Indonesia
NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:395.2k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mengerjai Sofia

Keesokan paginya, Amelia telah tampil rapi dengan seragam sekolahnya. Rambut hitam panjangnya diikat sederhana ke belakang, sementara wajah cantiknya tampak segar setelah tidur nyenyak semalaman.

Saat ini ia sedang duduk bersama keluarganya di meja makan untuk sarapan.

Jika kalian bertanya bagaimana keadaan Ardiansyah setelah ditangkap Amelia kemarin, jawabannya cukup sederhana.

Amelia melepaskannya begitu saja.

Mau diapakan lagi?

Kalau benar-benar dihabisi, tidak ada seorang pun di sini yang mampu membereskan kekacauan yang mungkin terjadi setelahnya. Yang ada, justru Amelia sendiri yang akan berurusan dengan hukum.

Menahannya juga percuma.

Ia bukan polisi, bukan pula sipir penjara.

Lalu untuk apa susah-susah mengurung Ardiansyah?

Jadi, setelah memberinya pelajaran yang cukup menyakitkan, Amelia membiarkannya kembali kepada majikannya.

Meski begitu, Amelia harus mengakui satu hal.

Kemampuan bela diri Ardiansyah memang luar biasa.

Pria itu jauh lebih kuat dibandingkan kebanyakan petarung yang pernah ia temui. Hanya saja, Ardiansyah masih kurang pengalaman menghadapi lawan yang benar-benar mematikan.

Berbeda dengan dirinya.

Di kehidupan sebelumnya, hampir setiap hari ada saja orang yang mengincar nyawanya.

Pembunuh bayaran.

Organisasi kriminal.

Kelompok rahasia.

Semuanya pernah ia hadapi.

Memikirkan itu membuat Amelia tersenyum getir.

"Sial sekali hidupku dulu."

Tidak pernah ada ketenangan seperti orang normal.

Namun sekarang...

Bukankah ia justru mulai menikmati kehidupan ini?

Setidaknya hidup sebagai Amelia jauh lebih santai dibandingkan kehidupannya yang lama.

Di tengah sarapan, ponsel Sean tiba-tiba berdering.

Sean melirik layar ponselnya.

"Oh, Ardi."

Ia segera mengangkat telepon tersebut.

"Halo? Kenapa?"

Beberapa menit kemudian, ekspresi Sean berubah sedikit heran.

"Hah? Beberapa hari nggak masuk kuliah?"

Sean mengangguk-angguk mendengarkan penjelasan sahabatnya.

"Oke, gue ngerti. Istirahat aja dulu."

Setelah sambungan telepon berakhir, Sean meletakkan ponselnya.

"Ardi nggak bisa masuk kuliah beberapa hari ke depan."

Mendengar itu, Amelia menundukkan kepala sambil menyembunyikan senyumnya.

Setidaknya untuk sementara waktu hidupnya akan sedikit lebih damai.

Pemburu nyawanya sedang sibuk merawat luka.

Sungguh kabar yang menyenangkan.

Namun senyum Amelia segera berubah tipis dan dingin.

Karena masih ada satu orang yang belum menerima balasan.

Shofia.

Pemilik tubuh ini telah menderita terlalu banyak karena gadis itu.

Fitnah.

Penghinaan.

Manipulasi.

Semua itu harus dibayar.

Dan Amelia adalah tipe orang yang cukup pendendam untuk memastikan tagihan tersebut lunas.

*

*

*

SMA Permata Buana tampak ramai seperti biasa pagi itu.

Para siswa berdatangan dari berbagai arah.

Ada yang berjalan santai sambil bercanda dengan teman-temannya.

Ada yang terburu-buru karena takut terlambat.

Ada pula yang sibuk memandangi ponsel masing-masing.

Di ujung gang dekat sekolah, sebuah mobil mewah berhenti perlahan.

Shofia turun dari mobil tersebut.

Setelah merapikan rok dan rambutnya, ia menoleh kepada sopir.

"Pak, saya turun di sini saja."

"Baik, Nona."

Mobil itu segera pergi meninggalkan lokasi.

Shofia sengaja turun jauh dari gerbang sekolah.

Tujuannya sederhana.

Menciptakan citra sebagai gadis sederhana.

Jika teman-temannya melihat ia datang menggunakan mobil mewah setiap hari, simpati yang selama ini ia bangun bisa berkurang.

Sayangnya...

Ia tidak menyadari bahwa tepat di belakang mobilnya terdapat mobil lain yang baru saja berhenti.

Mobil milik Amelia.

Di hari pertama Amelia kembali ke sekolah setelah kecelakaan. Sang ayah membelikan nya mobil baru.

Karena alasan trauma, ia meminta mobil baru kepada ayahnya.

Akibatnya, Shofia sama sekali tidak mengenali kendaraan tersebut.

Dari balik kaca mobil, Amelia memperhatikan semua tingkah gadis itu.

"Mau mulai akting lagi, ya?"

"Biar kelihatan miskin dan sederhana di depan murid-murid."

Amelia mendengus pelan.

"Ternyata dedikasinya tinggi juga."

Saat itulah suara gonggongan terdengar dari samping jalan.

"Guk! Guk! Guk!"

Amelia menoleh.

Seekor bulldog berukuran besar sedang terikat di depan rumah warga.

Mata Amelia langsung berbinar.

Ide jahil muncul begitu saja.

Senyum licik perlahan menghiasi wajahnya.

Beberapa menit kemudian...

Amelia berjalan santai menghampiri anjing tersebut sambil membawa sandwich isi daging.

Bulldog itu langsung mengibas-ngibaskan ekornya.

"Heh, ternyata gampang disuap."

Amelia menyodorkan sepotong daging.

Sang anjing melahapnya dengan lahap.

Tak lama kemudian, Amelia melepaskan tali kekangnya dan menuntunnya mendekati area tempat Shofia berjalan.

Lalu...

Sebuah potongan sandwich dilempar ke arah dekat kaki Shofia.

Detik berikutnya Amelia langsung bersembunyi di balik tembok.

Bulldog itu berlari mengejar makanannya.

"Guk! Guk! Guk!"

Shofia yang sedang melamun terlonjak kaget.

Begitu melihat seekor anjing besar berlari ke arahnya, wajahnya langsung pucat.

"Aaaaaah!"

Tanpa berpikir panjang, ia berlari.

Kesalahan besar.

Karena anjing itu menganggapnya sedang bermain kejar-kejaran.

"Guk! Guk! Guk!"

"Tolonggg!"

"Anjing galak!"

"Tolong!"

Shofia berlari sekencang mungkin.

Tasnya berguncang ke sana kemari.

Rambutnya yang sudah ditata rapi mulai berantakan.

Para siswa yang melihat kejadian itu pun panik.

Sebagian menjauh.

Sebagian lagi mengeluarkan ponsel.

Bahkan ada yang tertawa.

"Anjir, dikejar anjing!"

"Rekam! Rekam!"

"Jangan ketawa, woy!"

"Tapi lucu!"

Shofia semakin panik.

Ia tidak sempat melihat jalan di depannya.

Akibatnya...

Bruk!

Kakinya tersandung.

Tubuhnya terlempar ke depan dan jatuh tepat ke dalam got besar di pinggir jalan.

Byur!

Lumpur hitam bercampur air got langsung membasahi seluruh tubuhnya.

Suasana mendadak hening.

Beberapa siswa melongo.

Lalu...

"Hahahahaha!"

Tawa pecah di mana-mana.

Shofia yang biasanya tampil anggun kini benar-benar mengenaskan.

Seragamnya kotor.

Rambutnya dipenuhi lumpur.

Bau tak sedap bahkan mulai tercium dari jarak beberapa meter.

Saat anjing itu hendak mendekat lagi, beberapa siswa laki-laki datang.

Alexio berada di barisan paling depan.

"Hei! Pergi sana!"

Alexio mengusir anjing tersebut bersama teman-temannya.

Bulldog itu akhirnya kabur sambil membawa sisa sandwich.

Setelah keadaan aman, Alexio membantu Shofia keluar dari got.

"Kamu nggak apa-apa?"

Shofia menahan tangis.

"Aku... aku baik-baik saja..."

Namun penampilannya saat ini benar-benar memprihatinkan.

Dan tentu saja...

Jenny tidak mungkin melewatkan kesempatan emas seperti ini.

"Wah, wah, wah!"

Jenny bertepuk tangan.

"Cosplay Putri Lumpur, ya?"

Kerumunan langsung menoleh.

"Air di rumah lo mati, Sof?"

"Biar hemat sampai mandi di got sekolah?"

Tawa kembali pecah.

Aurora yang berdiri di samping Jenny memiringkan kepala.

"Kenapa mandi di got sih?"

"Apa nggak jijik?"

Jenny langsung mengangguk serius.

"Nggak dong, Ra."

"Shofia sama air got kan saudaraan."

Aurora membulatkan mata.

"Oh..."

"Loh, pantes cocok."

Tawa siswa-siswi semakin keras.

Wajah Shofia memerah karena malu.

Tangannya mengepal kuat.

Ia ingin membalas.

Sangat ingin.

Namun tidak bisa.

Masih banyak orang yang melihat.

Ia harus menjaga citranya.

Saat itulah Alexio maju selangkah.

"Cukup, Jenny!"

"Nggak lucu."

"Teman lagi kena musibah malah dihina."

Jenny langsung mendelik.

"Musibah?"

"Kalau dia yang kena, namanya hiburan."

Alexio semakin kesal.

"Jenny!"

Namun gadis itu justru mendengus.

"Maaf ya, Alex sayang."

"Kalau cewek ular kayak dia, gue nggak anggap teman."

"Ih, Jenny.."

Aurora menarik lengan sahabatnya.

"Tapi emang bau sih."

Mendengar komentar polos itu, sebagian siswa kembali tertawa.

Alexio memijat pelipisnya.

"Bubar semuanya!"

"Sana masuk kelas!"

Kerumunan mulai membubar.

Alexio lalu menoleh kepada Shofia.

"Ayo. Kamu bersihin diri dulu."

Shofia mengangguk pelan.

Dalam hati, ia menyimpan rasa malu yang luar biasa.

Sementara itu...

Di kejauhan, Amelia menyaksikan semuanya dari balik pohon.

Ia menyilangkan kedua tangan.

Senyum tipis muncul di bibirnya.

"Keberuntungan tokoh utama memang luar biasa."

"Selalu ada yang datang menolong di saat genting."

Matanya mengikuti sosok Alexio dan Shofia yang berjalan menuju gedung sekolah.

Meski sedikit puas, Amelia masih merasa kurang.

Karena menurutnya, semua ini hanyalah bunga pembuka.

Balasan yang sebenarnya...

Baru akan dimulai.

Dan kali ini, Amelia berjanji tidak akan membiarkan Shofia lolos dengan mudah.

1
Hadi Mulyono
ceritanya bagus cuma agak lama berbelit .endingnya jg kurang pas agak ngambang .tp suka nikmati ceritanya
Hadi Mulyono
yg cewek foto Lusi yg cowok dilan wang
Hadi Mulyono
Amelia tunjukkan siapa dirimu sebenarnya
Hadi Mulyono
ayo sesama mafia bertemu ..blm tau Amelia anaknya mafia jg
Hadi Mulyono
benci banget SM Sofia ..ga tau diri
Dyta Kusnani
jujur crta awal nyampe akhir bagus bgt ,, TPI kok ending jelek ya ,, hrusnya ending nya pernikahan Amelia n Ardiansyah
cowettttttt
yg aku aneh itu sama otak cowok nya kan tau emang si Sofie bukan anak Mereke dan masih ortu ..klu d usir wajar ..atau kasih lah kemewahan sama si Ardi ini bukan malah mau harta org
cowettttttt
gila nya ini iklan d NT banyak banget sekarang
Siti Aisyah
/Puke/
Kikin
ok
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
🙂
Siti Solikah
bagus
this that PINK VENOM
semangat
est
suka
Lestari Ami'ne Zia
hhhhhh🤣🤣🤣
Hilmiya Kasinji
Luar biasa
Hilmiya Kasinji
ijin baca kak
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: silahkan. maaf kalau tulisan nya berantakan 🙏
total 1 replies
Nurul Aisyah
beda jam terbang nya shay 💅
🌺Ulie
keren Thor makasih yaa,😍👍👍👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!