Indonesia
NovelToon NovelToon
Kultivator Iblis

Kultivator Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:448
Nilai: 5
Nama Author: Yusub Gultom

Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Sekte Yang Miskin dan Bidadari Yang Malang

Xuan membuat segel. Riak spasial tiba-tiba muncul dari cincin di jari tangannya. Elang merah perlahan berubah menjadi seperti elang biasa kemudian terbang kearah riak spasial itu lalu menghilang tanpa jejak.

"Cincin itu! Apakah bisa menyimpan makhluk hidup?" Patriark Qin begitu penasaran.

Dari awal dia sudah curiga cincin di jari tangan Xuan bukanlah cincin sembarang. Karena warnanya selalu berubah-ubah setiap waktu. Mereka terus mengobrol hingga tidak terasa sudah sampai di kedalaman hutan misterius. Di depan mereka sebuah tebing batu menjulang tinggi.

"Benar paman, Cincin ini bisa menyimpan makhluk hidup." jawab Xuan singkat.

Xuan memperhatikan patriark Qin menempelkan sebuah lencana ke dinding batu cadas yang ada di hadapan mereka semua. Patriark Qin mengiris jari tangannya dan meneteskan darah keatas sebuah batu yang berbentuk segitiga berwarna hitam pekat, tiba-tiba sebuah celah terbuka lalu mereka semua masuk kedalamnya.

"Segel darah! Segel tingkat tinggi dari artefak khusus. Pantasan tidak ada orang yang menemukan dimana letak sekte angin selatan." Gumam Xuan.

Segel darah menyamarkan inti hutan misterius menjadi sebuah bukit batu yang sangat terjal hingga ribuan meter persegi.

"Paman, kapan kalian melakukan penghormatan?" Setelah tiba di pemukiman sekte angin selatan Xuan bertanya sambil memperhatikan wilayah tersebut. Dia mengira akan melihat bangunan-bangunan megah, villa-villa mewah, gedung misi mewah, arena bertarung dan lain sebagainya, namun itu semua hanya khayalannya saja.

Sekte angin selatan tidak ubahnya seperti sebuah desa yang miskin. Tidak ada murid luar dan murid dalam, semua murid sama aja. Tempat klan Yang di sekte itu lumayan tragis, mereka tinggal di gubuk-gubuk reyot yang tidak layak huni.

'Sepertinya sudah waktunya paman Qin pensiun sementara waktu!' batin Xuan.

"Hari ini, ketika matahari tepat diatas kepala, kami akan melakukan penghormatan kepada langit dan bumi agar jiwa-jiwa mereka bereinkarnasi dengan tenang."

"Kalau begitu, aku akan langsung menemui ibuku." Ucap Xuan. Lalu memanggil Yang Xu Lie dan Yang Shen. Mereka langsung menuju tempat di mana ibunya tinggal.

"Saudara Shen, Kenapa kamu tidak mengenalku." Tanya Xuan. Soalnya waktu remaja dia terkenal sampai klan yang bagian terluar karena tidak bisa menaikkan tingkat kultivasinya.

"Maaf Saudara Xuan, bukan aku tidak mengenalmu. Dulu aku pernah bertemu denganmu saat umurmu masih Empat tahun, namun wajahmu dulu dan kini sangat berbeda. Kamu tau sendiri kan, klan luar tidak gampang memasuki inti Klan Yang. Saat pertama kali kita bertemu, sebenarnya aku sudah merasa akrab denganmu, namun aku lupa dimana kita pernah bertemu. Lagi pula salahkan saja dirimu, perubahan wajahmu terlalu signifikan. Kamu terlalu tampan sekarang. Aku pikir kamu pangeran dari langit."

"Hahaha... Terimakasih saudara Shen atas pujiannya. Aku juga bisa memaklumi itu, kebetulan aku mengenalmu saat turnamen klan Yang Lima belas tahun yang lalu, Saat itu kau menjadi juara satu. Inti Klan Yang sangat malu waktu itu karena pemenangnya adalah kamu dari klan Yang bagian luar."

"An'er, hentikan percakapan kalian. Kita sudah tiba." Ucap Yang Xuan Lie. Dia memanggil Xuan seperti itu karena memang umurnya lebih tua dari Xuan.

"Kalian tunggu disini sebentar, aku terlebih dahulu masuk, nanti aku akan memanggil kalian." Ucap Xuan.

"Baik saudara Xuan." Tiba-tiba Yang Xu Lie menarik tangan Yang Shen ketempat lain.

Tok tok tok

Yang Xuan mengetuk pintu gubuk reyot itu dengan hati berdebar-debar. Berharap ibunya menyambutnya dan langsung memeluknya.

"Pergi, Pergi kalian semua. Jangan menggangguku. Kalian semua pembohong." suara melengking dari dalam gubuk membuat gubuk itu bergetar kerana suara itu bercampur aura spritual.

"Ini tidak sesuai yang aku harapkan. Apa yang aku pikirkan? Aku bukan anak kecil lagi, yang berharap di peluk orang tua." Xuan mengetuk keningnya seperti orang bodoh.

"Ibu...!"

Satu kalimat itu membuat bulir-bulir berlian akhirnya jatuh juga, tubuh Xuan bergetar menahan gejolak di dadanya. Dia berulang kali memukul-mukul dadanya. Kultivator yang menggetarkan kekasaran selatan itu akhirnya berlutut di depan gubuk reyot ibunya. Ratusan senjata dia hadapi tanpa ada rasa sakit namun kali ini benar-benar sangat menyakitkan.

"Ibu..." An'er telah kembali." Dia berdiri dan merapikan penampilannya. Menarik nafas berulang kali.

Tidak lama kemudian seorang wanita paruh baya berambut putih seperti kerangka berjalan membuka pintu gubuk reyot itu. Dia memperhatikan Xuan terlebih dahulu. Memegang wajahnya berulang kali lalu memeluknya dengan erat. Sangat erat seolah-olah jika terlepas Xuan akan menghilang di telan bumi.

Sudah setengah jam ibunya memeluknya didepan gubuk reyot itu namun Xuan membiarkannya bahkan dia memijat punggung ibunya dengan lembut. Ternyata setelah Xuan memperhatikannya, ibunya telah tertidur dengan wajah yang begitu tenang dan damai. Dia menggelengkan kepalanya lalu mengangkat ibunya masuk kedalam gubuk tersebut dan membaringkannya di atas dipan.

"Sangat ringan...! Sepertinya ibu tidak pernah bermeditasi sehingga tubuhnya seperti ini. Mungkin dalam sepuluh tahun ibu tidak pernah makan. Terlambat sebentar lagi maka selesai sudah." Gumam Xuan sambil menggelengkan kepalanya.

Xuan memanggil Yang Shen dan Yang Xu Lie melalui telepati. Setelah itu dia memberi perintah kepada kedua orang itu agar memangil anggota klan lainnya untuk ikut menjaga gubuk tersebut. Dia akan memasuki cincin yang ada di jari tangannya bersama ibunya untuk waktu yang tidak bisa di tentukan.

Yang Xuan kembali masuk kedalam gubuk, Mengeluarkan artefak kemudian mengaktifkannya lalu meletakkan artefak itu di sembarang tempat. Dia juga mengeluarkan senjata hitam pekat di tangannya dan mengaktifkan segel yang ada di pedang itu kemudian melemparkannya ke udara. Pedang itu menembus atap gubuk dan terus terbang ke atas langit. Formasi tingkat semi dewa telah di aktifkan.

"Luar biasa," Suara Yang Shen memecah keheningan. Dia dan yang lainnya memperhatikan pohon yang ada di depannya, pohon itu berduri dan sangat beracun membuat mereka menjauhi tempat itu. Gubuk telah menghilang dan berubah menjadi pohon, ada kabut hitam di atas pohon itu dan pedang hitam masuk kedalam kabut tersebut.

"Ini segel racun tingkat tinggi dan formasi pembunuhan tingkat tinggi." ucap Yang Xu Lie mengajak yang lainnya agar sedikit lagi menjauhi tempat itu.

Di dalam gubuk, Xuan kembali melepaskan cincin dari jari tangannya lalu memasukkan energi dari ujung jarinya. Cincin itu membesar sesuai keinginannya dan berputar putar di udara seperti terbelenggu karena rantai rantai muncul dari kehampaan setiap saat seperti mengikat cincin itu. Kemudian dia menggendong ibunya lalu memasuki cincin itu. Setalah tiba di dalam cincin, Xuan menyuruh puluhan hewan buas tingkat delapan (Tingkat legenda untuk manusia) agar menjaga pintu masuk untuk antisipasi.

Setelah membawa ibunya ke sebuah istana emas. Xuan membaringkannya di atas batu surgawi lalu mengaktifkan segel di sekitar tubuh ibunya. Meletakkan puluhan batu bintang kehampaan seukuran telapak tangan di samping ibunya. Ia menyalurkan energi melalui kening ibunya untuk melakukan penambahan energi spritual secara paksa karena tidak mau menunggu lebih lama lagi.

Saat proses terjadi, ibunya tiba-tiba membuka matanya lalu berteriak seperti kesakitan. Suara Xuan tiba-tiba terdengar di telinga ibunya agar diam karena proses pemindahan energi berlangsung. Setelah dua jam terlewati proses itu akhirnya selesai.

"Apakah ibu merasa ada perubahan pada fisik ibu?" Tanya Xuan.

Ibunya langsung mengeluarkan cermin dari dalam cincin penyimpanannya lalu dia bercermin kemudian memutar-mutar tubuhnya di hadapan cermin." Apakah ibu sudah kelihatan tua dan jelek?" ucap ibunya dan terus memperhatikan wajahnya di cermin. Sepertinya dia sudah lupa apa yang terjadi barusan karena merasa dantiannya di penuhi energi.

"Ibu ... ! Xuan langsung terbatuk-batuk setelah mendengar kalimat pertama yang keluar dari mulut ibunya.

"Ah... Ia ... ! Apa yang aku lakukan? Eh, di mana ini, kenapa tempat ini sangat bagus, aura spritual juga sangat padat disini. Eh kultivasiku naik dua tingkat. Hahaha ... aku sekarang berada ditingkat master tahap puncak ." dia bahkan hampir lupa Kepada Xuan.

"Ibu, aku disini. Apakah ibu tidak rindu padaku? Kalau bagitu aku akan pergi." ucap Xuan merasa diabaikan.

"Apakah ibu tidak boleh bahagia sebentar saja, Nak? Sudah sepuluh tahun ibu menderita demi menunggu kepulangan kalian. Oh ia, kemana saja kamu selama ini, ibu hampir gila karena kamu dan ayahmu menghilang tanpa kabar." ucap ibunya sedih.

"Ibu, lebih baik ibu membersihkan diri dulu, aku jamin ayah tidak akan mau mendekat karena....!"

"Anak kurang ajar!" sambil bertanya tempat membersihkan diri.

Karena memang melakukan pengobatan dengan sumber daya tingkat tinggi akhirnya semua kotoran yang ada di dalam tubuhnya keluar melalui pori-porinya. Mungkin karena terlalu senang dia hampir lupa bau tubuhnya.

"Aku tunggu ibu di bawah pohon Spritual." sambil berlalu dan keluar mancari buah-buahan, namun baru saja melangkah elang merah sudah datang membawa keranjang buah. Berbagai macam buah spritual telah Ia bawa dari kedalaman hutan di dalam cincin tersebut.

Xuan berbincang-bincang dengan elang merah sambil menunggu ibunya membersihkan diri. Tiba-tiba ibunya muncul dengan penampilan yang berbeda. Walaupun masih terlihat kurus namun sudah segar bugar dan wajah ibunya terlihat lebih ceria. Lalu ibunya duduk di sampingnya.

"Ibu, dua puluh tiga tahun. Apakah ibu masih ingin membohongiku? Sampai kapan bu?"

"An' er.... !" Sambil Manarik nafas panjang." Baiklah, kamu bukan anak kecil lagi. kamu sudah besar sekarang. Pasti kamu sudah tau ada kotak Pandora yang tersimpan di keluarga kita bukan, aku akan menjelaskannya."

Mengambil buah yang ada di depannya lalu menggigitnya kemudian menelannya. Wajahnya langsung berubah-ubah, kadang memerah, kadang memucat.

Xuan dan elang merah tertawa terbahak-bahak membuat wanita itu hampir memukul mereka berdua.

"Ibu, telan buahnya jangan di muntahkan!" Xuan membantu ibunya mencerna khasiat dari buah itu. Tidak lama kemudian hembusan angin keluar dari tubuh ibunya

Kultivasi ibunya naik satu tingkat dari tingkat master tahap puncak menjadi tingkat raja tahap awal.

"Luar biasa, buah ini rasanya aneh, membuat perutku mual, namun khasiatnya luar biasa." wanita itu tertawa renyah. Kultivasinya naik satu tingkat dari tingkat master tahap puncak menjadi tingkat raja tahap awal. Perubahan fisiknya juga sangat signifikan karena sudah mencapai tingkat raja. Dia tertawa lepas seolah-oleh tidak ada beban lagi. Dia meninju udara dengan kekuatan barunya.

"Ibu...!"

"Baiklah..."

"Namaku bukan Bai Xu Lian tapi Yang Xu Lian, nama ayahmu bukan Yang Bai tapi Bai Yang. Itulah mengapa namamu di panggil Xuan. Sedari kecil kamu tidak di perbolehkan ayahmu memperkenalkan diri sebagai Yang Xuan. Hal itu untuk menghormati Klan Bai dan reputasi ayahmu. Sewaktu muda, ayahmu sangat tergila-gila padaku hingga dia rela meninggalkan klan Bai bersama pamanmu Bai Qin. Pamanmu sangat mencintai ayahmu dan dia juga rela keluar dari klan Bai demi ayahmu."

"Bagiamana bisa ayah tergila-gila pada perempuan seperti ibu, sampai merendahkan harga dirinya! Apakah dia masih laki-laki? Aku jadi curiga kepada ayah!"

"Kurang ajar kamu, Apakah kamu belum mendapat informasi bahwa dulu di wilayah selatan ini akulah bidadarinya?" sambil membusungkan dadanya

"Benarkah...! Tapi kenapa sekarang bidadari itu hampir saja gila?"

Air muka ibunya langsung berubah." An'er, hati manusia terbuat dari daging bukan terbuat dari logam. Apakah kamu mengerti?"

"Baiklah... " Sambil tertawa riang melihat tingkah ibunya." Lanjutkan, aku ingin mendengar kisah selanjutnya." Wajah Xuan langsung menjadi serius.

"Darah utama yang mengalir di nadi mu adalah darah klan Bai bahkan sampai sembilan puluh persen, darah klan Yang hanya sepuluh persen. Sumpah kakekmu dari pihak ayahmu membuatmu tidak bisa berkultivasi. Saat keluarga ayahmu berkunjung sewaktu kamu berumur empat tahun mereka menyewa master formasi dari kekaisaran tengah untuk menyegel tubuhmu." sambil mendesah panjang mengingat kejadian tersebut. Kemudian melanjutkan ceritanya.

"Kami mengetahui tubuhmu terpasang segel dari seorang master formasi di wilayah ini setelah kultivasimu tidak pernah meningkat. Namun master itu tidak sanggup melepaskan segel itu. Ayahmu rela menjadi Jendral Kekaisaran hanya untuk mencari ahli formasi demi kamu namun di wilayah ini semua master itu menyerah."

"Serangan terhadap Klan kita terjadi setelah istana kekaisaran. Ayahmu terluka parah saat bertempur di ibukota melawan tengkorak hitam dan kamu waktu itu berada di ibu kota kekaisaran. Ayahmu di bawa oleh kakekmu secara diam-diam karena ayahmu terluka parah. Setelah beberapa bulan giok jiwa ayahmu kembali bersinar terang namun juga kembali meredup. Ibu menduga, ayahmu di penjara di klan Bai."

"Kemana leluhur Klan Yang waktu itu. Bu."

"Leluhur klan kita kalah telak. Tengkorak hitam sangat kuat. Tiga leluhur dan ketua klan bersama puluhan tetua meledakkan diri untuk menyelamatkan keturunan nya dari kepunahan." jawab wanita itu dengan raut wajah sedih.

"Terimakasih, ibu masih bertahan demi aku dan ayah. Aku berjanji akan menjadi kuat dan akan menghancurkan seganas apapun badai itu datang. Dan aku akan menegakkan keadilan di seluruh daratan tengah. Sebaiknya ibu tinggal disini saja untuk sementara waktu. aku masih banyak urusan di luar. Hati-hati sama elang merah itu Bu! Dia itu seseorang pria tampan." Sambil menceritakan semua seluk-beluk di dalam cincin benua tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!