Indonesia
NovelToon NovelToon
Coming Soon!

Coming Soon!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Dikelilingi wanita cantik / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rifa Mukherjee

" Wuihh... cantik! "

"Yang mana, nyet?! "

"Kaos putih, bego! Wajahnya glowing berseri-seri!"

Iqbal memindai seorang gadis yang sedang duduk di sebrang mereka. Alih-alih melihat wajah gadis berkaos putih yang di maksud Daniel, mata Iqbal dengan cekatan tertuju ke kaki gadis itu lebih dulu.

"Kakinya item, Nyet! "

Lalu perdebatan dengan kata-kata tidak terpuji terjadi di meja mereka. Begitulah mulut cowok!
Apalagi modelan Iqbal, yang mendewakan kesempurnaan. Baginya cantik tidak hanya tentang wajah tapi banyak kisi-kisinya. Termasuk kaki yang harus bersih dan senada dengan kemulusan wajah.
Lalu disaat dia sudah merasa mantap dengan seorang gadis yang sesuai kisi-kisi ala Iqbal, siapa sangka gadis itu malah memilih menikah dengan laki-laki lain.
Ibarat kata, "Telek di ungkusi, moto melek di apusi!"
Bagaimana kisah Iqbal menata hatinya lagi?
Apakah dia akan bertekad merusak rumah tangga sang mantan pacar? Atau Iqbal akan menemukan gadis lain yang lebih cantik dan kinyis-kinyis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifa Mukherjee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Harusnya Aku Bahagiakan?

"Jadi kamu enggak bisa nemenin aku badminton?"

"Maaf ya Kiara, temen-temen aku pada ngajakin futsal soalnya"

"Oh gitu ya... Lebih pilih temen dari pada pacar" Kiara mode ngambek. Entah kenapa dari kemarin sore cari partner main aja udah kayak cari jarum di atas tumpukan jerami. Kedik!

Isa Ali hanya bisa meminta maaf dan buru-buru pergi karena sudah di tunggu temannya buat latihan taekwondo.

Gitu kog kalau pacarnya chat-chat sama cowok laen ngambek, dianya sibuk dengan dunianya sendiri. Keluh Kiara dalam hati.

Siang hari yang panas ngepoll, Kiara pulang sekolah sendirian. Sambil nyemil pentol di angkot, otak Kiara yang kepengen main badminton terus di paksa berpikir. Ajak temen-temen cewek juga pada nolak, mereka bilang pada mau kencan. Sedangkan Iqbal yang biasanya jadi tukang opyak-opyak malah sulit di hubungi. Chat Kiara hanya di read sejak kemarin sore.

Wait! Aku minta nomornya Mas Daniel sama Mas Galih aja kali ya...

"Oke, aku coba chat, awas aja kalau enggak di bales juga"

[Mas Iqballllllllll... Minta nomornya Mas Daniel, dung! ]

Sedetik, dua detik, tiga detik, empat detik, ponsel Kiara kedip-kedip. Tanda ada pesan masuk. Benar saja itu pesan balasan dari Iqbal Sadewa. Kiara ngomel lagi gara-gara Iqbal hanya share kontak Daniel dalam tempo sesingkat-singkatnya.

Minimal bilang sori enggak bisa main bareng, takut banget jadi miskin cuma buat ngetik doang!

***

Tak! Tok! Tak! Tok! Tak! Tok!

Itu bukan bunyi orang sedang memalu, melainkan bunyi kepala shutllecock yang mengenai senar raket. Kiara sudah basah kuyup karena keringat. Permainan set kedua dengan Daniel imbang, jadi mereka masih kurang satu set lagi. Galih yang jadi juri asyik memantau sambil nyemili kuaci.

Hosh! Hosh! Hosh!

"Bravo Kiara! Kalahin kudaniel!" teriak Galih keras-keras, padahal posisinya juri bukan suporter.

Skor mereka kejar-kejaran. Kiara unggul satu poin kali ini. Namun, lagi-lagi Daniel mendapat poin. Skor imbang lagi.

"Udahan yok, gue capek!" teriak Galih. Dia yang cuma nonton doang yang ngeluh.

"Lambemu, Cok!" sahut Daniel yang sedang mati-matian mengejar shutllecock. Selang beberapa pukulan.

JEDAR!!

Shuttlecock jatuh tepat di dalam garis permainan Kiara. Mengakhiri permainan mereka.

"YEaaaahhhh!!!" teriak Daniel sebagai pemenang.

Baik Daniel maupun Kiara menjatuhkan badan di sebelah kiri dan kanan Galih. Sambil menengadahkan kepala, Kiara meraup oksigen sepuas-puasnya. Tidak bisa di pungkiri stamina perempuan memang tetap kalah jika di banding laki-laki.

"Jadi habis ini kita jajan apa, Kiara? "

"Cilok aja gimana? sesuai kantong pelajar" Kiara menaik turunkan alis meminta persetujuan.

"Cilok doang, nyettt...huh!" Galih menyenggol bahu Daniel, ngasih kode biar ngeledek si bocil Kiara.

"Ganjel di pipi kanan gue doang si kalo cuma cilok, hahaha..."

Kiara merubah posisi jadi duduk sambil selonjoran, dan memasang wajah melas.

"Mampunya cuma traktir cilok, itupun uang Kiara kumpulin dari sisa uang jajan, mau ya mau?"

Daniel dan Galih ngakak. "mana tega kita malak bocil kesayangan sohib kita, iya nggak!" Daniel manggut-mangut.

"Kesayangan apaan behhh... Chat aku aja di kacangin"

"Lo juga di kacangin?" Galih membulatkan mata tak percaya. "Sibuk apa si tuh monyet!?"

"Iqbal emang enggak cerita ke lo, nanti malam dia 'kan ada acara makan malam gitu, ceritanya ngenalin Leni ke mamaknya"

"seriusan!?" Galih berjingkat lagi. "wah, bau-baunya ada yang mau kawin"

"Nikah bego!"

"Iya, itu... Kog monyet enggak cerita ke gue ya,"

"Mau diem-diem ceritanya, tapi kalo sama gue, mana bisa dia, dari kemarin aja udah ngerecokin OOTD dinner pengenalan calon

istri"

"teros lo kasih ide dia pakai baju apa?"

"Cari amanlah nyet, kemeja hitam wajib branded, buat nutupin minus dia yang enggak ganteng-ganteng banget"

"Buaakkakakaka.... btw, gimana ceritanya Leni luluh, biasa nolak terus tuh cewek kalo mau di bawa ke acara keluarga Iqbal"

Bla bla bla bla...

Obrolan dua sahabat Iqbal sadewa berlalu di telinga Kiara, suara decitan sepatu pemain di lapangan sebelah tiba-tiba lebih mendominasi pendengaran Kiara. Entah kenapa kabar Iqbal akan menikah membuat hati Kiara tiba-tiba terasa nyeri.

Mas Iqbal akan menikah dengan Mbak Leni, harusnya aku bahagiakan?

****

Di sebuah restoran bergengsi Iqbal dan Leni duduk berdampingan. Makan malam yang Leni kira hanya akan bertemu ibunya Iqbal saja, ternyata di hadiri banyak anggota keluarga Iqbal lainnya. Mamah Iqbal yang biasanya gemar cuap-cuap, malam ini terlihat jaga image agar terlihat anggun di depan calon menantu.

"Mbak Leni beneran cantik ya, gimana-gimana nduk, apa habis ini langsung silaturahmi aja ke Bandung" goda Budhe Iqbal yang meski usinya sudah tidak muda namun masih terlihat kinyis-kinyis.

"Iya, nanti Budhe Is siap nyumbang ballroom buat kalian" sahut Budhe yang lain.

"Kalau gitu, Budhe cateringnya, udah enggak usah lama-lama, keburu bau angin loh anakmu ini Lastri" Mamah Iqbal hanya tersenyum. Kalau saudara-saudaranya sudah bersabda, omongan mereka tidak pernah omong kosong. Pasti mereka tepati janji mereka untuk nyumbang.

"Keburu bau angin alias kadaluarsa ya Budhe, hahaha... " timpal Ninis, kakak Iqbal.

Leni hanya bisa mesam-mesem, tidak bisa memberikan jawaban apa-apa. Sedangkan Iqbal, digoda Budhe-budhenya dia terlihat malu sekaligus sangat gembira. Gembira karena sponsor pernikahannya datang sendiri tanpa dia harus bekerja keras. Becanda! Iqbal sadewa benar-benar bahagia, dia merasa salah paham kemarin dengan Leni terbayarkan dengan makan malam keluarga yang terasa hangat dan menyenangkan.

Hidangan yang tadi memenuhi meja, sekarang menyisakan tumpukan piring kotor.

Sebelum berpisah, mereka sempat berfoto bersama. Iqbal dan Leni berdiri serasi di samping ibu dan kakak perempuanya.

Sementara itu, di perjalanan pulang, Kiara mampir di sebuah apotik.

"Mbak, dada saya tiba-tiba nyeri sebelah sini, minum obat apa ya kira-kira?"

"Memangnya kakak ada riwayat sakit apa? Atau mungkin kakak masuk angin? "

"Enggak taulah Mbak, tiba-tiba rasanya sakit aja gitu, pas denger kabar temenku mau nikah"

"Kakak, kayaknya harus ke rumah sakit Dr Amino Gondohutomo! "

Lalu keduanya ngakak bareng, apotik itu tempat kerja kakaknya Kiara. Kiara mampir sekedar menggoda kakak perempuannya. Padahal nanti di rumah juga ketemu. Heran sama gadis jaman sekarang, gabutnya itu loh enggak ketulungan.

_

_

_

To be continue...

1
Riya Laizay Al-ulumy
dilaminating🤣🤣🤣
Rifa Mukherjee
😄😄😄😄
Riya Laizay Al-ulumy
uda lama nunggu up nya kak. penasaran.
Rifa Mukherjee
komen komen please 😭
Riya Laizay Al-ulumy
kok uda lama gk up kak
May Keisya
ya ampuuun😭..knp ga dari TK aja
Rifa Mukherjee
komen ahh
Cevineine
Semangat ya, thor jgn lupa mampir jg ke lapak akuu😁👍
Riya Laizay Al-ulumy
sedih nya kiara min😓
Riya Laizay Al-ulumy
kiara jg mau di pepet mz iqbal🤣
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Kan jadi rempong sendiri. Nakal sih
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Yeeeee gegara Alesa si Kia jadi kesel. Q kalau jd dia udah tk tinggal. Pasti Kia cemburu itu
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Bisa pas begitu waktunya semoga Kia bisa ikutan juga
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Ngarepnya sih mereka jadian beneran. Udah sm klop begitu mau nunggu apalagi
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Potek potek lah hati mas Iqbal...huaaaa
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Dikiranya mau ngemsi apa y waktu dan tempat di persilahkan...wkwkkkk
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Mamanya prngertian banget dah
❤️⃟Wᵃf✰͜͡ᴠ᭄ᴇʟᷜᴍͣuͥɴᷤ✪⃟𝔄⍣⃝కꫝ🎸
Gegara cewek mas Iqbal jadi galfok
Riya Laizay Al-ulumy
suka up nya🤣
Riya Laizay Al-ulumy
putus cinta blh sedih, tp gila jangan😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!