri? Tapi … bagaimana mungkin. Nada masih takut.

"Nada," Dokter Rayyan kembali memanggil. Tapi Nada masih tetap diam dengan wajah tegangnya.

Ada dua kemungkinan di dalam hati Dokter Rayyan. Apalagi selama ini dia selalu mendengar cerita buruk tentang Nada. Apa Nada takut akan hal itu. Atau dia memang gugup?

Dokter Rayyan melepaskan tangannya dari bahu Nada. Dan itu membuat Nada tertegun.

Dokter Rayyan tersenyum tipis, dia tidak bisa memaksa jika Nada tidak ingin. Meskipun dia memang ingin dan sudah bertekad untuk menjadikan Nada istrinya.

Dokter Rayyan ingin berbalik, namun tiba-tiba..

"Apa Mas bisa berjanji?" tanya Nada.

Dokter Rayyan kembali memandang ke arah Nada.

"Nada hanya seorang diri, Nada gadis yatim piatu yang tidak punya siapapun. Pernikahan kita hanya pernikahan siri, Nada takut setelah Nada menyerahkan semuanya, Mas malah meninggalkan Nada begitu saja," ungkap Nada. Nadanya terdengar bergetar, bahkan matanya juga berkaca-kaca saat mengatakan hal itu.

Tentu saja itu membuat Dokter Rayyan merasa tersentuh. Dia tersenyum memandang Nada dengan serius. "Mas sudah berjanji di hadapan Tuhan dan para saksi. Meski hanya menikah siri, tapi Mas sudah yakin untuk menjadikan kamu istri," jawab Dokter Rayyan.

"Bagaimana jika keluarga Mas menolak?" tanya Nada.

"Mas akan memperjuangkan kamu," jawabnya.

Nada memandang Dokter Rayyan dengan haru, ada rasa takut, ragu dan juga bimbang. Karena bagaimanapun mereka berbeda. Tapi, Nada juga sudah terlanjur terjerat pada pesona dokter tampan ini.

Dokter Rayyan kembali mengusap wajah Nada dengan lembut. "Kamu mau berjuang bersama Mas?" tanyanya.

Nada mengangguk pelan, semoga pilihannya tidak salah.

Dokter Rayyan tersenyum, "Mas tidak berjanji untuk membuat kamu bahagia setiap hari. Tapi Mas janji, Mas tidak akan membuat kamu bersedih dan merasa sendiri lagi," ucap Dokter Rayyan.

Nada mendengus senyum dengan bibir yang bergetar menahan tangis. Namun, Dokter Rayyan langsung menarik tubuhnya dan memeluk Nada dengan lembut.

"Mas sayang istri mas," ucap Dokter Rayyan.

Sungguh, ini adalah hal terindah yang pertama kali Nada dapatkan setelah orang tuanya tidak ada.

Dokter Rayyan melepaskan pelukannya. Dia kembali memandang Nada, dan kali ini pandangan matanya tertuju pada bibir ranum Nada. Perlahan dia mendekat hingga membuat Nada memejamkan matanya. Dan langsung saja, sentuhan hangat itu beradu hingga membuat sensasi yang indah tercipta.

Rasa dingin yang sempat mendera kini berganti dengan rasa hangat yang menggairahkan.

Dokter Rayyan benar-benar bermain pada bibir Nada dengan lembut namun membuai. Bahkan membuat Nada yang awalnya kaku kini mulai menikmati.

Wajah mereka memerah saat Dokter Rayyan melepaskan ciumannya. Dia tersenyum mengusap bibir Nada dengan lembut.

"Bolehkah malam ini?" pinta Dokter Rayyan.

"Tapi, Nada takut," lirih Nada.

"Jangan takut, cukup diam dan rasakan," bisik Dokter Rayyan.

Tangannya melepaskan handuk yang ada di kepala Nada. Membuat rambut panjang itu tergerai dengan indah dan semakin membuat Nada terlihat seksi.

Gadis kecil yang dulu menolongnya, kini menjadi istri yang sangat cantik dimatanya.

Dokter Rayyan menggiring Nada menuju tempat tidur. Setiap sentuhan ditubuhnya membuat jantung Nada berdetak tidak karuan. Bahkan ketika dokter Rayyan mendudukkan dia di atas tempat tidur Nada semakin takut dan gemetar.

"Relaks, sayang," ujar Dokter Rayyan.

Dia tersenyum dan kembali meraih tubuh Nada untuk dia cium seiring dengan tangannya yang membuka handuk Nada.

Malam yang dingin dan hujan yang masih mengguyur dengan deras diluar sana menjadi saksi malam indah mereka saat itu. Tangisan Nada menjadi kebahagiaan untuk Dokter Rayyan. Karena sekarang dia tahu jika Nada ternyata adalah gadis baik-baik yang memang pantas dia perjuangkan.

Nada seperti berlian indah yang tenggelam dalam lumpur. Namanya buruk, tapi tidak dengan dirinya.

Dokter Rayyan berjanji, jika sampai kapanpun hanya Nada wanita satu-satunya dalam kehidupannya.

1
Nova Silvia
cara buktiin ny unboxing nada yah dok,,,
moga berhasil.yeeeeee
Nova Silvia
buahaahahahaha,,dok inget umur nada msh polos
sabar yaaahhhh
Nova Silvia
anita twlat k ruangan dia lg mantau istrimu dok,,dia kan julid
viyeeee yg bucin
Nova Silvia
moga pas ryyan udh masa kerja ny di desa
pas d kota ryyan ga berubh sikap
awas ajah,,ta santet rame lu
Nova Silvia
lanjut,,,
dikter dewasa
nada yg penurut
Nova Silvia
othot knp novel pengantin pemgganti si gadis bisu ga up²,,para readers nunggu,,,ohtor sehat kan,,apa sibuk yg lain
makasih,,,
solihin 78
nah gitu ma
solihin 78
itu tanda Rayyan mencintai nada ma
solihin 78
ohhhh
solihin 78
akhirnya nada membaik
solihin 78
suami mana yang bisa diam melihat istrinya seperti itu
solihin 78
khawatir Rayyan terbawa emosi
solihin 78
Clara
solihin 78
darah nada mengenai mama anggun
solihin 78
kasihan nada
solihin 78
nada kecelakaan karena menyelamatkan sang nyonya
solihin 78
bagus nyonya
solihin 78
benar nyonya mempermalukan menantumu sama saja mempermalukan anak mu
solihin 78
hukum semuanya nyonya jangan kasih ampun
solihin 78
nona jahat ketahuan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!