Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 — Dewa di Dalam Lautan Jiwa

Arena Pertarungan Sekte Pedang Langit mendadak sunyi.

Seluruh murid yang semula bersorak kini serentak membungkukkan badan ketika melihat sosok berjubah abu-abu perlahan melangkah memasuki arena.

Aura tua namun agung itu langsung menyelimuti seluruh tempat.

Tetua Pertama Sekte Pedang Langit—Yuan Gu.

"Murid memberi hormat kepada Tetua Pertama!"

Suara para murid menggema bersamaan.

Ji Mo yang sebelumnya masih dipenuhi amarah pun buru-buru menangkupkan kedua tangan sambil menundukkan kepala.

Li Tianxuan ikut membungkuk hormat.

"Senior."

Yuan Gu mengangguk pelan. Tatapannya menyapu seluruh arena sebelum akhirnya berhenti pada Ji Mo.

Hanya dengan sekali pandang, ia sudah memahami apa yang telah terjadi.

Ji Mo memang memiliki bakat luar biasa. Namun sifatnya terlalu tinggi hati. Ia selalu merasa bahwa semua orang harus memperoleh sesuatu melalui kerja keras, sehingga kedatangan Li Tianxuan yang diterima langsung sebagai murid tanpa ujian membuatnya tidak puas.

Sebaliknya...

Yuan Gu justru tersenyum tipis ketika melihat aura Li Tianxuan.

Ranah Lautan Spiritual Tingkat Pertama.

Belum lama sejak memasuki sekte, pemuda itu sudah kembali mengalami peningkatan.

"Bakat yang bagus..."

gumam Yuan Gu dalam hati.

Selama puluhan tahun menjadi tetua, hanya satu murid yang pernah membuatnya sekagum ini.

Jian Wushuang.

Jenius nomor satu Sekte Pedang Langit. Pada usia belum genap dua puluh lima tahun, kekuatannya bahkan hampir menyamai dirinya.

Kini...

Muncul seorang pemuda lain yang mampu membuatnya kembali merasakan harapan.

"Tianxuan... Ikut denganku."

"Baik, Senior."

Yuan Gu mengangkat satu jari. Seutas energi spiritual membungkus tubuh Li Tianxuan hingga perlahan melayang ke udara.

Detik berikutnya...

Whoosh!

Keduanya berubah menjadi dua berkas cahaya dan menghilang dari arena.

Para murid hanya mampu menatap langit dengan berbagai ekspresi.

Ji Mo menggertakkan giginya. Urat-urat di dahinya menonjol.

"Kenapa... Kenapa dia mendapatkan perhatian Tetua Pertama..."

Tinju kirinya mengepal semakin erat. Segala kerja keras yang ia lakukan selama bertahun-tahun terasa tidak berarti dibanding perlakuan khusus yang diterima Li Tianxuan.

Tatapan iri perlahan memenuhi kedua matanya.

Aula Utama Sekte Pedang Langit

Tak lama kemudian...

Yuan Gu dan Li Tianxuan mendarat di depan sebuah bangunan megah yang berdiri di puncak gunung.

Gerbangnya menjulang puluhan meter. Di kedua sisinya berdiri dua patung pendekar pedang raksasa yang memancarkan aura kuno.

Saat pintu aula perlahan terbuka...

Li Tianxuan tanpa sadar menghentikan langkahnya. Ruangan itu jauh lebih megah dibanding apa pun yang pernah ia lihat selama hidupnya.

Di kiri dan kanan berdiri para tetua sekte. Aura mereka masing-masing begitu kuat hingga membuat udara terasa berat.

Di kursi paling depan...

Duduk seorang pria paruh baya berjubah emas. Tatapannya tenang. Namun tekanan yang dipancarkannya jauh melampaui Long Zhentian.

Itulah...

Ketua Sekte Pedang Langit.

Qin Haoran.

Begitu melihat Li Tianxuan...

Tubuh Qin Haoran menghilang dari kursinya.

Blink!

Dalam sekejap ia telah berdiri tepat di depan Li Tianxuan.

Tatapannya mengamati pemuda itu dari kepala hingga ujung kaki.

Satu napas...

Dua napas...

Tiga napas...

Namun...

Ia tidak menemukan sesuatu yang istimewa. Semua tampak begitu biasa.

Li Tianxuan sendiri tetap berdiri tenang. Ia hanya melirik Yuan Gu seolah meminta penjelasan.

Yuan Gu mengangguk pelan.

Li Tianxuan pun mengerti bahwa orang di hadapannya bukanlah sosok biasa.

Qin Haoran akhirnya membuka suara.

"Namamu..."

"Tianxuan?"

"Benar."

"Bersediakah kau berbicara denganku secara pribadi?"

"Tentu."

Qin Haoran mengangguk. Ia menoleh ke arah para tetua.

"Kalian semua keluar."

Tanpa berani bertanya sedikit pun, seluruh tetua segera meninggalkan aula.

Tak lama kemudian...

Ruangan megah itu hanya menyisakan duperlahan Qin Haoran duduk perlahan. Ia menuangkan secangkir teh.

"Duduklah."

Li Tianxuan tidak menolak. Selama dua hari perjalanan menuju sekte, ia hampir tidak makan dengan layak. Melihat berbagai hidangan di atas meja, Ia mengambilnya begitu saja.

Qin Haoran hanya tersenyum kecil. Ia tidak mempermasalahkan sikap pemuda itu.

Baginya...

Jawaban yang akan ia dengar jauh lebih penting.

"Tianxuan... Apa benar kau berasal dari Kota Tai?"

Li Tianxuan berhenti mengunyah. Tatapannya perlahan berubah tajam.

"Ya." Jawabannya singkat.

Qin Haoran menarik napas.

"Lalu... Bagaimana kau bisa keluar dari sana?"

Li Tianxuan meletakkan mangkuk di tangannya.

"Aku memang penduduk Kota Tai... Dan satu-satunya yang selamat."

Mata Qin Haoran langsung membesar.

"Satu-satunya..."

Ia hampir berdiri dari kursinya. Selama bertahun-tahun ia mencari kebenaran mengenai Kota Tai. Namun tidak pernah menemukan petunjuk.

Kini... Jawaban itu justru datang sendiri kepadanya.

"Apa sebenarnya yang terjadi di sana?"

Li Tianxuan memejamkan mata. Kenangan paling kelam dalam hidupnya kembali muncul. Suaranya terdengar dingin.

"Dulu... Kota Tai sama seperti kota lainnya... Ramai, damai, semua orang hidup bahagia. Tetapi... Pada hari itu... Langit tiba-tiba terbelah. Seorang pria berjubah emas turun dari langit.

Mata pria itu begitu tajam hingga seolah mampu menembus jiwa. Seluruh penduduk bersujud. Kami mengira... Dewa telah datang untuk memberkati kami."

Li Tianxuan mengepalkan tangannya. Namun senyum pahit perlahan muncul.

"Siapa sangka... Dewa itu hanya mengucapkan satu kata. "Lenyap."

Boom!

Suara itu seakan kembali menggema di dalam benaknya.

"Dalam sekejap... Seluruh Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan manusia... Lenyap tak tersisa. Setelah itu... Ia menciptakan sebuah Formasi Kuno. Formasi yang hanya bisa dimasuki... Namun mustahil untuk keluar."

Ruangan menjadi sunyi. Qin Haoran terdiam, napasnya terasa berat. Ia tidak pernah membayangkan bahwa legenda tentang Dewa ternyata benar-benar nyata.

Beberapa saat kemudian...

Ia kembali bertanya.

"Kalau begitu... Mengapa hanya kau yang selamat?"

Li Tianxuan tersenyum pahit.

"Itulah... Pertanyaan yang selama sepuluh tahun ini terus kucari jawabannya."

Ia mengangkat kepalanya. Tatapannya kosong.

"Sebenarnya... Dewa itu..."

Tiba-tiba—

"Arghhh!!"

Li Tianxuan memegangi kepalanya. Rasa sakit luar biasa menghantam kesadarannya.

Pandangannya mulai kabur. Tubuhnya ambruk ke lantai.

"Tianxuan!"

Qin Haoran segera menangkap tubuhnya.

Namun...

Kesadaran Li Tianxuan telah menghilang.

Lautan Jiwa

Kesadaran Li Tianxuan perlahan terbangun.

Ia mendapati dirinya mengambang di atas lautan yang tak memiliki ujung.

Airnya tenang. Langitnya gelap. Tidak ada matahari. Tidak ada bulan. Hanya kesunyian yang menyesakkan.

"Di... di mana ini?"

Tiba-tiba...

Sebuah suara berat bergema dari segala arah.

"Bocah... Jangan pernah menceritakan keberadaanku kepada siapa pun."

Suara itu membawa tekanan yang begitu mengerikan hingga seluruh lautan bergetar hebat.

Li Tianxuan langsung bangkit. Tatapannya menyapu segala arah.

"Siapa?! Keluarlah!"

Suara itu kembali terdengar.

"Kau tidak akan menemukanku."

Pupil mata Li Tianxuan mengecil. Suara itu...

Sangat ia kenal. Suara yang selama sepuluh tahun terus menghantuinya. Suara yang menghancurkan seluruh hidupnya. Tinju Li Tianxuan mengepal hingga mengeluarkan darah. Tatapannya dipenuhi kebencian yang tak lagi mampu disembunyikan.

"Kau... Kau adalah Dewa terkutuk itu! Kau yang memusnahkan Kota Tai! Kau yang membunuh ayahku... Ibuku... Dan seluruh keluargaku! Keluar!! Aku akan membunuhmu!!"

Begitu raungan Li Tianxuan menggema...

Seluruh Lautan Jiwa mendadak berguncang hebat. Seolah sesuatu yang telah tertidur sangat lama...

Akan segera bangun..

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!