Bab 14: Buncah

Pikiranku berkelana tak tentu arah. Hingga sebuah ketakutan kembali melanda kala mengingat “kegilaan” Nining. Dia mengatakan bukan datang untuk melukaiku, nyatanya dia menorehkan scars di tangan dan perutku.

Nining, Teh Yeni, dan Mas Bimo, rasanya sulit untuk tidak memikirkan mereka. Kutelusuri kontak WhatsApp di ponselku. Tadinya aku mau menanyakan kabar Mas Bimo, tetapi telunjukku mengajak menari. Kemudian, berhenti untuk melihat aktivitas terakhir dari Teh Yeni.

Namun, tak ada pembaharuan di profil Teh Yeni. Bahkan last seen-nya seminggu lalu, di jam saat kami berangkat dari RSHS menuju rumah Nining.

Aku coba meneleponnya, namun hanya bertuliskan “memanggil” bukan “berdering”. Artinya, WhatsApp dia tidak aktif. Aku coba menghubunginya dengan panggilan biasa, jawabannya justru dari operator seluler yang mengabarkannya jika nomor yang dituju tidak aktif.

Apa Teh Yeni baik-baik saja? Sekalipun aku masih kesal kepadanya, tetapi aku juga mengkhawatirkannya. Terlebih aku meninggalkannya tanpa tahu siapa yang menjadi pemenang dalam pertarungan itu dan apa yang terjadi setelahnya.

Rasa penasaranku membuncah, menggiringku menuju Gedung FISIP. Aku ingin memastikan keadaan Teh Yeni.

Aku berputar dari taman, kantin, lapangan olahraga, aula, ruang kelas, dan tempat-tempat yang biasa digunakan mahasiswa untuk beraktivitas di luar kelas. Apes, tak kudapati keberadaannya.

Barulah setelah lelah mencari, aku coba bertanya kepada seseorang.

“Maaf Kak, kenal Teh Yeni?” tanyaku kepada mahasiswi yang berjalan ke arahku.

“Yeni?” Dia berpikir sejenak. “Anak HI (Hubungan Internasional) 2012?”

“Emmm….” Aku lupa Teh Yeni angkatan tahun berapa. “Emmm… Dia sekelas sama Mas Bimo, Bimo Setiadji.”

“Oh, benar berarti Yeni HI 2012,” simpulnya.

Sepertinya di FISIP ada banyak nama Yeni.

“Kakak lihat dia nggak hari ini?”

“Nggak lihat. Cuma kalau teman-temannya ada di lapangan basket.”

Padahal aku dari sana, tetapi tak melihat mereka. Mungkin karena aku lebih fokus mencari Teh Yeni. “Baik, Kak. Terim…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!