Indonesia
NovelToon NovelToon
Satu Imam Dua Makmum

Satu Imam Dua Makmum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adiba Aza hra

Bagi Azam, satu-satunya wanita yang berhak bersandar di bahunya hanyalah Aira Humaira, istri sekaligus sahabat sejatinya.Namun, sebuah kesalahan yang tak di sengaja.kini berubah menjadi hantu yang menuntut penebusan. Safira kini hidup sebatang kara dan hidup menderita akibat kelalaian Azam. Ketika uang tak lagi mampu membasuh rasa bersalah, Aira justru menyodorkan madu pernikahan sebagai jalan keluar."Aku ikhlas, Mas..." kata-kata Aira terdengar tegas, meski hatinya sendiri hancur.Terjebak di antara tuntutan istri yang dicintainya dan penolakan hatinya untuk mendua, keputusan apa yang akan diambil Azam? Siapkah Aira menyaksikan suaminya bersanding dengan wanita lain, ketika ego dan rasa bersalah bertabrakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adiba Aza hra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Luka Yang Masih Basah

Tiga hari sudah berlalu. Azam tidak pernah meninggalkan Aira keluar dari kamar inapnya sejak hari itu. Aira menjadi lebih pendiam dan sering tiba-tiba menangis. Di usianya yang masih dua puluh dua tahun, Aira harus kehilangan buah hatinya, dan hal itu mampu membuat perempuan itu menyalahkan dirinya setiap saat.

"Permisi Dek Aira, assalamualaikum," suara lembut Perawat Safira memecahkan keheningan di dalam kamar inap Aira.

Azam yang duduk di sebelah Aira langsung berdiri saat melihat kedatangan Perawat Safira.

"Waalaikumussalam," jawab Aira dan Azam bersamaan.

"Sayang, aku tunggu di luar dulu ya. Kamu ngobrol aja sama Perawat Safira," ucap Azam lembut, lalu mengusap kepala Aira dan menciumnya sekilas. Perawat Safira yang melihatnya hanya tersenyum tenang.

Setelah kepergian Azam, Safira langsung mendekati Aira. "Dek, apa masih ada yang kamu rasain sekarang? Sakit perut atau ..."

Aira menggeleng pelan. "Mbak, aku mau pulang," lirih Aira.

Safira duduk di sofa kecil yang berada di sebelah kanan brankar. "Tunggu keadaan kamu membaik dulu ya, Dek. Semoga saja lusa kamu sudah membaik dan diperbolehkan pulang, ya," kata Safira lembut.

Tetes demi tetes air mata kembali keluar dari kelopak mata bulat Aira. "Kenapa, Mbak? Kenapa harus anakku yang pergi? Kenapa enggak aku aja? Hiks ... hiks ..."

Safira berdiri dari duduknya, lalu memeluk lembut Aira. "Hush ... jangan ngomong gitu lagi ya, Dek. Semua sudah menjadi ketetapan dari Allah. Percayalah, kelak kamu akan menjadi orang tua yang hebat dan memiliki anak yang saleh-salehah," kata Safira lembut.

***

Di luar ruangan, Azam memilih untuk duduk di kursi tunggu tepat di depan kamar inap Aira.

"Azam, kamu sudah makan?" suara tegas Ayah Fikri membuat Azam tersadar dari lamunannya. "Gimana keadaan Aira?" tanya Ayah Fikri yang langsung duduk di sebelah Azam.

"Masih belum ada perubahan, Yah. Dia selalu saja menyalahkan dirinya sendiri, masih sering nangis, jam makannya juga enggak teratur," jawab Azam pelan.

Ayah Fikri menghela napas dalam, lalu memukul pelan punggung Azam. "Aira tidak terbiasa melakukan suatu kesalahan yang fatal, Azam. Maka dari itu, proses penyembuhan Aira terasa begitu lama," kata Ayah Fikri.

Azam hanya terdiam seribu bahasa.

"Kamu pulanglah dulu, ganti pakaian kamu, mandi, dan istirahat di rumah. Nanti sore baru ke sini lagi, ya. Jangan sampai tubuh kamu kecapekan terus *drop*," kata Ayah Fikri, yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Azam.

"Azam enggak bisa ninggalin Aira, Yah. Azam enggak mau bikin Aira makin sedih kalau Azam tinggal," tolak Azam cepat.

Ayah Fikri tersenyum kecil lalu berdiri. "Kamu tunggu di sini sebentar, saya belikan makanan untuk kamu," kata Ayah Fikri lalu meninggalkan Azam sendirian.

Azam mengusap wajah dengan kedua tangannya. Dalam hati, Azam berjanji tidak akan mencintai perempuan lain selain Aira Humaira, sahabat sekaligus istri sah Azam. Sebesar apa pun badai yang datang, Azam tetap hanya akan mencintai dan menjadikan Aira satu-satunya bidadari dalam hidupnya.

"Permisi Mas Azam, Dek Aira-nya pengen ketemu sama Masnya di dalam, ya. Saya permisi dulu," suara Perawat Safira membuyarkan lamunan Azam. Azam yang sedang terdiam sedikit terkejut saat mendapati sosok Safira berdiri di depannya.

"Iya, terima kasih sudah mau menjadi teman cerita istri saya," kata Azam dan dibalas anggukan oleh Safira.

Azam berjalan memasuki kamar inap Aira, lalu duduk di sofa kecil sebelah kanan brankar Aira. "Gimana, Sa—"

"Aku ngantuk, Mas. Aku pengen tidur. Sini temenin aku tidur," sahut Aira menghentikan perkataan Azam.

Azam terdiam sejenak. Laki-laki itu kembali teringat kalau ayah mertuanya juga akan kembali ke sini. Bagaimana jadinya kalau sampai ayah mertuanya melihat dia tidur satu ranjang dengan Aira? Membayangkannya saja sudah membuat Azam malu setengah mati.

"Mas!" panggil Aira lagi.

Azam menyengir, lalu menggaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal. "Kamu kenapa sih, Mas? Kamu enggak mau temenin aku tidur? Kamu udah enggak mau lagi sama aku, iya?"

Azam tertegun sejenak, lalu menggeleng cepat. "Eng ... enggak gitu, Sayang ..."

Aira terdiam sejenak. Raut keceriaan yang sebelumnya sempat kembali, kini berubah menjadi wajah yang murung dan mata yang berkaca-kaca.

"Ah, i ... iya iya, Sayang, aku bobo di sini ya." Dengan cepat Azam naik ke atas brankar perlahan-lahan, lalu membantu Aira tiduran dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk sang istri.

Tanpa Azam sadari, Aira tersenyum. Perempuan itu memeluk erat tubuh sang suami, menghirup aroma parfum yang elegan di kemeja hitam Azam. Azam mengusap lembut kepala Aira sembari membacakan surah Al-Qalam dan Al-Waqi'ah hingga bidadarinya tertidur pulas.

1
Adiba Azahra
waaaah makasih kakak semoga makin suka nih yha sama cerita nya 🌸
Adiba Azahra
Halooo 😍
Saddam Husein
👍
Mimin Ridwan
Kaakkkkkk aku mampir lagi nih 😍👍
mey
Meoowww🐱
Adiba Azahra: 😂 😂 😂 🌸🌸🌸😁😁😁😍😍😍😊😊😊🙏🙏🙏
total 1 replies
Mimin Ridwan
Ceritanya Bagus dan penuh kejutan 😁😘🥰 terus lanjut kak 👍🌸❤️
Adiba Azahra: Siap kaka 🙏😊😍🌸👍😁 😍😍😍
total 1 replies
Mimin Ridwan
Maaf kak jadi jarang baca sampe sampe udah bab 74 aja 🙏😍👍 terus semangat kak setiap ada waktu pasti aku sempatkan buah simak bagus banget soalnya 😍👍
Adiba Azahra: Makasih banyak kaka udah suka sama cerita aku gak papa yaa kak kalau baca pas ada waktu luang aja 😊 makasih banget karena kaka suka itu aja udah bikin aku makin semangat loh 😊🙏😍🌸
total 1 replies
Nadia Hendriana
Vito kampret
Adiba Azahra: 👍😁😍🌸😊 halo kaka
total 1 replies
Nadia Hendriana
Wowwww lanjutkan thor
Nadia Hendriana
🤣🤣🤣🙏
Nadia Hendriana
Nah nah kok udah naruh bawang aja thor
Nadia Hendriana
Plis bikin romantis plus bucin tingkat akut Thor 👍😍🤭
Nadia Hendriana
Pengen dong punya suami kyk azam haha🤣🤣🤣🤣
Nadia Hendriana
Pengantin baru mah bebas 🤣
Nadia Hendriana
👍😍
Redmi
Lanjut kan boskuu👍😎
mey
kak, jangan lupa mampir ya di karya aku, si dingin jatuh cinta
Adiba Azahra: Siap kaka aku makasih ya udah mampir 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
uwaaa😍, Azam nya ga mau bilang dia lagi cemburu kah itu? 😍🤭
Adiba Azahra: Makasih yha kaka udah mampir semoga suka sama ceritanya semangat terus juga buat kakaknya 🙏😍🌸
total 1 replies
mey
halo kak aku mampir nih😍
Adiba Azahra: Halo kaka Makasih yaaa 🙏🌸😍
total 1 replies
Redmi
Kalau sampe perempuan kyk Aira dendam berarti emng udh kelewatan jahat bener sh pdhl. dia jg perempuan 😡
Redmi: Lagi seru seru nya nih kak 👍😎 lanjut terus pokoknya kak 👍😎
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!