Mas Bimo meminta aku hadir saat dia sidang skripsi. Sayangnya, aku tak bisa melewatkan kelas karena giliran presentasi. Namun, aku berjanji akan segera menemuinya setelah selesai melaksanakan tugas mata kuliah.
Saat aku tiba di ruang sidang FISIP, Mas Bimo keluar ruangan dengan wajah bahagia. Terlihat, dia disambut oleh kaum hawa dengan meriah. Mereka mungkin teman dan fans garis keras Mas Bimo. Kuperhatikan, ada banyak sekali hadiah di tangannya. Dia, bahkan, kewalahan memeluk hadiah yang diterima.
Aku segera menghampiri. Kulihat kondisi Mas Bimo sudah mendekati pulih.
“Halo, Mas! Sorry, aku baru selesai kelas,” sapaku yang membuat keriuhan berhenti mendadak.
Gadis-gadis yang ada di sekitar Mas Bimo menatapku agak sinis. Mungkin mereka jengkel, karena aku datang dan membuyarkan moment selebrasi mereka. Benar, Mas Bimo bak selebritas di fakultasnya.
“Nggak apa-apa, Ya. Kita pulang sekarang yuk!” ajaknya tersenyum.
Melihatnya kerepotan, aku pun coba menawarkan bantuan, “Sini, aku bantu, Mas.”
Hadiah yang diterima Mas Bimo kebanyakan berupa cokelat. Ada juga kue seperti cheesecake dan dessert box, bahkan terselip juga beberapa tangkai bunga. Tampak seru! Namun, aku melihat dia tidak terlalu nyaman dengan hadiah dan histeria yang didapatkan.
Mas Bimo mengucapkan terima kasih dan pamit kepada fans-nya. Dia tidak pernah bercerita jika dirinya populer.
Aku coba lemparkan candaan. “Nama fanbase Mas Bimo apa?”
“Jangan ngeledek, Ya!”
Kami pun tertawa. Semoga Mas Bimo bisa ceria lagi seperti sebelumnya, panjatku dalam doa.
Ketika keluar dari Gedung FISIP, terdengar ada yang meneriaki nama kami. “Arya! Bimo!”
Kami pun berhenti dan melirik ke arah sumber suara.
Mas Bimo menyahuti dengan kalimat tanya. “Ada apa Yen manggil kami?”
“Sebenarnya aku manggil Arya sih, tapi karena ada kamu, ya aku panggil kamu juga. Takutnya kamu jealous,” godanya diikuti tawa renyah.
“Mau ngapain kamu panggil Arya? Kami lagi mau pulang nih,” terang Mas Bimo.
“Iya deh, aku juga tahu kamu mau pulang, w…
Di Sekitar Kita
Bab 11: Laknat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 32 Episodes
Comments