Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10 - Rumor Jahat

Sheyra dan Keisha sedang berjalan beriringan sambil bercerita. Sesekali mereka tertawa ketika mendengar candaan yang dilontarkan oleh lawan bicaranya. Mereka berjalan menuju ke ruang kelasnya setelah menghabiskan waktu istirahat di kantin.

“Cieee yang udah jadian. Pantesan akhir-akhir ini gue lihat lo suka senyum mulu. Ternyata beneran lagi butterfly era.” kata Sheyra yang ia lontarkan kepada Keisha.

Keisha tersipu malu sambil menutup mulutnya. Pipi gadis itu merah merona karena Sheyra menggodanya. Ia tak bisa lagi menyembunyikan rasa bahagianya. Tepat sehari yang lalu, crushnya—Arga mengajaknya pacaran. Momen yang selama ini ia tunggu-tunggu. Oleh karena itu tentu saja ia langsung mengiyakan ajakan Arga.

Semenjak jadian, entah mengapa Keisha jadi bersemangat melakukan apapun. Seolah Arga adalah penyemangatnya. Bahkan rasanya tiap detik terasa sangat membahagiakan bagi Keisha.

“Jangan lupa traktirannya.” Ledek Sheyra.

“Tenang aja. Besok gue traktir ramen deket kampus deh.” jawab Keisha memberikan janji.

Sheyra langsung berseru antusias, “Yeayyy!! Jadi gak sabar besokkk.”

Keisha tertawa senang melihat respon sahabatnya. Keisha menghentikan langkahnya saat Sheyra menyenggol lengannya.

“Tuh ada Arga. Pasti nyariin lo.”

Jantung Keisha langsung berdetak dua kali lebih cepat ketika melihat Arga berdiri di depannya. Ia tersipu malu untuk yang kesekian kalinya.

“Hai Kei.” sapa Arga sambil menunjukkan senyum termanisnya yang sukses membuat Keisha semakin terpesona.

Keisha terlihat gugup, “Ha-Hai.”

Arga tersenyum melihat Keisha. Lalu ia menoleh ke gadis di sebelah Keisha. “Ini Sheyra ya?” Cowok itu ingin memastikan apakah tebakannya benar. Sebenarnya ini pertama kalinya ia bertemu dengan Sheyra. Namun selama ini ia selalu mendengar soal Sheyra dari Keisha. Keisha selalu bercerita semua hal baik tentang sahabatnya. Oleh karena itu ketika melihat Keisha sedang bersama seorang gadis membuatnya langsung menebak seperti itu.

Sheyra mengangguk pertanda tebakan Arga benar. “Hai. Salam kenal. Jaga Kei baik-baik ya.” ucap Sheyra.

Arga mengangguk paham. “Kei sering cerita soal lo.” kata Arga ramah.

“Hahaha okeyyy. Asal ga cerita yang buruk-buruk aja.” canda Sheyra.

“Ih mana mungkin.” sangkal Keisha

“Bercanda.” kata Sheyra sehingga membuat Keisha memanyunkan bibirnya merajuk.

Sheyra tertawa melihat ekspresi sahabatnya. Kemudian ia menyenggol lengan Keisha pelan, “Tuh pasti pacarmu kangen tuh.” godanya sehingga membuat Keisha dan Arga malu secara bersamaan.

Arga berdehem, “Boleh pinjem Kei dulu?” tanya Arga ke arah Sheyra.

Dengan cepat Sheyra mengangguk, “Boleh dong. Emang gue emak dia apa pake izin segala hahaha.” candanya sebelum ia mempersilahkan Keisha untuk ikut bersama Arga. Keisha berpamitan ke Sheyra, ia berkata akan segera kembali sebelum mata kuliah selanjutnya di mulai.

Sheyra menatap punggung Keisha dan Arga yang berjalan semakin menjauh. Ia ikut senang melihat Keisha bahagia. Sebelumnya ia belum pernah melihat Keisha sebahagia ini. Hal itu membuat perasaan Sheyra menghangat.

Waktu istirahat masih kurang dua puluh menit lagi tapi Sheyra memutuskan untuk langsung kembali ke kelas. Ia berpikir sepertinya akan seru jika ia menonton film sambil menunggu kelas dimulai.

Sheyra memasuki ruangan kelasnya. Hanya ada sekitar sepuluh anak di dalam kelas. Sedangkan yang lainnya menghabiskan waktu istirahat di luar ruangan. Sheyra melihat ke arah tempat duduk Alvaro dan tidak menemukan sosok Alvaro di sana. Ia merasa heran karena tidak biasanya Alvaro tidak ada di kursinya.

Sheyra bertanya keberadaan Alvaro pada temannya yang lain karena penasaran. Lalu ia mendapatkan jawaban bahwa Bu Hesti memanggil Alvaro ke ruangannya. Oleh karena itu ia yakin sepertinya Alvaro mungkin masih di ruangan dosen.

Sheyra menyalakan handphonenya. Ia mulai menonton film yang semalam baru ia tonton setengahnya. Beberapa menit kemudian ia terhanyut dengan cerita yang sedang ia tonton. Ceritanya sangat seru sehingga dapat menghilangkan kebosanan Sheyra.

“Hei kalian tau gak? Gue ada berita hot nih.”

Segerombolan wanita yang duduk di belakang Sheyra berbisik pelan namun Sheyra masih bisa mendengarnya. Ada sekitar 4 orang yang bergosip di belakang Sheyra. Sebenarnya Sheyra tidak peduli dan tidak tertarik dengan gosip mereka. Sheyra menduga pasti pembicaraan mereka hanya seputar cowok dan cowok.

Namun ketika Sheyra mendengar nama Alvaro disebut, ia langsung meng-pause film yang sedang ia tonton. Lalu ia berpura-pura melakukan peregangan otot ke belakang agar memperkecil jaraknya dengan segerombolan wanita itu. Sheyra memasang pendengarannya dengan baik berharap dapat mendengar gosip tentang Alvaro.

“Gue lihat Alvaro sama anak kecil dan gue baru tau kalo itu anaknya.” ujar Lila mengawali topik obrolan.

“Hah?! Jangan ngarang lo. Serius?” tanya yang lainnya.

Dua temannya yang mendengar ucapan Lila langsung tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Sama halnya seperti Sheyra, saking shocknya ia tidak sengaja menyenggol bolpoin di atas mejanya sehingga terjatuh.

‘Ah gosip ngaco ini mah. Mereka dapat bahan kayak gini dari mana sih? Suka banget ngarang.’ ucap Sheyra dalam hati. Sheyra menundukkan badannya untuk mengambil bolpoin yang terjatuh di bawah meja. Ia menyesali keputusannya untuk mendengarkan mereka bergosip. Seperti biasa gosip mereka pasti hanyalah karangan belaka.

“Ini serius. Gue denger-denger itu anak di luar nikah. Si Alvaro itu brengsek. Pasti dia udah ngehamilin cewek tanpa tanggung jawab hahaha dasar cowok gila.” Lila melanjutkan ceritanya.

Seorang temannya menyahuti, “Bener-bener sampah. Dia manfaatin wajahnya buat bisa pake cewek seenaknya ya?”

“Berarti itu anak jatohnya anak h4ram dong hahaha.” sahut temannya yang lain lalu disusul gelak tawa dari ketiganya.

Sheyra mengepalkan tangannya mendengar semua gosip itu. Tiba-tiba ia merasa sangat kesal. Keterlaluan.

Sheyra langsung menghampiri ketiga orang itu marah, “Hah sampai kapan kalian mau jadi sampah?”

Lila dan kedua temannya langsung berdiri karena tersinggung dengan ucapan Sheyra, “Maksud lo?”

Sheyra tertawa sinis dan mengejek, “Iya, sampah.” katanya penuh penekanan lalu dua detik kemudian ia melanjutkan ucapannya, “Sampai kapan kalian mau bergosip hal jahat kayak gini? Ada untungnya buat hidup kalian kah? Ngerasa keren kah? Gue tau kalian gak suka sama Alvaro karena sikapnya tapi gue gak nyangka kalian bisa nyebar rumor jahat kayak gini. Ini keterlaluan, tau gak?!”

Melihat ada yang bertengkar akhirnya membuat seisi kelas menjadi penasaran dan mulai menghampiri Sheyra, Lila dan dua orang lainnya. Anak-anak selain mereka mulai bertanya-tanya alasan mereka berempat bertengkar dan berusaha memisahkan.

Alvaro baru saja kembali dari ruang dosen. Ia bingung ketika melihat semua orang berkumpul di belakang kelas. Awalnya ia tidak ingin penasaran atau peduli. Namun ketika mendengar namanya disebut, ia menjadi sangat penasaran. Dengan cepat Alvaro menghampirin orang-orang yang sedang bergerombol.

“Hahaha! Lo bakal diem kalo lo tau Alvaro memang udah punya anak. Gue gak bohong!” seru Lila sambil melotot kepada Sheyra.

Ucapan Lila sontak membuat terkejut seisi kelas yang mendengarnya. Mereka semua baru pertama kali mendengar hal ini dan bingung harus bereaksi seperti apa. Sebagian cewek-cewek berharap bahwa pernyataan Lila tidak benar.

“Okay kalo misalkan emang bener Alvaro punya anak. Tapi yang bikin gue kesel, gak seharusnya kalian tertawa sambil nyebut anak kecil sebagai anak h4ram! Mau itu anak lahir di dalam atau di luar pernikahan pun gak ada yang namanya anak h4ram. Jangan jahat-jahat mulut kalian!” Sheyra meninggikan suaranya.

“Jahat banget ya mereka menggosipnya. Kalo ini gak bener jatohnya fitnah gak sih?” seseorang di sebelah Sheyra ikut berkomentar.

“Betul, jahat banget kalian.” ucap yang lainnya sehingga membuat Lila dan kedua temannya terpojok.

Alvaro sejak tadi mendengarkan pertengkaran mereka untuk menyimak akar permasalahannya. Ia menghembuskan nafasnya kasar. Ia sangat kesal dan marah karena tidak terima dengan ucapan ketiga wanita itu. Namun ia mencoba mengatur emosinya. Ia tidak boleh ribut dan tersulut emosi.

Alvaro membelah kerumungan. Menyadari keberadaan Alvaro, membuat semua mata langsung tertuju padanya. Alvaro menatap Sheyra untuk waktu yang cukup lama. Tatapan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Mungkin tatapan terima kasih?

Lalu kemudian Alvaro menatap marah ke arah Lila dan kedua temannya. Saat melihat tatapan Alvaro membuat nyali ketiganya langsung menciut.

“Maaf..” gumam Lila dan kedua temannya pelan. Ketiganya sama-sama menunduk karena takut dan malu.

Tanpa berkomentar apapun, Alvaro langsung berbalik dan berjalan meninggalkan kerumunan. Ia keluar dari ruang kelas. Lima detik kemudian semua orang juga ikut bubar. Mereka semua kembali ke tempat duduknya masing-masing-masing. Sedangkan beberapa orang kembali berbisik-bisik dengan tatapan miris ke arah Lila dan teman-temannya. Semua orang berpikir bahwa mereka bertiga sangat jahat karena menyebarkan rumor yang tidak benar tentang Alvaro.

Sheyra masih berdiri mematung sambil melihat ke arah pintu ruang kelas. Tak lama kemudian Keisha datang dengan raut wajah yang khawatir. Keisha memeluk Sheyra, “Shey? Gapapa kan? Tadi gue denger dari Anne katanya lo berantem?”

Sheyra menghela nafas lega. “Ah, gapapa kok. Gak usah khawatir ya Kei.” jawabnya sembari duduk di kursinya. Ia merasa energinya terkuras karena marah-marah. Ia merasa lelah.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!